QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 12 [QS. 40:12]

ذٰلِکُمۡ بِاَنَّہٗۤ اِذَا دُعِیَ اللّٰہُ وَحۡدَہٗ کَفَرۡتُمۡ ۚ وَ اِنۡ یُّشۡرَکۡ بِہٖ تُؤۡمِنُوۡا ؕ فَالۡحُکۡمُ لِلّٰہِ الۡعَلِیِّ الۡکَبِیۡرِ
Dzalikum biannahu idzaa du’iyallahu wahdahu kafartum wa-in yusyrak bihi tu’minuu fal hukmu lillahil ‘alii-yil kabiir(i);

Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah.
Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan.
Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.
―QS. 40:12
Topik ▪ Diwajibkannya berjihad
40:12, 40 12, 40-12, Al Mu’min 12, AlMumin 12, Al Mukmin 12, AlMukmin 12, Al-Mu’min 12

Tafsir surah Al Mu'min (40) ayat 12

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mu’min (40) : 12. Oleh Kementrian Agama RI

Permintaan mereka itu tidak mungkin diperkenankan oleh Allah subhanahu wa ta’ala Mereka tidak akan dikembalikan ke dunia, karena pembawaan mereka sudah tidak akan menerima kebenaran lagi.
Mereka di dunia, kafir dan ingkar apabila penyembahan itu dilakukan hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saja, tetapi apabila Allah dipersekutukan dengan yang lain, mereka percaya dan membenarkannya.
Permintaan mereka ke luar dari neraka dan dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh, dijawab oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan firman-Nya:

Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 108)

Andai kata permintaan mereka diperkenankan dan dikembalikan ke dunia, mereka akan tetap juga mengerjakan larangan-larangan Allah, sebagaimana halnya dahulu juga, mereka itu pembohong, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya.
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka.

(Q.S. Al-An’am [6]: 28)

Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa putusan di Hari Kiamat adalah di tangan Allah yang akan memberi putusan dengan hak dan adil, Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Besar tiada sesuatu yang menyamai-Nya Tuhan yang sangat benci kepada yang mempersekutukan-Nya dan ia telah mengambil suatu kebijaksanaan yaitu mengekalkan mereka meringkuk di dalam neraka., karena tidak ada jalan sama sekali untuk ke luar dari padanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Itulah siksaan yang harus kalian rasakan.
Karena kalian–saat di dunia dahulu–ketika hanya disebut nama Allah, kalian mengingkarinya, tetapi ketika disebut tuhan-tuhan lain selain Allah, serta merta kalian beriman.
Jika demikian kondisi kalian di dunia, maka kalian berhak menanggung balasan atas sikap ingkar itu.
Dan ketentuan hukum itu hanya ada pada Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung, yang membalas orang kafir dengan balasan yang pantas ia rasakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yang demikian itu) maksudnya, azab yang kalian sedang jalani itu (adalah karena) ketika di dunia (kalian kafir apabila Allah saja disembah) artinya, kalian kafir bilamana Dia diesakan.

(Dan apabila Allah dipersekutukan) menjadikan sekutu bagi-Nya (kalian percaya) kalian percaya kepada kemusyrikan itu.

(Maka putusan) untuk mengazab kalian (adalah pada Allah Yang Maha Tinggi) atas semua makhluk-Nya (lagi Maha Besar) Maha Agung.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar.
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 12)

Artinya, Dialah Yang memutuskan perkara makhluk-Nya.
Dia Mahaadil dan tidak zalim, maka Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya; merahmati siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya; tidak ada Tuhan selain Allah.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mu'min (40) Ayat 12

ALIYY
عَلِىّ

Lafaz ini berasal dari perkataan ‘alaa, jamaknya ‘aliyyun dan ‘iiyah, artinya yang tinggi, yang keras, dan amat kuat, berkedudukan tinggi yang mulia.

Al Fayruz berkata,
“Apabila lafaz al ‘aliy disandarkan kepada Allah, maknanya salah satu nama dari nama- nama Allah yang bermakna Dia begitu tinggi dan jauh untuk diketahui hakikatnya oleh para ahli sufi dan oleh ilmu ahli makrifat.”

Lafaz ‘aliy disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 255;
-An Nisaa’ (4), ayat 34;
-Maryam (19), ayat 50, 57;
-Al Hajj (22), ayat 62;
-Luqman (31), ayat 30;
-Saba’ (34), ayat 23;
-Al Mu’min (40), ayat 12;
-Asy Syuura (42), ayat 4, 51;
-Az Zukhruf (43), ayat 4.

At Tabari berkata,
Al uliy, wazannya (bentuk katanya) adalah al fa’il dari ungkapan ‘alaa-ya’lu-‘uluwwan maknanya apabila ia naik, dan ism fa’ilnya ialah ‘ali dan ‘aliy.

Makna ‘aliy adalah yang memiliki ketinggian di atas makhluk Nya dengan kekuasaannya. Terdapat perbedaan pendapat berkenaan lafaz al ‘aliy.

– Sebahagian ulama berpendapat, makna al ‘aliy adalah yang maha tinggi dari segala apa yang serupa dengannya dan mereka tidak ber­sepakat jika ia diberi makna yang tinggi tempatnya karena makna itu bisa diartikan Allah berada di suatu tempat dan tidak berada di suatu tempat.

– Sebahagian yang lain mengatakan, makna al ‘aliy adalah yang Maha Tinggi diatas makhluk Nya dengan ketinggian tempatnya dari tempat makhluk­ Nya karena Allah di atas seluruh makhluk Nya dan makhluk Nya berada di bawah Nya, sebagaimana Allah me­nyifatkan diri Nya di atas Al Arsy, yaitu yang tinggi tempatnya di atas mereka.

Ibn ‘Atiyyah berkata,
“Pendapat kedua di atas adalah dari kalangan Mufassirin yang jahil karena sepatutnya ianya (makna Al ‘aliy) jangan diperselisihkan.”

Asy Syawkani berkata,
“Makna lafaz al ‘aliy adalah ke­ tinggian, kekuasaan dan kedudukan Nya.”

Kesimpulannya, lafaz al ‘aliy adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang bermakna yang Maha Tinggi dari segala tasybih (penyerupaan) dan tamthil (pe­ nyamaan dengan yang lain) lagi Maha Mulia dari segala sesuatu.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:378-379

Informasi Surah Al Mu'min (المؤمن)
Surat Al Mu’min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturun­ kan sesudah surat Az Zumar.

Dinamai “Al Mu’min” (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan “mu’min” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.
Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir ‘aun telah beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu’jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam hati kecil orang ini mencela Fir’aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa ‘alaihis salam, sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu ‘jizat yang diminta mereka.

Dinamakan pula “Ghafir” (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat “Ghafir” yang terdapat pada ayat 3 surat ini.

Ayat ini mengingatkan bahwa ”Maha Pengampun” dan ”Maha Penerima Taubat” adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan-perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka la­kukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.

Dan surat ini dinamai “Dzit Thaul” (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut ter­ dapat pada ayat 3.

Keimanan:

Sifat-sifat malaikat yang memikul ‘Arsy dan yang berada di sekitarnya
dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah
sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesar­an dan keagungan-Nya
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu
bukti-bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Kisah Musa a.s dengan Fir’aun

Lain-lain:

Al Qur’anul karim dan sikap orang-orang mu’min dan orang-orang kafir terhadap­nya
permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka
peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiarnat
anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin
ni’mat-ni’mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan
janji Rasulullah ﷺ bahwa orang-orang mu’min akan menang ter­hadap musuhnya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mu'min (85 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 12 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 12 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mu'min (40) ayat 12 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mu'min - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 85 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 40:12
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mu'min.

Surah Al-Mu'min (Arab: المؤمن ,"Orang Yang Beriman") atau Surah Ghafir (Arab: غافر ) adalah surah ke-40 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini diturunkan setelah surah Az-Zumar dan memiliki 3 nama yaitu Al-Mu'min, Ghafir, dan At-Tawl.

Nomor Surah 40
Nama Surah Al Mu'min
Arab المؤمن
Arti Orang yang Beriman
Nama lain Mukmin, Thaul, Ha Mim, Ghafir, At-Tawl atau Zit Tawl, Ha Mim al-Mu'min
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 60
Juz Juz 24
Jumlah ruku' 9 ruku'
Jumlah ayat 85
Jumlah kata 1228
Jumlah huruf 5109
Surah sebelumnya Surah Az-Zumar
Surah selanjutnya Surah Fussilat
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta