QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 30 [QS. 67:30]

قُلۡ اَرَءَیۡتُمۡ اِنۡ اَصۡبَحَ مَآؤُکُمۡ غَوۡرًا فَمَنۡ یَّاۡتِیۡکُمۡ بِمَآءٍ مَّعِیۡنٍ
Qul ara-aitum in ashbaha maa’ukum ghauran faman ya’tiikum bimaa-in ma’iinin;

Katakanlah:
“Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering, maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”.
―QS. 67:30
Topik ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
67:30, 67 30, 67-30, Al Mulk 30, AlMulk 30, Al-Mulk 30

Tafsir surah Al Mulk (67) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan lagi tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya, setelah pada ayat yang lalu Dia memerintahkan agar bertawakal kepada-Nya.
Allah memerintahkan Muhammad mengatakan kepada orang-orang kafir, “Hai orang-orang kafir, cobalah terangkan kepadaku, apa yang terpikir olehmu, seandainya atas kehendak Allah seluruh air yang mengalir di permukaan bumi ini meresap ke dalam tanah, sehingga sumber-sumber air dan sumurmu menjadi kering, timba-timbamu tidak dapat menimba air lagi.
Apakah tuhanmu yang lain dapat mendatangkan air itu, sehingga kamu dapat minum, kebun-kebunmu menjadi subur kembali dan binatang-binatang ternakmu dapat berkembang biak?
Tidak ada sesuatu pun yang dapat mendatangkan air itu kecuali Allah Yang Maha Pemurah dan Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.
Kenapa kamu masih menyekutukan-Nya dengan sesuatu yang tidak layak bagi-Nya?”

Ayat ini menyuruh orang-orang kafir membandingkan dasar ketuhanan menurut pengertian mereka dengan sifat pemahaman ketuhanan menurut agama yang disampaikan Muhammad ﷺ.
Tuhan yang disembah menurut yang diajarkan Rasulullah adalah Tuhan pencipta seluruh makhluk, dan menjaga kelangsungan hidup semua yang hidup di alam ini.
Dia Mahakuasa dan Maha Menentukan segala sesuatu, tidak memerlukan sesuatu apa pun untuk menolong-Nya dan sebagainya.
Bukan Tuhan yang dibuat manusia atau diangkat oleh manusia sendiri untuk disembah, seperti pemahaman ketuhanan orang-orang musyrik.
Ayat ini seakan mengingatkan mereka bahwa Tuhan yang pantas disembah itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak beranak, tidak dilahirkan, tidak berserikat dengan suatu apa pun, dan tidak memerlukan makhluk-makhluk lain untuk membantu-Nya melaksanakan setiap urusan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku jika air kalian menghilang dari bumi dan tidak dapat kalian temukan dengan cara apapun.
Siapakah–selain Allah–yang dapat mendatangkan kepada kalian air suci yang memancar ke siapa saja yang menginginkannya.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kalian menjadi kering,) yakni airnya masuk jauh ke dalam bumi (maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagi kalian?”) Sehingga air itu menyumber dan dapat dicapai oleh tangan atau oleh timba-timba, sebagaimana air yang kalian miliki sekarang?
Tiada seorang pun yang dapat mendatangkannya selain Allah subhanahu wa ta’ala Maka, mengapa kalian mengingkari adanya hari berbangkit, yaitu hari di mana Dia membangkitkan kalian menjadi hidup kembali.

Disunahkan bagi pembaca surah ini, bila bacaannya sampai kepada lafal ma`iin, hendaknya ia mengucapkan kalimat jawabannya, yaitu “allaahu rabbul ‘aalamiina/Allah Rabb semesta alam yang dapat mengeluarkannya.

Demikianlah menurut keterangan yang dikemukakan di dalam hadis.

Dan ayat ini dibacakan terhadap sebagian orang-orang yang bersifat angkara murka, maka menurut perawinya, bahwa cangkul dan sekop penggali tanah terus menghunjam ke tanah, akan tetapi sumber air tidak muncul-muncul juga, ia telah pergi jauh meresap ke dalam bumi yang tidak dapat dicapainya.

Kami berlindung kepada Allah dari perbuatan berani melawan Allah dan ayat-ayat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menampakkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya:

Katakanlah, “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering.” (Q.S. Al-Mulk [67]: 30)

Yakni meresap jauh ke dalam lapisan yang sangat dalam di bumi, sehingga tidak dapat dicapai dengan cangkul dan alat besi, tidak pula dapat diraih dengan tangan-tangan yang kuat.
Lafaz al-gair adalah lawan kata dari an-nabi’, yakni kering lawan kata dari menyemburkan.
Maka disebutkan dalam firman berikutnya:

maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?
(Q.S. Al-Mulk [67]: 30)

Maksudnya, air yang memancar dan mengalir di permukaan bumi.
Makna yang dimaksud ialah tiada yang dapat melakukannya selain dari Allah subhanahu wa ta’ala Maka termasuk dari kemurahan dan karunia-Nya, Allah menyemburkan air bagi kalian dan menjadikannya mengalir di berbagai kawasan di bumi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya di masing-masing kawasan, ada yang memerlukan secukupnya dan ada pula yang memerlukan banyak.
Maka segala puji dan karunia hanyalah bagi Allah subhanahu wa ta’ala


Informasi Surah Al Mulk (الملك)
Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thuur.

Nama “Al Mulk” diambil dari kata “Al Mulk” yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan ” Tabaarak” (Maha Suci).

Keimanan:

Hidup dan mati ujian bagi manusia
Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan
perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta
azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir
dan janji Allah kepada orang-orang mu’min
Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezki
peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada ni’mat Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mulk (30 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Mulk (67) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Mulk (67) ayat 1-30 - Archie Wirija (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Mulk (67) ayat 1-30 - Archie Wirija (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Mulk - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 30 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 67:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,"Kerajaan") adalah surah ke-67 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah 67
Nama Surah Al Mulk
Arab الملك
Arti Kerajaan
Nama lain Al-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 77
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 30
Jumlah kata -
Jumlah huruf -
Surah sebelumnya Surah At-Tahrim
Surah selanjutnya Surah Al-Qalam
4.6
Ratingmu: 4.8 (14 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta