Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 3 [QS. 67:3]

الَّذِیۡ خَلَقَ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ طِبَاقًا ؕ مَا تَرٰی فِیۡ خَلۡقِ الرَّحۡمٰنِ مِنۡ تَفٰوُتٍ ؕ فَارۡجِعِ الۡبَصَرَ ۙ ہَلۡ تَرٰی مِنۡ فُطُوۡرٍ
Al-ladzii khalaqa sab’a samaawaatin thibaaqan maa tara fii khalqir-rahmani min tafaawutin faarji’il bashara hal tara min futhuurin;
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih.
Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
―QS. Al Mulk [67]: 3

Daftar isi

(And) who created seven heavens in layers.
You do not see in the creation of the Most Merciful any inconsistency.
So return (your) vision (to the sky);
do you see any breaks?
― Chapter 67. Surah Al Mulk [verse 3]

ٱلَّذِى yang

The One Who
خَلَقَ menciptakan

created
سَبْعَ tujuh

seven
سَمَٰوَٰتٍ langit

heavens
طِبَاقًا berlapis-lapis

one above another.
مَّا tidak

Not
تَرَىٰ kamu lihat

you see
فِى dalam/pada

in
خَلْقِ penciptaan

(the) creation
ٱلرَّحْمَٰنِ Yang Maha Pengasih

(of) the Most Gracious
مِن dari

any
تَفَٰوُتٍ tidak seimbang

fault.
فَٱرْجِعِ maka kembalilah

So return
ٱلْبَصَرَ pandangan

the vision,
هَلْ apakah

can
تَرَىٰ kamu melihat

you see
مِن dari

any
فُطُورٍ teratur/seimbang

flaw?

Tafsir Quran

Surah Al Mulk
67:3

Tafsir QS. Al-Mulk (67) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa Dialah yang menciptakan seluruh langit secara bertingkat di alam semesta.
Tiap-tiap benda alam itu seakan-akan terapung kokoh di tengah-tengah jagat raya, tanpa ada tiang-tiang yang menyangga dan tanpa ada tali-temali yang mengikatnya.

Tiap-tiap langit itu menempati ruangan yang telah ditentukan baginya di tengah-tengah jagat raya dan masing-masing lapisan itu terdiri atas begitu banyak planet yang tidak terhitung jumlahnya.
Tiap-tiap planet berjalan mengikuti garis edar yang telah ditentukan baginya.

Allah ﷻ berfirman:

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَاَلْقٰى فِى الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ كُلِّ دَاۤبَّةٍ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ

Dia menciptakan langit tanpa tiang sebagaimana kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi agar ia (bumi) tidak menggoyangkan kamu;
dan memperkembangbiakkan segala macam jenis makhluk bergerak yang bernyawa di bumi.
Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.
(Luqman [31]: 10)

Semua benda langit beserta bintang-bintang yang terdapat di dalamnya tunduk dan patuh mengikuti ketentuan dan hukum yang ditetapkan Allah baginya.
Semuanya tetap seperti itu sampai pada waktu yang ditentukan baginya.

Allah ﷻ berfirman:

اَللّٰهُ الَّذِيْ رَفَعَ السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّى يُدَبِّرُ الْاَمْرَ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ

Allah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.
Dia menundukkan matahari dan bulan;
masing-masing beredar menurut waktu yang telah ditentukan.

Dia mengatur urusan (makhluk-Nya), dan menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), agar kamu yakin akan pertemuan dengan Tuhanmu. (Ar-Ra’d [13]: 2)

Menurut ilmu Astronomi, di jagat raya yang luasnya tiada terhingga itu, terdapat galaksi-galaksi atau gugusan-gugusan bintang yang di dalamnya terdapat miliaran bintang yang tiada terhitung jumlahnya.

Bintang-bintang yang berada di dalam setiap galaksi itu ada yang kecil seperti bumi dan ada pula yang besar seperti matahari, dan bahkan banyak yang lebih besar lagi.
Setiap galaksi mempunyai sistem yang teratur rapi, yang tidak terlepas dari sistem ruang angkasa seluruhnya.
Adanya daya tarik-menarik yang terdapat pada setiap planet, menyebabkan planet-planet itu tidak jatuh dan tidak berbenturan antara yang satu dengan yang lain, sehingga ia tetap terapung dan beredar pada garis edarnya masing-masing di angkasa.

Bila dihubungkan pengertian ayat tersebut dengan yang dijelaskan ilmu Astronomi, maka yang dimaksud dengan tingkat-tingkat langit yang banyak itu ialah galaksi-galaksi.
Sedang angka tujuh dalam bahasa Arab biasa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang jumlahnya banyak.
Oleh karena itu, yang dimaksud dengan tingkat langit yang tujuh itu adalah galaksi-galaksi yang banyak terdapat di langit.
Sementara itu, ada pula ahli tafsir yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan
"tujuh lapisan langit"
ialah tujuh bintang yang berada di sekitar matahari, dan ada pula ahli tafsir yang tidak mau menafsirkannya.
Mereka menyerahkannya kepada Allah karena hal itu ada pada pengetahuan-Nya yang belum diketahui dengan pasti oleh manusia.

Demikianlah gambaran umum keadaan sistem galaksi-galaksi.
Mengenai keadaan setiap planet yang tidak terhitung banyaknya itu, seperti bagaimana sifat dan tabiatnya, apa yang terkandung di dalamnya, bagaimana bentuknya secara terperinci, dan sebagainya masih sangat sedikit yang diketahui manusia.
Hal itu pun hanya sekelumit kecil dari pengetahuan tentang galaksi itu.

Seperti mengenai penciptaan
"langit"
yang tujuh lapis terdapat pada beberapa ayat lainnya, seperti Al-Baqarah [2]: 29, Al-An’am [6]: 125, Nuh [71]: 15, dan An-Naba’ [78]: 12. Menurut para saintis, kata langit dapat ditafsirkan sebagai langit bumi yang berupa atmosfer atau langit alam semesta.
Apabila langit bumi, ternyata bahwa atmosfer dibagi dalam tujuh lapisan.
Dan masing-masing lapisan mempunyai tugas dan fungsi melindungi bumi.



Pembagian atmosfer menjadi tujuh lapis didasarkan pada perbedaan kandungan kimia dan suhu udara.
Ketujuh lapisan tersebut dinamakan:
Troposfer, Stratosfer, lapisan-lapisan Mesosfer, Thermosfer, Exosfer, Ionosfer, dan Magnetosfer.
Dalam Surah Fushshilat [41]: 11-12 dinyatakan bahwa tiap lapis langit mempunyai urusannya sendiri-sendiri.
Hal ini dikonfirmasi ilmu pengetahuan, misal ada lapisan yang bertugas untuk membuat hujan, mencegah kerusakan akibat radiasi, memantulkan gelombang radio, sampai dengan lapisan yang mencegah agar meteor tidak merusak bumi.

Akan tetapi, dengan adanya ayat 5 pada surah yang sama (Al-Mulk [67]: 5), tampaknya yang dimaksudkan dengan langit bukanlah langit atmosfer, melainkan langit semesta.
Bunyi ayat tersebut demikian:

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala. (Al-Mulk [67]: 5)

Dinyatakan secara jelas bahwa pada
"langit yang dekat"
(mungkin dapat ditafsirkan sebagai lapis langit pertama) dihiasi oleh bintang-bintang.
Kata yang digunakan bukan bintang (bentuk tunggal yang dapat menunjuk pada matahari sebagai bintang dalam tata surya), akan tetapi bintang-bintang (bentuk jamak).
Dengan demikian
"langit yang dekat"
adalah seluruh galaksi yang kita ketahui saat ini.

Apabila demikian halnya, apa yang dinyatakan dalam Alquran mengenai hal ini, sama sekali belum dapat dijangkau oleh temuan ilmu pengetahuan.
Berkaitan dengan itu, adalah suatu hal yang sangat sombong jika seorang manusia mengakui tahu segala sesuatu.
Betapa pun luasnya pengetahuan seseorang, masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan pengetahuan Allah.
Apabila seseorang mengumpamakan dirinya sebagai bumi, kemudian melihat dirinya terletak di antara planet-planet yang banyak itu, tentu akan merasa bahwa dirinya sebenarnya tidak ada artinya jika dibandingkan dengan makhluk Allah yang beraneka ragam bentuk dan coraknya yang tiada terhitung jumlahnya.

Allah lalu memerintahkan manusia memandang dan memperhatikan langit dan bumi beserta isinya, serta mempelajari sifat-sifatnya.
Misalnya, perhatikanlah matahari bersinar dan bulan bercahaya, sampai di mana manfaat dan faedah sinar dan cahaya itu bagi kehidupan seluruh makhluk yang ada.
Perhatikanlah binatang ternak yang digembalakan di padang rumput, tumbuh-tumbuhan yang menghijau, gunung-gunung yang tinggi kokoh menjulang yang menyejukkan mata orang yang memandangnya;
laut yang terhampar luas membiru;
langit dan segala isinya.
Semuanya tumbuh, berkembang, tetap dalam kelangsungan hidup dan wujudnya, serta berkesinambungan dan mempunyai sistem, hukum, dan peraturan yang sangat rapi.
Sistem itu tidak terlepas dari sistem hukum dan peraturan yang lebih besar daripadanya yaitu yang berlaku pada seluruh alam yang fana ini.
Cobalah pikirkan dan renungkan, apakah ada cacat atau cela pada makhluk yang diciptakan Allah, demikian juga pada sistem, hukum dan peraturan yang berlaku padanya?
Mahabesar dan Maha Pencipta Allah, Tuhan seru sekalian alam, tiada suatu cacat atau cela pun terdapat pada makhluk yang diciptakan-Nya.

Kemudian seolah-olah Allah melanjutkan pertanyaan-Nya kepada manusia apakah mereka masih ragu tentang kekuasaan dan kebesaran-Nya?
Apakah manusia masih ragu tentang sistem, hukum, dan peraturan yang dibuat untuk makhluk-Nya, termasuk di dalamnya mereka sendiri?
Jika masih ragu, manusia diperintahkan untuk memperhatikan, merenungkan, dan mempelajari kembali dengan sebenar-benarnya.
Apakah mereka masih mendapatkan dalam ciptaan Allah itu sebagian yang tidak sempurna?

Dari pertanyaan yang dikemukakan ayat ini, dapat dipahami bahwa seakan-akan Allah menantang manusia, agar mencari (kalau ada) sedikit saja kekurangan dan ketidaksempurnaan pada ciptaan-Nya.
Seandainya ada kekurangan, cacat, dan cela dalam ciptaan Allah, maka manusia pantas untuk mengingkari keesaan dan kekuasaan-Nya.
Akan tetapi, mereka kagum dan mengakui kerapian ciptaan Allah itu, bahkan mereka mengakui kelemahan mereka.
Jika demikian halnya, maka keingkaran mereka itu bukanlah ditimbulkan karena ketidakpercayaan mereka kepada Allah, tetapi semata-mata karena kesombongan dan keangkuhan mereka semata.

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yang menciptakan tujuh langit yang serasi dan akurat.
Kamu tak melihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Allah, Tuhan yang rahmat-Nya meliputi seluruh makhluk.


Lihatlah sekali lagi, adakah kamu dapatkan sesuatu yang tidak seimbang?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis sebagian di atas sebagian yang lain.
Pernahkah kalian melihat ketidakseimbangan pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah?
Lihatlah kembali ke langit, apakah kalian melihat ada keretakan atau kebocoran di dalamnya?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis) yakni sebagian di antaranya berada di atas sebagian yang lain tanpa bersentuhan.


(Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah) pada tujuh langit yang berlapis-lapis itu atau pada makhluk yang lain


(sesuatu yang tidak seimbang) yang berbeda dan tidak seimbang.


(Maka lihatlah berulang-ulang) artinya lihatlah kembali ke langit


(adakah kamu lihat) padanya


(keretakan?) maksudnya retak dan berbelah-belah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allh subhanahu wa ta’ala:

Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.
(QS. Al-Mulk [67]: 3)

Yakni bahkan rapi sempurna, tiada perbedaan, tiada kontradiksi, tiada kekurangan, tiada kelemahan, dan tiada cela.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. Al-Mulk [67]: 3)

Artinya, pandanglah langit dan lihatlah baik-baik, apakah engkau melihat padanya suatu cela atau kekurangan atau kelemahan atau keretakan?
Ibnu Abbas, Mujahid, Ad-Dahhak, As-Sauri, dan lain-lainnya telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. Al-Mulk [67]: 3)
Misalnya, retak-retak pada langit.


As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. Al-Mulk [67]: 3)
Yakni lubang-lubang.


Ibnu Abbas dalam suatu riwayat menyebutkan bahwa makna futur ialah celah-celah yang menganga.


Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?
(QS. Al-Mulk [67]: 3)
Hai Bani Adam, apakah kamu melihat adanya cela?

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mulk (67) Ayat 3

THIBAAQ
طِبَاق

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah thabaq atau thabaqah seperti lafaz jamal jamaknya jimaal, ia mengandung makna yang seimbang dan sesuai, penutup, hal atau keadaan, kelas dan tingkatan, muka bumi, golongan atau generasi dan sebagainya.

Thibaaqal ardh bermakna lapisan tanah.

Ath thibaaq menurut istilah ahli Balaghah ialah menghimpun dua makna yang bertentangan seperti menghidupkan dan mematikan.

Lafaz thibaaq dalam keadaan nasab (dibaca tibaqa) hanya disebut dua kali di dalam al Quran yaitu surah:
• Al Mulk (67), ayat 3;
Nuh (71), ayat 15.
Lafaz ini dikaitkan dengan langit.

Ar Razi berkata,
"Lafaz tibaaqa bermakna sebahagian langit di atas sebahagian yang lain, begitu juga dengan pentafsiran Al Qurtubi beliau berkata,
"Ia bermakna sebahagiannya di atas sebahagian yang lain dan yang dilekatkan pada hujungnya seperti yang disebutkan dalam riwayat daripada Ibnu Abbas."

At Tabari menafsirkannya dengan thabaq fawqa thabaq (satu lapisan di atas lapisan lainnya).
Ada yang berpendapat lafaz ini adalah mashdar (kata terbitan) yang membawa makna serupa dan sesuai, maknanya Allah menciptakan tujuh langit yang disamakan lapisan- lapisannya.

Kesimpulannya, lafaz thibaaqa di dalam Al Qur’an bermakna tujuh lapisan langit yang semuanya sama dan serupa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:354

Unsur Pokok Surah Al Mulk (الملك)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci).

Keimanan:

▪ Hidup dan mati ujian bagi manusia.
▪ Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan.
▪ Perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta.
▪ Azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir.
▪ Dan janji Allah kepada orang-orang mukmin.
▪ Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki.
▪ Peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mulk (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mulk ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Mulk ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 67:3
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,”Kerajaan”) adalah surah ke-67 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah 67
Nama Surah Al Mulk
Arab الملك
Arti Kerajaan
Nama lain Al-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 77
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah At-Tahrim
Surah selanjutnya Surah Al-Qalam
Sending
User Review
4.5 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

67:3, 67 3, 67-3, Surah Al Mulk 3, Tafsir surat AlMulk 3, Quran Al-Mulk 3, Surah Al Mulk ayat 3

Video Surah

67:3


Load More

Kandungan Surah Al Mulk

۞ QS. 67:1 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 67:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 67:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 67:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 67:5 • Nama-nama neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 67:6 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:7 • Memasuki neraka • Sifat neraka

۞ QS. 67:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Memasuki neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 67:9 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:10 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:11 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:12 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 67:13 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 67:14 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 67:15 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:16 • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:17 • Kekuasaan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:18 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Rahman (Maha Pengasih) •

۞ QS. 67:20 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 67:21 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:22 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 67:24 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:25 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 67:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 67:27 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 67:28 • Azab orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 67:29 Al Rahman (Maha Pengasih) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

Ayat Pilihan

Kamu jadikan sumpah sebagai alat penipu, disebabkan adanya golongan yang lebih banyak dari golongan lain.
Sungguh Allah hanya menguji kamu dengan hal itu.
di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu
QS. An-Nahl [16]: 92

Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
Diturunkan dari Rabbil ‘Alamiin.
Maka apakah kamu menganggap remeh Alquran ini?
kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
QS. Al-Waqi’ah [56]: 79-82

Dan jika kamu memutuskan perkara mereka,
maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil,
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
QS. Al-Ma’idah [5]: 42

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya.
Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Munafiqun [63]: 11

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0623u064eu0641u0652u0636u064eu0644u064f u0627u0644u0652u062cu0650u0647u064eu0627u062fu0650 u0623u064eu0646u0652 u064au064fu062cu064eu0627u0647u064eu062fu064e u0627u0644u0631u0651u064eu062cu064fu0644u064f u0646u064eu0641u0652u0633u064eu0647u064e u0648u064e u0647u064eu0648u064eu0627u0647u064f

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghu00eer, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shu00e2hihah, no. 1496.

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Correct! Wrong!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Correct! Wrong!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

At-Tagabun

Apa itu At-Tagabun? Surah At-Tagabun adalah surah ke-64 dalam al Qur’an. Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 18 ayat. Nama At-Tagabun diambil dari kata At-Tagabun yang terdapat pada ayat ke 9 yang artinya hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Nomor Surah 64< ... • At-Taghaabun, At-Taghabun, At-Tagabun, At Tagabun, Ath Thaghaabun

As-Saffat

Apa itu As-Saffat? Surah As-Saffat adalah surah ke-37 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An’am. Dinamai dengan As-Saffat diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang b … • As-Saffat, Ash-Shaffat, Ash Shaffat, Ash Shaaffaat

kutaib

Apa itu kutaib? “Kutaib” adalah bentuk tashghir dari “Kitab”. Artinya adalah “kitab kecil”. Istilah “kutaib” biasanya digunakan untuk menyebut kitab-kitab ringkas yang ditulis oleh para ulama. Bagi anda yang baru pemula dalam belajar bahasa Arab, gunakanlah kutaib terlebih dahulu sebagai sarana latihan sebelum beranjak ke kitab-kitab … •