Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Mujaadilah (Wanita yang mengajukan gugatan) – surah 58 ayat 1 [QS. 58:1]

قَدۡ سَمِعَ اللّٰہُ قَوۡلَ الَّتِیۡ تُجَادِلُکَ فِیۡ زَوۡجِہَا وَ تَشۡتَکِیۡۤ اِلَی اللّٰہِ ٭ۖ وَ اللّٰہُ یَسۡمَعُ تَحَاوُرَکُمَا ؕ اِنَّ اللّٰہَ سَمِیۡعٌۢ بَصِیۡرٌ
Qad sami’allahu qaulallatii tujaadiluka fii zaujihaa watasytakii ilallahi wallahu yasma’u tahaawurakumaa innallaha samii’un bashiirun;
Sungguh, Allah telah mendengar ucapan perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu berdua.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
―QS. Al Mujaadilah [58]: 1

Certainly has Allah heard the speech of the one who argues with you, (O Muhammad), concerning her husband and directs her complaint to Allah.
And Allah hears your dialogue;
indeed, Allah is Hearing and Seeing.
― Chapter 58. Surah Al Mujaadilah [verse 1]

قَدْ sesungguhnya

Indeed,
سَمِعَ mendengar

Allah has heard *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah has heard *[meaning includes next or prev. word]
قَوْلَ perkataan

(the) speech
ٱلَّتِى yang (wanita)

(of one) who
تُجَٰدِلُكَ ia mengajukan gugatan kepadamu

disputes with you
فِى pada/tentang

concerning
زَوْجِهَا suaminya/pasangannya

her husband
وَتَشْتَكِىٓ dan ia mengadukan

and she directs her complaint
إِلَى kepada

to
ٱللَّهِ Allah

Allah.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
يَسْمَعُ mendengar

hears
تَحَاوُرَكُمَآ soal jawab kamu berdua

(the) dialogue of both of you.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱللَّهَ Allah

Allah
سَمِيعٌۢ Maha Mendengar

(is) All-Hearer,
بَصِيرٌ Maha Melihat

All-Seer.

Tafsir

Alquran

Surah Al Mujaadilah
58:1

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 1. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menerima gugatan seorang perempuan yang diajukan kepada Rasulullah ﷺ tentang tindakan suaminya.
Ia merasa dirugikan oleh suaminya itu, karena dizihar yang berakibat hidupnya akan terkatung-katung.

Allah telah mendengar pula tanya jawab yang terjadi antara istri yang menggugat dengan Rasulullah ﷺ.
Oleh karena itu, Allah menurunkan hukum yang dapat menghilangkan kekhawatiran istri itu.


Zihar adalah ucapan suami kepada istrinya,
"Anti ‘alayya ka dhahri ummi (Engkau menurutku haram aku campuri, seperti aku haram mencampuri ibuku)."
Zihar termasuk hukum Arab Jahiliah yang kemudian dinyatakan berlaku di kalangan umat Islam dengan turunnya ayat ini.

Akan tetapi, hukumnya telah berubah sedemikian rupa sehingga telah hilang unsur-unsur yang dapat merugikan pihak istri.


Menurut hukum Arab Jahiliah, bila seorang suami menzihar istrinya maka sejak itu istrinya haram dicampurinya.

Maka sejak itu pula istrinya hidup dalam keadaan terkatung-katung.
Setelah zihar, perkawinannya dengan suaminya belum putus, tetapi ia tidak boleh dicampuri lagi oleh suaminya.

Biasanya istri yang dizihar tidak lagi diberi nafkah oleh suaminya, dan untuk kawin dengan orang lain terhalang oleh masih adanya ikatan perkawinan dengan suaminya.


Zihar dilakukan suami kepada istri di zaman Arab Jahiliah biasanya karena suami tidak mencintai istrinya lagi atau karena marah kepada istrinya, tetapi ia bermaksud mengikat istrinya.

Perbuatan yang demikian biasa di zaman Arab Jahiliah karena memandang rendah derajat perempuan.
Sedangkan agama Islam menyamakan derajat perempuan dengan pria.

Tafsir QS. Al Mujaadilah (58) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah benar-benar telah mendengar wanita yang mendebatmu tentang hal ihwal suaminya yang menjatuhkan sumpah zihar kepadanya dan mengeluhkannya kepada Allah.
Allah mendengar perkataan yang kalian berdua perdebatkan.


Pendengaran-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu yang mungkin didengar dan penglihatan-Nya meliputi segala sesuatu yang mungkin terlihat.


Latar belakang turunnya ayat ini adalah sebuah kasus yang mengisahkan bahwa Aws ibn al-Shamit suatu ketika memarahi istrinya, Khawlah bint Tsa’labah.


Kepada sang istri, Aws berkata,
"Bagiku, punggungmu seperti punggung ibuku."
Pada zaman jahiliah, ungkapan seperti itu mengandung makna majas (metaforis) yang berarti bahwa istri tidak lagi halal untuk digauli.


Khawlah mengadukan hal itu kepada Rasulullah ﷺ.
yang kemudian menanggapinya dengan bersabda,
"Aku tidak mendapat perintah apa-apa mengenai persoalanmu itu.


Menurutku kamu telah haram untuk digauli suamimu."
Khawlah pun mendebat Rasulullah dan mengadukan perkaranya kepada Allah karena didorong oleh rasa takut berpisah dengan suami dan takut kehilangan anak.


Kemudian turunlah ayat ini bersama tiga ayat berikutnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sungguh Allah telah mendengar ucapan Khaulah binti Tsa’labah yang mengajukan gugatan kepadamu tentang suaminya yang bernama Aus bin Shamit, orang yang telah melakukan zihar kepadanya, yaitu ketika dia berucap kepada Khaulah, “Kamu seperti punggung ibuku,"
yaitu dari sisi haramnya menikah.
Khaulah juga mengadukan hal yang sama kepada Allah guna mencari jalan keluar.


Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui pembicaraan dan pengajuan gugatan kalian berdua, Allah Maha Mengetahui segala ucapan, Maha Melihat segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengawasan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu) yakni seorang wanita yang melapor kepadamu, hai nabi


(tentang suaminya) yang telah mengucapkan kata-kata zihar kepadanya.
Suami wanita itu berkata kepadanya,
"Kamu menurutku bagaikan punggung ibuku."
Lalu wanita itu menanyakan hal tersebut kepada Nabi ﷺ, maka beliau menjawab bahwa dia haram atas suaminya.
Hal ini sesuai dengan tradisi yang berlaku di kalangan mereka, bahwa zihar itu akibatnya adalah perpisahan untuk selama-lamanya.
Wanita yang dimaksud bernama Khaulah binti Tsa’labah, sedangkan suaminya bernama Aus bin Shamit


(dan mengadukan halnya kepada Allah) yakni tentang keadaannya yang tidak mempunyai orang tua dan famili yang terdekat, serta keadaan ekonominya yang serba kekurangan, di samping itu ia menanggung beban anak-anaknya yang masih kecil-kecil, apabila anak-anaknya dibawa oleh suaminya, niscaya mereka akan tersia-sia dan tak terurus lagi keadaannya tetapi apabila anak-anak itu di bawah pemeliharaannya, niscaya mereka akan kelaparan.


(Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua) dialog kamu berdua.


(Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat) artinya Maha Mengetahui.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A’masy, dari Tamim ibnu Salamah, dari Urwah, dari Aisyah yang mengatakan,
"Segala puji bagi Allah yang pendengaran-Nya mencakup semua suara, sesungguhnya telah datang kepada Nabi ﷺ seorang wanita yang mengajukan gugatan, lalu wanita itu berbicara kepada Nabi ﷺ, sedangkan aku berada di salah satu ruangan di dalam rumah, aku tidak dapat mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 1), hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Kitabut Tauhid-nya secara ta’liq, dia mengatakan bahwa Al-A’masy telah meriwayatkan dari Tamim ibnu Salamah, dari Urwah, dari Aisyah, lalu disebutkan hal yang sama.
Imam Nasai, Ibnu Majah, Ibnu Abu Hatim, dan Ibnu Jarir telah mengetengahkan hadis ini melalui berbagai jalur dari Al-A’masy dengan sanad yang sama.


Menurut riwayat Ibnu Abu Hatim dari Al-A’masy, dari Tamim ibnu Salamah, dari Urwah, dari Aisyah, disebutkan bahwa ia pernah berkata,
"Mahasuci Tuhan Yang pendengaran-Nya meliputi segala sesuatu, sesungguhnya aku benar-benar mendengar suara pembicaraan Khaulah binti Sa’labah, tetapi sebagiannya tidak dapat kudengar, yaitu saat dia mengadukan perihal suaminya kepada Rasulullah ﷺ Dia mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, suamiku telah makan hartaku dan mengisap masa mudaku, serta kubentangkan perutku untuknya, hingga manakala usiaku telah menua dan aku tidak dapat beranak lagi, tiba-tiba dia melakukan zihar terhadapku.
Ya Allah, aku mengadu kepada Engkau masalah yang menimpaku ini’."
Siti Aisyah r.a. melanjutkan kisahnya, bahwa sebelum Khaulah bangkit pulang, Jibril turun dengan membawa ayat ini, yaitu:
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 1)

Siti Aisyah r.a. mengatakan bahwa suami Khaulah adalah Aus ibnus Samit.

Ibnu Lahi’ah telah meriwayatkan dari Abul Aswad, dari Urwah ibnus Samit, bahwa Aus adalah seorang lelaki yang emosional.
Tersebutlah bahwa apabila emosinya memuncak, maka ia men-zihar istrinya.
Jika emosinya telah reda, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun (terhadap istrinya).
Maka istrinya datang menghadap Rasulullah ﷺ, meminta fatwa tentang masalahnya itu dan mengadu kepada Allah subhanahu wa ta’ala Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Sungguh, Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah.
(QS. Al-Mujadilah [58]: 1), hingga akhir ayat.

Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya bahwa pernah ada seorang lelaki yang pemarah, lalu disebutkan seperti hadis di atas.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail alias Abu Salamah, telah menceritakan kepada kami Jarir ibnu Hazm yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Yazid menceritakan hadis berikut, bahwa pernah ada seorang wanita bersua dengan Umar, wanita itu dikenal dengan nama Khaulah binti Sa’labah, sedangkan Umar saat itu sedang berjalan dengan orang-orang banyak.
Lalu wanita itu meminta agar Umar berhenti.
Maka Umar berhenti dan mendekatinya, kemudian mendengar apa yang dikatakannya dengan mendekatkan kepalanya dan meletakkan kedua tangannya ke pundak wanita itu, hingga wanita itu selesai dari keperluannya, lalu pergi.
Maka ada seorang lelaki berkata kepada Umar,
"Wahai Amirul Mu’minin, teganya engkau menahan banyak lelaki dari Quraisy demi nenek-nenek ini."
Umar menjawab,
"Celakalah kamu, tahukah kamu siapakah wanita ini?"
Lelaki itu menjawab,
"Tidak."
Umar berkata,
"Wanita inilah yang pengaduannya didengar oleh Allah dari atas langit yang ketujuh, wanita ini adalah Khaulah binti Sa’labah.
Demi Allah, seandainya dia tidak pergi dariku sampai malam hari, aku tidak akan pergi meninggalkannya hingga ia selesai dari keperluannya;
terkecuali bila datang waktu salat, maka aku kerjakan salatku lebih dahulu kemudian kembali lagi kepadanya, hingga ia menyelesaikan keperluannya dariku."

Sanad hadis ini munqati’ antara Abu Yazid dan Umar ibnul Khattab.


Telah diriwayatkan pula hadis ini melalui jalur lain.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami Ya’la, telah menceritakan kepada kami Zakaria, dari Amir yang mengatakan bahwa wanita yang memajukan gugatan tentang suaminya adalah Khaulah bintis Samit, ibunya bernama Mu’azah yang berkenaan dengannya Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:


Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedangkan mereka sendiri mengingini kesucian.
(QS. An-Nuur [24]: 33)

Yang benar adalah Khaulah binti Sa’labah, istri Aus ibnus Samit.

Unsur Pokok Surah Al Mujaadilah (المجادلة)

Surat Al-Mujadilah terdiri atas 22 ayat, termasuk golongan surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-Munafiqun.

Surat ini dinamai "Al Mujaadilah (wanita yang mengajukan gugatan) karena pada awal surat ini disebutkan bantahan seorang perempuan, menurut riwayat bemama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah ﷺ dan dia menuntut supaya beliau memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.

Dinamai juga surah "Al Mujaadalah" yang berarti "perbantahan".

Keimanan:

Hukum zhihar dan sangsi-sangsi bagi orang yang melakukannya bila ia menarik kembali perkataannya.
▪ Larangan menjadikan musuh Allah sebagai teman.

Lain-lain:

▪ Menjaga adab sopan santun dalam suatu majlis pertemuan.
Adab sopan santun terhadap Rasulullah ﷺ

Ayat-ayat dalam Surah Al Mujaadilah (22 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 22 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Mujaadilah (58) : 1-22 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 22

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Mujaadilah ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Mujaadilah ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 58:1
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Mujaadilah.

Surah Al-Mujadilah (Arab: المجادلة, “Wanita Yang Mengajukan Gugatan”) adalah surah ke-58 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 22 ayat.
Dinamakan Al-Mujadilah yang berarti wanita yang mengajukan gugatan karena pada awal surah ini disebutkan bantahan seorang perempuan yang menurut riwayat bernama Khaulah binti Tsa’labah terhadap sikap suaminya yang telah menzhiharnya.
Hal ini diadukan kepada Rasulullah dan ia menuntut supaya dia memberikan putusan yang adil dalam persoalan itu.
Dinamai juga Al-Mujadalah yang berarti Perbantahan.

Surah ini mempunyai ciri berbeda dari surah lain dalam Alquran.
Dalam setiap ayat dalam surah ini, selalu terdapat lafaz Jalallah (lafaz ALLAH).
Ada dalam satu ayat hanya terdiri dari satu lafaz, ada yang dua, atau tiga, dan bahkan ada yang lima lafaz, seperti pada ayat 22 dalam surah ini.

Nomor Surah58
Nama SurahAl Mujaadilah
Arabالمجادلة
ArtiWanita yang mengajukan gugatan
Nama lainal-Mujadalah (Perbantahan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu105
JuzJuz 28
Jumlah ruku’3 ruku’
Jumlah ayat22
Jumlah kata475
Jumlah huruf2046
Surah sebelumnyaSurah Al-Hadid
Surah selanjutnyaSurah Al-Hasyr
Sending
User Review
4 (1 vote)
Tags:

58:1, 58 1, 58-1, Surah Al Mujaadilah 1, Tafsir surat AlMujaadilah 1, Quran AlMujadilah 1, Al Mujadilah 1, Al-Mujadilah 1, Surah Al Mujadilah ayat 1

▪ qs al-mujaadilah 58:1
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Naml (Semut) – surah 27 ayat 61 [QS. 27:61]

61. Tanyakan kepada mereka, “Bukankah Dia yang telah menjadikan bumi datar, mantap dan tidak bergoncang sehingga layak sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yaitu an … 27:61, 27 61, 27-61, Surah An Naml 61, Tafsir surat AnNaml 61, Quran An-Naml 61, Surah An Naml ayat 61

QS. Ash Shaff (Satu barisan) – surah 61 ayat 11 [QS. 61:11]

11. Bisnis yang menyelamatkan manusia dari azab itu adalah kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dengan mantap dan kokoh dan berjihad di jalan Allah, yaitu berusaha sekuat tenaga untuk mengharumkan … 61:11, 61 11, 61-11, Surah Ash Shaff 11, Tafsir surat AshShaff 11, Quran AshShaff 11, As-Saff 11, As Saff 11, Surah Ash Shaf ayat 11

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Pertempuran Badar (غزوة بدر, / gazwah badr‎), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Ramadan 2 H (13 Maret 624).
Pasukan kecil kaum Muslim yang berjumlah 313 orang bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Setelah bertempur habis-habisan sekitar dua jam, pasukan Muslim menghancurkan barisan pertahanan pasukan Quraisy, yang kemudian mundur dalam kekacauan.

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
'Pakailah pakaian putih karena pakaian seperti itu lebih bersih dan lebih baik. Dan kafanilah pula mayit dengan kain putih.'
(HR. An Nasai no. 5324, hadits shahih)

+

Array

Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
== Cuka ==
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi, telah mengabarkan kepadaku Yahya bin Hassan telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Hisyam bin 'Urwah dari Bapaknya dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sebaik-baik lauk pauk adalah cuka.' (HR. Muslim, No: 3823).

== Labu ==
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Muhammad bin Ja'far dan diriwayatkan pula oleh 'Abdurrahman bin Mahdi, keduanya menerima dari Syu'bah dari Qatabah yang bersumber dari Anas bin Malik r.a. menyebutkan 'Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menggemari labu. Maka (pada suatu hari) beliau diberi makanan itu atau diundang untuk makan makanan itu (labu). Aku pun mengikutinya, maka makanan itu (labu) kuletakkan dihadapannya, karena aku tahu beliau menggemarinya.'

Sabda Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya ... kali."

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.'
(HR. Muslim, no. 408)

Pendidikan Agama Islam #13
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #13 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #13 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #16

Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat

Pendidikan Agama Islam #8

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali … Hadits Syaz Hadits Mursal Hadits Daif Hadits Daif wa Mursal Hadits Mu’allaq Benar!

Pendidikan Agama Islam #13

Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? Uhud Hunain Perang Salib Khandaq Badar Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Pertempuran Badar

Instagram