QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 80 [QS. 40:80]

وَ لَکُمۡ فِیۡہَا مَنَافِعُ وَ لِتَبۡلُغُوۡا عَلَیۡہَا حَاجَۃً فِیۡ صُدُوۡرِکُمۡ وَ عَلَیۡہَا وَ عَلَی الۡفُلۡکِ تُحۡمَلُوۡنَ
Walakum fiihaa manaafi’u walitablughuu ‘alaihaa haajatan fii shuduurikum wa’alaihaa wa’alal fulki tuhmaluun(a);

Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya.
Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.
―QS. 40:80
Topik ▪ Inabah (taubat)
40:80, 40 80, 40-80, Al Mu’min 80, AlMumin 80, Al Mukmin 80, AlMukmin 80, Al-Mu’min 80

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 80

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 80. Oleh Kementrian Agama RI

Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan binatang ternak dalam ayat ini ialah unta, karena binatang itulah yang sesuai dengan sifat-sifat yang disebutkan di atas pada ayat ini.

Karena itu maksud ayat ini ialah: Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan unta untuk kamu tunggangi, untuk kamu makan dagingnya dan untuk manfaat-manfaat yang lain seperti bulunya dapat dijadikan bahan pakaian, dan susunya dapat dijadikan minuman yang menyehatkan, badan dan dapat dibuat keju, kulitnya dapat dibuat tas, sepatu dan sebagainya, dan untuk mengangkut barang-barang dari suatu negeri ke negeri yang lain.
Di samping unta maka kapal-kapal pun dapat pula mengangkut barang-barang, pergi dari suatu negeri ke negeri yang lain dengan mengarungi sungai-sungai, danau-danau dan lain-lain.

Ayat ini sama maksudnya dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagainya kamu makan.
Dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya, ketika kamu membawanya kembali ke kandang dari ketika kamu melepaskannya ke tempat penggembalaan.
Dan ia memikul beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan kesukaran-kesukaran (yang memayahkan) diri Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

(Q.S. An-Nahl [16]: 5-7)

Unta adalah binatang yang paling banyak digunakan oleh orang-orang yang hidup di padang pasir, seakan-akan unta itu tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan mereka.
Untalah yang membawa mereka ke berbagai-bagai negeri dalam usaha perdagangan.
Unta merupakan sahabat setia mereka jika mereka seorang diri di tengah-tengah padang pasir luas.
Perut unta merupakan persiapan tempat air minum mereka yang akan mereka ambil air itu di waktu kehabisan air dalam perjalanan, Banyak lagi manfaat unta yang lain.

Karena itu jika unta dikemukakan oleh ayat-ayat ini kepada orang-orang Arab, sebagai salah satu binatang yang besar manfaatnya, maka perumpamaan itu sudah tertangkap oleh pikiran mereka.
Pada zaman Pertengahan bangsa Arab merupakan bangsa yang menghubungkan negeri Barat dan negeri Timur.
Pada waktu itu terjadi perdagangan dari Timur ke Barat, membawa rempah-rempah ke Barat, dan membawa hasil kerajinan ke Timur.

Di negeri Timur rempah-rempah itu dibawa ke Arab Selatan atau ke Teluk Persia.
kemudian barang itu dibawa ke Turki melalui padang pasir yang luas.
Pengangkutan utama yang digunakan oleh orang Arab waktu itu adalah binatang unta.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Juga untuk banyak keperluan lain–selain untuk dinaiki dan dimakan–seperti menarik atau mengangkut barang berat dan lain-lain.
Di atas unta, yang merupakan salah satu jenis hewan, dan di atas kapal, kalian dan barang-barang kalian dapat diangkut.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan -ada lagi- manfaat-manfaat lain pada binatang ternak itu untuk kalian) yaitu berupa air susu, keturunan binatang ternak itu dan juga dari bulu-bulunya (dan supaya kalian mencapai suatu keperluan yang tersimpan dalam hati) maksudnya, dapat kalian gunakan untuk mengangkut barang-barang ke berbagai negeri (dengan mengendarainya) di daratan (dan dengan menaiki bahtera) yakni perahu melalui jalan laut (kalian dapat menaiki semuanya.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menyebutkan anugerah yang telah Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya bahwa Dia telah menciptakan bagi mereka binatang ternak, seperti unta, sapi, dan kambing; yang sebagiannya ada yang dapat dijadikan sebagai kendaraan mereka, dan sebagian yang lainnya untuk mereka makan.
Unta dikendarai, dimakan, dapat diperah air susunya, dan dapat dijadikan sebagai pembawa barang-barang berat dalam perjalanan atau sebagai tunggangan menuju ke negeri yang jauh dan menempuh kawasan yang luas.
Sapi dimakan dagingnya dan diminum susunya serta dapat dijadikan sebagai sarana untuk membajak tanah.
Sedangkan ternak kambing dagingnya dimakan, susunya diminum, dan bulunya dapat dicukur, lalu dijadikan kain dan pakaian serta kebutuhan perabotan lainnya, seperti yang dijelaskan di dalam surat Al-An’am, surat An-Nahl dan surat-surat lainnya.
Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.
Dan (ada lagi) manfaat-manfaat yang lain pada binatang ternak itu untuk kamu dan supaya kamu mencapai keperluan yang tersimpan dalam hati dengan mengendarainya.
Dan kamu dapat diangkut dengan mengendarai binatang-binatang itu dan dengan mengendarai bahtera.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 79-80)


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 80 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 80 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 80 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:80
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.4
Ratingmu: 4.6 (20 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Allohul mulkus samawati

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim