QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 47 [QS. 74:47]

حَتّٰۤی اَتٰىنَا الۡیَقِیۡنُ
Hatta ataanaal yaqiin(u);

hingga datang kepada kami kematian”.
―QS. 74:47
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
74:47, 74 47, 74-47, Al Muddatstsir 47, AlMuddatstsir 47, Al-Mudatsir 47, Al-Muddatstsir 47, Al Mudasir 47, Al-Muddassir 47

Tafsir surah Al Muddatstsir (74) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian.
Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati.

Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat.
Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka.
Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak menegakkan salat seperti yang dilakukan kaum muslim.
Kami pun tidak memberi makan orang-orang miskin sebagaimana dilakukan kaum muslim.
Kami juga selalu membela dan larut bersama orang-orang yang melakukan kebatilan dan kebohongan.
Selain itu, kami mendustakan hari perhitungan dan pembalasan sampai saat datangnya kematian kami.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hingga datang kepada kami kematian”) ajal kami.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa:

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 38)

Yakni bergantung kepada amal perbuatannya sendiri kelak di hari kiamat, Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya.

Kecuali golongan kanan.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 39) karena sesungguhnya mereka.

berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 40-41)

Yaitu mereka bertanya kepada orang-orang yang berdosa, sedangkan mereka sendiri berada di gedung-gedung surga yang tinggi-tinggi, dan yang ditanyai oleh mereka berada di dasar neraka.
Mereka bertanya:

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”
Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin.”(Q.S. Al-Muddatstsir: 42-44)

Maksudnya.
kami tidak pernah menyembah Tuhan kami dan tidak pernah pula berbuat baik kepada makhluk-Nya dari sejenis kami.

bahkan kami biasa membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 45)

Yakni kami membicarakan hal-hal yang tidak kami ketahui.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa setiap ada orang yang sesat berbicara, maka kami ikut sesat bersamanya.

dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian.
(Q.S. Al-Muddatstsir: 46-47)

Yang dimaksud dengan perkara yang meyakinkan adalah kematian.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
(Q.S. Al-Hijr [15]: 99)

Rasulullah ﷺ telah bersabda,

“Adapun dia —yakni Usman ibnu Maz’un— ajal kematian dari Tuhannya telah datang kepadanya.”


Informasi Surah Al Muddatstsir (المدثر)
Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai “Al Muddatstsir” (orang yang berkemul) diambil dari perkataan “Al Muddatstsir” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Perintah untuk mulai berda’wah mengagungkan Allah,
membersihkan pakaian,
menjauhi ma’siat,
memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Al Qur’an
tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muddatstsir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 56 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 74:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
4.7
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta