QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 16 [QS. 40:16]

یَوۡمَ ہُمۡ بٰرِزُوۡنَ ۬ۚ لَا یَخۡفٰی عَلَی اللّٰہِ مِنۡہُمۡ شَیۡءٌ ؕ لِمَنِ الۡمُلۡکُ الۡیَوۡمَ ؕ لِلّٰہِ الۡوَاحِدِ الۡقَہَّارِ
Yauma hum baarizuuna laa yakhfa ‘alallahi minhum syayun limanil mulkul yauma lillahil waahidil qahhaar(i);

(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur), tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.
(Lalu Allah berfirman):
“Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
―QS. 40:16
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Keluasan ilmu Allah
40:16, 40 16, 40-16, Al Mu’min 16, AlMumin 16, Al Mukmin 16, AlMukmin 16, Al-Mu’min 16

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Di Hari Kiamat itulah nanti manusia keluar dari kuburnya.
Tidak sedikit pun perbuatan mereka itu yang tersembunyi di sisi Allah, semuanya diketahui Nya.
Kemudian mereka itu menerima balasan sesuai dengan amal mereka, kalau baik dibalas dengan baik dan kalau jahat dibalas dengan azab dan siksa.
Hal tersebut di alas diperjelas juga di ayat yang lain sebagaimana firman Allah:

Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).
(Q.S. Al-Haqqah [69]: 18)

Pada waktu itulah Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:” Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari itu?”.
Tidak ada seorangpun di padang Mahsyar itu yang menjawabnya, maka dijawablah oleh Allah sendiri dengan firman-Nya: ” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Yang Maha mengalahkan segala sesuatu dengan kekuasaan dan keperkasaan-Nya”.
sebagian mufassirin berpendapat bahwa bukan Allah sendiri yang menjawab pertanyaan-Nya, tetapi yang menjawab ialah penghuni-penghuni Mahsyar.

Diriwayatkan oleh Abu Wail dari Ibnu Masud ia berkata: “Manusia dikumpulkan (di padang mahsyar) di atas bumi yang putih seperti perak yang tidak seorangpun mendurhakai Allah di atasnya, maka disuruhlah seorang dengan menyeni dengan ucapan: “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”.
Maka menjawablah hamba-hamba Allah baik orang mukmininnya maupun orang kafirnya dengan ucapan;” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan”.
Orang-orang mukmin mengucapkan jawaban tersebut dengan segala kesenangan dan kegembiraan, sedang orang-orang kafir mengucapkan jawaban itu dengan perasaan resah dan gelisah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Derajat dan kedudukan Allah amat tinggi.
Dia Pemilik arasy.
Dengan ketentuan dan perintah-Nya, Dia menurunkan wahyu kepada hamba-hamba yang dipilih-Nya untuk memberi peringatan kepada orang lain mengenai akibat dari sikap menentang para rasul yang akan mereka rasakan pada hari pertemuan semua makhluk.
Suatu hari ketika semua manusia akan tampak dengan sangat jelas.
Tak satu pun perkara mereka yang tersembunyi bagi Allah.
Mereka akan selalu mendengar seruan yang menggetarkan, “Milik siapakah kerajaan dan kekuasaan pada hari ini?”
Mereka juga selalu mendengar jawabannya yang pasti, “Milik Allah, Penguasa Tunggal yang akan mengadili semua hamba-Nya, Sang Mahaperkasa atas mereka.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu hari ketika mereka keluar) dari kuburnya masing-masing (tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah berfirman, “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?”) Allah sendiri yang mengatakannya, kemudian Dia sendiri pula yang menjawabnya, yaitu, (“Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan”) atas semua makhluk-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)

Yakni semuanya tampak dan muncul, tiada sesuatu pun yang menyembunyikan mereka, tiada sesuatu pun yang menaungi mereka, tiada pula sesuatu pun yang menutupi mereka.
Karena itulah disebutkan dalam firman-Nya:

(yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada sesuatu pun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)

Artinya, semuanya diketahui oleh Allah dengan saksama, tanpa ada beda.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Lalu Allah berfirman), “Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?” Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)

Dalam hadis Ibnu Umar yang lalu telah disebutkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala menggulung langit dan bumi dengan tangan-Nya, kemudian berfirman, “Akulah Raja, Akulah Yang Mahaperkasa, Akulah Yang Mahaagung, di manakah sekarang raja-raja bumi?
Di manakah sekarang orang-orang yang angkara murka?
Di manakah sekarang orang-orang yang sombong?”

Di dalam hadis sangkakala disebutkan pula bahwa Allah subhanahu wa ta’ala apabila telah mencabut semua roh makhluk-Nya, maka tiada seorang pun yang hidup selain Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Maka pada saat itu Allah berfirman: Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16) sebanyak tiga kali.
Kemudian Dia sendirilah yang menjawab seraya berfirman: Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16) Yakni Tuhan Yang hanya Dia sematalah Yang dapat mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Galib Ad-Daqqaq, telah menceritakan kepada kami Ubaid ibnu Ubaidah, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir, dari ayahnya, telah menceritakan kepada kami Abu Nadrah, dari Ibnu Abbas r.a.
yang mengatakan bahwa sebelum hari kiamat terjadi, ada suara yang berseru, “Hai manusia, telah datang kepadamu hari kiamat.” Maka terdengarlah seruan itu oleh semua orang yang hidup dan orang yang telah mati.
Ibnu Abbas melanjutkan, bahwa lalu turunlah Allah subhanahu wa ta’ala ke langit yang terdekat dan berfirman: Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?
Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 16)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'min (40) Ayat 16

QAHHAAR
قَهَّار

Qahhaar adalah mubalaghah ism fa’il (dalam bentuk superlatif). Artinya, yang mengalahkan yang tidak ada sesuatu yang mengalahkannya, banyak mengalahkan, salah satu nama dari nama- nama Allah yang berarti yang mengalahkan dan tidak ada sesuatu yang membatasi kekuasaannya.

Lafaz ini disebut enam kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Yusuf (12), 39;
-Ar Ra’d (13), 16;
-Ibrahim (14), 48;
-Shad (38), 65;
-Az Zumar (39) dan 4;
-Al Mu’min (40) 16.

Al Khazin berkata,
“Al Khattabi mengatakan al qahhaar bermakna yang mengalahkan orang yang perkasa lagi congkak dari makhluk Nya dengan siksaan dan berkuasa kepada keseluruhannya dengan mendatangkan kematian.

Ada yang berpendapat, al qahhaar adalah yang mengalahkan segala sesuatu dan menghinakannya sehingga menerima dan tunduk serta merendahkan diri kepadanya.”

Al Baidawi berkata,
Al qahhaar adalah al ghaalib (yang mengalahkan dan perkasa) yang tidak ada yang dapat menyerupainya dan yang lainnya tidak dapat mengalahkannya.”

Ibn Katsir mentafsirkan al qahhaar dengan yang menghinakan segala sesuatu disebabkan keagungannya dan kebesaran serta kehebatan kekuasaannya.

Asy Syawkani berkata,
Al qahhaar adalah yang tidak dapat dikalahkan oleh orang yang kuat dan tidak dapat menentangnya oleh orang yang melawan.”

Dalam tafsir ‘Ahr Al Atsir dijelaskan al qahhaar bermakna Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.

Kesimpulannya, al qahhaar adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang berarti Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuasaan dan kekuatan mana pun.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:452-453

Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.6
Ratingmu: 4.6 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim