QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 27 [QS. 40:27]

وَ قَالَ مُوۡسٰۤی اِنِّیۡ عُذۡتُ بِرَبِّیۡ وَ رَبِّکُمۡ مِّنۡ کُلِّ مُتَکَبِّرٍ لَّا یُؤۡمِنُ بِیَوۡمِ الۡحِسَابِ
Waqaala muusa innii ‘udztu birabbii warabbikum min kulli mutakabbirin laa yu’minu biyaumil hisaab(i);

Dan Musa berkata:
“Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”.
―QS. 40:27
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Allah tidak membutuhkan makhlukNya
40:27, 40 27, 40-27, Al Mu’min 27, AlMumin 27, Al Mukmin 27, AlMukmin 27, Al-Mu’min 27

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Keinginan rezim Firaun itu tidak hanya terbatas untuk hanya membunuh anak laki-laki Bani Israil dan menghidupkan anak-anak perempuan, tetapi mereka juga hendak menumbangkan pokok pangkal agama tauhid yaitu langsung hendak membunuh Musa dan menantang Musa minta bantuan Tuhan yang mengutusnya untuk mencegah pembunuhan itu, akan tetapi setiap rencana demikian hendak dilaksanakan mereka batal begitu saja.
Boleh jadi mereka tidak sanggup melaksanakannya, atau mungkin yang mereka takuti bahaya dari pengaruh Musa yang mereka anggap sebagai tukang sihir yang tiada bandingannya.
Menurut mereka bila Musa terbunuh, tentulah timbul dugaan di kalangan pengikutnya bahwa Firaun takut berhadapan dengan hujah dan keterangan yang disampaikan Musa.
Demikianlah rencana jahat itu sebagai dijanjikan Allah tidak akan pernah berhasil.
Boleh juga jadi ucapan hendak membunuh Musa itu hanya semacam gertak sambal saja.
Sebab mereka ingin menentang Tuhan apakah Dia betul-betul membela Musa atau sekadar hendak menunjukkan sikap sombong dan kecongkakan belaka.
Latar belakang rencana jahat terhadap Musa itu seperti disebutkan oleh lanjutan ayat ini ialah rasa kekhawatiran Firaun bahwa Musa akan menukar agama rakyatnya yang menyembah selain Allah kepada agama yang mentauhidkan Allah atau dikhawatirkan Musa akan menimbulkan fitnah dan perpecahan di kalangan rakyatnya.
Padahal sesungguhnya tidaklah benar petunjuk yang dibawa Musa kepada kaumnya dengan berkembangnya ajaran Musa kepada kaumnya, membawa kebinasaan dan kerusakan seperti yang dituduhkan Firaun kepadanya.
Ketika rencana pembunuhan itu didengar oleh Musa, beliau mengumandangkan kepada orang-orang yang merencanakan itu bahwa ia akan berlindung diri kepada Tuhan-Nya dan Tuhan mereka juga dari segala kejahatan orang yang takabur (sombong) yang tidak mau menerima kebenaran, tidak mau beriman dengan hari di mana Allah membalas segala amalan, yang baik dibalas dengan kebaikan, sedang yang berbuat jahat diganjari dengan siksa.
Dalam ayat ini dikhususkan perlindungan itu dari segala bentuk kesombongan dan pendustaan terhadap adanya pembalasan (hari akhirat).

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Musa lalu berkata kepada Fir’aun dan kaumnya, “Aku berlindung kepada Sang Pemilik urusanku yang memeliharaku–dan juga Pemilik urusan kalian yang memelihara kalian dengan karunia dan kebaikan-Nya–dari setiap orang yang arogan dan sombong, yang tidak percaya kepada hari perhitungan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Musa berkata,) kepada kaumnya sedangkan dia telah mendengar ancaman Firaun tadi (“Sesungguhnya aku berlindung kepada Rabbku dan Rabb kalian dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yakni setelah perkataan (ancaman) Fir’aun berikut terdengar oleh Musa ‘alaihis salam, yaitu: Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya (Q.S. Al-Mu’min [40]: 26) Maka Musa ‘alaihis salam memohon perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, “Aku berlindung kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya dari kejahatan Fir’aun dan orang-orang yang semisal dengannya.” Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya: Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 27) hai orang-orang yang diajak bicara.
dari setiap orang yang menyombongkan diri.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 27) Yakni sombong tidak mau mengikuti perkara hak lagi jahat.
yang tidak beriman kepada hari berhisab.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 27)

Karena itulah disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Musa r.a., bahwa Rasulullah ﷺ apabila merasa takut terhadap kejahatan suatu kaum mengucapkan doa berikut:

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan mereka dan menjadikan Engkau berada pada leher mereka.


Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:27
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.5
Ratingmu: 4.9 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim