Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 46 [QS. 74:46]

وَ کُنَّا نُکَذِّبُ بِیَوۡمِ الدِّیۡنِ
Wakunnaa nukadz-dzibu biyaumiddiin(i);
dan kami mendustakan hari pembalasan,
―QS. Al Muddatstsir [74]: 46

Daftar isi

And we used to deny the Day of Recompense
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 46]

وَكُنَّا dan kami adalah

And we used to
نُكَذِّبُ kami mendustakan

deny
بِيَوْمِ dengan hari

(the) Day
ٱلدِّينِ pembalasan

(of) the Judgment,

Tafsir Quran

Surah Al Muddatstsir
74:46

Tafsir QS. Al-Muddatsir (74) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian.
Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati.

Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat.

Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka.
Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya.

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 46. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka menjawab,
"Dahulu kami tidak menegakkan salat seperti yang dilakukan kaum muslim.
Kami pun tidak memberi makan orang-orang miskin sebagaimana dilakukan kaum muslim.


Kami juga selalu membela dan larut bersama orang-orang yang melakukan kebatilan dan kebohongan.
Selain itu, kami mendustakan hari perhitungan dan pembalasan sampai saat datangnya kematian kami. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Setiap perbuatan baik dan buruk diri seseorang, terhalang dan tergadai oleh perbuatannya.
Seluruh perbuatan tidak akan dilepaskan dari tanggung jawab kecuali setelah segala hak dan balasan dipenuhi.


Kecuali orang-orang muslim dan ikhlas yang menerima kitab dari sebelah kanan, mereka melepaskan balasan amal perbuatan yang tergadai itu dengan ketaatan kepada Allah.
Mereka berada di dalam surga yang bentuknya tidak dapat dibayangkan.


Kepada orang kafir yang telah berbuat dosa, mereka bertanya tentang balasan yang didapatnya,
"Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka Jahanam dan merasakan azabnya?"
Orang-orang yang berdosa itu menjawab,
"Di dunia kami tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula termasuk orang- orang yang suka bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami selalu membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, dan kami mendustakan hari perhitungan serta pembalasan ini, sampai kami mati dalam kesesatan dan kemungkaran."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan) yakni hari berbangkit dan hari pembalasan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa:

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 38)

Yakni bergantung kepada amal perbuatannya sendiri kelak di hari kiamat, Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya.

Kecuali golongan kanan.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 39)
karena sesungguhnya mereka.

berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 40-41)

Yaitu mereka bertanya kepada orang-orang yang berdosa, sedangkan mereka sendiri berada di gedung-gedung surga yang tinggi-tinggi, dan yang ditanyai oleh mereka berada di dasar neraka.
Mereka bertanya:


"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
Mereka menjawab,
"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin."(QS. Al-Muddatsir [74]: 42-44)

Maksudnya.
kami tidak pernah menyembah Tuhan kami dan tidak pernah pula berbuat baik kepada makhluk-Nya dari sejenis kami.

bahkan kami biasa membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 45)

Yakni kami membicarakan hal-hal yang tidak kami ketahui.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa setiap ada orang yang sesat berbicara, maka kami ikut sesat bersamanya.

dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 46-47)

Yang dimaksud dengan perkara yang meyakinkan adalah kematian.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
(QS. Al-Hijr [15]: 99)

Rasulullah ﷺ telah bersabda,


"Adapun dia —yakni Usman ibnu Maz’un— ajal kematian dari Tuhannya telah datang kepadanya."

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 46 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 46 - Gambar 2
Statistik QS. 74:46
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.6 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

74:46, 74 46, 74-46, Surah Al Muddatstsir 46, Tafsir surat AlMuddatstsir 46, Quran Al-Mudatsir 46, Al-Muddatstsir 46, Al Mudasir 46, Al-Muddassir 46, Surah Al Mudasir ayat 46

Video Surah

74:46


Load More

Kandungan Surah Al Muddatstsir

۞ QS. 74:1 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 74:3 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 74:7 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 74:8 • Peniupan sangkakala

۞ QS. 74:9 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 74:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 74:11 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:16 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:17 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:18 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:19 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 74:22 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 74:23 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:24 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:26 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 74:27 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 74:28 • Sifat neraka

۞ QS. 74:29 • Sifat neraka

۞ QS. 74:30 • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka

۞ QS. 74:31 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka

۞ QS. 74:35 • Sifat neraka

۞ QS. 74:37 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 74:38 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 74:39 • Sifat ahli surga

۞ QS. 74:40 • Pahala iman • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 74:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 74:42 • Percakapan para ahli surga • Nama-nama neraka

۞ QS. 74:43 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:44 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:46 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:47 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 74:48 • Azab orang kafir

۞ QS. 74:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:50 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:52 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:53 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 74:54 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 74:55 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 74:56 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Ampunan Allah dan rahmatNya •

Ayat Pilihan

Dan bertakwalah kepada Allah,
dan ketahuilah,
bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
QS. Al-Baqarah [2]: 203

Mahasuci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan–jantan & betina–baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan,
diri mereka sendiri & hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia.
QS. Ya Sin [36]: 36

Kemudian Aku bersumpah,
dan Aku tekankan sumpah-Ku itu,
bahwa kelak kalian akan ditanya tentang segala karunia yang kalian nikmati secara bermegah-megahan.
QS. At-Takasur [102]: 8

Demi langit & yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,
tiada suatu jiwapun melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan?
QS. At-Tariq [86]: 1-5

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Koptik

Di mana itu Koptik? Daerah di Mesir. BAHASA QIBTI Dahulu bahasa Qibti merupakan bahasa yang digunakan masyarakat mesir dalam berkomunikasi dalam keseharian. Tetapi saat bangsa Arab masuk di tanah Mesir, maka perlahan bahasa Qibti digantikan oleh bahasa Arab. Meski demikian, bahasa Arab yang berkembang di Mesir tetap dipengaruhi dialek bahasa asli masyarakat Mesir. Ki … • Qibthi, Qibti

fi’il mudhari‘

Apa itu fi’il mudhari‘? Fi’il Mudhori’ – Kata kerja bentuk sedang atau akan: Kata kerja menunjukkan kejadian sesuatu pada saat berbicara atau setelahnya, pantas digunakan untuk kejadian saat berlangsung atau akan berlangsung. Dapat dipastikan kejadian itu terjadi saat berlangsung dengan dimasukkannya Lam Taukid dan Ma Nafi. Seperti: قَالَ إِنِّي لَيَحْزُنُنِي أَنْ تَذْ … • Fi’il Mudhori’, Mudhori

Al-A’la

Apa itu Al-A’la? Surah Al-A’la adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling tinggi diambil dari perkataan Al A’laa yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Muslim meriwayatkan dalam kitab Al Jumu’ah, dan diriwayatkan pula oleh Ashhaabus Sunan, dari Nu’man bi … • Al-A’la, Al A’la