Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 14 [QS. 58:14]

اَلَمۡ تَرَ اِلَی الَّذِیۡنَ تَوَلَّوۡا قَوۡمًا غَضِبَ اللّٰہُ عَلَیۡہِمۡ ؕ مَا ہُمۡ مِّنۡکُمۡ وَ لَا مِنۡہُمۡ ۙ وَ یَحۡلِفُوۡنَ عَلَی الۡکَذِبِ وَ ہُمۡ یَعۡلَمُوۡنَ
Alam tara ilaal-ladziina tawallau qauman ghadhiballahu ‘alaihim maa hum minkum walaa minhum wayahlifuuna ‘alal kadzibi wahum ya’lamuun(a);
Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat?
Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka.
Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya.

―QS. Al Mujaadilah [58]: 14

Have you not considered those who make allies of a people with whom Allah has become angry?
They are neither of you nor of them, and they swear to untruth while they know (they are lying).
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 14]

أَلَمْ tidakkah

Do not
تَرَ kamu perhatikan

you see
إِلَى kepada

[to]
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
تَوَلَّوْا۟ (mereka) menjadikan pemimpin

take as allies
قَوْمًا kaum

a people,
غَضِبَ memurkai

wrath
ٱللَّهُ Allah

(of) Allah
عَلَيْهِم atas mereka

(is) upon them?
مَّا tidak

They (are) not *[meaning includes next or prev. word]
هُم mereka

They (are) not *[meaning includes next or prev. word]
مِّنكُمْ dari kamu

of you
وَلَا dan tidak

and not
مِنْهُمْ dari mereka

of them,
وَيَحْلِفُونَ dan mereka bersumpah

and they swear
عَلَى atas

to
ٱلْكَذِبِ kebohongan

the lie
وَهُمْ dan mereka

while they
يَعْلَمُونَ mereka mengetahui

know.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mujaadilah
58:14

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Allah memerintahkan kaum Muslimin agar memperhatikan dengan seksama orang-orang munafik yang menjadikan orang-orang Yahudi sebagai teman setia mereka, dan mereka menyampaikan kepada orang-orang Yahudi rahasia-rahasia yang sering mereka dengarkan dari Nabi ﷺ dan kaum Muslimin.
Bila bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka menyatakan keimanan mereka, serta berjanji akan ikut berdakwah dan berjuang menegakkan kalimat Allah.

Akan tetapi, bila mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi, mereka menggambarkan kejelekan kaum Muslimin dan berjanji bersama-sama akan menghancurkan Islam dan kaum Muslimin.
Firman Allah:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَّقُوْلُ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ وَبِالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ .

يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَمَا يَخْدَعُوْنَ اِلَّآ اَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ .
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Dan di antara manusia ada yang berkata,
"Kami beriman kepada Allah dan hari akhir,"
padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.

Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu;
dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.
(al-Baqarah [2]: 8-10)


Menurut riwayat Ahmad dan al-hakim yang diterima dari as-Suddi dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan ‘Abdullah bin Nabtal, seorang munafik yang sering menyampaikan rahasia-rahasia kaum Muslimin kepada orang-orang Yahudi.
Pada suatu hari, Rasulullah sedang duduk di rumahnya, kemudian beliau menyampaikan kepada para sahabat yang duduk di sekitar beliau,
"Akan datang ke tempatmu ini seorang yang pandangannya seperti pandangan setan.

Jika ia datang nanti, janganlah kalian berbicara dengannya."
Tidak berapa lama kemudian, datanglah seseorang, yaitu ‘Abdullah bin Nabtal, dan Rasulullah berkata kepadanya,
"Mengapa kamu beserta teman-teman kamu itu mencaci-makiku dan sahabat-sahabatku?"
Orang itu menjawab,
"Akan aku panggil sahabat-sahabatku untuk membuktikan ketidakbenaran tuduhan itu.
"
Setelah ia dan teman-temannya sampai di hadapan Rasulullah ﷺ, mereka bersumpah dengan menyebut nama Allah, bahwa mereka semua tidak pernah melakukan seperti apa yang dituduhkan itu.



Allah menegaskan bahwa orang-orang munafik bukanlah orang mukmin yang benar, sebagaimana pengakuan mereka.
Mereka mengaku beriman semata-mata untuk mengambil hati orang-orang yang beriman saja, dan menjaga hubungan baik dengan mereka.
Orang-orang munafik itu juga tidak termasuk golongan Yahudi yang benar.
Mereka mengaku Yahudi semata-mata untuk mengambil hati orang-orang Yahudi, sehingga memperoleh perlindungan dari mereka.
Dengan cara bermuka dua itu, mereka menduga akan dapat menghindarkan diri dari peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dan orang-orang kafir, termasuk di dalamnya orang Yahudi.
Allah ﷻ berfirman:

مُّذَبْذَبِيْنَ بَيْنَ ذٰلِكَ لَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَلَآ اِلٰى هٰٓؤُلَاۤءِ وَمَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهٗ سَبِيْلًا

Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir).
Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
(an-Nisa’ [4]: 143)


Diterangkan bahwa orang-orang munafik itu tidak segan-segan bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk meyakinkan orang-orang yang beriman dan menyatakan bahwa mereka benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Demikian pula bila mereka bertemu dengan orang-orang Yahudi, mereka bersumpah pula bahwa mereka adalah teman setia dan berjanji akan saling membantu dalam menghadapi orang-orang Islam.
Orang-orang munafik itu mengetahui benar bahwa perbuatan mereka itu adalah tidak baik dan terlarang.

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasulullah, apakah kamu tidak melihat kepada orang-orang munafik yang menjadikan bangsa yang dimurkai Allah sebagai teman?
Mereka yang menjadikan teman itu bukan bagian dari kalian dan bukan pula bagian dari mereka yang dijadikan teman.
Mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongannya, padahal mereka benar-benar tahu bahwa mereka adalah pembohong.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apakah kalian tidak melihat orang-orang munafik itu menjadikan orang Yahudi sebagai teman dan pemimpin mereka?
Sesungguhnya orang-orang munafik itu pada hakikatnya bukanlah bagian dari kaum muslimin bukan pula bagian dari orang-orang Yahudi.
Mereka bersumpah dengan sumpah palsu bahwasanya mereka adalah Muslim dan engkau (Muhammad) adalah utusan Allah.


Mereka sendiri mengetahui bahwa mereka telah berdusta dengan sumpahnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidakkah kamu perhatikan) tidakkah kamu melihat


(orang-orang yang menjadikan teman) mereka adalah kaum munafik


(suatu kaum) yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi


(yang dimurkai Allah?
Orang-orang itu bukan) yakni orang-orang munafik itu bukan


(dari golongan kalian) orang-orang mukmin


(dan bukan pula dari golongan mereka) bukan dari kalangan orang-orang Yahudi akan tetapi mereka adalah orang-orang yang bermuka dua.


(Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan) yakni perkataan mereka bahwa sesungguhnya mereka adalah orang-orang beriman


(sedang mereka mengetahui) bahwa dalam hal ini mereka berdusta belaka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengingkari orang-orang munafik karena mereka membantu orang-orang kafir dalam batinnya, padahal dalam waktu yang sama mereka tidak bersama;sama dengan orang-orang kafir, juga tidak bersama-sama dengan kaum mukmin.
Sebagaimana yang diterangkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman dan kafir);
tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir).
Barang siapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 143)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman?
(QS. Al-Mujadilah [58]: 14)

Yakni orang-orang Yahudi yang munafik bersekongkol dan memihak kepada mereka dalam batinnya.
Kemudian disebutkan dalam firman berikutnya:

Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 14)

Artinya, orang-orang munafik itu pada hakikatnya bukan dari kalangan kamu, hai orang-orang mukmin;
bukan pula dari kalangan orang-orang yang di pihak oleh mereka, yakni orang-orang Yahudi.
Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedangkan mereka mengetahui.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 14)

Orang-orang munafik itu bersumpah dengan dusta, sedangkan mereka mengetahui bahwa sumpah yang mereka lakukan itu dusta belaka, yang dikenal dengan yaminul gamus.
Hal ini merupakan kebiasaan mereka yang terkutuk, na’uzu billah.
Karena sesungguhnya apabila bersua dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan,
"Kami beriman."
Dan apabila datang kepada Rasul, mereka bersumpah kepadanya dengan nama Allah bahwa diri mereka beriman.
Padahal mereka mengetahui dalam dirinya bahwa sumpah yang mereka lakukan itu hanyalah dusta belaka, karena mereka tidak meyakini kebenaran dari apa yang mereka katakan, sekalipun secara lahiriahnya dibenarkan.
Karena itulah maka Allah menyaksikan kedustaan sumpah dan persaksian mereka terhadap hal tersebut.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Mujaadilah (58) Ayat 14

Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim –disahihkan oleh al-Hakim-, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah berteduh di samping rumahnya, sampai tempat itu hampir tidak teduh lagi (karena lamanya), bersabdalah beliau kepada orang-orang yang berada di sekitarnya: “Akan datang kepadamu seorang manusia yang pandangannya seperti setan.Apabila ia datang kepadamu, janganlah kalian bercakap-cakap dengannya.” Tiada berapa lama datanglah seorang yang bermata biru lagi pecak.

Orang itu dipanggil oleh Rasulullah.
Seraya bersabda: “Mengapa engkau dan teman-temanmu mencaci maki aku ?” Orang itu menjawab:
“Baiklah akan kupanggil mereka.” Tak lama kemudian dia kembali bersama kawan-kawannya.
Merekapun bersumpah di hadapan Rasulullah ﷺ bahwa mereka tidak berkata dan tidak berbuat apa-apa.
Ayat ini (al-Mujadalah: 18) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan sifat-sifat pandangan setan itu.

Orang yang pandangannya seperti setan itu bernama ‘Abdullah bin Nabtal, seorang munafik yang pernah menyampaikan berita-berita penting, yang seharusnya dirahasiakan, kepada orang-orang Yahudi.
Menurut riwayat as-Suddi, dialah yang dimaksud dengan berpandangan setan itu (al-Qurthubi, jus xvii, hal 304)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa ayat a lam taro ilal-ladziina tawallau qouman ghadliballohu ‘alaihim… (tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman..) (al-Mujadalah: 14) turun berkenaan dengan ‘Abdullah bin Nabtal.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 58:14
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah58
Nama SurahAl Mujaadilah
Arabالمجادلة
ArtiWanita yang mengajukan gugatan
Nama lainal-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu105
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat22
Jumlah kata475
Jumlah huruf2046
Surah sebelumnyaSurah Al-Hadid
Surah selanjutnyaSurah Al-Hasyr
Sending
User Review
4.7 (15 votes)
Tags:

58:14, 58 14, 58-14, Surah Al Mujaadilah 14, Tafsir surat AlMujaadilah 14, Quran AlMujadilah 14, Al Mujadilah 14, Al-Mujadilah 14, Surah Al Mujadilah ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 32 [QS. 20:32]

29-32. Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringank … 20:32, 20 32, 20-32, Surah Thaa Haa 32, Tafsir surat ThaaHaa 32, Quran Thoha 32, Thaha 32, Ta Ha 32, Surah Toha ayat 32

QS. Al Baqarah (Sapi Betina) – surah 2 ayat 62 [QS. 2:62]

Ayat ini menunjukkan betapa Allah Maha Pengampun lagi Maha Pemberi rahmat bagi semua manusia, karena sesungguhnya orang-orang yang beriman, yaitu umat Nabi Muhammad, orang-orang Yahudi yang merupakan … 2:62, 2 62, 2-62, Surah Al Baqarah 62, Tafsir surat AlBaqarah 62, Quran Al-Baqarah 62, Surah Al Baqarah ayat 62

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

Surah Al-Insyirah terdiri dari ... ayat.

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

a lam nasyraḥ laka ṣadrak

'Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?'
--QS. Al-Insyirah [94] : 1

+

Array

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha.

وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ

Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ

wa waḍa'nā 'angka wizrak

'dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,'
--QS. Al-Insyirah [94] : 2

Pendidikan Agama Islam #25
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #25 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #25 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia tahu cara mencari rezeki agar manusia selamat dunia dan

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Tidak ada seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki dari siku ke lutut seluruh tubuh kecuali

Pendidikan Agama Islam #7

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah .. Sunnah UUD 1945 Ijtihad Qiyas Alquran Benar! Kurang tepat! Hukum yang mengatur hubungan

Instagram