Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 28 [QS. 40:28]

وَ قَالَ رَجُلٌ مُّؤۡمِنٌ ٭ۖ مِّنۡ اٰلِ فِرۡعَوۡنَ یَکۡتُمُ اِیۡمَانَہٗۤ اَتَقۡتُلُوۡنَ رَجُلًا اَنۡ یَّقُوۡلَ رَبِّیَ اللّٰہُ وَ قَدۡ جَآءَکُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ مِنۡ رَّبِّکُمۡ ؕ وَ اِنۡ یَّکُ کَاذِبًا فَعَلَیۡہِ کَذِبُہٗ ۚ وَ اِنۡ یَّکُ صَادِقًا یُّصِبۡکُمۡ بَعۡضُ الَّذِیۡ یَعِدُکُمۡ ؕ اِنَّ اللّٰہَ لَا یَہۡدِیۡ مَنۡ ہُوَ مُسۡرِفٌ کَذَّابٌ
Waqaala rajulun mu’minun min aali fir’auna yaktumu iimaanahu ataqtuluuna rajulaa an yaquula rabbiyallahu waqad jaa-akum bil bai-yinaati min rabbikum wa-in yaku kaadziban fa’alaihi kadzibuhu wa-in yaku shaadiqan yushibkum ba’dhul-ladzii ya’idukum innallaha laa yahdii man huwa musrifun kadz-dzaabun;
Dan seseorang yang beriman di antara keluarga Fir‘aun yang menyembunyikan imannya berkata,
“Apakah kamu akan membunuh seseorang karena dia berkata,
“Tuhanku adalah Allah,”
padahal sungguh, dia telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu.
Dan jika dia seorang pendusta maka dialah yang akan menanggung (dosa) dustanya itu;
dan jika dia seorang yang benar, nis-caya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.
―QS. Al Mu’min [40]: 28

Daftar isi

And a believing man from the family of Pharaoh who concealed his faith said,
"Do you kill a man (merely) because he says, ‘My Lord is Allah’ while he has brought you clear proofs from your Lord?
And if he should be lying, then upon him is (the consequence of) his lie;
but if he should be truthful, there will strike you some of what he promises you.
Indeed, Allah does not guide one who is a transgressor and a liar.
― Chapter 40. Surah Al Mu’min [verse 28]

وَقَالَ dan berkata

And said
رَجُلٌ seorang laki-laki

a man,
مُّؤْمِنٌ beriman

believing,
مِّنْ dari

from
ءَالِ keluarga/pengikut

(the) family
فِرْعَوْنَ Fir’aun

(of) Firaun
يَكْتُمُ ia menyembunyikan

who conceal(ed)
إِيمَٰنَهُۥٓ imannya

his faith,
أَتَقْتُلُونَ apakah kamu akan membunuhnya

"Will you kill
رَجُلًا seorang laki-laki

a man
أَن bahwa

because
يَقُولَ dia mengatakan

he says,
رَبِّىَ Tuhanku

"My Lord
ٱللَّهُ Allah

(is) Allah,"
وَقَدْ dan sesungguhnya

and indeed
جَآءَكُم dia datang kepadamu

he has brought you
بِٱلْبَيِّنَٰتِ dengan keterangan yang nyata

clear proofs
مِن dari

from
رَّبِّكُمْ Tuhan kalian

your Lord?
وَإِن dan jika dia

And if
يَكُ adalah ia

he is
كَٰذِبًا seorang pendusta

a liar,
فَعَلَيْهِ maka atasnya

then upon him
كَذِبُهُۥ dustanya

(is) his lie;
وَإِن dan jika dia

and if
يَكُ adalah ia

he is
صَادِقًا benar

truthful,
يُصِبْكُم akan menimpamu

(there) will strike you
بَعْضُ sebagian

some (of)
ٱلَّذِى yang

(that) which

Tafsir Quran

Surah Al Mu’min
40:28

Tafsir QS. Al-Mu’min (40) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Para ulama tafsir meriwayatkan bahwa laki-laki beriman yang disebutkan dalam ayat ini adalah orang Mesir dari keluarga Fir’aun.
Namanya tidak jelas, tetapi Ibnu Katsir meriwayatkan dari Ibnu Abi hatim bahwa ia adalah anak paman Fir’aun yang beriman secara sembunyi-sembunyi kepada Nabi Musa.

Tidak ada di antara keluarga Fir’aun yang beriman selain orang yang disebutkan dalam ayat ini dan istri Fir’aun sendiri bernama Asiah.
Laki-laki inilah yang menyampaikan kepada Nabi Musa tentang rencana jahat Fir’aun untuk membunuhnya.

Demikian riwayat dari sumber Ibnu ‘Abbas.
Namun, Al-Khazin, begitu juga An-Nasafi meriwayatkan dari sumber Ibnu ‘Abbas juga bahwa laki-laki itu bernama Sam’an atau Habib.

Ada pula yang menyebutnya Kharbil atau Hazbil.
Yang disepakati ulama hanyalah bahwa laki-laki itu adalah anak paman Fir’aun.



Laki-laki beriman itu menasihati Fir’aun dengan penuh kebijaksanaan,
"Patutkah membunuh seseorang yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah, sedangkan ia telah menyampaikan alasan-alasan dan bukti-bukti nyata tentang yang diimaninya."
Ia melanjutkan bahwa seandainya Nabi Musa berbohong, maka konsekuensi kebohongannya itu akan dipikul olehnya sendiri.

Akan tetapi, bila Nabi Musa benar, sedangkan ia telah disiksa atau dibunuh, maka sebagian yang diancamkan kepada orang yang menyiksa atau membunuh itu akan diterima di dunia ini juga, dan di akhirat ia akan masuk neraka.



Ia kemudian menegaskan bahwa Allah tidak akan memberi petunjuk orang yang berbuat semena-semena dan berdusta.

Artinya, Nabi Musa beriman dan membawa bukti-bukti imannya, sedangkan yang semena-mena dan dusta adalah Fir’aun.
Oleh karena itu, yang tidak akan memperoleh petunjuk adalah Fir’aun.
Tidak memperoleh petunjuk berarti akan sengsara di dunia dan di akhirat akan masuk neraka.
Dengan demikian yang akan sengsara di dunia dan masuk neraka di akhirat adalah Fir’aun

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 28. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Seorang yang beriman di antara pengikut Fir’aun, yang menyembunyikan keimanannya, berkata kepada kaumnya,
"Apakah kalian hendak membunuh seseorang hanya karena ia berkata, ‘Sembahanku hanyalah Allah’, padahal ia telah mendatangkan bukti-bukti yang sangat jelas dari Tuhan kalian?
Jika ia berdusta dengan apa yang disampaikannya, maka ia akan menanggung sendiri akibat dustanya.
Tetapi jika ia benar, maka sebagian siksa yang telah ia ingatkan kepada kalian akan datang menyiksa kalian.


Allah sungguh tidak akan menunjukkan orang yang melampaui batas dan banyak berdusta, ke jalan keselamatan."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Seorang laki-laki dari keluarga Fir’aun yang beriman kepada Allah yang menyembunyikan imannya berkata mengingkari kaumnya:
Bagaimana kalian membolehkan diri kalian untuk membunuh seorang laki-laki yang tidak melakukan dosa di tengah-tengah kalian, kecuali hanya karena dia berkata:
Rabb-ku adalah Allah.
Padahal dia telah membawa bukti-bukti yang kuat dari sisi Rabb kalian yang menunjukkan kebenaran apa yang dikatakannya?
Bila Musa berdusta maka akibat buruk dustanya akan menimpa dirinya sendiri, namun bila dia benar maka sebagian dari apa yang dia ancamkan kepada kalian pasti akan menimpa kalian.


Sesungguhnya Allah tidak membimbing kepada jalan kebenaran siapa yang melampaui batas dengan meninggalkan kebenaran dan mengambil kebatilan, serta pembual dengan menisbahkan apa yang dilakukannya itu kepada Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan berkatalah seorang laki-laki yang beriman di antara keluarga Firaun) menurut suatu pendapat disebutkan, bahwa ia adalah anak paman Firaun atau saudara sepupunya


(yang menyembunyikan imannya,
"Apakah kalian akan membunuh seorang laki-laki karena) sebab


(dia menyatakan, ‘Rabbku ialah Allah’ padahal dia telah datang kepada kalian dengan membawa keterangan-keterangan) yakni mukjizat-mukjizat yang jelas


(dari Rabb kalian.
Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung dosa-dustanya itu) yakni dia sendirilah yang menanggung akibat dari kedustaannya


(dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian bencana yang diancamkannya kepada kalian akan menimpa kalian") yakni sebagian azab yang diancamkannya kepada kalian akan segera menimpa diri kalian.


(Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas) yakni orang yang musyrik


(lagi pendusta) yang banyak dustanya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Menurut qaul yang masyhur, lelaki mukmin yang mengatakan kalimat ini adalah seorang bangsa Egypt dari kalangan keluarga Fir’aun.


As-Saddi mengatakan bahwa dia adalah saudara sepupu Fir’aun yang membelot dari Fir’aun dan bergabung bersama Musa ‘alaihis salam Menurut suatu pendapat, ia selamat bersama Musa ‘alaihis salam dari kejaran Fir’aun.
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir;
Ibnu jarir menjawab pendapat yang mengatakan bahwa lelaki itu adalah seorang Bani Israil, bahwa ternyata Fir’aun mau mendengarkan perkataan lelaki itu dan terpengaruh olehnya, lalu tidak jadi membunuh Musa ‘alaihis salam Seandainya laki-laki itu adalah seorang Bani Israil, pastilah Fir’aun menyegerakan hukumannya, karena dia adalah dari kalangan mereka (Bani Israil).

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a., bahwa tiada seorang pun dari kalangan keluarga Fir’aun yang beriman kecuali lelaki ini, istri Fir’aun, dan seorang lelaki lainnya yang memperingatkan Musa ‘alaihis salam melalui perkataannya, yang disitir oleh firman-Nya:

Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu.
(QS. Al-Qashash [28]: 20).
Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.


Lelaki ini menyembunyikan imannya dari mata kaumnya bangsa Egypt.
Dia tidak menampakkannya kecuali pada hari itu, yaitu ketika Fir’aun mengatakan:

Biarkanlah aku membunuh Musa.
(QS. Al-Mu’min [40]: 26)

Maka lelaki itu menjadi marah karena Allah subhanahu wa ta’ala Dan jihad yang paling utama itu ialah mengutarakan kalimat keadilan di hadapan penguasa yang zalim, seperti yang telah disebutkan di dalam hadis.
Dan tidak ada perkataan yang lebih besar daripada kalimat ini di hadapan Fir’aun, yaitu:

Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, ‘Tuhanku ialah Allah.’ (QS. Al-Mu’min [40]: 28)

Juga selain dari apa yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya.
Dia mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, telah menceritakan kepada kami Al-Auza’i, telah menceritakan kepadaku Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Ibrahim At-Taimi, telah menceritakan kepadaku Urwah ibnuz Zubair r.a. yang mengatakan bahwa ia pernah berkata kepada Abdullah ibnu Amr ibnul As r.a.,
"Ceritakanlah kepadaku perlakuan yang paling kejam yang telah dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap diri Rasulullah ﷺ"
Abdullah ibnu Amr menjawab, bahwa pada suatu hari Rasulullah ﷺ sedang salat di serambi Ka’bah, tiba-tiba datanglah Uqbah ibnu Abu Mu’it, lalu Uqbah memegang pundak Rasulullah ﷺ dan melilitkan kainnya ke leher beliau sehingga kain itu mencekiknya dengan keras.
Maka datanglah Abu Bakar r.a., lalu memegang pundak Uqbah dan mendorongnya jauh dari Rasulullah ﷺ, kemudian Abu Bakar berkata:
Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan, ‘Tuhanku ialah Allah,’ padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu?
(QS. Al-Mu’min [40]: 28)

Imam Bukhari meriwayatkannya secara tunggal melalui hadis Al-Auza’i.
Imam Bukhari mengatakan bahwa hadis ini diikuti oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Ibrahim ibnu Urwah, dari ayahnya dengan sanad yang sama.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Ishaq Al-Hamdani, telah menceritakan kepada kami Abdah, dari Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Amr ibnul As r.a., bahwa ia pernah ditanya,
"Perlakuan apakah yang paling keras dilakukan oleh orang-orang Quraisy terhadap diri Rasulullah ﷺ?"
Amr ibnul As menjawab, bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ bersua dengan mereka, lalu mereka berkata kepadanya,
"Engkau telah mencegah kami menyembah apa yang disembah oleh nenek moyang kami."
Nabi ﷺ menjawab,
"Ya, memang itulah yang aku lakukan."
Maka mereka bangkit menuju kepada Nabi ﷺ dan memegang leher baju Rasulullah ﷺ Kulihat Abu Bakar r.a. memeluk Nabi ﷺ dari belakangnya seraya menjerit sekuat suaranya, sedangkan kedua matanya mencucurkan air mata seraya berkata,
"Hai kaum, apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia mengatakan, ‘Tuhanku ialah Allah,’ padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu?"
(QS. Al-Mu’min [40]: 28), hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai melalui Abdah, lalu ia menjadikannya termasuk hadis yang disandarkan kepada Amr ibnul As r.a.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu.
(QS. Al-Mu’min [40]: 28)

Yakni mengapa kalian mau membunuh seorang lelaki karena dia telah mengucapkan, ‘Tuhanku ialah Allah,’ padahal dia telah menegakkan kepada kalian bukti yang membenarkan apa yang disampaikan kepada kalian, yaitu berupa perkara yang hak.
Kemudian laki-laki itu dalam pembicaraannya bernada agak lunak, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Dan jika ia seorang pendusta, maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu;
dan jika ia seorang yang benar, niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu.
(QS. Al-Mu’min [40]: 28)

Yaitu jika tidak terbukti kebenaran dari apa yang disampaikannya kepada kalian, berarti dari pendapatnya sendiri secara murni, dan sikap yang terbaik dalam menghadapinya ialah membiarkannya sendirian bersama dengan pendapatnya itu, dan janganlah kamu mengganggunya.
Jika dia dusta, maka sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala akan membalas kedustaannya itu dengan hukuman di dunia dan di akhirat nanti.
Jika dia memang benar, sedangkan kalian telah menyakitinya, niscaya akan menimpa kalian sebagian dari bencana yangtelah diancamkannya kepada kalian, jika kalian menentangnya, yaitu berupa azab di dunia ini dan di akhirat nanti.
Bisa saja dia memang benar terhadap kalian, maka sikap yang tepat ialah hendaklah kalian tidak menghalang-halanginya.
Tetapi biarkanlah dia dan kaumnya, biarkanlah dia menyeru kaumnya dan kaumnya mengikutinya.
Dan memang demikianlah apa yang telah diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa Musa meminta kepada Fir’aun dan kaumnya agar melepaskan dia dan kaum Bani Israil, yaitu:

Sesungguhnya sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir’aun dan telah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (dengan berkata),
"Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak).
Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah.
Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari keinginanmu merajamku;
dan jika kamu tidak beriman kepadaku, maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)."
(QS. Ad-Dukhan [44]: 17-21)

Hal yang sama telah dikatakan oleh Rasulullah ﷺ terhadap orang-orang Quraisy, beliau meminta agar mereka membiarkannya menyeru hamba-hamba Allah untuk menyembah-Nya, dan janganlah mereka mengganggunya dan hendaklah mereka tetap menghubungkan tali persaudaraan yang telah ada antara dia dan mereka, tiada yang saling menyakiti.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman menceritakan hal ini:

Katakanlah,
"Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan."
(QS. Asy Shyuura [42]: 23)

Maksudnya, janganlah kalian menggangguku demi tali persaudaraan yang telah ada antara aku dan kalian, dan biarkanlah urusan antara aku dan manusia.
Berdasarkan hal ini, maka ditandatanganinyalah Perjanjian Hudaibiyah, yang merupakan awal dari kemenangan yang jelas.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
(QS. Al-Mu’min [40]: 28)

Yakni seandainya orang ini (Musa ‘alaihis salam) yang mengakui bahwa dirinya diutus oleh Allah kepada kalian adalah dusta —seperti yang kalian sangkakan terhadapnya— tentulah perkaranya jelas dan kelihatan bagi setiap orang melalui ucapan dan perbuatannya;
dan sudah barang tentu semua sikap dan ucapannya banyak bertentangan dan kacau.
Tetapi ternyata orang ini (Musa ‘alaihis salam) perkaranya kami lihat benar dan sepak terjangnya lurus.
Seandainya dia termasuk orang yang melampaui batas lagi pendusta, tentulah Allah tidak menunjukinya dan membimbingnya kepada sikap dan ucapan seperti yang kamu lihat sendiri;
semua urusan dan perbuatannya kelihatan begitu teratur dan rapi.

Laki-laki yang beriman dari kalangan keluarga Fir’aun itu melanjutkan perkataannya seraya memperingatkan kaumnya akan lenyapnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka dan datangnya azab Allah atas mereka:

Unsur Pokok Surah Al mukmin (المؤمن)

Surat Al mukmin terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai "Al mukmin" (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan "mukmin" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir’aun telah beriman kepada Nabi Musaalaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mukjizat yang dikemukakan oleh Nabi Musaalaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musaalaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mukjizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula "Ghafir" (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat "Ghafir" yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa "Maha Pengampun" dan "Maha Penerima Taubat" adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai "Dzit Thaul" (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3.

Keimanan:

▪ Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya.
Dalildalil yang menunjukkan kekuasaan Allah.
▪ Sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya.
▪ Ilmu Allah meliputi segala sesuatu.
▪ Bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Kisah:

▪ Kisah Musa `alaihis salam dengan Fir’aun.

Lain-lain:

Alquranul karim dan sikap orang-orang mukmin dan orang-orang kafir terhadapnya.
▪ Permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka.
▪ Peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat.
▪ Anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin.
▪ Nikmat-nikmat Allah yang terdapat di daratan dan lautan.
▪ Janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mukmin akan menang terhadap musuhnya.

Audio Murottal

QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 85 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mu'min (40) : 1-85 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 85

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mu'min ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Mu'min ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 40:28
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu’min.

Surah Al-Mu’min (Arab: المؤمن ,”Orang Yang Beriman”) atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu’min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu’min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu’min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku’ 9 ruku’
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

40:28, 40 28, 40-28, Surah Al Mu'min 28, Tafsir surat AlMumin 28, Quran Al Mukmin 28, AlMukmin 28, Al-Mu'min 28, Surah Al Mumin ayat 28

Video Surah

40:28


More Videos

Kandungan Surah Al Mu'min

۞ QS. 40:2 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 40:3 • Siksaan Allah sangat pedih • Ampunan Allah yang luas • Dzut Thaul (Maha Memberi) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun) • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 40:4 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 40:5 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:6 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kebenaran dan hakikat takdir • Azab orang kafir

۞ QS. 40:7 Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Nama-nama neraka • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 40:8 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Nama-nama surga

۞ QS. 40:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:11 Ar Rabb (Tuhan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur • Keabadian neraka •

۞ QS. 40:12 Tauhid Uluhiyyah • Al ‘Aliyy (Maha Tinggi) • Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Al Kabir (Maha Besar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:14 Tauhid Uluhiyyah • Perintah tidak mengikuti orang musyrik • Kewajiban hamba pada Allah • Ikhlas dalam berbuat •

۞ QS. 40:15 Arsy • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:16 • Segala sesuatu milik Allah • Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka

۞ QS. 40:17 • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 40:18 • Nama-nama hari kiamat • Kedahsyatan hari kiamat • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 40:19 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 40:20 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 40:21 • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:22 • Siksaan Allah sangat pedih • Al Qawiy (Maka Kuat) • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:26 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:27 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:28 Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 40:31 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:32 • Nama-nama hari kiamat

۞ QS. 40:33 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 40:34 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:35 • Mendustai Allah • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:39 • Nama-nama surga • Keabadian surga • Keabadian neraka • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 40:40 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Ajakan masuk Islam • Toleransi Islam

۞ QS. 40:41 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:42 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghaffar (Maha Pemgampun)

۞ QS. 40:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:44 • Al Bashir (Maha Melihat)

۞ QS. 40:45 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:46 Siksa kubur • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:47 • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:48 • Keadilan Allah dalam menghakimi • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:49 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka • Percakapan ahli neraka

۞ QS. 40:50 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Pahala iman • Keutamaan iman •

۞ QS. 40:52 • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 40:53 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:54 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 40:55 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:56 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:57 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 40:58 • Derajat para pemeluk agama

۞ QS. 40:59 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:60 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:61 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:62 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 40:63 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:64 Tauhid Rububiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 40:65 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hayy (Maha Hidup) • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 40:66 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 40:68 • Kekuasaan Allah • Sifat Iradah (berkeinginan) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Segala sesuatu ada takdirnya •

۞ QS. 40:69 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:70 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Maksiat dan dosa

۞ QS. 40:71 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:72 • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 40:73 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:74 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 40:75 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 40:76 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Memasuki neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 40:77 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 40:78 • Allah menepati janji • Kebenaran hari penghimpunan • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 40:81 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:83 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 40:84 • Beriman ketika datang hari kiamat • Kelemahan tuhan selain Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 40:85 • Beriman ketika datang hari kiamat • Azab orang kafir

Ayat Pilihan

Kami ciptakan manusia & ketahui apa yang dibisikkan hatinya, Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, ketika 2 malaikat mencatat amal perbuatannya, Tiada ucapan yang terucap melainkan di dekatnya malaikat pengawas selalu hadir
QS. Qaf [50]: 16-18

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
QS. Az-Zumar [39]: 54

Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus,
dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok.
Dan jikalau Dia menghendaki,
tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).
QS. An-Nahl [16]: 9

Aku beritakan kepadamu,
kepada siapa syaitan-syaitan itu turun?
Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta yang banyak dosa.
mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu,
dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.
QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 221-223

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ...

Correct! Wrong!

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Correct! Wrong!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Correct! Wrong!

Surah yang menjelaskan bahwa ''Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta'', yaitu ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

Ats-Tsabt

Apa itu Ats-Tsabt? Ats-Tsabt; adalah istilah untuk seorang yang tepat dan jeli dalam penyampaian riwayat . … • Tsabt, Tsabat

Marfu'

Apa itu Marfu’? Marfu’ menurut bahasa merupakan isim maf’ul dari perkataan rafa’a , dan ia sendiri bererti “yang diangkat”. Suatu hadith itu dinamakan marfu’ kerana d...

Qatadah bin Da'amah

Siapa itu Qatadah bin Da’amah? Qatadah bin Da’amah as-Sadūsī, Abū ʾl-Khattāb, ‏قتادة بن دعامة السدوسي، أبو الخطاب ‎ , adalah seorang perawi hadis dari...