QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 32 [QS. 40:32]

وَ یٰقَوۡمِ اِنِّیۡۤ اَخَافُ عَلَیۡکُمۡ یَوۡمَ التَّنَادِ
Wayaa qaumi innii akhaafu ‘alaikum yaumattanaad(i);

Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil.
―QS. 40:32
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Pahala Iman
40:32, 40 32, 40-32, Al Mu’min 32, AlMumin 32, Al Mukmin 32, AlMukmin 32, Al-Mu’min 32

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah Sam’an memperingati siksaan duniawi terhadap kaum-kaum dahulu kala, maka dilanjutkan dengan peringatan adanya azab hari akhirat: “Wahai kaumku aku merasa khawatir kamu akan mengalami siksaan di Hari Kiamat, di mana sebagian di antaramu berteriak-teriak minta tolong kepada yang Ian, karena keadaannya begitu dahsyat dan mengerikan.
Di hari itu “Ashabul A’raf” (orang-orang yang berada di tempat yang tinggi) sedang menunggu untuk masuk surga memanggil-manggil orang yang mereka kenal wajahnya yang berada di neraka.
Demikian pula Ashabul Jannah memanggil pula ahli neraka bahwa mereka telah memperoleh kebahagiaan yang telah dijanjikan Tuhan, dan apakah engkau wahai ahli neraka telah mendapatkan pula dengan sebenarnya apa yang telah diancamkan Tuhan kepadamu?
Mereka menjawab: “Benar”.
Penduduk di neraka dengan tak putus-putusnya minta tolong kepada orang yang berada di surga, agar menuangkan seteguk air bagi mereka atau memberikan apa yang telah dianugerahkan Allah.
Tetapi orang yang berada di surga hanya menjawab: “Allah telah mengharamkan keduanya untuk orang-orang kafir”.
Di hari itu, kata laki-laki mukmin itu; kamu lari dan berpaling ke belakang karena begitu takut dan ngerinya melihat bunga api yang menjilat kian ke mari.
Di waktu itu tiada seorang pun yang dapat mencari penolong untuk menyelamatkan dirinya dari azab Allah.
Barang siapa yang disesatkan Allah dan tidak diberinya ilham untuk memperoleh jalan yang lurus maka tidaklah ada yang dapat memberinya hidayah yang menunjukkan jalan untuk mencapai kemenangan dan melepaskannya dari siksaan-siksaan.
Lafal “dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pun yang akan memberi petunjuk”,
mengisyaratkan bahwa laki-laki yang beriman (Sam’an) itu telah berputus asa, karena kaumnya tidak juga kunjung menerima nasihatnya.
Tentang tafsir lafal “Yaumut tanad” (hari panggil memanggil), terdapat beberapa pengertian, yakni:

a.
Yaumut tanad adalah Hari Kiamat, dinamakan demikian karena waktu Kiamat terjadi bumi berguncang dengan hebatnya yang menimbulkan gempa yang dahsyat.
Melihat keadaan yang manakutkan itu manusia berlari-lari ketakutan sambil berteriak saling panggil-memanggil minta tolong untuk menyelamatkan diri.

b.
Yaumut tanad adalah hari di mana orang-orang kafir dihadapkan pada neraka Jahanam, mereka lari ketakutan menghindarkan diri.
Tetapi tiba-tiba malaikat mencegatnya dan menghalau mereka sampai mereka berkumpul kembali untuk diterjunkan ke dalam api neraka.

c.
Dinamakan Yaumut tanad karena pada waktu malaikat berada di sisi timbangan amal (mizan), bila seseorang ternyata berat timbangan kebaikannya mereka berteriak-teriak kegirangan dengan suara me lengking tinggi, si polan bahagia, si polan bahagia, tidak akan celaka selamanya.
Demikian pula kalau seseorang menerima timbangan amalnya ringan dibanding timbangan kebaikannya, mereka akan meratapi hidupnya dengan penuh penyesalan.

d.
Dinamakan Yaumut tanad karena penduduk neraka dan surga saling panggil memangil.

Imam Al-Bagawy menggabungkan semua penafsiran-penafsiran di atas dan memandang seluruh pengertian tersebut dapat diterima.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai kaumku, aku sungguh khawatir kalian akan ditimpa siksaan pada hari ketika seluruh makhluk saling berteriak.
Suatu hari ketika kalian lari.
Saat itu, tak seorang pun dapat melindungi kalian dari Allah.
Barangsiapa yang disesatkan Allah–karena Dia tahu bahwa orang itu lebih memilih kesesatan daripada petunjuk–maka tak akan ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadap kalian akan siksa hari panggil-memanggil) dapat dibaca At-Tanaadi atau At-Tanaadiy dengan memakai huruf Ya pada akhirnya.

Artinya ialah hari kiamat, yang pada hari itu banyak sekali panggil-memanggil antara ahli surga dan ahli neraka, setiap panggilan sesuai dengan apa yang dialami oleh pemanggilnya.

Maka panggilan yang mengandung kebahagiaan adalah bagi ahli surga dan panggilan yang mengandung kecelakaan adalah bagi ahli neraka, selain itu masih banyak pula jenis panggilan atau seruan lainnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaitu siksaan hari kiamat.
Dinamakan hari panggil-memanggil karena menurut sebagian ulama berdasarkan apa yang telah diceritakan di dalam hadis sangkakala yang mengatakan bahwa sesungguhnya bumi itu apabila berguncang dengan guncangan yang hebat dan mengalami keretakan dari suatu daerah ke daerah yang lain, serta mengalami kehancuran dan gempa, maka manusia pada hari itu lari pontang-panting; sebagian dari mereka memanggil sebagian yang lainnya.

Menurut ulama lainnya —antara lain Ad-Dahhak—tidak demikian, melainkan hal tersebut terjadi manakala neraka Jahanam didatangkan.
Maka manusia lari darinya, lalu para malaikat menghadang mereka dan menggiring mereka ke padang mahsyar, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 17)

Dan firman-Nya:

Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 33)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., Al-Hasan, dan Ad-Dahhak, bahwa mereka membacanya dengan men-tasydid-kan huruf dal berasal dari naddal ba’iru apabila unta itu binasa dan musnah.
Menurut pendapat yang lain, dikatakan tanad karena pada neraca amal perbuatan terdapat malaikat; apabila amal perbuatan seseorang hamba telah ditimbang dan ternyata timbangan kebaikannya lebih berat, maka malaikat itu berseru dengan sekuat suaranya, “Ingatlah, sesungguhnya si Fulan bin Fulan beroleh kebahagiaan yang tidak akan celaka lagi sesudahnya untuk selama-lamanya.” Dan apabila ternyata amal kebaikannya lebih ringan, maka malaikat itu berseru, “Ingatlah, sesungguhnya si Fulan bin Fulan telah celaka!”

Qatadah mengatakan bahwa setiap kaum dipanggil sesuai dengan amal perbuatannya, ahli surga dipanggil dengan sebutan ahli surga, dan ahli neraka dipanggil dengan sebutan ahli neraka.
Menurut pendapat yang lain, hari itu dinamakan yaumut tanad karena ahli surga dan ahli neraka saling memanggil.

Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami.
Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?
Mereka (ahli neraka) menjawab, “benar” (Q.S. Al-A’raf [7]: 44)

Dan seruan ahli neraka kepada ahli surga, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu.
Mereka (ahli surga) menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 50)

Juga karena adanya saling memanggil antara as-habul A’rafi ahli surga, dan ahli neraka, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam surat Al-A’raf.

Imam Bagawi memilih pendapat yang mengatakan bahwa hari itu dinamakan yaumut tanad karena terjadinya gabungan dari peristiwa yang telah disebutkan di atas.
Pendapatnya ini merupakan pendapat yang baik, hanya Allah-lah Yang lebih Mengetahui.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.4
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim