QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 82 [QS. 40:82]

اَفَلَمۡ یَسِیۡرُوۡا فِی الۡاَرۡضِ فَیَنۡظُرُوۡا کَیۡفَ کَانَ عَاقِبَۃُ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ؕ کَانُوۡۤا اَکۡثَرَ مِنۡہُمۡ وَ اَشَدَّ قُوَّۃً وَّ اٰثَارًا فِی الۡاَرۡضِ فَمَاۤ اَغۡنٰی عَنۡہُمۡ مَّا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Afalam yasiiruu fiil ardhi fayanzhuruu kaifa kaana ‘aaqibatul-ladziina min qablihim kaanuu aktsara minhum wa-asyadda quu-watan waaatsaaran fiil ardhi famaa aghna ‘anhum maa kaanuu yaksibuun(a);

Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.
Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
―QS. 40:82
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Hikmah dari kisah umat-umat terdahulu ▪ Merenungi ciptaan Allah
40:82, 40 82, 40-82, Al Mu’min 82, AlMumin 82, Al Mukmin 82, AlMukmin 82, Al-Mu’min 82

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 82

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 82. Oleh Kementrian Agama RI

Apakah orang-orang musyrik Mekah, yang mengingkari ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka itu tidak pernah berjalan dan bepergian ke negeri-negeri lain?
Sebenarnya mereka adalah para perantau dan para musafir yang telah pergi ke berbagai negeri dalam melakukan perdagangan.
Mereka pergi ke Yaman, Arab Selatan dan Syria pada setiap musim dan waktu, sesuai dengan bentuk perdagangan waktu itu.
Dalam perjalanan mereka melalui negeri-negeri yang pernah didiami oleh umat-umat dahulu, seperti negeri-negeri kaum `Ad, negeri kaum Samud, negeri penduduk Aikah negeri Mesir, Babilonia dan sebagainya.
Dari bekas-bekas yang mereka lihat di negeri itu demikian pula dari cerita yang mereka terima dari nenek moyang mereka, mereka mengetahui bahwa di negeri-negeri itu pernah ada umat-umat perkasa, berkebudayaan tinggi, telah menaklukkan negeri-negeri sekitarnya, mereka memahat gunung untuk rumah-rumah mereka, membuat piramida-piramida yang kokoh dan sebagainya.
Tetapi karena keingkaran mereka kepada Rasul-rasul Allah yang diutus kepada mereka, maka mereka pun ditimpa azab Allah.
Di saat itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah.
Kamu hai orang-orang musyrik Mekah, yang belum dapat menandingi hasil yang pernah dicapai oleh umat-umat dahulu itu, jika tetap mengingkari Rasul Kami Muhammad, maka kamu akan mengalami nasib, seperti nasib orang-orang yang dahulu itu dan tidak seorang pun yang dapat menyelamatkan kamu dari pada-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah mereka hanya duduk berpangku tangan dan tidak berjalan di atas bumi agar bisa melihat bagaimana kehancuran merupakan akibat dari perbuatan bangsa-bangsa sebelum mereka?
Mereka berjumlah lebih besar, lebih kuat, dan lebih luas pengaruhnya di bumi.
Kendati begitu, azab Allah tidak bisa dihalangi oleh harta, kekuatan, atau kekuasaan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka.

Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan -lebih banyak- bekas-bekas mereka di muka bumi) seperti gedung-gedung dan bangunan-bangunan lainnya sebagai peninggalan mereka (maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang umat-umat terdahulu yang mendustakan rasul-Nya, dan apa yang telah menimpa mereka berupa azab yang keras, padahal mereka adalah orang-orang yang kuat dan berpengaruh di muka bumi dan mempunyai harta benda yang banyak serta kekayaan yang berlimpah.
Akan tetapi, semuanya itu tidak memberikan manfaat barang sedikit pun kepada mereka dan tidak dapat menolak dari mereka barang sedikit pun dari perintah (azab) Allah.

Demikian itu karena ketika datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan-keterangan, bukti-bukti yang jelas, serta hujah-hujah yang pasti, mereka tidak mengindahkan seruan para rasul itu dan tidak mau menerimanya, bahkan mereka merasa cukup dengan pengetahuan yang ada pada mereka dengan anggapan bahwa itu lebih baik daripada apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka.

Mujahid mengatakan bahwa umat-umat terdahulu itu mengatakan, “Kami lebih mengetahui daripada mereka (para rasul itu), bahwa kami tidak akan dibangkitkan dan tidak akan diazab.”

As-Saddi mengatakan bahwa mereka merasa senang dengan pengetahuan yang mereka miliki, padahal sikap mereka itu jahil (bodoh), maka ditimpalah mereka oleh azab Allah yang belum pernah mereka alami sebelumnya.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 82 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 82 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 82 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:82
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim