QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 18 [QS. 40:18]

وَ اَنۡذِرۡہُمۡ یَوۡمَ الۡاٰزِفَۃِ اِذِ الۡقُلُوۡبُ لَدَی الۡحَنَاجِرِ کٰظِمِیۡنَ ۬ؕ مَا لِلظّٰلِمِیۡنَ مِنۡ حَمِیۡمٍ وَّ لَا شَفِیۡعٍ یُّطَاعُ
Wa-andzirhum yaumaaazifati idzil quluubu ladal hanaajiri kaazhimiina maa li-zhzhaalimiina min hamiimin walaa syafii’in yuthaa'(u);

Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan.
Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa’at yang diterima syafa’atnya.
―QS. 40:18
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Azab orang kafir
40:18, 40 18, 40-18, Al Mu’min 18, AlMumin 18, Al Mukmin 18, AlMukmin 18, Al-Mu’min 18

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Dia memerintahkan Rasul supaya memperingatkan kaumnya yang musyrik tentang akan datangnya Hari Kiamat yang tidak lama lagi.
Oleh karenanya mereka diingatkan untuk mencabut diri mereka dari perbuatan jahat yang dilarang oleh agama, memperbaiki akidah mereka yang sesat, yang menyebabkan mereka di azab nanti di akhirat dengan azab yang pedih.
hari itu sangat mengerikan, keadaan sangat menakutkan, kesedihan tak terkirakan lagi sehingga jantung terasa sesak sampai kekerongkongan, napas turun naik, nyawa keluar masuk sampai mereka menemui ajalnya.
Pada hari itu tak seorangpun yang dapat menolong orang-orang yang telah menganiaya diri mereka dengan mempersekutukan Allah subhanahu wa ta’ala, tidak ada seorang pembela yang memintakan mereka syafaat yang dapat diterima permintaannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ingatkanlah mereka, wahai Muhammad, tentang hari kiamat yang dekat itu.
Yaitu ketika hati mereka–karena begitu takutnya–sampai ke kerongkongan, sementara mereka menahan sedih namun tak tahu bagaimana harus mengungkapkannya.
Orang-orang yang menzalimi diri dengan bersikap kafir tidak lagi mempunyai kerabat dekat atau pemberi syafaat yang perintahnya dapat ditaati.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat) yakni hari kiamat.

Berasal dari kata Azifar Rahiilu, artinya, Waktu berangkat telah dekat
(yaitu ketika kalbu) menyesak karena dicekam rasa takut
(sampai) artinya hingga sesaknya terasa sampai
(di kerongkongan dengan menahan kedukaan) penuh dengan kesedihan.

Lafal Kaazhimiina ini adalah Hal atau kata keterangan keadaan bagi lafal Al-Quluubu, kemudian dianggap sebagai jamak dengan memakai huruf Ya dan Nun karena diibaratkan kepada para pemiliknya.

(Tiada teman-teman yang setia bagi orang-orang yang zalim) maksudnya tiada teman sejawat dan dekat
(dan tidak pula mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya) yang dapat diterima syafaatnya, lafal Yuthaa’u sebagai sifat, tidak mengandung pengertian apa-apa, karena pada asalnya tiada syafaat bagi mereka, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, yaitu, “Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun.”
(Q.S. Asy-Syu’ara, 100).

Tetapi kalau lafal Syafii’in, memang mengandung makna, karena ditinjau dari segi dugaan mereka yaitu, bahwasanya mereka memiliki pemberi-pemberi syafaat.

Maksudnya, seandainya mereka memberi syafaat, niscaya syafaat mereka tidak akan diterima.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yaumul Azifah adalah istilah lain dari hari kiamat.
Dinamakan demikian karena masanya sudah dekat, sebagaimana yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Telah dekat terjadinya hari kiamat.
Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.
(Q.S. An-Najm [53]: 57-58)

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.
(Q.S. Al-Qamar [54]: l)

Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 1)

Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta disegerakan (datang)nya.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 1)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 27), hingga akhir ayat.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 18)”

Qatadah mengatakan bahwa hati menyesak sampai di tenggorokan karena takut yang amat sangat, dan hati tidak dapat keluar dan tidak dapat pula kembali ke tempatnya.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ikrimah dan As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Makna kadhimina ialah semuanya diam, tidak ada seorang pun yang dapat bicara kecuali dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala seperti yang disebutkan dalam firman-Nya:

Pada hari, ketika roh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
(Q.S. An-Naba’ [78]: 38)

Ibnu Juraij mengatakan bahwa kadhimina artinya mereka menangis.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorang pun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafaat yang diterima syafaatnya.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 18)

Yakni tiadalah bagi orang-orang yang zalim karena mempersekutukan Allah seorang kerabat pun dari kalangan mereka yang dapat memberi manfaat bagi mereka, tiada pula pemberi syafaat pun yang dapat diterima syafaatnya, bahkan semua penyebab kebaikan telah terputus dari mereka.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'min (40) Ayat 18

AAZIFAH
ءَازِفَة

Aazifah adalah ism faa’il dari kata kerja azifa, artinya perjalanan dekat.

Azifa al-rajul artinya bersegera.

Azifa al­jarh artinya luka membengkak dan bernanah.

Al aazifah artinya hari kiamat.

Kata ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Mu’min (40), ayat 18,
-An Najm (53), ayat 57

Para ulama bersepakat makna aazifah adalah hari kiamat.

Ibn Qutaibah berkata,
“Ia adalah hari kiamat dan dinamakan demikian karena ia dekat.”

Muhammad Fu’ad berkata,
“Makna ayat azifat al-aazifah ialah apabila hari kiamat sudah dekat.

Diriwayatkan dari Ibn Abbas, beliau berkata,
“Ia adalah salah satu nama dari nama-nama hari kiamat, yang diagungkan Allah dan diperingatkan tentangnya.”

Mujahid berkata,
”Ayat itu bermakna apabila hari kiamat sudah dekat.”

Mujahid, Qatadah, As Suddi dan Ibn Zaid berkata yaumal aazifah ialah hari kiamat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:93

Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.8
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta