QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 34 [QS. 40:34]

وَ لَقَدۡ جَآءَکُمۡ یُوۡسُفُ مِنۡ قَبۡلُ بِالۡبَیِّنٰتِ فَمَا زِلۡتُمۡ فِیۡ شَکٍّ مِّمَّا جَآءَکُمۡ بِہٖ ؕ حَتّٰۤی اِذَا ہَلَکَ قُلۡتُمۡ لَنۡ یَّبۡعَثَ اللّٰہُ مِنۡۢ بَعۡدِہٖ رَسُوۡلًا ؕ کَذٰلِکَ یُضِلُّ اللّٰہُ مَنۡ ہُوَ مُسۡرِفٌ مُّرۡتَابُۨ
Walaqad jaa-akum yuusufu min qablu bil bai-yinaati famaa ziltum fii syakkin mimmaa jaa-akum bihi hatta idzaa halaka qultum lan yab’atsallahu min ba’dihi rasuulaa kadzalika yudhillullahu man huwa musrifun murtaabun;

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata:
“Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya.
Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
―QS. 40:34
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Segala sesuatu milik Allah
40:34, 40 34, 40-34, Al Mu’min 34, AlMumin 34, Al Mukmin 34, AlMukmin 34, Al-Mu’min 34

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Sesungguhnya telah diutus Allah, Yusuf salah seorang nenek moyang sebelum diutus Musa, dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas, dengan berbagai rupa mukjizat yang menakjubkan.
akan tetapi Bani Israil waktu itu masih tetap ragu-ragu tentang kebenaran kerasulannya, sehingga mereka tidak mau beriman, ketika Yusuf itu kembali ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala, mereka mengatakan: “Tidakkah Allah mengutus lagi seorang Rasul sesudahnya yang akan mengajak manusia ke jalan-Nya dan memperingatkan akan kedatangan azab-Nya.
Jelaslah bahwa umat Nabi Musa sebenarnya telah mewariskan sikap nenek moyang mereka yang selalu mendustakan para Rasul.
Demikian pula sikap keras kepala selalu ragu-ragu dalam menerima kebenaran serta adat kebiasaan nenek moyang mereka di masa lalu, kini merupakan pusaka lama yang turun temurun, diwarisi oleh anak cucu Bani Israil.
Demikianlah suatu keadaan yang berlaku sejak zaman Nabi Hud, Nuh, Saleh dan seterusnya sampai kepada sikap sebagian umat Nabi Muhammad dewasa ini.

Ringkasnya Bani Israil ingkar kepada kebenaran risalah yang dibawa Nabi Yusuf di masa hidupnya, demikian pula generasi sesudahnya tetap tidak percaya kepada para Rasul sesudah mereka wafat.
Alasan mereka tetap yang itu juga.
yakni merupakan sikap nenek moyang mereka yang sudah turun-temurun.
Kemudian diterangkan bahwa yang mendustai Rasul itu.
Allah menutup penglihatan (pikiran) dan mencap hati mereka sehingga hidup mereka berada dalam kekotoran jiwa, diselubungi dosa-dosa besar yang menumpuk.
Demikianlah Allah menyesatkan dan menjauhkan dari jalan yang benar, setiap orang yang telah melampaui batas dan masih ragu-ragu tentang keesaan Allah, atau belum percaya kepada janji adanya ancaman-Nya.
Pengertian “Al-bayyinah” (keterangan-keterangan) dalam ayat ini ialah mengajak manusia ke jalan Allah dengan kebenaran.
Dalam hal ini adalah menginsafkan Bani Israil bahwa Allah adalah lebih patut dan berhak disembah dibandingkan dengan para rabbi (arbab) yang dikultuskan oleh Bani Israil waktu itu, sehingga mengarah kepada perbuatan-perbuatan menyembah.
Nama-nama terhadap para rabbi (Tuhan-tuhan) itu hanyalah semata-mata nama yang diberikan oleh nenek moyang mereka saja, dan Allah tidak pernah menerangkannya Oleh karena itulah Nabi Yusuf as membawa keterangan yang sebenarnya dari Allah, bahwa yang lebih patut disembah itu adalah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

Dalam ayat-ayat inilah satu-satunya keterangan yang kita peroleh dari Alquran yang mengisyaratkan kepada adanya risalah Nabi Yusuf as yang khusus berlaku bagi bangsa Mesir.
Di dalam surah Yusuf telah diceritakan panjang lebar bahwa Yusuf menguasai perbendaharaan negeri Mesir, sehingga ia memegang tampuk pemerintahan waktu itu, sehingga waktu bapaknya (Yakub) mengunjungi Mesir dibawanya ke singgasana kerajaan itu, dan semua saudara-saudaranya sujud kepadanya.
Boleh jadi singgasana kebesaran yang diduduki Yusuf bukan singgasana kerajaan yang diduduki oleh Firaun, tetapi yang jelas Yusuf pernah memerintah dan merajai negeri Mesir.
Oleh karena itu dapatlah dipahami kenapa laki-laki yang beriman itu menasihati Firaun kaumnya serta mengambil perbandingan dengan Bani Israil yang dulunya berada di bawah pemerintahan Yusuf.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah, bahwa Yusuf benar-benar telah datang kepada kalian, sebelum Musa, dengan membawa tanda-tanda yang sangat jelas, tetapi kalian masih tetap ragu terhadap apa yang dibawanya.
Sampai, ketika ia meninggal dunia, kalian berkata, “Allah tidak akan mengutus seorang rasul setelah Yusuf.” Seperti penyesatan yang kejam itulah Allah akan menyesatkan orang yang melampaui batas, banyak ragu dan bimbang.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepada kalian sebelumnya) yakni sebelum Nabi Musa, menurut suatu pendapat ia adalah Yusuf bin Yakub yang usianya dipanjangkan sampai zaman Nabi Musa, atau menurut pendapat yang lain dia adalah Yusuf bin Ibrahim bin Yusuf bin Nabi Yakub (dengan membawa keterangan-keterangan) mukjizat-mukjizat yang tampak jelas (tetapi kalian senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepada kalian, sehingga ketika dia meninggal, kalian berkata,) tanpa memakai bukti yang benar lagi (“Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya.”) selagi kalian masih tetap dalam keadaan kafir atau ingkar kepada Nabi Yusuf dan rasul-rasul lainnya.

(Demikianlah) maksudnya sebagaimana kalian disesatkan (Allah menyesatkan orang yang melampaui batas) yakni orang yang musyrik (lagi ragu-ragu) artinya, tidak percaya kepada mukjizat-mukjizat yang telah disaksikannya sendiri.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu sebelumnya dengan membawa keterangan-keterangan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 34)

Yaitu kepada penduduk negeri Mesir; Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutus kepada mereka seorang rasul sebelum Musa ‘alaihis salam Dia adalah Yusuf ‘alaihis salam Dia sebagai ‘aziz (perdana menteri) penduduk Mesir, sekaligus sebagai seorang rasul yang menyeru umatnya untuk menyembah Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara bersikap adil.
Tetapi mereka tidak menaatinya dengan taat yang sebenarnya, melainkan hanya karena memandang kedudukannya dan kekayaan duniawinya.
Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya.” (Q.S. Al-Mu’min [40]: 34)

Yakni lalu kalian putus asa dan kamu katakan dengan nada yang mengandung pengertian menggambarkan keinginan kalian: Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 34) Demikian itu karena kekafiran mereka dan ketidakpercayaan mereka kepada rasul.

Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 34)

Yakni keadaan kalian ini adalah sebagaimana keadaan orang yang telah disesatkan oleh Allah karena perbuatannya yang sewenang-wenang dan hatinya ragu kepada kebenaran.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim