QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 31 [QS. 40:31]

مِثۡلَ دَاۡبِ قَوۡمِ نُوۡحٍ وَّ عَادٍ وَّ ثَمُوۡدَ وَ الَّذِیۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِہِمۡ ؕ وَ مَا اللّٰہُ یُرِیۡدُ ظُلۡمًا لِّلۡعِبَادِ
Mitsla da’bi qaumi nuuhin wa’aadin watsamuuda waal-ladziina min ba’dihim wamaallahu yuriidu zhulmal(n)-lil’ibaad(i);

(Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka.
Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.
―QS. 40:31
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin
40:31, 40 31, 40-31, Al Mu’min 31, AlMumin 31, Al Mukmin 31, AlMukmin 31, Al-Mu’min 31

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 31

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 31. Oleh Kementrian Agama RI

Sam’an memperingati azab Allah yang pasti di turunkan-Nya baik azab dunia maupun azab akhirat.
“Wahai kaumku, andai kata Anda sekalian masih juga mendustakan Musa malah kamu menganiaya dia dan pengikutnya dengan siksaan berat, maka aku khawatir bahwa kamu akan mengalami nasib malang seperti apa yang telah menimpa bangsa-bangsa dahulu di mana mereka bersekutu menentang dan mendustakan para Rasul yang diutus Allah.
Ingatlah apa yang telah dialami oleh umat Nabi Nuh, kaum Ad, Samud dan kaum-kaum sesudahnya.
Mereka semua telah dibinasakan Allah dengan berbagai rupa azab, dan tiada seorang pun yang sanggup menolaknya dan menyelamatkan diri.
Itulah balasan (siksaan) Allah yang ditetapkannya kepada umat yang mendustakan Rasul-Nya.
Aku sampaikan peringatan keras kepada Anda semua dan aku ini penasihat yang jujur, bahwa mereka yang telah dibinasakan itu disebabkan jahatnya tingkah laku mereka, dan besarnya dosa kedurhakaan serta kelaliman mereka terhadap Allah.
Allah tidak menganiaya mereka tetapi mereka sendirilah yang menganiaya dirinya sendiri.

Pengertian Yaumul Ahzab seperti yang dikisahkan oleh Alquran surah Al-ahzab ayat 9-27.
Yaitu golongan yang dihancurkan Allah pada hari peperangan Khandak karena menentang Allah dan Rasul-Nya, terjadi pada masa Nabi Muhammad, di mana berkat teknik perang parit seperti yang diusulkan Salman Al-Farisi, kaum (musyrikin Quraisy) dapat dikalahkan.
Sedang `Yaumul Ahzab, pada ayat ini terjadi pada masa-masa di mana Allah menurunkan siksa-Nya pada umat yang menentang dan mendustai Rasul.
Sudah barang tentu yaumul ahzab terjadi berulang kali, yakni pada masing-masing periode kenabian di mana Allah menurunkan azab akibat mereka mendustai Rasul-Nya.
Yang disebutkan di antara kaum-kaum yang terkena siksaan itu adalah umat Nabi Nuh, bangsa Ad (umat Nabi Hud), bangsa Samud (umat Nabi Saleh), dan kaum-kaum sesudahnya sehingga mencakup umat yang sudah menerima siksaan karena menentang Rasul-rasul Allah.
Lafal “Dan Allah tidak menghendaki berbuat kelaliman terhadap hamba-hamba-Nya” melambangkan keadilan Tuhan, karena di situ terkandung suatu pengertian, bahwa kaum-kaum yang terkena siksaan seperti disebutkan di atas bukanlah karena kelaliman Allah, tetapi semata-mata karena kejahatan, keingkaran dan kedustaan terhadap para Rasul.
Siksaan itu belumlah akan didatangkan, kecuali setelah para Rasul selesai menjalankan missinya secara sempurna dengan menyampaikan keterangan-keterangan yang jelas dan benar oleh karena itu wajarlah bila azab yang diancamkan itu selalu berlaku sepenuhnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang Mukmin pengikut Fir’aun itu berkata lagi, “Wahai kaumku, aku sangat khawatir suatu hari kalian akan ditimpa bencana seperti orang-orang yang bersekongkol untuk memusuhi nabi-nabi mereka, seperti kebiasaan kaum Nabi Nuh, kaum Ad, kaum Tsamud dan orang-orang setelah mereka.
Dan Allah, sungguh, tidak berkehendak menzalimi hamba-hamba-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(-Yakni- seperti keadaan kaum Nuh, Ad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka) lafal Mitsli dalam ayat ini merupakan Badal atau pengganti keterangan dari lafal Mitsli yang sebelumnya, yang ada pada ayat di atas.

Yakni, seperti pembalasan yang biasa menimpa orang-orang kafir sebelum kalian, mereka ditimpa azab di dunia.

(Dan Allah tidak menghendaki berbuat kelaliman terhadap hamba-hamba-Nya.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya (Q.S. Al-Mu’min [40]: 31)

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala membinasakan mereka hanyalah karena dosa-dosa mereka sendiri, juga karena mereka mendustakan rasul-rasul-Nya dan menentang perintah-Nya.
Maka Allah melangsungkan kekuasaan­Nya terhadap mereka dengan menimpakan azab-Nya atas mereka.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 31 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 31 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 31 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:31
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta