Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 22 [QS. 67:22]

اَفَمَنۡ یَّمۡشِیۡ مُکِبًّا عَلٰی وَجۡہِہٖۤ اَہۡدٰۤی اَمَّنۡ یَّمۡشِیۡ سَوِیًّا عَلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
Afaman yamsyii mukibban ‘ala wajhihi ahda am man yamsyii sawii-yan ‘ala shiraathin mustaqiimin;
Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
―QS. Al Mulk [67]: 22

Then is one who walks fallen on his face better guided or one who walks erect on a straight path?
― Chapter 67. Surah Al Mulk [verse 22]

أَفَمَن maka apakah orang

Then is he who
يَمْشِى dia berjalan

walks
مُكِبًّا tiarap/telengkup

fallen
عَلَىٰ di atas

on
وَجْهِهِۦٓ mukanya

his face
أَهْدَىٰٓ lebih mendapat petunjuk

better guided,
أَمَّن ataukah orang

or (he) who
يَمْشِى dia berjalan

walks
سَوِيًّا sama lurus

upright
عَلَىٰ di atas

on
صِرَٰطٍ jalan

(the) Path
مُّسْتَقِيمٍ yang lurus

Straight?

Tafsir

Alquran

Surah Al Mulk
67:22

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Pada ayat ini, Allah memberikan perbandingan kepada manusia antara perjalanan hidup yang ditempuh oleh orang-orang kafir dengan yang ditempuh oleh orang-orang yang beriman.
Perbandingan ini diberikan dalam bentuk pertanyaan yang menyatakan bahwa orang yang selalu terjerembab atau tersungkur ketika berjalan dan kakinya selalu tersandung karena melalui jalan yang berbatu-batu dan berlubang-lubang, tidak mungkin akan selamat dan berjalan lebih cepat mencapai tujuan dibandingkan dengan orang yang berjalan dalam suasana yang baik dan aman, di atas jalan yang datar dan mulus, serta dalam cuaca yang baik pula.


Perbandingan dalam ayat di atas dikemukakan dalam bentuk kalimat pertanyaan.
Kalimat pertanyaan dalam ayat ini bukanlah maksudnya untuk menanyakan sesuatu yang tidak diketahui, tetapi untuk menyatakan suatu maksud yaitu bahwa perbuatan orang-orang kafir itu adalah perbuatan yang tidak benar.

Dinyatakan bahwa perjalanan hidup orang-orang kafir itu adalah perjalanan hidup menuju kesengsaraan dan penderitaan yang sangat.
Seakan-akan ayat ini menyatakan bahwa tentu orang yang berjalan tertelungkup dengan muka menyapu tanah akan mudah tersesat dalam perjalanannya mengarungi samudera hidup di dunia yang fana ini, sedang di akhirat kelak mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sedangkan orang yang berjalan dengan cara yang baik, menempuh jalan yang baik dan lurus, yaitu jalan yang diridai Allah, tidak akan tersesat dalam perjalanan hidupnya di dunia ini dan pasti akan sampai kepada tujuan yang diinginkannya dan diridai Allah.
Di akhirat nanti, mereka akan menempati surga yang penuh kenikmatan yang disediakan Allah bagi mereka yang bertakwa.


Selanjutnya dapat pula diambil pengertian dari ayat ini bahwa manusia dalam menjalankan usahanya, melaksanakan pekerjaan, dan menunaikan kewajibannya haruslah berdasarkan kepada ketentuan agama Islam, petunjuk ilmu pengetahuan, akal pikiran yang sehat dan pengalaman, serta hasil penelitian para ahli sebelumnya.
Ini bertujuan agar usaha dan pekerjaannya membuahkan hasil yang baik.

Janganlah ia membabi-buta atau bekerja dengan semaunya saja, karena yang demikian itu hanyalah akan mengundang kegagalan dan bencana, baik untuk dirinya maupun orang lain.

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apakah keadaan sudah terbalik, sehingga orang yang berjalan dengan terjungkal jatuh di atas mukanya lebih mendapat petunjuk dalam berjalan dan mencapai tujuan ketimbang orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah orang yang berjalan terjungkal di atas wajahnya (orang yang tidak mengetahui ke mana ia berjalan dan bagaimana ia pergi) itu lebih mendapatkan petunjuk jalan ataukah orang yang berjalan tegap, selamat di jalan yang terang, lurus tidak ada belokan?
Ini adalah perumpamaan yang dibuat-Nya bagi keadaan orang yang kafir dan beriman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka apakah orang yang berjalan terjungkal) yakni terbalik


(di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk, ataukah orang yang berjalan tegap) yakni secara wajar dengan kakinya


(di atas jalan) tuntunan


(yang lurus) khabar dari mubtada yang kedua tidak disebutkan karena cukup hanya ditunjukkan oleh makna yang terkandung di dalam khabar yang pertama, yakni lebih banyak mendapat petunjuk.
Perumpamaan ini menggambarkan tentang keadaan orang yang kafir pada permintaan yang pertama, dan orang yang beriman pada perumpamaan yang kedua, yakni manakah di antara keduanya yang lebih banyak mendapat petunjuk?

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Selanjutnya disebutkan oleh firman-Nya:

Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
(QS. Al-Mulk [67]: 22)

Ini merupakan perumpamaan yang menggambarkan tentang keadaan orang mukmin dan orang kafir.
Perumpamaan orang kafir dalam kesesatannya sama dengan seseorang yang berjalan dengan kepala terjungkir ke bawah dalam keadaan tubuh yang terbalik.
Yakni dia pasti tidak dapat mengetahui ke mana jalan yang ditempuhnya dan bagaimana ia harus melangkah maju, bahkan dia dalam keadaan sesat dan kebingungan.
Lalu apakah orang yang keadaannya demikian lebih mendapat petunjuk.

ataukah orang yang berjalan tegap.
(QS. Al-Mulk [67]: 22)


Maksudnya, jalan dengan tegak, tidak terjungkal.

di atas jalan yang lurus?
(QS. Al-Mulk [67]: 22)

Yaitu di jalan yang jelas lagi terang, sedangkan dia sendiri dalam keadaan tegak dan jalan yang ditempuhnya lurus.
Demikianlah perumpamaan mereka (orang-orang mukmin) dalam kehidupan di dunia dan demikian pula keadaan mereka di akhirat nanti.
Orang mukmin digiring dengan berjalan secara tegap di atas sirat yang akan mengantarkannya ke surga yang mahaluas.
Adapun orang kafir, maka ia digiring dengan terjungkal alias kepala di bawah menuju ke neraka Jahanam.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

(kepada para malaikat diperintahkan),
"Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah;
maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka."
(QS. As-Saffat [37]: 22-23)

Yang dimaksud dengan istilah azwaj dalam ayat ini ialah orang-orang yang serupa dengan mereka.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, telah menceritakan kepada kami Ismail, dari Nafi’ yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Anas ibnu Malik menceritakan bahwa pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ,
"Wahai Rasulullah, bagaimanakah ada orang-orang yang digiring dengan muka di bawah?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Tuhan yang membuat mereka dapat berjalan dengan kaki mereka mampu membuat mereka berjalan dengan muka di bawah.

Hadis ini diketengahkan di dalam kitab Sahihain melalui satu jalur periwayatan.

Unsur Pokok Surah Al Mulk (الملك)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci).

Keimanan:

▪ Hidup dan mati ujian bagi manusia.
▪ Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan.
▪ Perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta.
Azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir.
▪ Dan janji Allah kepada orang-orang mukmin.
▪ Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki.
▪ Peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Audio

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mulk ayat 22 - Gambar 1 Surah Al Mulk ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 67:22
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,”Kerajaan”) adalah surah ke-67 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah67
Nama SurahAl Mulk
Arabالملك
ArtiKerajaan
Nama lainAl-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu77
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat30
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah At-Tahrim
Surah selanjutnyaSurah Al-Qalam
Sending
User Review
4.8 (20 votes)
Tags:

67:22, 67 22, 67-22, Surah Al Mulk 22, Tafsir surat AlMulk 22, Quran Al-Mulk 22, Surah Al Mulk ayat 22

▪ isi qs almulk 22 ▪ qs almlk 22
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 21 [QS. 25:21]

21. Ayat ini menjelaskan tentang alasan lainnya yang dibuat-buat kaum musyrik Mekah karena keengganan mereka beriman kepada Nabi Muhammad. Dan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami di akhirat karena keingkaran mereka terhadap adanya hari akhir, atau karena ketidaktakutan mereka terhadapnya, mereka b …

QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 7 [QS. 44:7]

7. Tuhan, Pencipta, Pemelihara, dan Pengatur semua langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, baik yang tampak bagi kamu maupun yang tidak tampak; jika kamu orang-orang yang meyakini kebesar … 44:7, 44 7, 44-7, Surah Ad Dukhaan 7, Tafsir surat AdDukhaan 7, Quran AdDukhan 7, Ad Dukhan 7, Ad-Dukhan 7, Surah Ad Dukhan ayat 7

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti … bukankah berbukalah binasalah biarlah baiklah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ a lam

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Menghimpun Kumpulan Bacaan Pedoman Benar! Kurang tepat! Yang berarti “menggabungkan

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … QS. Al A’raf : 13

Instagram