QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 69 [QS. 40:69]

اَلَمۡ تَرَ اِلَی الَّذِیۡنَ یُجَادِلُوۡنَ فِیۡۤ اٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ اَنّٰی یُصۡرَفُوۡنَ
Alam tara ilaal-ladziina yujaadiluuna fii aayaatillahi anna yushrafuun(a);

Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah?
Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan?
―QS. 40:69
Topik ▪ Pahala Iman
40:69, 40 69, 40-69, Al Mu’min 69, AlMumin 69, Al Mukmin 69, AlMukmin 69, Al-Mu’min 69

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Muhammad ﷺ, apakah ia tidak melihat orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah, yang ayat-ayat itu menerangkan dan membuktikan keesaan Allah dan hari berbangkit.
Orang-orang kafir itu membantah tanpa mengemukakan dalil-dalil yang kuat, yang dapat diterima akal dan pikiran yang benar.
Hal ini menunjukkan bahwa kekafiran dan keingkaran mereka itu tidak beralasan sedikitpun, dan jika ada alasan yang mereka kemukakan, maka alasan itu semata-mata mengelakkan diri dari seruan Muhammad.

Sikap mereka yang demikian itu adalah sikap yang aneh dan tidak benar, jika mereka ingin mencari kebenaran dan ingin mengikuti kepercayaan yang benar, amat banyak dalil-dalil yang dapat mereka pelajari dan perhatikan, untuk mencapai keinginan mereka itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidakkah kamu melihat orang-orang yang memperdebatkan bukti-bukti kebesaran Allah yang jelas, bagaimana mereka berpaling dari bukti-bukti itu dan tetap bersikeras untuk berada dalam kesesatan?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah?) membantah Alquran.

(Bagaimanakah) (mereka dapat dipalingkan) dari iman?

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang al-mala-ul a’la (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.
(Q.S. Shaad [38]: 69)

Yakni seandainya tidak ada wahyu, maka dari manakah aku dapat mengetahui perselisihan yang terjadi di kalangan mala-ul a’la Yakni tentang Adam ‘alaihis salam dan membangkangnya iblis tidak mau bersujud kepadanya, juga tentang resolusi iblis yang menentang Tuhannya karena Dia lebih mengutamakan Adam daripada dirinya.

Adapun mengenai hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, yaitu bahwa:

telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id maula Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami Jahdam Al-Yamami, dari Yahya ibnu Abu Kasir, dari Zaid ibnu Abu Salam, dari Abu Salam, dari Abdur Rahman ibnu Aisy, dari Malik ibnu Yukhamir, dari Mu’az r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ menahan dirinya tidak menemui kami di suatu pagi hari dalam salat Subuh, hingga kami hampir melihat sinar mentari akan terbit.
Tiba-tiba Rasulullah ﷺ keluar dengan cepat, lalu diiqamahkanlah salat Subuhnya.
Beliau mengerjakan salat Subuhnya dengan ringan (cepat).
Setelah bersalam, beliau ﷺ bersabda, “Tetaplah di tempat.” – Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami dan bersabda: Sesungguhnya tadi malam aku bangun, lalu salat sebagaimana biasanya kulakukan, dan aku mengantuk dalam salatku hingga aku sadar, tiba-tiba aku melihat Tuhanku dengan penampilan yang sangat baik, lalu Dia berfirman, ‘Hai Mumammad, tahukah kamu, mengapa mala-ul a’la berbantah-bantahan?” Aku menjawab.”Ya Tuhanku, aku tidak megetahui, ” sebanyak tiga kali.
Lalu kulihat Dia meletakkan telapak tangan-Nya di antara dua tulang belikatku, sehingga aku dapat merasakan kesejukan jari-jemari-Nya menembus dadaku.
Maka Dia menampakkan kepadaku segala sesuatu sehingga aku mengetahui.
Lalu Dia bertanya.”Hai Muhammad, apakah yang diperselisihkan oleh al-mala-ul a’la?” Aku menjawab, “Tentang perbuatan-perbuatan yang menghapuskan dosa-dosa.” Allah subhanahu wa ta’ala bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan hal-hal yang menghapuskan dosa itu?” Aku menjawab, “Melangkahkan kaki menuju ke salat berjamaah, duduk di dalam masjid sesudah mengerjakan salat, dan mengerjakan wudu dengan sempurna di saat-saat yang sulit.” Allah subhanahu wa ta’ala bertanya.”Apakah yang dimaksud dengan amal-amal yang meninggikan derajat itu?”
Aku menjawab, “Memberi makan (fakir miskin), bertutur kata dengan lemah lembut, dan mengerjakan salat di saat manusia lelap dalam tidurnya.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Mintalah.” Aku memohon, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada Engkau (agar aku dapat) mengerjakan perbuatan-perbuatan yang baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang munkar, dan cinta kepada kaum miskin.
Dan aku memohon kepada-Mu, ampunilah bagiku dan berilah aku rahmat.
Dan apabila Engkau hendak menimpakan suatu cobaan terhadap suatu kaum, maka matikanlah aku dalam keadaan tidak terkena cobaan.
Dan aku memohon kepada Engkau kecintaan kepada-Mu, kecintaan kepada orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan kepada amal yang mendekatkan diriku kepada kecintaan kepada-Mu.” Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: Sesungguhnya ini adalah hak, maka hafalkanlah dan amalkanlah.

Ini adalah hadis mimpi yang terkenal, dan orang yang menganggapnya terjadi saat beliau ﷺ dalam keadaan terbangun merupakan suatu kekeliruan.
Hadis ini ada di dalam kitab-kiab sunan diriwayatkan melalui berbagai jalur.
Hadis yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui riwayat Jahdam ibnu Abdullah Al-Yamami dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Bantah-bantahan ini bukanlah bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, karena bantah-bantahan ini telah ditafsirkan.
Sedangkan mengenai bantah-bantahan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an akan ditafsirkan dalam penjelasan berikutnya, yaitu:


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 69 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 69 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 69 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:69
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.5
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim