QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 84 [QS. 40:84]

فَلَمَّا رَاَوۡا بَاۡسَنَا قَالُوۡۤا اٰمَنَّا بِاللّٰہِ وَحۡدَہٗ وَ کَفَرۡنَا بِمَا کُنَّا بِہٖ مُشۡرِکِیۡنَ
Falammaa ra-au ba’sanaa qaaluuu aamannaa billahi wahdahu wakafarnaa bimaa kunnaa bihi musyrikiin(a);

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata:
“Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah”.
―QS. 40:84
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
40:84, 40 84, 40-84, Al Mu’min 84, AlMumin 84, Al Mukmin 84, AlMukmin 84, Al-Mu’min 84

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 84

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 84. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan watak dan kepercayaan manusia yang sebenarnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala Manusia pada dasainya mempercayai bahwa Tuhan itu adalah Esa.
Dia-lah Yang Maha Kuasa, Yang memberikan nikmat kepada hamba-hamba-Nya.
Kepercayaan itu dapat ditutup oleh keadaan yang mempengaruhi kehidupan manusia itu.
Jika mereka sedang berkuasa, sedang kaya dan sedang dikuasai oleh hawa nafsunya, maka ia lupa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bahkan dia mencari tuhan-tuhan yang lain yang akan disembahnya, sesuai dengan tuntutan hawa nafsunya.
Jika mereka ditimpa bahaya, malapetaka, kesedihan dan sebagainya, mereka kembali ingat dan menghambakan diri kepada Tuhan yang menciptakannya dan di saat itu pula mereka kembali mengingkari tuhan-tuhan yang mereka adakan itu.

Banyak contoh dan perumpamaan yang dikemukakan Allah dalam ayat-ayat-Nya yang berhubungan dengan hal ini dan banyak pula orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang demikian, seperti Firaun.
Karun dan sebagainya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika melihat kejamnya azab Kami, mereka mengatakan, “Kami beriman hanya kepada Allah dan ingkar kepada tuhan-tuhan yang menyebabkan kami musyrik.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tatkala mereka melihat azab Kami) yakni betapa kerasnya azab Kami (mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan kami kafir kepada sesembahan-sesembahan yang telah kami mempersekutukannya dengan Allah.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka tatkala mereka melihat azab Kami.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 84)

Yaitu di saat mereka menyaksikan terjadinya azab atas diri mereka dengan mata kepala mereka sendiri.

mereka berkata, “Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah kami persekutukan dengan Allah.” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 84)

Pada saat itulah mereka mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dan kafir kepada berhala-berhala, tetapi hal itu terjadinya sesudah nasi menjadi bubur dan tiada gunanya lagi alasan dan permintaan maaf.
Seperti yang dikatakan oleh Fir’aun pada saat ia ditenggelamkan, yaitu:

Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).
(Q.S. Yunus [10]: 90)

Maka dijawab oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
(Q.S. Yunus [10]: 91)

Yakni Allah tidak menerima imannya karena dia telah dikutuk oleh Musa ‘alaihis salam saat Musa ‘alaihis salam memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan permohonannya diperkenankan, yaitu:

dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.
(Q.S. Yunus [10]: 88)

Hal yang sama dikatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya dalam surat ini, yaitu:

Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka melihat siksa Kami.
Itulah sunnah Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 85)

Demikianlah hukum Allah terhadap orang yang bertobat kepada-Nya di saat ia menyaksikan azab.
Yaitu bahwa Allah tidak mau menerima tobatnya.
Karena itulah disebutkan di dalam sebuah hadis yang mengatakan:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menerima tobat hamba-(Nya) selama dia belum sekarat.

Yakni apabila ia sekarat dan rohnya sampai di tenggorokan dan malaikat maut telah dilihatnya, maka pintu tobat sudah tertutup baginya saat itu.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 84 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 84 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 84 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:84
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.8
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta