QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 4 [QS. 67:4]

ثُمَّ ارۡجِعِ الۡبَصَرَ کَرَّتَیۡنِ یَنۡقَلِبۡ اِلَیۡکَ الۡبَصَرُ خَاسِئًا وَّ ہُوَ حَسِیۡرٌ
Tsummaarji’il bashara karrataini yanqalib ilaikal basharu khaasi-an wahuwa hasiirun;

Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.
―QS. 67:4
Topik ▪ Aneka ragam tumbuhan
67:4, 67 4, 67-4, Al Mulk 4, AlMulk 4, Al-Mulk 4

Tafsir surah Al Mulk (67) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Pertanyaan Allah kepada manusia pada ayat di atas dijawab sendiri oleh Allah pada ayat ini dengan mengatakan bahwa sekali pun manusia berulang-ulang memperhatikan, mempelajari, dan merenungkan seluruh ciptaan Allah, pasti ia tidak akan menemukan kekurangan dan cacat, walau sedikit pun.
Jika mereka terus-menerus melakukan yang demikian itu, bahkan seluruh hidup dan kehidupannya digunakan untuk itu, akhirnya ia hanya akan merasa dan tidak akan menemukan kekurangan, sampai ia mati dan kembali kepada Tuhannya.

Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa tidak ada seorang pun di antara manusia yang sanggup mencari kekurangan pada ciptaan Allah.
Jika ada di antara manusia yang sanggup, hal ini berarti bahwa dia mengetahui seluruh ilmu Allah.
Sampai saat ini belum ada seorang pun yang mengetahuinya dan tidak akan ada seorang pun yang dapat memiliki seluruh ilmu Allah.
Seandainya ada di antara manusia yang dianggap paling luas ilmunya, maka ilmu yang diketahuinya itu hanyalah merupakan sebahagian kecil dari ilmu Allah.
Akan tetapi, banyak di antara manusia yang tidak mau menyadari kelemahan dan kekurangannya, sehingga mereka tetap ingkar kepada-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian ulangi lagi berkali-kali pandanganmu, niscaya pandanganmu tidak akan mendapatkan suatu cacat sedikit pun.
Bahkan pandanganmu itu pun itu akan payah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian pandanglah sekali lagi) ulangilah kembali penglihatanmu berkali-kali (niscaya akan berbalik) akan kembali (penglihatanmu itu kepadamu dalam keadaan hina) karena tidak menemukan sesuatu cacat (dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah) yakni tidak melihat sama sekali adanya cacat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kemudian pandanglah sekali lagi.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 4)

Menurut Qatadah, yang dimaksud dengan karratain ialah dua kali, yakni sekali lagi dengan baik-baik.

niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 4)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah dalam keadaan terhina.
Menurut Mujahid dan Qatadah, artinya dalam keadaan merasa kecil.

dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 4)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa maknanya ialah kelelahan.

Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan bahwa al-hasir artinya terputus karena kepayahan.

Makna ayat ialah bahwa sekiranya engkau ulangi pandanganmu berapa kali pun banyaknya, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu dalam keadaan:

payah.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 4)

karena tidak menemukan suatu cela atau suatu cacat pun padanya.

dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah.
(Q.S. Al-Mulk [67]: 4)

Yakni lemah dan terputus karena kelelahan, sebab terlalu banyak bolak-balik, tetapi tidak melihat adanya suatu kekurangan atau cela pun.
Setelah menafikan kekurangan dalam penciptaan langit, lalu dijelaskan kesempurnaannya dan perhiasan yang menambah indahnya.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Mulk (67) Ayat 4

KHAASI IIN
خَٰسِـِٔين

Lafaz ini dalam bentuk jamak, mufradnya khaasi’, Berasal dari kata khasa’a-yakhsa’u atau dari al khas yang bermakna jauh dan hina.

Khasa’al bashar bermakna mata menjadi lemah atau buta.

Khasa’al kalb berarti mengusir dan menghalau anjing.

Kata al khasi’ mencakup makna yang dihalau, yang diusir, yang hina dan terkutuk.

Lafaz khaasi’ disebut satu kali yaitu pada surah Al Mulk (67), ayat 4 dan lafaz khaasi ‘iin diulang dua kali yaitu pada surah Al Baqarah (2), ayat 65 dan surah Al A’raaf (7), ayat 166. Allah berfirman:

كُونُوا۟ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

Mujahid, Qatadah, Ar Rabi’ dan Ad Dahhak berpendapat makna khaasi’iin adalah shaaghirain atau dalam keadaan rendah dan terhina.

Al Yazidi menjelaskan, khaasi’iin bermakna mub’adiin yaitu yang terjauh dan terusir, dan menurut ulama mufassirin makna mub’adiin adalah sinonim dengan shaaghiriin yyaitu rendah dan terhina.

Ibn Jarir At Tabari mengatakan, makna­nya yang terjauh dari segala kebaikan dalam keadaan rendah dan terhina, karena asal makna khaasi’ adalah yang terjauh dan terusir sebagaimana anjing yang dihalau dan diusir.

Kesimpulannya, lafaz khaasi ‘iin dalam ayat Al Qur’an bermakna orang terkutuk, terhina dan terjauh dari segala kebaikan.

Sedangkan dalam bentuk mufrad atau khaasi’ sebagaimana yang terdapat dalam surah Al­ Mulk dikaitkan dengan lafaz al bahsar yang bermakna penglihatan menjadi lemah dan letih untuk melihat kecacatan dalam penciptaan langit dan bumi seperti yang diungkap oleh Ibn Katsir.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:209

Informasi Surah Al Mulk (الملك)
Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thuur.

Nama “Al Mulk” diambil dari kata “Al Mulk” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan ” Tabaarak” (Maha Suci).

Keimanan:

Hidup dan mati ujian bagi manusia
Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan
perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta
azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir
dan janji Allah kepada orang-orang mu’min
Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezki
peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada ni’mat Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mulk (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mulk (67) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mulk (67) ayat 1-30 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 1-30 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mulk - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 67:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah 67
Nama Surah Al Mulk
Arab الملك
Arti Kerajaan
Nama lain Al-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 77
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata -
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah At-Tahrim
Surah selanjutnya Surah Al-Qalam
4.4
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/67-4







Pembahasan ▪ al mulk 67 ▪ Qs 67-79 ▪ Qs 67: 4 ▪ Quuran donwload sura tabaarik 1/4 ▪ suratu 1/4 Tabaarik donwload

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim