Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 46 [QS. 74:46]

وَ کُنَّا نُکَذِّبُ بِیَوۡمِ الدِّیۡنِ
Wakunnaa nukadz-dzibu biyaumiddiin(i);
dan kami mendustakan hari pembalasan,
―QS. Al Muddatstsir [74]: 46

And we used to deny the Day of Recompense
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 46]

وَكُنَّا dan kami adalah

And we used to
نُكَذِّبُ kami mendustakan

deny
بِيَوْمِ dengan hari

(the) Day
ٱلدِّينِ pembalasan

(of) the Judgment,

Tafsir

Alquran

Surah Al Muddatstsir
74:46

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 46. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian.
Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati.

Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.


Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat.

Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka.
Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya.

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 46. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka menjawab,
"Dahulu kami tidak menegakkan salat seperti yang dilakukan kaum muslim.
Kami pun tidak memberi makan orang-orang miskin sebagaimana dilakukan kaum muslim.


Kami juga selalu membela dan larut bersama orang-orang yang melakukan kebatilan dan kebohongan.
Selain itu, kami mendustakan hari perhitungan dan pembalasan sampai saat datangnya kematian kami. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Setiap perbuatan baik dan buruk diri seseorang, terhalang dan tergadai oleh perbuatannya.
Seluruh perbuatan tidak akan dilepaskan dari tanggung jawab kecuali setelah segala hak dan balasan dipenuhi.


Kecuali orang-orang muslim dan ikhlas yang menerima kitab dari sebelah kanan, mereka melepaskan balasan amal perbuatan yang tergadai itu dengan ketaatan kepada Allah.
Mereka berada di dalam surga yang bentuknya tidak dapat dibayangkan.


Kepada orang kafir yang telah berbuat dosa, mereka bertanya tentang balasan yang didapatnya,
"Apa yang menyebabkan kalian masuk neraka Jahanam dan merasakan azabnya?"
Orang-orang yang berdosa itu menjawab,
"Di dunia kami tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat dan kami tidak pula termasuk orang- orang yang suka bersedekah dan berbuat baik kepada fakir miskin, kami selalu membicarakan kebatilan bersama orang-orang yang sesat, dan kami mendustakan hari perhitungan serta pembalasan ini, sampai kami mati dalam kesesatan dan kemungkaran."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan adalah Kami mendustakan hari pembalasan) yakni hari berbangkit dan hari pembalasan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa:

Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 38)

Yakni bergantung kepada amal perbuatannya sendiri kelak di hari kiamat, Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dan yang lainnya.

Kecuali golongan kanan.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 39)
karena sesungguhnya mereka.

berada di dalam surga, mereka saling menanyakan, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 40-41)

Yaitu mereka bertanya kepada orang-orang yang berdosa, sedangkan mereka sendiri berada di gedung-gedung surga yang tinggi-tinggi, dan yang ditanyai oleh mereka berada di dasar neraka.
Mereka bertanya:

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
Mereka menjawab,
"Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin."(QS. Al-Muddatsir [74]: 42-44)

Maksudnya.
kami tidak pernah menyembah Tuhan kami dan tidak pernah pula berbuat baik kepada makhluk-Nya dari sejenis kami.

bahkan kami biasa membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 45)

Yakni kami membicarakan hal-hal yang tidak kami ketahui.
Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa setiap ada orang yang sesat berbicara, maka kami ikut sesat bersamanya.

dan kami mendustakan hari pembalasan, sampai datang kepada kami kematian.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 46-47)

Yang dimaksud dengan perkara yang meyakinkan adalah kematian.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).
(QS. Al-Hijr [15]: 99)

Rasulullah ﷺ telah bersabda,

"Adapun dia —yakni Usman ibnu Maz’un— ajal kematian dari Tuhannya telah datang kepadanya."

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Audio

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 46 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 46 - Gambar 2
Statistik QS. 74:46
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah74
Nama SurahAl Muddatstsir
Arabالمدثر
ArtiOrang yang berkemul
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu4
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat56
Jumlah kata256
Jumlah huruf1036
Surah sebelumnyaSurah Al-Muzzammil
Surah selanjutnyaSurah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Tags:

74:46, 74 46, 74-46, Surah Al Muddatstsir 46, Tafsir surat AlMuddatstsir 46, Quran Al-Mudatsir 46, Al-Muddatstsir 46, Al Mudasir 46, Al-Muddassir 46, Surah Al Mudasir ayat 46

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 3 [QS. 25:3]

3. Tanda-tanda kekuasaan Allah begitu nyata, sehingga keengganan kaum kafir untuk bertauhid amat mengherankan. Dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah untuk disembah, padahal tuhan-tuhan itu tid … 25:3, 25 3, 25-3, Surah Al Furqaan 3, Tafsir surat AlFurqaan 3, Quran Al Furqan 3, AlFurqan 3, Al-Furqan 3, Surah Al Furqan ayat 3

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 64 [QS. 19:64]

64. Keterangan tentang keadaan surga yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa disusul dengan penjelasan bahwa turunnya Jibril merupakan kehendak dan perintah Allah. Ketika Rasulullah mengharap … 19:64, 19 64, 19-64, Surah Maryam 64, Tafsir surat Maryam 64, Quran Maryam 64, Surah Maryam ayat 64

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Benar! Kurang tepat!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Benar! Kurang tepat!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Arti fana adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … ijma ‘ulama UUD 1945 fatwa para ulama ijtihad hadits Benar!

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan dari leher ke pergelangan kaki dari siku ke

Pendidikan Agama Islam #12

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … Khadijah Anisah Halimatus Sa’diyah Raihanah Ummu Salamah Benar! Kurang

Instagram