QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 4 [QS. 40:4]

مَا یُجَادِلُ فِیۡۤ اٰیٰتِ اللّٰہِ اِلَّا الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا فَلَا یَغۡرُرۡکَ تَقَلُّبُہُمۡ فِی الۡبِلَادِ
Maa yujaadilu fii aayaatillahi ilaal-ladziina kafaruu falaa yaghrurka taqallubuhum fiil bilaad(i);

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.
Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
―QS. 40:4
Topik ▪ Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya
40:4, 40 4, 40-4, Al Mu’min 4, AlMumin 4, Al Mukmin 4, AlMukmin 4, Al-Mu’min 4

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa hanyalah orang-orang kafir yang tidak senang kepada kebenaran yang suka mendebat, menentang dan mendustakan isi Alquran serta menuduhnya yang bukan-bukan, seperti dikatakan oleh mereka bahwa Alquran itu hanya syair dan sihir atau dongeng orang-orang purbakala dan lain-lain tuduhan yang meremehkannya, sekalipun Alquran itu sudah jelas dan diketahui oleh umum bahwa isinya semuanya adalah benar.
Suatu perdebatan yang sifatnya seperti tersebut di atas, yang mendebat isi Alquran adalah perbuatan yang sangat tercela dan ia adalah suatu kekafiran, sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Debat terhadap isi Alquran adalah kekafiran.
(H.R. Imam Ahmad dalam Musnad)

Oleh karena itu Nabi Muhammad ﷺ melarang keras yang demikian itu sebagaimana sabdanya:

“Janganlah kamu mendebat isi Alquran, karena suatu debatan mengenai isi Alquran.
adalah kekafiran”.
(Lihat Tafsir Maragi, Jilid 8 Juz.
24 halaman: 44)

Adapun perdebatan yang mempersoalkan sesuatu dengan maksud untuk mencari dan menguatkan sesuatu yang hak, menjelaskan yang masih samar-samar, mengambil suatu pengertian hukum, menolak paham-paham dan kepercayaan yang menyimpang dan tidak sesuai dengan ajaran Islam,.
menentang pengertian yang meremehkan isi Alquran, adalah perbuatan yang baik dan terpuji, bahkan yang demikian itu adalah perbuatan yang menjadi tugas para Nabi, sebagaimana halnya Nabi Nuh kepada kaumnya yang dikisahkan di dalam Alquran:

Mereka berkata “Hai Nuh! Sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami”.
(Q.S. Hud [11]: 32)

Pada akhir ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala memperingati Nabi Muhammad ﷺ supaya ia jangan terpedaya dengan kemewahan yang mereka peroleh, kebebasan gerak mereka dari satu kota ke kota yang lain, berjual beli dan berdagang seenaknya sehingga memperoleh kekayaan yang bertumpuk-tumpuk, karena bagaimanapun juga kesemuanya itu mempunyai batas, dan sifatnya sementara paling lama sama dengan umurnya.
Sesudah itu mereka akan mendapat siksaan yang amat pedih di akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidak ada yang mendebat tanda-tanda yang menunjukkan wujud Allah kecuali orang-orang kafir.
Oleh karena itu, janganlah kamu tertipu oleh keberpindahan mereka dari satu negeri ke negeri lainnya berkat kemudahan yang Allah berikan meskipun mereka itu kafir.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah) yakni Alquran (kecuali orang-orang yang kafir) dari kalangan penduduk kota Mekah.

(Karena itu janganlah mereka pulang-balik dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu) mereka pulang balik untuk mencari penghidupan dalam keadaan selamat, janganlah hal itu membuatmu teperdaya, karena sesungguhnya akibat dan tempat kembali mereka adalah neraka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa tiada yang menolak perkara hak dan berani membantahnya sesudah perkara hak itu jelas dan buktinya telah ada.

kecuali orang-orang yang kafir.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 4)

Yakni orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah, hujah, dan bukti-bukti-Nya.

Karena itu, janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 4)

Maksudnya, janganlah kamu teperdaya dengan harta benda, kemewahan, dan perhiasan yang dimiliki orang-orang kafir itu.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.
Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 196-197)

Dan Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.
(Q.S. Luqman [31]: 24)


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mu’min (40) Ayat 4

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari as-Suddi yang bersumber dari Abu Malik bahwa firman Allah; maa yujaadilu fii aayaatillaahi illal ladziina kafaruu..
(tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir…) (Al-Mu’min: 4) turun berkenaan dengan al-Harits bin Qais as-Sahmi (yang membantah ayat-ayat Allah).

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.2 (14 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/40-4









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta