Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 60 [QS. 40:60]

وَ قَالَ رَبُّکُمُ ادۡعُوۡنِیۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَکُمۡ ؕ اِنَّ الَّذِیۡنَ یَسۡتَکۡبِرُوۡنَ عَنۡ عِبَادَتِیۡ سَیَدۡخُلُوۡنَ جَہَنَّمَ دٰخِرِیۡنَ
Waqaala rabbukumuud’uunii astajib lakum innal-ladziina yastakbiruuna ‘an ‘ibaadatii sayadkhuluuna jahannama da-aakhiriin(a);
Dan Tuhanmu berfirman,
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
―QS. Al Mu’min [40]: 60

Daftar isi

And your Lord says,
"Call upon Me;
I will respond to you."
Indeed, those who disdain My worship will enter Hell (rendered) contemptible.
― Chapter 40. Surah Al Mu’min [verse 60]

وَقَالَ dan berfirman
And said
رَبُّكُمُ Tuhan kalian
your Lord,
ٱدْعُونِىٓ berdo’alah kepada-Ku
"Call upon Me;
أَسْتَجِبْ akan Ku perkenankan
I will respond
لَكُمْ bagi kalian
to you.
إِنَّ sesungguhnya
Indeed,
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
those who
يَسْتَكْبِرُونَ menyombongkan diri
(are) proud
عَنْ dari
to
عِبَادَتِى menyembah-Ku
worship Me
سَيَدْخُلُونَ mereka akan masuk
will enter
جَهَنَّمَ neraka jahanam
Hell
دَاخِرِينَ keadaan hina
(in) humiliation."

Tafsir Al-Quran

Surah Al Mu’min
40:60

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 60. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah memerintahkan agar manusia berdoa kepada-Nya.
Jika mereka berdoa niscaya Dia akan memperkenankan doa itu.


Ibnu ‘Abbas, adh-Dahhak, dan Mujahid mengartikan ayat ini,
"Tuhan kamu berfirman, ‘Beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku akan membalasnya dengan pahala."
Menurut mereka, di dalam Alquran, perkataan doa bisa pula diartikan dengan ibadah seperti pada firman Allah:

اِنْ يَّدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖٓ اِلَّآ اِنَاثًا وَاِنْ يَّدْعُوْنَ اِلَّا شَيْطٰنًا مَّرِيْدًا

Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah inatsan (berhala), dan mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka.
(an-Nisa’ [4]: 117)


Dalam hadis, Nabi bersabda:
Doa itu ialah ibadah.
(Riwayat at-Tirmidzi dari an-Nu’man bin Basyir)


Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa doa dalam ayat ini berarti
"permohonan".


Sebenarnya doa dan ibadah itu adalah sama dari sisi bahasa.
Hanya yang pertama berarti khusus sedang yang kedua berarti umum.

Doa adalah salah satu bentuk atau cara dari ibadah.
Hal ini berdasar hadis:
Doa itu adalah inti ibadah.

(Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik)


Dan hadis Nabi ﷺ:
Diriwayatkan dari ‘aisyah, dia berkata,
"Nabi ﷺ ditanya orang, ‘Ibadah manakah yang paling utama?
Beliau menjawab, ‘Doa seseorang untuk dirinya."
(Riwayat Bukhari)


Berdasarkan hadis di atas, maka doa dalam ayat ini dapat diartikan dengan ibadah.

Hal ini dikuatkan oleh lanjutan ayat yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk ke dalam neraka yang hina."


Ayat ini merupakan peringatan dan ancaman keras kepada orang-orang yang enggan beribadah kepada Allah.
Ayat ini juga merupakan pernyataan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mereka memperoleh kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Seakan-akan Allah mengatakan,
"Wahai hamba-hamba-Ku, menghambalah kepada-Ku, selalulah beribadah dan berdoa kepada-Ku.
Aku akan menerima ibadah dan doa yang kamu lakukan dengan ikhlas, memperkenankan permohonanmu, dan mengampuni dosa-dosamu".

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 60. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sang Pencipta dan Penguasa urusan kalian mengatakan,
"Mintalah kepada-Ku, kalian pasti akan Aku beri.
Sedang orang-orang yang enggan berdoa kepada-Ku akan masuk ke dalam neraka jahanam dengan perasaan terhina dan pasrah. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Rabb kalian (wahai para hamba) berfirman:
Berdoalah hanya kepada-Ku semata dan khususkanlah Aku dengan ibadah, niscaya Aku menjawab untuk kalian.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri sehingga mereka menolak untuk mengakui keesaan-Ku dalam ubudiyah dan ilahiyah-Ku, akan masuk ke dalam Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Rabb kalian berfirman,
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian) maksudnya, sembahlah Aku, niscaya Aku akan memberi pahala kepada kalian.
Pengertian ini disimpulkan dari ayat selanjutnya, yaitu,


(Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk) dapat dibaca Sayadkhuluuna atau Sayudkhaluuna, menurut bacaan yang kedua artinya, mereka akan dimasukkan ke dalam


(neraka Jahanam dalam keadaan hina dina") dalam keadaan terhina.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ini merupakan sebagian dari karunia dan kemurahan Allah subhanahu wa ta’ala Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan Dia menjamin akan memperkenankan permintaan mereka, seperti apa yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri, bahwa hai orang yang paling dicintai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia selalu meminta kepada-Nya dan banyak meminta kepada-Nya.
Hai orang yang paling dimurkai oleh-Nya di antara hamba-hamba-Nya, karena dia tidak pernah meminta kepada-Nya, padahal tiada seorang pun yang bersifat demikian selain Engkau, ya Tuhanku.
Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Hal yang semakna telah disebutkan di dalam syair yang mengatakan:

Allah murka bila engkau tidak meminta kepada-Nya, sedangkan Adam marah manakala diminta.

Qatadah mengatakan, Ka’bul Ahbar telah mengatakan bahwa umat ini dianugerahi tiga perkara yang belum pernah diberikan kepada suatu umat pun sebelumnya kecuali seorang nabi.
Yaitu apabila Allah mengutus seorang nabi, Allah berfirman kepadanya,
"Engkau adalah saksi atas umatmu,"
dan Dia menjadikan kalian sebagai saksi atas umat manusia semuanya.
Dan dikatakan kepada nabi yang diutus itu,
"Tiada suatu kesempitan pun bagimu dalam agama,"
dan kepada umat ini dikatakan melalui firman-Nya:

dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.
(QS. Al-Hajj [22]: 78)

Juga dikatakan kepadanya,
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku memper­kenankannya bagimu!"
Dan kepada umat ini dikatakan oleh firman-Nya:

Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
(QS. Al-Mu’min [40]: 60)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Imam Al-Hafiz Abu Ya’la alias Ahmad ibnu Ali ibnul Musanna Al-Mausuli telah mengatakan di dalam kitab musnadnya:


telah menceritakan kepada kami Abu Ibrahim At-Turjumani, telah menceritakan kepada kami Saleh Al-Madani yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Al-Hasan menceritakan hadis berikut dari Anas ibnu Malik r.a., dari Nabi ﷺ dalam hadis yang ia riwayatkan dari Tuhannya.
Ia mengatakan:
Ada empat perkara, yang satu darinya untuk-Ku dan yang satu untukmu, dan yang satunya lagi antara Aku dan kamu, sedangkan yang terakhir antara kamu dan hamba-hamba-Ku.
Adapun mengenai yang untuk-Ku ialah hendaknya engkau menyembah-Ku, tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun.
Adapun yang untukmu dari-Ku ialah amal kebaikan apa pun yang engkau lakukan, Aku akan membalasnya untukmu.
Dan adapun yang antara Aku dan kamu ialah engkau berdoa dan Aku yang memperkenankannya.
Adapun yang antara engkau dan hamba-hamba-Ku ialah retakanlah untuk mereka apa yang engkau relakan untuk dirimu sendiri.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Zar, dari Yasi’ Al-Kindi, dari An-Nu’man ibnu Basyir r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya doa itu ibadah.
Kemudian beliau ﷺ membaca firman-Nya:
Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.
(QS. Al-Mu’min [40]: 60)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh As-habus Sunan, Imam Turmuzi, Imam Nasai, Imam Ibnu Majah, Ibnu Abu Hatim, dan Ibnu Jarir;
semuanya melalui hadis Al-A’masy dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.


Abu Daud telah meriwayatkan hadis ini dan juga Imam Turmuzi, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir melalui hadis Syu’bah, dari Mansur dan Al-A’masy, keduanya dari Zar dengan sanad yang sama.


Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Yunus, dari Usaid ibnu Asim ibnu Mahram, telah menceritakan kepada kami An-Nu’man ibnu Abdus Salam, telah menceritakan kepada kami Sufyan Ats-Tsauri dari Mansur, dari Zar dengan sanad yang sama.


Ibnu Hibban dan Imam Hakim telah meriwayatkan hadis ini di dalam kitab sahihnya masing-masing;
Imam Hakim mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepadaku Abu Saleh Al-Madani (seorang syekh dari kalangan penduduk Madinah) yang telah mendengar hadis ini dari Abu Saleh dan sesekali ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Saleh menceritakan hadis berikut dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, Allah murka terhadapnya.

Imam Ahmad meriwayatkan hadis ini secara tunggal, dan sanad hadis ini tidak mengandung cela.

Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Marwan Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Sabih Abul Malih, bahwa ia pernah mendengar Abu Saleh menceritakan hadis ini dari Abu Hurairah r.a. yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang tidak pernah meminta kepada-Nya, maka Dia akan murka terhadapnya.

Ibnu Mu’in mengatakan bahwa Abul Malih ini nama aslinya adalah Subaih, demikianlah menurut Abdul Gani ibnu Sa’id.
Adapun Abu Saleh, nama gelarnya adalah Al-Khuzi penduduk lereng Al-Khuz, menurut Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya.


Hal yang sama disebutkan di dalam riwayatnya dengan sebutan Abul Malih Al-Farisi, dari Abu Saleh Al-Khuzi, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang tidak pernah meminta kepada Allah, maka Dia murka terhadapnya.

Al-Hafiz Abu Muhammad Al-Hasan ibnu Abdur Rahman Ar-Ramhurmuzi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hasan, telah menceritakan kepada kami Na’il ibnu Najih, telah menceritakan kepadaku Aiz ibnu Habib, dari Muhammad ibnu Sa’id yang mengatakan bahwa ketika Muhammad ibnu Maslamah Al-Ansari meninggal dunia, kami menjumpai pada gantungan pedangnya sebuah tulisan:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya pada sisa hari-hari usia kalian terdapat limpahan rahmat Tuhan kalian, maka memohonlah kalian kepada-Nya, mudah-mudahan ada suatu doa yang bertepatan dengan limpahan rahmat itu yang akan membuat bahagia pelakunya dengan kebahagiaan yang dia tidak akan merugi lagi sesudahnya untuk selama-lamanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku.
(QS. Al-Mu’min [40]: 60)

Yakni dari berdoa kepada-Ku dan dari mengesakan-Ku, kelak akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan hina dina, yakni terhina lagi dikecilkan.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Sa’id, dari Ibnu Ajlan, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Orang-orang yang sombong digiring pada hari kiamat seperti semut-semut kecil, tetapi berupa manusia;
mereka diliputi oleh segala sesuatu kehinaan, hingga dimasukkan ke dalam suatu penjara di dalam neraka Jahanam yang dikenal dengan nama Bulis.
Tempat itu diliputi oleh intinya api neraka;
mereka diberi minuman dari Tinatul Khabal alias perasan keringat penghuni neraka.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Husain, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Muhammad ibnu Yazid ibnu Khunais yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar dari Wuhaib ibnul Ward mengatakan, telah menceritakan kepadanya seorang lelaki yang mengatakan bahwa pada suatu hari ia berjalan di negeri Romawi, lalu ia mendengar ada suara tanpa rupa dari puncak bukit yang mengatakan,
"Ya Tuhanku, aku merasa heran dengan orang yang mengenal-Mu, mengapa dia berharap kepada seseorang selain Engkau.
Ya Tuhanku, aku merasa heran terhadap orang yang mengenal-Mu, mengapa dia meminta keperluan-keperluannya kepada seseorang selain Engkau."
Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia pergi dan selanjutnya terjadilah malapetaka yang amat besar.
Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa kemudian suara itu menyerukan lagi,
"Ya Tuhanku, aku heran kepada orang yang mengenal-Mu, mengapa dia melakukan sesuatu yang menyebabkan Engkau murka, sedangkan dia memuaskan selain Engkau."
Wuhaib mengatakan bahwa itulah yang dimaksud dengan petaka yang amat besar.
Lelaki itu melanjutkan kisahnya, bahwa lalu ia berseru terhadap suara itu,
"Jin atau manusiakah engkau?"
Suara itu menjawab,
"Tidak, aku adalah seorang manusia, sibukkanlah dirimu dengan urusanmu dan janganlah mencampuri yang bukan urusanmu!"

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu’min (40) Ayat 60

DAAKHIRUUN
دَٰخِرُون

Lafaz ini adalah ism fa’il dari lafaz dakhara maksudnya yang kecil, yang hina, yang rendah orang yang melakukan apa yang diperintahkan, atau enggan sehingga menjadikannya rendah dan hina.

Lafaz ini disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
An Nahl (16), ayat 48;
• Ash Shaffaat (37), ayat 18;
An Naml (27), ayat 87;
• Al Mu’min (40), ayat 60.

Mujahid, Qatadah, dan As Suddi berkata,
"Lafaz daakhiruun bermakna shaaghiruun yaitu merendah diri."

Ibnu Qutaibah juga berpendapat, "Daakhiruun dalam surah Al Nahl bermakna shaaghiruun yaitu yang rendah dan patuh dan ini berkaitan dengan makhluk yang taat dan sujud pada Allah"

Muhammad Ali As Sabuni menafsirkan segala sesuatu seperti gunung-gunung, pohon, batu dan sebagainya tunduk dan patuh pada kekuasaan Allah dan pentadbirannya serta sujud dihadapan Allah dan tidak keluar dari kehendak Nya serta kemauan Nya.

Dalam Tafsir Al Azhar, ia bermakna alam beredar.
Segala sesuatu berjalan tidak berhenti semuanya melaksanakan tugas apa yang ditentukan oleh Allah, semua patuh dan sujud tidak menyimpang menurut kemaan sendiri dan tidak ada yang menyombongkan diri dan membantah apa yang ditentukan oleh Allah.

Dalam surah Al Mu’min menggambarkan keadaan orang yang sombong dan angkuh, tidak taat kepada Allah dimana mereka memasuki neraka dalam keadaan hina.
Dari semua lafaz daakhiruun atau daakhiriin yang disebut di dalam Al Qur’an mengandung tiga makna dalam dua keadaan.

Pertama, lafaz daakhiruun atau daakhiriin bermaksud patuh dan taat seperti dalam surah al• Nahl.
Kepatuhan di sini datang dari seluruh makhluk ciptaannya di langit dan di bumi seperti pentafsiran di atas dan ini ke adaan yang pertama.

Kedua, ia bermakna merendahkan diri seperti dalam surah Ash Shaffaat dan An Naml.
Ini adalah keadaan yang kedua di mana seluruh makhluk pada hari kiamat nanti kepada Allah dalam keadaan merendahkan diri.

Ketiga, ia bermakna hina atau dalam keadaan hina seperti maksud dari surah Al Mu’min.
Ini adalah keadaan yang kedua, menceritakan hinanya orang sombong ketika memasuki neraka karena keangkuhan dan tidak patuh kepada Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:220-221

Unsur Pokok Surah Al mukmin (المؤمن)

Surat Al mukmin terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai "Al mukmin" (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan "mukmin" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir’aun telah beriman kepada Nabi Musaalaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musaalaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musaalaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula "Ghafir" (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat "Ghafir" yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa "Maha Pengampun" dan "Maha Penerima Taubat" adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai "Dzit Thaul" (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.

Keimanan:

▪ Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya.
Dalildalil yang menunjukkan kekuasaan Allah.
▪ Sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquranul karim dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya.
▪ Permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka.
▪ Peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat.
▪ Anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin.
▪ Nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan.
▪ Janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya.

Audio Murottal

QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 85 + Terjemahan Indonesia
QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 85

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'min ayat 60 - Gambar 1 Surah Al Mu'min ayat 60 - Gambar 2
Statistik QS. 40:60
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’min.

Surah Al-Mu’min (Arab: المؤمن ,”Orang Yang Beriman”) atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu’min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu’min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu’min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
Sending
User Review
4.2 (14 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
40:60, 40 60, 40-60, Surah Al Mu'min 60, Tafsir surat AlMumin 60, Quran Al Mukmin 60, AlMukmin 60, Al-Mu'min 60, Surah Al Mumin ayat 60
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 40:60

More Videos

Kandungan Surah Al Mu’min

۞ QS. 40:2 Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 40:3 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Dzut Thaul (Maha Memberi) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 40:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 40:5 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:6 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebenaran dan hakikat takdir • Azab orang kafir

۞ QS. 40:7 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama neraka • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 40:8 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Nama-nama surga

۞ QS. 40:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:11 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keabadian neraka •

۞ QS. 40:12 Tauhid UluhiyyahAl ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Kabir (Maha Besar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:14 Tauhid Uluhiyyah • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 40:15 ArsySifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:16 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 40:17 • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 40:18 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 40:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 40:20 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 40:21 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:22 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:27 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:28 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 40:31 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:32 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:33 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 40:34 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:35 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:39 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Keabadian neraka • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 40:40 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam

۞ QS. 40:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:42 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 40:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:44 Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 40:45 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:46 Siksa kubur • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:47 • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:48 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:49 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:50 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Keutamaan iman •

۞ QS. 40:52 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:53 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:54 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:55 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:56 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:57 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 40:58 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 40:59 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:60 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:61 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:62 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 40:63 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:64 Tauhid RububiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:65 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Hayy (Maha Hidup) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 40:66 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 40:68 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 40:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Maksiat dan dosa

۞ QS. 40:71 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:72 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:73 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:74 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:75 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:76 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:77 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 40:78 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:83 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:84 • Beriman ketika datang hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:85 • Beriman ketika datang hari kiamat • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka & mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
QS. Al-Ahqaf [46]: 6

Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
QS. Al-Fatihah [1]: 5

Mereka jadikan orang alimnya sebagai tuhan selain Allah & (pertuhankan) Al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh sembah Tuhan Yang Esa, tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan
QS. At-Taubah [9]: 31

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.
Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu & takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat.
QS. Al-Hujurat [49]: 10

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus Istilah Islam

Yusuf `alaihis salam

Siapa itu Yusuf `alaihis salam? “Yusuf” adalah sebuah nama pemberian maskulin yang berasal dari bahasa Ibrani, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani, sebagai יוֹסֵף, Ibrani Standar Yoss...

Tafsir Alquran

Apa itu Tafsir Alquran? Tafsir Alquran (bahasa Arab: تفسير القرآن‎) adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan Alquran dan isinya berfungsi sebagai mu...

duha

Apa itu duha? du.ha waktu menjelang tengah hari (kurang lebih pukul 10.00); kira-kira pukul 10.00 ia melakukan salat duha ۞ Variasi nama: dhuha … • dhuha