QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 5 [QS. 74:5]

وَ الرُّجۡزَ فَاہۡجُرۡ ۪
Warrujza faihjur;

dan perbuatan dosa tinggalkanlah,
―QS. 74:5
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Jahal
74:5, 74 5, 74-5, Al Muddatstsir 5, AlMuddatstsir 5, Al-Mudatsir 5, Al-Muddatstsir 5, Al Mudasir 5, Al-Muddassir 5

Tafsir surah Al Muddatstsir (74) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Selanjutnya Nabi Muhammad diperintahkan supaya meninggalkan perbuatan dosa seperti menyembah berhala atau patung.
Kata ar-rujz yang terdapat dalam ayat ini berarti siksaan, dan dalam hal ini yang dimaksudkan ialah perintah menjauhkan segala sebab yang mendatangkan siksaan, yakni perbuatan maksiat.
Termasuk yang dilarang oleh ayat ini ialah mengerjakan segala macam perbuatan yang menyebabkan perbuatan maksiat.
Membersihkan diri dari dosa apalagi bagi seorang dai adalah suatu kewajiban.
Sebab, kalau pada diri sang dai sendiri diketahui ada cela dan aib oleh masyarakat, tentu perkataan dan nasihatnya sulit diterima orang.
Bahkan mubalig yang pandai memelihara diri sekali pun pasti menghadapi dua bentuk tantangan, yakni:

1.
Boleh jadi orang yang diajak dan diseru ke jalan Allah akan menepuk dada, memperlihatkan kesombongannya, sehingga merasa tidak lagi membutuhkan nasihat.
Dengan kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kedudukan tinggi yang dimilikinya, ia merasa tidak perlu lagi diajak ke jalan Allah.
2.
Mungkin pula sang dai dimusuhi oleh penguasa dan yang tidak senang kepadanya.
Sang dai akan diusir, disiksa, dikurangi hak-haknya, diintimidasi, dilarang, atau dihalang-halangi menyampaikan dakwah dan menegakkan yang hak.
Semuanya itu merupakan akibat yang harus dihadapi bagi siapa saja yang berjihad di jalan Allah.
Memelihara diri dari segala tindakan dan perkataan yang melunturkan nama baik di mata masyarakat adalah sebagian dari ikhtiar dalam rangka mencapai kesuksesan dalam berdakwah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hindarilah siksaan itu.
Waspadailah selalu hal-hal yang dapat menjerumuskanmu ke dalam siksaan.
Janganlah kamu memberi sesuatu kepada orang lain untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar dari orang tersebut.
Untuk mendapatkan rida Tuhanmu, bersabarlah atas segala perintah dan larangan serta segala sesuatu yang berat dan penuh tantangan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan perbuatan dosa) lafal Ar-Rujza ditafsirkan oleh Nabi ﷺ berhala-berhala (tinggalkanlah) hal itu untuk selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan perbuatan dosa, tinggalkanlah.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 5)

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan ar-rijzu ialah berhala, yakni tinggalkanlah penyembahan berhala.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, Qatadah, Az-Zuhri, dan Ibnu Zaid, bahwa sesungguhnya ar-rijzu artinya berhala.

Ibrahim dan Ad-Dahhak telah mengatakan sehbungan dengan makna firman-Nya: dan perbuatan dosa tinggalkanlah.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 5) Yakni tinggalkanlah perbuatan durhaka.

Pada garis besarnya atas dasar takwil mana pun, makna yang dimaksud bukan berarti Nabi ﷺ Telah melakukan sesuatu dari perbuatan-perbuatan tersebut.
Makna yang dimaksud semisal dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu menuruti (keinginan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik.
(Q.S. Al-Ahzab [33]: 1)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 142)


Informasi Surah Al Muddatstsir (المدثر)
Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai “Al Muddatstsir” (orang yang berkemul) diambil dari perkataan “Al Muddatstsir” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Perintah untuk mulai berda’wah mengagungkan Allah,
membersihkan pakaian,
menjauhi ma’siat,
memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Al Qur’an
tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muddatstsir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 56 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 74:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
4.7
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/74-5









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta