Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mulk (Kerajaan) – surah 67 ayat 2 [QS. 67:2]

الَّذِیۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَ الۡحَیٰوۃَ لِیَبۡلُوَکُمۡ اَیُّکُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡغَفُوۡرُ ۙ
Al-ladzii khalaqal mauta wal hayaata liyabluwakum ai-yukum ahsanu ‘amalaa wahuwal ‘aziizul ghafuur(u);
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
―QS. Al Mulk [67]: 2

Daftar isi

(He) who created death and life to test you (as to) which of you is best in deed – and He is the Exalted in Might, the Forgiving –
― Chapter 67. Surah Al Mulk [verse 2]

ٱلَّذِى yang

The One Who
خَلَقَ menciptakan

created
ٱلْمَوْتَ kematian

death
وَٱلْحَيَوٰةَ dan kehidupan

and life
لِيَبْلُوَكُمْ karena Dia akan mengujimu

that He may test you,
أَيُّكُمْ siapa diantara kamu

which of you
أَحْسَنُ lebih baik

(is) best
عَمَلًا perbuatan

(in) deed.
وَهُوَ dan Dia

And He
ٱلْعَزِيزُ Maha Perkasa

(is) the All-Mighty,
ٱلْغَفُورُ Maha Pengampun

the Oft-Forgiving.

Tafsir Quran

Surah Al Mulk
67:2

Tafsir QS. Al-Mulk (67) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Tuhan yang memegang kekuasaan kerajaan dunia dan kerajaan akhirat serta menguasai segala sesuatunya itu, adalah Tuhan yang menciptakan kematian dan kehidupan.
Hanya Dia yang menentukan saat kematian setiap makhluk.

Jika saat kematian itu telah tiba, tidak ada suatu apa pun yang dapat mempercepat atau memperlambatnya barang sekejap pun.
Demikian pula keadaan makhluk yang akan mati, tidak ada suatu apa pun yang dapat mengubahnya dari yang telah ditentukan-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَنْ يُّؤَخِّرَ اللّٰهُ نَفْسًا اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهَا وَاللّٰهُ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

Dan Allah tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila waktu kematiannya telah datang.
Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
(Al-Munafiqun [63]: 11)

Tidak seorang pun manusia atau makhluk hidup lain yang dapat menghindarkan diri dari kematian yang telah ditetapkan Allah, sebagaimana firman-Nya:

اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ

Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. (An-Nisa’ [4]: 78)

Demikian pula dinyatakan bahwa Allah yang menciptakan kehidupan.

Maksudnya ialah bahwa Dialah yang menghidupkan seluruh makhluk hidup yang ada di alam ini.
Dialah yang menyediakan segala kebutuhan hidupnya dan Dia pula yang memberikan kemungkinan kelangsungan jenis makhluk hidup itu, sehingga tidak terancam kepunahan.

Kemudian Dia pula yang menetapkan lama kehidupan suatu makhluk dan menetapkan keadaan kehidupan seluruh makhluk.
Dalam pada itu, Allah pun menentukan sampai kapan kelangsungan hidup suatu makhluk, sehingga bila waktu yang ditentukan-Nya itu telah berakhir, musnahlah jenis makhluk itu sebagaimana yang dialami oleh jenis-jenis hewan purba.

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah menciptakan kematian dan kehidupan adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan beramal saleh dengan mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawa Nabi Muhammad dan siapa pula yang mengingkarinya.
Dari ayat di atas dipahami bahwa dengan menciptakan kehidupan itu, Allah memberi kesempatan yang sangat luas kepada manusia untuk memilih mana yang baik menurut dirinya.
Apakah ia akan mengikuti hawa nafsunya, atau ia akan mengikuti petunjuk, hukum, dan ketentuan Allah sebagai penguasa alam semesta ini.
Seandainya manusia ditimpa azab yang pedih di akhirat nanti, maka azab itu pada hakikatnya ditimpakan atas kehendak diri mereka sendiri.
Begitu juga jika mereka memperoleh kebahagiaan, maka kebahagiaan itu datang karena kehendak diri mereka sendiri sewaktu hidup di dunia.

Berdasarkan ujian itu pula ditetapkan derajat dan martabat seorang manusia di sisi Allah.
Semakin kuat iman seseorang semakin banyak amal saleh yang dikerjakannya.
Semakin ia tunduk dan patuh mengikuti hukum dan peraturan Allah, semakin tinggi pula derajat dan martabat yang diperolehnya di sisi Allah.
Sebaliknya jika manusia tidak beriman kepada-Nya, tidak mengerjakan amal saleh dan tidak taat kepada-Nya, ia akan memperoleh tempat yang paling hina di akhirat.

Kehidupan duniawi adalah untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang selalu menggunakan akal dan pikirannya memahami agama Allah, dan memilih mana perbuatan yang paling baik dikerjakannya, sehingga perbuatannya itu diridai Allah.
Juga untuk mengetahui siapa yang tabah dan tahan mengekang diri dari mengerjakan larangan-larangan Allah dan siapa pula yang paling taat kepada-Nya.

Ayat ini mendorong dan menganjurkan agar manusia selalu waspada dalam hidupnya.
Hendaklah mereka selalu memeriksa hati mereka apakah ia benar-benar seorang yang beriman, dan juga memeriksa segala yang akan mereka perbuat, apakah telah sesuai dengan yang diperintahkan Allah atau tidak, dan apakah yang akan mereka perbuat itu larangan Allah atau bukan.
Jika perbuatan itu telah sesuai dengan perintah Allah, bahkan termasuk perbuatan yang diridai-Nya, hendaklah segera mengerjakannya.
Sebaliknya jika perbuatan itu termasuk larangan Allah, maka jangan sekali-kali melaksanakannya.

Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia Mahaperkasa, tidak ada satu makhluk pun yang dapat menghalangi kehendak-Nya jika Ia hendak melakukan sesuatu, seperti hendak memberi pahala orang-orang yang beriman dan beramal saleh atau hendak mengazab orang yang durhaka kepada-Nya.
Dia Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya yang mau bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dikerjakannya, berjanji tidak akan melakukan dosa itu lagi serta berjanji pula tidak akan melakukan dosa-dosa yang lain.

Pada ayat ini, Allah menyebut secara bergandengan dua macam di antara sifat-sifat-Nya, yaitu sifat Mahaperkasa dan Maha Pengampun, seakan-akan kedua sifat ini adalah sifat yang berlawanan.
Sifat Mahaperkasa memberi pengertian memberi kabar yang menakut-nakuti, sedang sifat Maha Pengampun memberi pengertian adanya harapan bagi setiap orang yang mengerjakan perbuatan dosa, jika ia bertobat.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah yang berhak disembah itu benar-benar dapat memaksakan kehendak-Nya kepada siapa pun, tidak ada yang dapat menghalanginya.
Dia mengetahui segala sesuatu, sehingga dapat memberikan balasan yang tepat kepada setiap hamba-Nya, baik berupa pahala maupun siksa.
Dengan pengetahuan itu pula, Dia dapat membedakan antara orang yang taat dan durhaka kepada-Nya, sehingga tidak ada kemungkinan sedikit pun seorang yang durhaka memperoleh pahala atau seorang yang taat dan patuh memperoleh siksa.
Allah tidak pernah keliru dalam memberikan pembalasan.

Firman Allah lainnya yang menyebut secara bergandengan kabar peringatan dan pengharapan itu ialah:

نَبِّئْ عِبَادِيْٓ اَنِّيْٓ اَنَا الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ .
وَاَنَّ عَذَابِيْ هُوَ الْعَذَابُ الْاَلِيْمُ

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (Al-Hijr [15]: 49-50)

Tafsir QS. Al Mulk (67) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Yang menciptakan mati dan hidup untuk suatu tujuan, yaitu menguji siapa di antara kalian yang paling benar perbuatannya dan paling tulus niatnya.
Dia Mahaperkasa yang tidak ada sesuatu pun dapat mengalahkan-Nya, Maha Pengampun terhadap orang-orang yang teledor.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai manusia, Dia-lah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian, siapakah di antara kalian yang lebih baik dan lebih ikhlas amalnya?
Dan Dia-lah yang Mahaperkasa.
Tiada sesuatu pun yang dapat mengalahkan-Nya.


Dia Maha Pengampun bagi setiap hamba-hamba-Nya yang bertobat.
Ayat ini merupakan dorongan berlaku taat dan cegahan untuk berlaku maksiat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang menjadikan mati) di dunia


(dan hidup) di akhirat, atau yang menjadikan mati dan hidup di dunia.
Nuthfah pada asalnya sebagai barang mati, kemudian jadilah ia hidup, pengertian hidup ialah karena ia mempunyai perasaan.
Pengertian mati adalah kebalikannya.
Pengertian lafal al-khalqu berdasarkan makna yang kedua ini berarti memastikan


(supaya Dia menguji kalian) atau mencoba kalian di dalam kehidupan ini


(siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya) maksudnya yang paling taat kepada Allah.


(Dan Dia Maha Perkasa) di dalam melakukan pembalasan terhadap orang yang durhaka kepada-Nya


(lagi Maha Pengampun) kepada orang yang bertobat kepada-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
(QS. Al-Mulk [67]: 2)

Yakni yang terbaik amalnya, seperti yang dikatakan oleh Muhammad ibnu Ajlan, bahwa dalam hal ini Allah tidak mengungkapkannya dengan kalimat lebih banyak amalnya.
Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:


Dan Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
(QS. Al-Mulk [67]: 2)

Yaitu Mahaperkasa lagi Mahabesar dan Mahakokoh Zat-Nya, selain itu Dia Maha Pengampun bagi orang yang bertobat dan kembali ke jalan-Nya sesudah berbuat durhaka terhadap-Nya dan menentang perintah-Nya.
Sekalipun Dia Mahaperkasa, Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Pemaaf, dan Maha Penyantun.
Selanjutnya disebutkan:

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
(QS. Al-Mulk [67]: 3)

Maksudnya, bertingkat-tingkat.
Tetapi apakah satu sama lainnya berhubungan langsung, yakni satu sama lainnya berlapis-lapis, tanpa pemisah atau ada pemisah di antara masing-masing lapisnya?
Ada dua pendapat mengenainya, yang paling sahih adalah pendapat yang kedua, sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh hadis Isra dan hadis lainnya.

Unsur Pokok Surah Al Mulk (الملك)

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ath-Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan.

Dinamai pula surat ini dengan " Tabaarak" (Maha Suci).

Keimanan:

▪ Hidup dan mati ujian bagi manusia.
▪ Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan.
▪ Perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta.
▪ Azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir.
▪ Dan janji Allah kepada orang-orang mukmin.
▪ Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezeki.
▪ Peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada nikmat Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Al Mulk (30 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 30 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mulk (67) : 1-30 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 30

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mulk ayat 2 - Gambar 1 Surah Al Mulk ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 67:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mulk.

Surah Al-Mulk (Arab: الملك ,”Kerajaan”) adalah surah ke-67 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 30 ayat.
Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.

Nomor Surah 67
Nama Surah Al Mulk
Arab الملك
Arti Kerajaan
Nama lain Al-Mani’ah” (yang mencegah), Al-Waqiyah” (yang menahan), Al-Munjiyah, (yang menyelamatkan), Al-Mann’ah (yang sangat menahan). Tabarak (Maha Suci)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 77
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 30
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah At-Tahrim
Surah selanjutnya Surah Al-Qalam
Sending
User Review
5 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

67:2, 67 2, 67-2, Surah Al Mulk 2, Tafsir surat AlMulk 2, Quran Al-Mulk 2, Surah Al Mulk ayat 2

Video Surah

67:2


Load More

Kandungan Surah Al Mulk

۞ QS. 67:1 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

۞ QS. 67:2 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 67:3 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 67:4 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 67:5 • Nama-nama neraka • Pahala jin dan balasannya

۞ QS. 67:6 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:7 • Memasuki neraka • Sifat neraka

۞ QS. 67:8 • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Memasuki neraka • Penjaga neraka • Sifat neraka •

۞ QS. 67:9 • Percakapan ahli neraka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:10 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Percakapan ahli neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:11 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 67:12 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Balasan dan pahala dari Allah •

۞ QS. 67:13 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 67:14 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 67:15 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:16 • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:17 • Kekuasaan Allah • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:18 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:19 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Rahman (Maha Pengasih) •

۞ QS. 67:20 Al Rahman (Maha Pengasih) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 67:21 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 67:22 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 67:24 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 67:25 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 67:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 67:27 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 67:28 • Azab orang kafir • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 67:29 Al Rahman (Maha Pengasih) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 67:30 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah • Cacian Allah terhadap orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

Ayat Pilihan

Barang siapa yang membunuh seorang manusia,
bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 32

Hai orang-orang beriman,
bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu & memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
QS. At-Tahrim [66]: 8

Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi & Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu),
sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Siapa mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sungguh orang itu termasuk golongan mereka.
QS. Al-Ma’idah [5]: 51

Orang yang lampaui batas & lebih utamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. Dan yang takut kepada kebesaran Tuhannya & menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya
QS. An-Nazi’at [79]: 37-41

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Correct! Wrong!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Correct! Wrong!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Correct! Wrong!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

amirulmukminin

Apa itu amirulmukminin? KBBI ami.rul.muk.mi.nin sebutan atau gelar bagi pemimpin umat Islam *** Amirul Mukminin adalah sebuah gelar dalam tradisi awal Islam yang berarti “Pemimpin Orang-Orang...

Syubhat

Apa itu Syubhat? syub.hat keragu-raguan atau kekurangjelasan tentang sesuatu karena kurang jelas status hukumnya; tidak terang antara halal dan haram atau antara benar dan salah Syubhat, Syubuhat,...

Azab

Apa itu Azab? Azab adalah siksaan yang di hadapi manusia atau makhluk Tuhan lainnya, sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang dilakukan, dalam filsafat Islam. Dalam perspektif sunnatullah...