QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 3 [QS. 40:3]

غَافِرِ الذَّنۡۢبِ وَ قَابِلِ التَّوۡبِ شَدِیۡدِ الۡعِقَابِ ۙ ذِی الطَّوۡلِ ؕ لَاۤ اِلٰہَ اِلَّا ہُوَ ؕ اِلَیۡہِ الۡمَصِیۡرُ
Ghaafiridz-dzanbi waqaabilittaubi syadiidil ‘iqaabi dziith-thauli laa ilaha ilaa huwa ilaihil mashiir(u);

Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya.
Yang mempunyai karunia.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Hanya kepada-Nya-lah kembali (semua makhluk).
―QS. 40:3
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
40:3, 40 3, 40-3, Al Mu’min 3, AlMumin 3, Al Mukmin 3, AlMukmin 3, Al-Mu’min 3

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini dijelaskan lima macam sifat Allah Yang menurunkan kitab Alquran:

1.
Pengampun dosa, sifat Allah subhanahu wa ta’ala ini ditegaskan pula pada ayat yang lain, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 49)

Dan firman-Nya:

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 53)

Bagaimana banyaknya dosa seseorang apabila ia meminta ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan mengampuni semua dosanya sebagaimana dijelaskan di dalam hadis Qudsi yang dalam bahasa Indonesianya berbunyi sebagai berikut:
“Hai hamba-hamba Ku, sesungguhnya kamu melakukan kesalahan di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun pada Ku, niscaya Aku mengampuninya”.
(H.R. Muslim dan Abu Zar)

Di dalam hadis Qudsi yang lain Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan pula yang dalam bahasa Indonesianya berbunyi sebagai berikut:
Berfirman Allah subhanahu wa ta’ala: “Wahai anak Adam! Selagi kamu meminta dan mengharap kepada Ku, maka Aku akan mengampuni dosa-dosa yang ada padamu dan tidak Aku pedulikan lagi.
Wahai anak Adam! Andai kata dosamu (bertumpuk) dan telah sampai ke awan langit, kemudian kamu meminta ampun kepada Ku niscaya Aku mengampuninya”.
(H.R. Tirmizi dari Anas)

2.
Penerima tobat Sifat Allah subhanahu wa ta’ala ini ditegaskan pula pada ayat yang lain di dalam Alquran:

Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya.
(Q.S. At-Taubah [9]: 104)

Seseorang yang telah berbuat kejahatan seperti penganiayaan dan lain-lain, kemudian ia bertobat, menyesali perbuatannya itu, mempertebal imannya, berbuat baik, dan tetap di jalan Allah, maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menerima tobatnya, sebagaimana firman-Nya:

Maka barangsiapa yang bertobat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menerima tobatnya.
(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 39)

Dan firman-Nya:

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
(Q.S. Thaa haa [20]: 82)

Dan firman-Nya lagi:

Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran) maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan Akulah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 160)

3.
Keras hukuman dan berat siksa-Nya.
Mengenai hal ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah itu amat berat (keras) siksa-Nya.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 165)

Orang-orang yang berbuat jahat, bergelimang dosa seperti mendustakan dan memungkiri ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala, menempuh jalan yang sesat yaitu Selain jalan yang telah ditunjukkan dan digariskan Allah subhanahu wa ta’ala mereka itulah yang mendapat siksaan Allah yang berat dan keras, sebagaimana firman-Nya:

Mereka mendustakan ayat-ayat Kami.
Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka, dan Allah sangat keras siksa-Nya.

(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 11)

Pada ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan:

Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai pembalasan (siksa).
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 4)

Dan firman-Nya pula:

Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat.
(Q.S. Shaad [38]: 26)

4.
Mempunyai karunia.
Setiap karunia dan nikmat yang kita peroleh adalah dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya:

Sebagai karunia dan nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(Q.S. Al-Hujurat [49]: 8)

Dan firman-Nya:

Dan apa saja nikmat (karunia) yang ada pada kamu, maka dari Allahlah (datangnya).
(Q.S. An-Nahl [16]: 53)

Tidak ada seorang manusia, dengan jalan apa pun, yang dapat memberi angka yang pasti tentang banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan Allah subhanahu wa ta’ala padanya, sebagaimana firman-Nya:

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menemukan jumlahnya.
(Q.S. An-Nahl [16]: 18)

5.
Keesaan-Nya.
Salah satu sifat Allah subhanahu wa ta’ala dari sifat-sifat-Nya yang wajib diimani yaitu bahwa Dia Esa, tidak ada Tuhan selain Din, tiada sekutu bagi-Nya, tiada sesuatu yang serupa dengan Dia, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tiada sesuatu pun yang serupa dengan Dia dan Dialah Maha Mendengar dan Maha Melihat.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 11)

Sekiranya Ia mempunyai sekutu, ada Tuhan lain yang berkuasa sama dengan kekuasaan-Nya, maka dunia ini akan hancur sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan, selain Allah subhanahu wa ta’ala tentulah keduanya itu telah rusak binasa.
Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arasy daripada apa yang mereka sifatkan.

(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 22)

Orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga, mereka itu adalah termasuk golongan yang ingkar dan kafir, karena sebenarnya Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Dia, firman Allah subhanahu wa ta’ala

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”,
padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Maha Esa.
Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antara mereka akan ditimpa siksa yang pedih.

(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 73)

Ayat ini diakhiri dengan suatu ketegasan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan di sanalah nanti disempurnakan balasan bagi mereka menurut perbuatan mereka masing-masing sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.
Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)

(Q.S. Al-Baqarah [2]: 281)

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir.
Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.

(Q.S. Al-Mu’min [40] 4)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Al-Qur’an ini diturunkan dari Allah Sang Mahaperkasa, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, Sang Maha Menerima tobat dari orang-orang yang bertobat kepada-Nya, yang azab-Nya amat pedih, Sang Pemberi nikmat dan karunia.
Tak ada yang patut disembah selain Dia.
Hanya kepada-Nyalah tempat kembali.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang mengampuni dosa) orang-orang mukmin (dan menerima tobat) mereka (lagi keras hukuman-Nya) terhadap orang-orang kafir, yaitu Dia mengeraskan azab-Nya terhadap mereka (Yang mempunyai karunia) yakni Pemberi nikmat yang lapang, Dia bersifat demikian selama-lamanya.

Dimudhafkannya lafal Ghaafir kepada Adz-Dzanbi, lafal Qaabil kepada At-Taubi, dan lafal Syadiid kepada Al-Iqaabi mengandung makna Takrif sebagaimana lafal terakhir yaitu Dzith Thauli.

(Tiada Tuhan selain Dia.

Hanya kepada-Nyalah kembali) semua makhluk pasti kembali kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3)

Yaitu Yang mengampuni dosa yang telah lalu dan menerima tobat di masa mendatang bagi orang yang bertobat kepada-Nya dan tunduk patuh kepada-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

lagi keras hukuman-Nya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3)

Yakni terhadap orang yang membangkang, melampaui batas, memilih kehidupan dunia, menentang perintah-perintah Allah, dan bersikap menantang.
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 49-50)

Kedua sifat ini sering disebutkan secara berbarengan dalam berbagai tempat dalam Al-Qur’an, dimaksudkan agar seseorang hamba selalu berada dalam keadaan rasa harap dan takut kepada-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang mempunyai karunia.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3)

Ibnu Abbas r.a.
mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah Yang mempunyai keluasan dan kecukupan.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah.

Yazid ibnul Asam mengatakan bahwa Dzit Thaul artinya Yang mempunyai kebaikan yang banyak.

Ikrimah mengatakan bahwa Dzit Thaul artinya Yang mempunyai karunia.
Qatadah mengatakan, Yang mempunyai nikmat dan keutamaan-keutamaan.
Makna yang dimaksud ialah bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Tuhan Yang melimpahkan karunia kepada hamba-hamba-Nya yang merasa tidak puas dengan semua karunia dan nikmat yang telah ada pada mereka, yang semuanya itu tidak akan mampu mereka mensyukuri salah satu pun darinya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 18)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3)

Yakni tiada tandingan bagi-Nya dalam semua sifat yang dimiliki-Nya.
Maka tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, dan tiada Rabb selain Dia.

Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3)

Yaitu kepada-Nyalah semuanya dikembalikan, lalu Dia akan memberikan balasan kepada setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing.

dan Dialah Yang Mahacepat hisab(perhitungan)-Nya (Q.S. Ar-Ra’d [13]: 41)

Abu Bakar ibnu Iyasy mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Ishaq As-Subai’i mengatakan bahwa pernah ada seorang lelaki datang kepada Khalifah Umar ibnul Khattab, lalu lelaki itu bertanya, “Hai Amirul Mu’minin, sesungguhnya aku pernah membunuh (orang), maka masih adakah tobat bagiku?”
Maka Umar r.a.
membacakan firman-Nya: Ha Mim.
Diturunkan Kitab ini (Al Qur’an) dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui, Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat lagi keras hukuman-Nya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 1-3) Lalu Khalifah Umar berkata kepadanya, “Beramallah, janganlah kamu berputus asa.”

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan atsar ini, juga Ibnu Jarir, sedangkan teksnya menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Marwan Ar-Ruqqi, telah mencerita­kan kepada kami Umar ibnu Ayyub, telah menceritakan kepadaku Ja’far ibnu Barqan, dari Yazid Al-Asam yang telah menceritakan bahwa dahulu ada seorang lelaki penduduk negeri Syam yang mempunyai kekuatan (berpengaruh).
Dia biasa menghadap kepada Khalifah Umar r.a.
sebagai perutusan kaumnya.
Maka pada suatu hari Khalifah Umar merasa kehilangan dia, lalu menanyakan tentangnya, “Apakah yang telah dilakukan oleh si Fulan bin Anu?”
Orang-orang menjawab, “Wahai Amirul Mu’minin, dia sekarang gemar minum-minuman ini (khamr).” Maka Khalifah Umar memanggil juru tulisnya (sekretarisnya), lalu berkata kepadanya, “Tulislah, dari Umar ibnul Khattab kepada Fulan bin Anu.
Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu, sesungguhnya aku memuji kepada Allah dalam surat yang ditujukan kepadamu ini, bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, Yang Mengampuni dosa dan Menerima tobat serta sangat keras hukuman-Nya Yang Mempunyai karunia, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, dan hanya kepada-Nyalah makhluk dikembalikan.” Setelah itu Khalifah Umar menyerukan kepada teman-temannya agar mendoakan buat teman mereka, semoga ia sadar dan kembali bertobat kepada Allah.
Ketika surat itu sampai kepada lelaki yang dimaksud, maka ia langsung membacanya dan ia baca berulang-ulang, lalu berkata, “Yang Mengampuni dosa, Yang Menerima tobat, Yang sangat keras hukuman-Nya.
Umar telah memperingatkan diriku akan hukum-Nya dan dia menjanjikan bahwa Allah akan memberikan ampunan bagiku.”

Atsar yang sama telah diriwayatkan oleh Al-Hafiz Abu Na’im melalui hadis Ja’far ibnu Barqan yang dalam riwayatnya ditambahkan bahwa lelaki itu setelah menerima surat terus-menerus mengoreksi dirinya hingga ia menangis, lalu menghentikan perbuatannya dan bersikap baik dalam tobatnya itu.
Ketika beritanya sampai kepada Khalifah Umar r.a., maka Umar r.a.
berkata, “Cara inilah yang harus kalian lakukan bila kalian melihat ada seseorang dari teman kalian yang terjerumus ke dalam kekeliruan.
Maka luruskanlah dia, teguhkanlah hatinya, dan mohonkanlah kepada Allah semoga Dia menerima tobatnya, dan janganlah kalian menjadi penolong setan terhadapnya.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Waqid, telah menceritakan kepada kami Abu Umar As-Saffar, telah menceritakan kepada kami Sabit Al-Bannani yang mengatakan bahwa ia pernah bersama Mus’ab ibnuz Zubair r.a.
di daerah pedalaman Kufah.
Lalu ia memasuki sebuah kebun dan melakukan salat dua rakaat di dalamnya.
Ia membuka salatnya dengan membaca surat Ha Mim Al-Mu’min hingga sampai pada firman-Nya: Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 3).
Tiba-tiba ada seorang lelaki di belakangku yang mengendarai bagal ber­bulu blonde dengan mengenakan pakaian burdah yamani.
Lelaki itu berkata: Jika engkau katakan, “Yang Mengampuni dosa, ” maka katakanlah olehmu, “Ya Tuhan Yang Mengampuni dosa, ampunilah bagiku dosa-dosaku.” Dan jika engkau katakan, “Yang Menerima tobat, ” maka katakanlah olehmu, “Ya Tuhan Yang Menerima tobat, terimalah tobatku.” Dan jika engkau katakan, “Yang keras hukuman-Nya, maka katakanlah olehmu, “Ya Tuhan Yang keras hukuman-Nya, janganlah Engkau menghukumku.” Maka aku menoleh ke belakang, dan ternyata aku tidak melihat seorang manusia pun, lalu aku keluar menuju ke pintu kebun itu dan bertanya, “Apakah kalian melihat seorang lelaki yang mengenakan kain burdah yamani?”
Mereka menjawab, “Kami tidak melihat seorang pun.” Maka mereka berpendapat bahwa lelaki tersebut adalah Nabi Ilyas ‘alaihis salam

Kemudian Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya pula melalui jalur lain dari Sabit dengan lafaz yang semisal, hanya dalam riwayatnya kali ini tidak disebutkan Nabi Ilyas ‘alaihis salam Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.5
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/40-3







Pembahasan ▪ Al mukmin 40:3 ▪ Q S 40 : 3

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim