Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) - surah 58 ayat 18 [QS. 58:18]

یَوۡمَ یَبۡعَثُہُمُ اللّٰہُ جَمِیۡعًا فَیَحۡلِفُوۡنَ لَہٗ کَمَا یَحۡلِفُوۡنَ لَکُمۡ وَ یَحۡسَبُوۡنَ اَنَّہُمۡ عَلٰی شَیۡءٍ ؕ اَلَاۤ اِنَّہُمۡ ہُمُ الۡکٰذِبُوۡنَ
Yauma yab’atsuhumullahu jamii’an fayahlifuuna lahu kamaa yahlifuuna lakum wayahsabuuna annahum ‘ala syai-in alaa innahum humul kaadzibuun(a);
(Ingatlah) pada hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu;
dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat).
Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta.

―QS. Al Mujaadilah [58]: 18

Daftar isi

On the Day Allah will resurrect them all, and they will swear to Him as they swear to you and think that they are (standing) on something.
Unquestionably, it is they who are the liars.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 18]

يَوْمَ hari

(On the) Day
يَبْعَثُهُمُ membangkitkan mereka

Allah will raise them *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah will raise them *[meaning includes next or prev. word]
جَمِيعًا semuanya

all,
فَيَحْلِفُونَ lalu mereka bersumpah

then they will swear
لَهُۥ kepada-Nya

to Him
كَمَا sebagaimana

as
يَحْلِفُونَ mereka bersumpah

they swear
لَكُمْ bagi kalian

to you.
وَيَحْسَبُونَ dan mereka mengira

And they think
أَنَّهُمْ bahwasanya mereka

that they
عَلَىٰ atas

(are) on
شَىْءٍ sesuatu

something.
أَلَآ ketahuilah

No doubt!
إِنَّهُمْ sesungguhnya mereka

Indeed, they
هُمُ mereka

[they]
ٱلْكَٰذِبُونَ orang-orang pendusta

(are) the liars.

Tafsir Quran

Surah Al Mujaadilah
58:18

Tafsir QS. Al-Mujadilah (58) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang menyatakan bahwa harta dan anak-anak mereka dapat dipergunakan untuk menghindarkan diri dari azab Allah di akhirat, mereka juga berdusta di hadapan Allah ketika hari perhitungan nanti.
Mereka bersumpah bahwa mereka benar-benar termasuk orang-orang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah sewaktu mereka hidup di dunia, seakan-akan mereka dapat mengelabui Allah dengan pengakuan tersebut.

Mereka mengira bahwa dengan berdusta seperti itu, mereka akan dapat menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan kepada mereka.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa watak dan sifat seorang manusia selama hidup di dunia akan diperlihatkan Allah di akhirat.

Jika watak, sifat, dan tabiat mereka baik selama hidup di dunia, maka hal itu akan tampak baik di akhirat.
Sebaliknya jika watak, sifat, dan tabiat mereka jelek selama hidup di dunia, hal itu akan tampak jelek di akhirat.

Di dunia mereka masih dapat mengelabui mata manusia, sedangkan di akhirat, mereka langsung berhadapan dengan Allah yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.

Dalam ayat-ayat yang lain, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik di akhirat, yaitu:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ .

اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka,
"Janganlah berbuat kerusakan di bumi!"
Mereka menjawab,
"Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan."
Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.
(Al-Baqarah [2]: 11-12)

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari ketika Allah membangkitkan mereka semua dari kubur, dan mereka bersumpah bahwa dulu mereka beriman sebagaimana sekarang ini bersumpah di depan kalian.
Mereka mengira bahwa, dengan sumpah itu, mereka telah melakukan suatu kelicikan yang menguntungkan mereka.


Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka adalah golongan yang mencapai puncak kebohongan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Pada hari kiamat Allah akan membangkitkan mereka (orang-orang munafik) semua dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan hidup.
Ketika dibangkitkan, mereka pun bersumpah bahwa mereka adalah orang-orang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah pada kalianwahai orang-orang berimanketika di dunia.


Mereka mengira bahwa hal tersebut dapat bermanfaat di sisi Allah, sebagaimana mereka mendapat manfaat dari orang-orang beriman ketika di dunia.
Maka ketahuilah, bahwa mereka benar-benar melampaui batas dalam kedustaan dari pada kaum yang lain.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Ingatlah


(hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu mereka bersumpah kepada-Nya) bahwasanya mereka adalah orang-orang yang beriman


(sebagaimana mereka bersumpah kepada kalian, dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh sesuatu) manfaat dari sumpah mereka di akhirat itu sebagaimana sumpah mereka di dunia.


(Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

(Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 18)

Yakni Allah menghimpunkan mereka semuanya di hari kiamat tanpa ada seorang pun yang tertinggal.

lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu;
dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat).
(QS. Al-Mujadilah [58]: 18)

Mereka bersumpah kepada Allah subhanahu wa ta’ala bahwasanya diri mereka benar berada pada jalan petunjuk dan istiqamah, sebagaimana sumpah mereka kepada manusia ketika di dunia.
Karena sesungguhnya barang siapa yang hidup dengan berpegangan pada sesuatu, maka matinya pun ia berpegang pada sesuatu itu;
begitu pula saat ia dibangkitkan.
Mereka mengira bahwa hal tersebut dapat memberi manfaat bagi mereka di sisi Allah, sebagaimana dapat memberi manfaat bagi mereka di mata manusia.
Mereka hanya berpegang kepada hal-hal yang lahiriah.
Karena itulah dafam firman berikutnya disebutkan:

dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat).
(QS. Al-Mujadilah [58]: 18)

Yakni sumpah mereka yang demikian itu kepada Tuhan mereka dapat memberi suatu manfaat bagi diri mereka.
Maka dalam firman berikutnya dugaan mereka itu dibantah oleh firman-Nya:

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 18)

Kalimat berita ini menguatkan bahwa mereka benar-benar dusta dalam sumpahnya itu.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Nafil, telah menceritakan kepada kami Zuhair, dari Sammak ibnu Harb, telah menceritakan kepadaku Sa’id ibnu Jubair, bahwa Ibnu Abbas pernah bercerita kepadanya bahwa Nabi ﷺ ketika berada di bawah naungan salah satu dari rumahnya, yang saat itu di hadapan beliau ﷺ terdapat beberapa orang muslim, sedangkan bayangan rumah telah surut dari mereka, maka Nabi ﷺ bersabda:
Sesungguhnya akan datang kepada kamu seorang manusia yang melihat dengan kedua mata setan.
Maka apabila dia datang kepadamu, janganlah kamu berbicara dengannya.
Tidak lama kemudian datanglah seorang lelaki yang bermata biru, lalu Rasulullah ﷺ memanggilnya dan mengajaknya bicara seraya bertanya,
"Mengapa kamu mencaci aku dan juga si Fulan dan si Fulan,"
dengan menyebut nama beberapa orang lainnya.
Lalu lelaki itu pergi dan memanggil mereka yang disebutkan namanya oleh Nabi ﷺ, kemudian mereka datang dan bersumpah kepada Nabi ﷺ serta meminta maaf kepadanya.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu;
dan mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka akan memperoleh suatu (manfaat).
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 18)

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad melalui dua jalur dari Sammak dengan sanad yang sama.


Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Muhammad ibnul Musanna, dari Gundar, dari Syu’bah, dari Sammak dengan sanad dan lafaz yang semisal.


Ibnu Jarir telah mengetengahkannya pula melalui hadis Sufyan As-Sauri, dari Sammak dengan lafaz yang semisal, sanadnya jayyid, tetapi mereka (Ahlus Sunan) tidak ada yang mengetengahkannya.

Keadaan mereka sama dengan apa yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala mengenai perihal orang-orang musyrik melalui firman-Nya:

Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan,
"Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah."
Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta terhadap diri mereka sendiri dan hilanglah dari mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.
(QS. Al-An’am [6]: 23-24)

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

▪ Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 18 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 18 - Gambar 2
Statistik QS. 58:18
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah 58
Nama Surah Al Mujaadilah
Arab المجادلة
Arti Wanita yang mengajukan gugatan
Nama lain al-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 105
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 22
Jumlah kata 475
Jumlah huruf 2046
Surah sebelumnya Surah Al-Hadid
Surah selanjutnya Surah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

58:18, 58 18, 58-18, Surah Al Mujaadilah 18, Tafsir surat AlMujaadilah 18, Quran AlMujadilah 18, Al Mujadilah 18, Al-Mujadilah 18, Surah Al Mujadilah ayat 18

Video Surah

58:18


More Videos

Kandungan Surah Al Mujaadilah

۞ QS. 58:1 • Sifat Sama’ (mendengar) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 58:2 • Ampunan Allah yang luas • Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 58:3 • Keluasan ilmu Allah • Al Khabir (Maha Waspada) • Toleransi Islam

۞ QS. 58:4 • Toleransi Islam • Maksiat dan dosa

۞ QS. 58:5 • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 58:6 • Al Syahid (Maha Menyaksikan) • Manusia dibangkitkan dari kubur • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 58:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 58:8 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 58:9 • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 58:10 • Kekuasaan Allah • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 58:11 • Al Khabir (Maha Waspada) • Menghitung amal kebaikan • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 58:12 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam •

۞ QS. 58:13 • Al Khabir (Maha Waspada) • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 58:14 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 58:15 • Siksaan Allah sangat pedih • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:16 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:17 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:18 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 58:19 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha jin untuk melalaikan manusia dalam beribadah • Syetan menyesatkan dan menghinakan manusia • Wali Allah dan wali syetan • Sifat orang munafik

۞ QS. 58:20 • Azab orang kafir

۞ QS. 58:21 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Hukum alam • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Penentuan takdir sebelum penciptaan

۞ QS. 58:22 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Wali Allah dan wali syetan

Ayat Pilihan

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian,
sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri,
padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)?
Maka tidaklah kamu berpikir?
QS. Al-Baqarah [2]: 44

Ya’qub menjawab:
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan & kesedihanku,
dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”.
QS. Yusuf [12]: 86

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki & menyempitkannya,
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
QS. Al-Isra’ [17]: 30

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 48

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

+

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus Istilah Islam

ibadah sunah

Apa itu ibadah sunah? ibadah yang tidak diwajibkan, jika dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa, seperti puasa pada hari Senin dan Kamis … •

ketaatan

Apa itu ketaatan? ke.ta.at.an kepatuhan; kesetiaan; kesalehan; Huk fungsi untuk tidak membahayakan atau mengganggu kedamaian atau keadilan … • taat

Ibnu Abi Hatim

Siapa itu Ibnu Abi Hatim? Ibnu Abi Hatim adalah seorang ahli hadits yang telah mencurahkan sebagian besar waktunya untuk mengkaji hadits Nabi; melakukan perjalanan mencari hadits ke berbagai negeri k...