Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 4 [QS. 74:4]

وَ ثِیَابَکَ فَطَہِّرۡ ۪
Watsiyaabaka fathahhir;
dan bersihkanlah pakaianmu,
―QS. Al Muddatstsir [74]: 4

And your clothing purify
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 4]

وَثِيَابَكَ dan pakaianmu

And your clothing
فَطَهِّرْ maka bersihkan

purify,

Tafsir

Alquran

Surah Al Muddatstsir
74:4

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 4. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya membersihkan pakaian.
Makna membersihkan pakaian menurut sebagian ahli tafsir adalah:


1. Membersihkan pakaian dari segala najis dan kotoran, karena bersuci dengan maksud beribadah hukumnya wajib, dan selain beribadah hukumnya sunah.
Membersihkan di sini juga termasuk cara memperolehnya, yaitu pakaian yang digunakan harus diperoleh dengan cara yang halal.

Ketika Ibnu ‘Abbas ditanya orang tentang maksud ayat ini, beliau menjawab bahwa firman Allah tersebut berarti larangan memakai pakaian untuk perbuatan dosa dan penipuan.
Jadi menyucikan pakaian adalah membersihkannya dari najis dan kotoran.

Pengertian yang lebih luas lagi, yakni membersihkan tempat tinggal dan lingkungan hidup dari segala bentuk kotoran, sampah, dan lain-lain, sebab dalam pakaian, tubuh, dan lingkungan yang kotor banyak terdapat dosa.
Sebaliknya dengan membersihkan badan, tempat tinggal, dan lain-lain berarti berusaha menjauhkan diri dari dosa.

Demikianlah para ulama Syafi’iyah mewajibkan membersihkan pakaian dari najis bagi orang yang hendak salat.
Begitulah Islam mengharuskan para pengikutnya untuk selalu hidup bersih, karena kebersihan jasmani mengangkat manusia kepada akhlak yang mulia.


2. Membersihkan pakaian berarti membersihkan rohani dari segala watak dan sifat-sifat tercela.

Khusus buat Nabi Muhammad, ayat ini memerintahkan beliau menyucikan nilai-nilai nubuwwah (kenabian) yang dipikulnya dari segala yang mengotorinya (dengki, dendam, pemarah, dan lain-lain).
Pengertian kedua ini bersifat kiasan (majazi), dan memang dalam bahasa Arab kadang-kadang menyindir orang yang tidak menepati janji dengan memakai perkataan,
"Dia suka mengotori baju (pakaian)-nya,"
Sedangkan kalau orang yang suka menepati janji selalu dipuji dengan ucapan,
"Dia suka membersihkan baju (pakaian)-nya."


Secara singkat, ayat ini memerintahkan agar membersihkan diri, pakaian, dan lingkungan dari segala najis, kotoran, sampah, dan lain-lain.
Di samping itu juga berarti perintah memelihara kesucian dan kehormatan pribadi dari segala perangai yang tercela.

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang yang melipat diri dengan selimut, bangunlah dari tidurmu.
Peringatkanlah umat manusia tentang azab Allah yang akan ditimpakan bagi mereka yang tidak beriman.


Agungkanlah Tuhanmu dan sucikanlah pakaianmu dari kotoran dengan menggunakan air.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang yang berselimut dengan pakaiannya, bangunlah dari pembaringanmu.
Berilah peringatan kepada manusia akan azab Allah.


Khususkanlah Tuhanmu semata dengan mengagungkan, mengesakan, dan menyembah-Nya.
Sucikanlah pakaianmu dari berbagai macam najis karena sempurnanya kebersihan lahir adalah sempurnanya kebersihan batin.


Teruslah meninggalkan sesembahan dan berhala.
Tinggalkanlah semua perbuatan syirik.


Janganlah mendekatinya dan janganlah engkau memberikan sesuatu karena berharap mendapatkan sesuatu yang lebih banyak.
Berharaplah karena ridha Tuhanmu lalu bersabarlah atas perintah dan larangan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan pakaianmu bersihkanlah) dari najis, atau pendekkanlah pakaianmu sehingga berbeda dengan kebiasaan orang-orang Arab yang selalu menguntaikan pakaian mereka hingga menyentuh tanah di kala mereka menyombongkan diri, karena dikhawatirkan akan terkena barang yang najis.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

bangunlah, lalu berilah peringatan! (QS. Al-Muddatsir [74]: 2)

Yakni berjagalah dengan tekad yang bulat, lalu berilah peringatan kepada manusia.
Dengan demikian, berarti dia dilantik sebagai rasul, sebagaimana dalam wahyu sebelumnya dia dilantik menjadi nabi.

dan Tuhanmu agungkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 3)


Maksudnya, besarkanlah nama Tuhanmu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)

Al-Ajlah Al-Kindi mengatakan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah kedatangan seorang lelaki, lalu menanyakan kepadanya tentang makna ayat ini, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)

Ibnu Abbas menjawab,
"Janganlah kamu mengenakannya untuk maksiat dan jangan pula untuk perbuatan khianat."
Kemudian Ibnu Abbas mengatakan,
"Tidakkah engkau pernah mendengar ucapan Gailan ibnu Salamah As-Saqafi dalam salah satu bait syairnya:

‘Dengan memuji kepadaAllah, sesungguhnya kukenakan pakaianku bukan untuk kedurhakaan, dan bukan pula untuk menutupi perbuatan khianat‘."

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Bahwa menurut kalam orang-orang Arab, artinya membersihkan pakaian.
Tetapi menurut riwayat yang lain dengan sanad yang sama, sucikanlah dirimu dari dosa-dosa.


Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim, Asy-Sya’bi, dan Ata.
As-Sauri telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Dari dosa.


Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim An-Nakha’i.
Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni dirimu bukan pakaianmu.


Dan menurut riwayat yang lain dari Mujahid disebutkan bahwa firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Artinya, perbaikilah amalmu.


Hal yang sama dikatakan oleh Abu Razin;
dan menurut riwayat yang lain, makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni kamu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang penyair, maka berpalinglah kamu dari apa yang mereka katakan.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yaitu bersihkanlah dari perbuatan-perbuatan durhaka;
dahulu orang-orang Arab mengatakan terhadap seorang lelaki yang melanggar janjinya dan tidak memenuhinya, bahwa dia adalah seorang yang kotor pakaiannya.
Dan apabila dia menunaikan janjinya, maka dikatakan bahwa sesungguhnya dia benar-benar orang yang bersih pakaiannya.


Apabila seseorang itu tidak mengotori kehormatannya dengan sifat yang tercela, maka semua pakaian yang dikenakannya indah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Maksudnya, janganlah pakaian yang kamu kenakan dihasilkan dari mata pencaharian yang tidak baik.
Dikatakan pula,
"Janganlah kamu kenakan pakaianmu untuk maksiat."

Muhammad ibnu Sirin telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni cucilah dengan air.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa dahulu orang-orang musyrik tidak pernah membersihkan dirinya.
Maka Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk bersuci dan membersihkan pakaiannya.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.
Tetapi makna ayat mencakup semua pendapat yang telah disebutkan, di samping juga kebersihan (kesucian) hati.
Karena sesungguhnya orang-orang Arab menyebut hati dengan sebutan pakaian, seperti apa yang dikatakan oleh Umru-ul Qais berikut ini:


Hai kekasihku Fatimah, sebentar, dengarkanlah kata-kataku yang memohon ini;
bahwa jika engkau telah bertekad untuk meninggalkanku, maka lakukanlah dengan baik-baik.
Dan jika memang ada sikapku yang kurang berkenan di hatimu, tanyakanlah kepada hatiku dengan mata hatimu, maka engkau akan memahaminya.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Artinya.
bersihkanlah hati dan niatmu.


Dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi dan Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan bahwa perindahlah akhlakmu.

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Audio

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 74:4
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah74
Nama SurahAl Muddatstsir
Arabالمدثر
ArtiOrang yang berkemul
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu4
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat56
Jumlah kata256
Jumlah huruf1036
Surah sebelumnyaSurah Al-Muzzammil
Surah selanjutnyaSurah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.4 (28 votes)
Tags:

74:4, 74 4, 74-4, Surah Al Muddatstsir 4, Tafsir surat AlMuddatstsir 4, Quran Al-Mudatsir 4, Al-Muddatstsir 4, Al Mudasir 4, Al-Muddassir 4, Surah Al Mudasir ayat 4

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Syu’araa (Penyair) – surah 26 ayat 112 [QS. 26:112]

112. Mendengar ejekan kaumnya, dia, yakni Nabi Nuh, menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka orang-orang yang hina dina itu kerjakan. Aku hanya mengetahui hal-hal yang lahir saja dar … 26:112, 26 112, 26-112, Surah Asy Syu’araa 112, Tafsir surat AsySyuaraa 112, Quran Asy Syuara 112, Asy Syu’ara 112, Asy-Syu’ara 112, Surah Asy Syuara ayat 112

QS. Al Qamar (Bulan) – surah 54 ayat 23 [QS. 54:23]

23-24. Seperti kaum Nabi Nuh dan kaum ‘Ad, kaum Samud pun mengingkari dakwah nabi mereka, Nabi Saleh. Kaum Samud pun telah mendustakan rasul Allah dan peringatan itu. Maka mereka berkata, “Bagaimana k … 54:23, 54 23, 54-23, Surah Al Qamar 23, Tafsir surat AlQamar 23, Quran Al-Qamar 23, Surah Al Qomar ayat 23

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … parsial optimis independent jujur disiplin Benar! Kurang tepat! Orang yang

Pendidikan Agama Islam #15

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah … agar manusia tahu cara mencari rezeki agar manusia selamat dan bahagia

Pendidikan Agama Islam #17

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah … arabiyah madaniyah makkiyah kauniyah israiliyyat Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93

Instagram