QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 7 [QS. 74:7]

وَ لِرَبِّکَ فَاصۡبِرۡ ؕ
Walirabbika faashbir;

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.
―QS. 74:7
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal
74:7, 74 7, 74-7, Al Muddatstsir 7, AlMuddatstsir 7, Al-Mudatsir 7, Al-Muddatstsir 7, Al Mudasir 7, Al-Muddassir 7

Tafsir surah Al Muddatstsir (74) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memerintahkan supaya Nabi Muhammad bersikap sabar, karena dalam berbuat taat itu pasti banyak rintangan dan cobaan yang dihadapi.
Apalagi dalam berjihad untuk menyampaikan risalah Islam.

Sabar dalam ayat ini juga berarti tabah menderita karena disiksa atau disakiti karena apa yang disampaikan itu tidak disenangi orang.
Bagi seorang dai, ayat ini berarti bahwa ia harus dapat menahan diri dan menekan perasaan ketika misinya tidak diterima orang, dan ketika kebenaran yang diserukannya tidak dipedulikan orang.
Janganlah putus asa, sebab tidak ada perjuangan yang berhasil tanpa pengorbanan, sebagaimana perjuangan yang telah dialami para nabi dan rasul.
Ada beberapa bentuk sabar yang ditafsirkan dari ayat di atas, di antaranya:

(1) sabar dalam melakukan perbuatan taat, sehingga tidak dihinggapi kebosanan,
(2) sabar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan menghadapi musuh,
(3) sabar ketika menghadapi cobaan dan ketetapan (qadar) Allah,
(4) sabar menghadapi kemewahan hidup di dunia.

Dengan sikap sabar dan tabah itulah sesuatu perjuangan dijamin akan berhasil, seperti yang diperlihatkan oleh junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hindarilah siksaan itu.
Waspadailah selalu hal-hal yang dapat menjerumuskanmu ke dalam siksaan.
Janganlah kamu memberi sesuatu kepada orang lain untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar dari orang tersebut.
Untuk mendapatkan rida Tuhanmu, bersabarlah atas segala perintah dan larangan serta segala sesuatu yang berat dan penuh tantangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kepada Rabbmu bersabarlah) di dalam melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu bersabarlah.
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 7)

Yaitu gunakanlah kesabaranmu dalam menghadapi gangguan mereka sebagai amalmu karena Allah subhanahu wa ta’ala Ini menurut Mujahid, Ibrahim An-Nakha’i berpendapat bahwa bersabarlah kamu terhadap nasibmu karena Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 8-10)

Ibnu Abbas, Mujahid, Asy-Sya’bi, Zaid ibnu Aslam, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Ar-Rabi’ ibnu Anas, dan Ibnu Zaid telah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan naqiir ialah sangkakala.
Mujahid mengatakan bahwa bentuk sangkakala itu sama dengan tanduk.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Asbat ibnu Muhammad, dari Mutarrif, dari Atiyyah Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna firman-Nya: Apabila sangkakala ditiup.
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 8) Rasulullah ﷺ, bersabda: Bagaimana aku bisa hidup senang sedangkan malaikat Israfil telah mengulum sangkakalanya dan mengernyitkan dahinya menunggu bila diperintahkan untuk meniup?
Maka para sahabat Rasulullah ﷺ bertanya, “Apakah yang engkau anjurkan kepada kami untuk melakukannya, ya Rasulullah?”
Rasulullah ﷺ bersabda: Ucapkanlah, ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung, dan hanya kepada-Nya kami bertawakal.”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Asbat dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Ibnu Fudail dan Asbat; keduanya dari Mutarrif dengan sanad yang sama.
Ibnu Jarir telah meriwayatkannya pula melalui jalur lain dari Al-Aufi, dari Ibnu Abbas dengan sanad yang sama.


Informasi Surah Al Muddatstsir (المدثر)
Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai “Al Muddatstsir” (orang yang berkemul) diambil dari perkataan “Al Muddatstsir” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Perintah untuk mulai berda’wah mengagungkan Allah,
membersihkan pakaian,
menjauhi ma’siat,
memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Al Qur’an
tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muddatstsir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 56 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 74:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
4.9
Ratingmu: 4.7 (21 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/74-7









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta