Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) - surah 58 ayat 19 [QS. 58:19]

اِسۡتَحۡوَذَ عَلَیۡہِمُ الشَّیۡطٰنُ فَاَنۡسٰہُمۡ ذِکۡرَ اللّٰہِ ؕ اُولٰٓئِکَ حِزۡبُ الشَّیۡطٰنِ ؕ اَلَاۤ اِنَّ حِزۡبَ الشَّیۡطٰنِ ہُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
Astahwadza ‘alaihimusy-syaithaanu fa-ansaahum dzikrallahi uula-ika hizbusy-syaithaani alaa inna hizbasy-syaithaani humul khaasiruun(a);
Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah;
mereka itulah golongan setan.
Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.

―QS. Al Mujaadilah [58]: 19

Daftar isi

Satan has overcome them and made them forget the remembrance of Allah.
Those are the party of Satan.
Unquestionably, the party of Satan – they will be the losers.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 19]

ٱسْتَحْوَذَ menguasai

Has overcome
عَلَيْهِمُ atas mereka

them
ٱلشَّيْطَٰنُ syaitan

the Shaitaan,
فَأَنسَىٰهُمْ lalu menjadikan mereka lupa

so he made them forget
ذِكْرَ mengingat

(the) remembrance
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
أُو۟لَٰٓئِكَ mereka itu

Those
حِزْبُ golongan

(are the) party
ٱلشَّيْطَٰنِ syaitan

(of) the Shaitaan.
أَلَآ ketahuilah

No doubt!
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
حِزْبَ golongan

(the) party
ٱلشَّيْطَٰنِ syaitan

(of) the Shaitaan,
هُمُ mereka

they
ٱلْخَٰسِرُونَ lemah

(will be) the losers.

Tafsir Quran

Surah Al Mujaadilah
58:19

Tafsir QS. Al-Mujadilah (58) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan sebab-sebab orang-orang munafik di atas dimasukkan ke dalam api neraka adalah karena hati dan pikiran mereka telah dipengaruhi oleh bisikan-bisikan setan, sehingga mereka tidak dapat lagi mengingat Allah, mengikuti perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Yang baik menurut pikiran mereka ialah apa yang menurut nafsu dan keinginan mereka baik.

Oleh karena itu, mereka bersumpah untuk menarik simpati orang lain, seakan-akan yang mereka ucapkan itu adalah suatu kebenaran.
Firman Allah:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِيْ بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوْهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُوْنَ

Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.

Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan. (Al-An’am [6]: 112)

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang-orang munafik yang diterangkan di atas adalah tentara dan pesuruh setan.

Mereka berkumpul dan mengadakan perundingan rahasia untuk mengerjakan perbuatan dosa dan menimbulkan permusuhan di kalangan kaum Muslimin.
Tujuan mereka melakukan usaha yang demikian adalah untuk menuruti hawa nafsu mereka.

Tentara dan pesuruh setan itu adalah orang-orang yang durhaka kepada Allah.
Orang-orang yang durhaka kepada Allah pasti akan binasa dan hancur, serta di akhirat akan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka dikuasai oleh setan hingga lupa berzikir kepada Allah dan merenungi keagungan-Nya.
Mereka adalah kelompok setan.


Dan kelompok setan adalah orang-orang yang mencapai puncak kerugian.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Setan telah mengalahkan dan menguasai mereka sehingga mereka meninggalkan perintah-perintah dan enggan taat kepada Allah.
Mereka itulah golongan yang mengikuti jalan setan.


Ketahuilah, golongan setan itu adalah golongan yang merugi di dunia dan di akhirat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Telah berkuasa) maksudnya telah berhasil mempengaruhi


(atas mereka setan) karena ternyata mereka menaatinya


(lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itulah golongan setan) yakni pengikut-pengikutnya.


(Ketahuilah bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian disebutkan dalam firman selanjutnya:

Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 19)

Yakni hati mereka telah dikuasai oleh setan hingga setan membuat mereka lupa daratan dari mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, dan memang demikianlah yang dilakukan oleh setan terhadap orang yang telah dikuasainya.
Karena itulah Imam Abu Daud mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Yunus, telah menceritakan kepada kami Zaidah, telah menceritakan kepada kami As-Sa-ib ibnu Hubaisy, dari Ma’dan ibnu AbuTalhah Al-Ya’muri, dari Abu Darda yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidak ada tiga orang dalam suatu kampung dan tidak pula dalam suatu daerah pedalaman bila tidak ditegakkan salat di kalangan mereka, melainkan setan telah menguasai diri mereka.
Maka berpegang teguhlah kepada jamaah, karena sesungguhnya serigala iiu hanya memangsa kambing yang jauh (menyendiri).

Zaidah mengatakan bahwa As-Sa-ib menafsirkan kata jamaah di sini dengan pengertian salat berjamaah.

Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

mereka itulah golongan setan.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 19)

Yaitu orang-orang yang telah dikuasai oleh setan hingga setan membuat mereka lupa mengingat Allah subhanahu wa ta’ala Lalu dalam firman selanjutnya disebutkan:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 19)

Kata Pilihan Dalam Surah Al Mujaadilah (58) Ayat 19

HIZB
حِزْب

Lafaz hizb adalah bentuk tunggal yang bentuk jamaknya adalah ahzaab.

Dalam bahasa Arab ia digunakan untuk menunjukkan beberapa makna yaitu:
(1) Sekumpulan manusia yang hatinya bersatu dan tingkah lakunya sama meskipun antara mereka tidak saling bertemu;
(2) Wirid atau bacaan seperti bacaan Al Qur’an dan shalawat yang dibaca seseorang secara rutin dinamakan al hizbu.
(3) Bahagian,
(4) Aliran air.

Di dalam Al Qur’an, lafaz ini dalam bentuk tunggal (mufrad) diulang sebanyak delapan kali yaitu dalam surah:
• Al Maa’idah (5), ayat 56;
• Al Mu’minuun (23), ayat 53;
Ar Rum (30), ayat 32;
Faathir (35), ayat 6;
Al Mujaadalah (58), ayat 19 (dua kali), ayat 22 (dua kali).
Dalam bentuk ganda (mutshanna) jizbain diulang hanya sekali saja yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 12.
Dan dalam bentuk jamak diulang 11 kali yaitu dalam surah:
Hud (11), ayat 17;
Ar Ra’d (13), ayat 36;
Maryam (19), ayat 37;
• Al Ahzab (33), ayat 20 (dua kali), ayat 22;
Shad (38), ayat 11, ayat 13;
Al Mu’min (40), ayat 5, ayat 30;
• Az Zukhruuf (43), ayat 65.

Sedangkan makna hizbu syaithaan ialah kelompok orang yang mengikuti kehendak syaitan yaitu orang kafir dan munafik.
Dalam ayal-ayat itu diterangkan beberapa sifat hizbu syaithaan yaitu orang yang dilalaikan oleh dunia sehingga tidak mau mengingati Allah; menentang Allah dan rasul Nya, suka berkasih-sayang dengan orang yang menentang Allah dan rasul Nya.
Kelompok orang seperti ini ditetapkan sebagai orang yang rugi karena mereka diperdaya oleh bujuk rayu syaitan yang mengajak mereka masuk ke dalam neraka.

Bentuk ganda (mutsanna) yang ada dalam surah Al Kahfi (18), ayat 12 bermakna kaum Ashabul Kahfi yang terpecah menjadi dua kelompok dan saling berdebat dalam menentukan lamanya mereka tidur di dalam gua.
Diantara mereka ada yang mendapat petunjuk dengan kejadian yang dahsyat ini dan ada juga yang tersesat dari kebenaran.

Sedangkan lafaz al ahzaab dalam bentuk jamak digunakan untuk menunjukkan kelompok orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah, mendustakan dan memerangi para nabi, baik nabi-nabi terdahulu maupun Nabi Muhammad.
Kesemua kelompok ini mempunyai nasib yang sama yaitu mereka dikalahkan, baik kalah dalam peperangan atau hancur binasa karena azab dan di akhirat nanti mereka semua akan disiksa di neraka.

Dalam surah Shad (38), ayat 13 dan surah Al Mu’min (40), ayat 5, 30, lafaz al ahzaab digunakan untuk menunjukkan kaum kafir terdahulu yaitu kaum Nuh, ‘Ad, Fir’aun, Tsamud, Luth dan Ashabul Aikah.
Mereka semua adalah kaum yang menentang kebenaran, mendustakan dan memerangi para rasul yang diutus kepada mereka.
Akhirnya, mereka semua diazab oleh Allah dengan berbagai jenis azab yang dahsyat dan pedih.

Sedangkan lafaz al ahzaab dalam surah Maryam (19), ayat 37 dan surah Az Zukhruuf (43), ayat 65 merujuk kepada kelompok yang berbeda pendapat mengenai kedudukan Nabi ‘Isa seperti kelompok dalam agama Yahudi dan Nasrani.
Sebahagian dari mereka mengatakan ‘Isa adalah Allah, sebahagian yang lain mengatakan beliau adalah anak Allah, ada juga yang mengatakan ‘Isa adalah salah satu dari tiga kesatuan (triniti), malah ada yang mengatakan ‘Isa adalah anak hasil zina.
Mereka semua akan mendapatkan kecelakaan yang besar karena di akhirat nanti mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Lafaz al ahzaab dalam surah Hud (11) ayat 17 dan surah Ar Ra’d (13) ayat 36 merujuk kepada kelompok orang yang tidak beriman kepada Al Qur’an.

Ketika menafsirkan surah Hud (11), ayat 17, Imam Ibnu Katsir berkata,
"Maksudnya adalah semua penduduk bumi yang mengenal Al Qur’an, namun mereka tidak mau mempercayainya baik mereka adalah orang musyrik, kafir, Ahli Kitab maupun keturunan anak Adam lainnya dari berbagai jenis warna kulit dan rupa."

Ketika mentafsirkan surah Ar Ra’d (13), ayat 36, beliau berkata,
"Diantara kelompok manusia ada yang mendustakan sebahagian wahyu yang turun kepadamu (Muhammad).
Imam Mujahid mengatakan mereka adalah sebahagian Yahudi dan Nasrani yang tidak mempercayai kebenaran yang datang kepadamu (Muhammad). Imam Qatadah dan Imam ‘Abdur aRahman bin Zaid bin Aslam juga berpendapat demikian" Dalam ayat itu ditegaskan, Allah berjanji memasukkan mereka ke dalam neraka.

Sedangkan al ahzaab dalam surah Al Ahzab (33), ayat 20, 22 dan surah Shad (38), ayat 11 maksudnya kelompok yang bersekutu untuk menyerang dan menghancurkan umat Islam sewaktu Perang Ahzab atau Khandaq.
Mereka begitu kuat dan jumlahnya banyak.
Mereka terdiri dari Bani Ghatafan yang dipimpin oleh Malik bin ‘Auf dan ‘Uyainah bin Hisan Al Fazari, Bani Asad yang dipimpin oleh Tulaihah bin Khuwailid; penduduk Makkah dan kaum Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, Yazid bin Khalf dan Al• A’war Al Sulami dan juga kaum Yahudi Bani Quraizah yang dipimpin oleh Hayi bin Akhtab.
Mereka semua mengepung bala tentara muslimin yang berada di Madinah dari berbagai arah.

Para sahabat yang kuat imannya menghadapi peperangan ini dengan penuh keyakinan, sedangkan orang munafik mencari alasan untuk menghindarkan diri dari peperangan.
Akhirnya, musuh Islam yang kuat dan banyak itu tidak berhasil karena Allah mengirim angin besar yang memporak poranda dan menghancurkan kekuatan mereka sehingga mereka pulang dengan hampa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:197-200

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

▪ Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 58:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah 58
Nama Surah Al Mujaadilah
Arab المجادلة
Arti Wanita yang mengajukan gugatan
Nama lain al-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 105
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 22
Jumlah kata 475
Jumlah huruf 2046
Surah sebelumnya Surah Al-Hadid
Surah selanjutnya Surah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

58:19, 58 19, 58-19, Surah Al Mujaadilah 19, Tafsir surat AlMujaadilah 19, Quran AlMujadilah 19, Al Mujadilah 19, Al-Mujadilah 19, Surah Al Mujadilah ayat 19

Video Surah

58:19


More Videos

Kandungan Surah Al Mujaadilah

۞ QS. 58:1 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 58:2 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 58:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Toleransi Islam

۞ QS. 58:4 • Toleransi Islam • Maksiat dan dosa

۞ QS. 58:5 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 58:6 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 58:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 58:8 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 58:9 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 58:10 • Kekuasaan Allah • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 58:11 • Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 58:12 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam •

۞ QS. 58:13 • Al Khabir (Maha Waspada) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 58:14 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 58:15 • Siksaan Allah sangat pedih • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:16 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:17 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:18 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:19 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Wali Allah dan wali syetan • Sifat orang munafik

۞ QS. 58:20 • Azab orang kafir

۞ QS. 58:21 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Hukum alam • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 58:22 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Wali Allah dan wali syetan

Ayat Pilihan

Masa (kejayaan & kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia,
agar mereka mendapat pelajaran. Semua itu dilakukan agar menjadi cobaan bagi orang Mukmin,
di samping agar Allah memberikan kelebihan kepada orang yang tegar imannya.
QS. Ali ‘Imran [3]: 140

Jika Allah menghendaki untuk membinasakan kalian,
niscaya Dia–karena kemahasempurnaan kekuasaan-Nya–akan melakukannya.
Lalu Dia menciptakan makhluk baru yang sesuai dengan kebijakan-Nya.
QS. Fatir [35]: 16

Bani lsrail berkata:
“Hai Musa.
buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”.
Musa menjawab:
“Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”.
QS. Al-A’raf [7]: 138

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran,
maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,
lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 280

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh ...

Correct! Wrong!

Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah ...

Correct! Wrong!

Takdir yang bisa diubah dinamakan ...

Correct! Wrong!

+

Array

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir ...

Correct! Wrong!

Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #22
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #22 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #22 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Kamus Istilah Islam

fidiah

Apa itu fidiah? fi.di.ah denda yang harus dibayar oleh seorang muslim karena meninggalkan puasa yang disebabkan oleh penyakit menahun, penyakit tua yang menimpa dirinya, dan sebagainya … •

Ayub `alaihis salam

Siapa itu Ayub `alaihis salam? Ayyub adalah seorang nabi yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan Kaum Amoria di Haran, Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1500 SM dan Namanya disebut...

Abasa

Apa itu Abasa? Surah ‘Abasa adalah surah ke-80 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat. Dinamakan ‘Abasa yang diambil dari kata ‘Abasa yang terda...