QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 30 [QS. 74:30]

عَلَیۡہَا تِسۡعَۃَ عَشَرَ
‘Alaihaa tis’ata ‘asyar(a);

Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
―QS. 74:30
Topik ▪ Neraka ▪ Penjaga neraka ▪ Kedahsyatan hari kiamat
74:30, 74 30, 74-30, Al Muddatstsir 30, AlMuddatstsir 30, Al-Mudatsir 30, Al-Muddatstsir 30, Al Mudasir 30, Al-Muddassir 30

Tafsir surah Al Muddatstsir (74) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menegaskan bahwa Saqar itu dijaga oleh 19 malaikat yang dikepalai oleh Malik.
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan Ibnu Mardawaih dari al-Bara’ bahwa serombongan orang Yahudi pernah bertanya kepada sebagian sahabat Nabi tentang penjaga-penjaga neraka Jahanam.
Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Kemudian turunlah Jibril kepada Rasulullah menerangkan tentang apa yang mereka tanyakan itu, seperti dalam ayat ke-30 ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku akan memasukkannya ke dalam neraka jahanam untuk membakarnya.
Tahukah kamu, apakah neraka jahanam itu?
Neraka jahanam adalah neraka yang tidak membiarkan daging dan tulang tanpa terbakar.
Yang akan menghanguskan sampai ke kulit luarnya.
Di sana terdapat sembilan belas malaikat yang akan menjaga dan menyiksa penghuninya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di atasnya ada sembilan belas) malaikat yang bertugas menjaganya.

Seorang di antara orang-orang kafir yang terkenal dengan kekuatan dan kekerasan tubuhnya mengatakan, “Aku menjamin kalian untuk dapat mengalahkan tujuh belas malaikat itu, dan kalian harus menjamin aku untuk dapat mengalahkan dua malaikat lainnya.” Maka Allah berfirman:

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 30)

Yaitu dari barisan terdepan Malaikat Zabaniyah (juru siksa), bentuk tubuh mereka besar-besar dan penampilan mereka sangat kasar lagi bengis.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Zar’ah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Zaidah, telah menceritakan kepadaku Haris, dari Amir, dari Al-Barra yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Diatasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 30) Sesungguhnya ada segolongan orang-orang Yahudi menanyakan kepada seorang lelaki dari sahabat Rasulullah ﷺ tentang para penjaga neraka Jahanam, maka lelaki itu menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Lelaki itu datang dan menceritakan hal itu kepada Nabi ﷺ, lalu saat itu juga Allah menurunkan firman-Nya: Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
(Q.S. Al-Muddatsir [74]: 30) Kemudian Nabi ﷺ memanggil para sahabatnya dan bersabda: Panggillah mereka (orang-orang Yahudi) itu.
Ingatlah, sesungguhnya aku akan menanyakan kepada mereka tentang warna tanah surga jika mereka datang kepadaku.
Ingatlah, sesungguhnya warna tanah surga itu bagaikan tepung terigu yang putih.
Ternyata mereka datang, lalu menanyakan kepada beliau tentang para penjaga neraka Jahanam.
Maka Nabi ﷺ mengisyaratkan dengan jari jemari kedua telapak tangannya sebanyak dua kali, sedangkan pada yang kedua kali beliau menggenggamkan jari jempolnya (yakni sembilan belas malaikat penjaga).
Lalu Nabi ﷺ bertanya, “Ceritakanlah kepadaku tentang warna tanah surga.” Mereka berkata kepada pemimpin mereka, “Hai Ibnu Salam, jawablah mereka !” Ibnu Salam menjawab, “Seakan-akan putihnya seperti adonan roti.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Ingatlah, sesungguhnya roti itu tiada lain terbuat dari tepung.

Demikianlah menurut apa yang dikatakan oleh Ibnu Abu Hatim, yakni dari Al-Barra.
Tetapi menurut pendapat yang terkenal, hadis ini dari Jabir ibnu Abdullah, sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar di dalam kitab musnadnya.
Ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ubaidah, telah menceritakan kepada kami Sufyan dan Yahya ibnu Hakarn, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Mujalid, dari Asy-Sya’bi, dari Jabir ibnu Abdullah r.a.
yang mengatakan bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ, lalu berkata, “Hai Muhammad, sahabat-sahabatmu telah dikalahkan, hari ini.” Nabi ﷺ bertanya, “Mengapa?”
Lelaki itu menjawab, “Orang-orang Yahudi mengatakan kepada mereka, ‘Apakah nabimu telah memberitahukan kepadamu tentang jumlah para malaikat penjaga neraka?’ Mereka menjawab, ‘Kami tidak mengetahuinya sebelum menanyakannya kepada nabi kami’.” Rasulullah ﷺ bersabda, “‘Apakah suatu kaum yang ditanyai tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui dapat dikatakan mereka dikalahkan, sedangkan mereka hanya menjawab, ‘Kami tidak mengetahuinya sebelum menanyakannya kepada Nabi kami’?
Undanglah musuh-musuh Allah itu kemari, tetapi mereka pernah meminta kepada nabi mereka supaya Allah menampakkannya kepada mereka terang-terangan.”,
Maka Rasulullah ﷺ memerintahkan agar mereka dipanggil menghadap kepadanya, lalu mereka pun datang dan bertanya, “Hai Abul Qasim, berapakah jumlah penjaga neraka itu?”
Nabi ﷺ memberi petunjuk kepada sahabatnya dengan isyarat jari jemari kedua tangannya sebanyak dua kali, sedangkan yang kedua kalinya beliau genggamkan salah satu jarinya, seraya bersabda, “Jumlahnya segini.” Lalu Nabi ﷺ bersabda kepada para sahabatnya: Jika kamu ditanya mengenai warna tanah surga, maka tanah surga itu putih seperti tepung gandum.
Ketika mereka menanyakan tentang bilangan penjaga neraka, dan Nabi ﷺ memberitahukannya kepada mereka, lalu beliau ﷺ bertanya kepada mereka, “Bagaimanakah warna tanah surga?”
Maka sebagian dari mereka memandang kepada sebagian yang lain, lalu berkata, “Seperti roti, hai Abul Qasim.”Nabi ﷺ bersabda, “Roti itu terbuat dari tepung.”

Imam Turmuzi meriwayatkan hal yang sama dalam tafsir ayat ini dari Ibnu Abu Umar, dari Syaiban dengan sanad yang sama.
Ia serta Al-Bazzar mengatakan hadis ini tidak dikenal melainkan hanya melalui riwayat Mujahd.
Imam Ahmad telah meriwayatkannya dari Ali ibnul Madini, dari Sufyan tanpa menyebutkan darmak (tepung terigu).


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Muddatstsir (74) Ayat 30

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ts, yang bersumber dari al-Barra’ bahwa segolongan kaum yahudi bertanya kepada seorang sahabat Nabi ﷺ tentang penjaga neraka.
Shahabat itupun bertanya kepada Rasulullah ﷺ Maka turunlah ayat ini (Al-Muddatstsir: 30) seketika itu juga, yang menegaskan bahwa penjaganya ada Sembilan belas malaikat.

Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim yang bersumber dari Ibnu Ishaq, diriwayatkan pula oleh Abi Hatim yang bersumber dari Qatadah bahwa suatuhari Abu Jahl berkata: “Wahai golongan Quraisy.
Muhammad mengatakan bahwa tentara Allah yang akan menyiksa kalian di neraka berjumlah Sembilan belas, padahal kalian jauh lebih banyak jumlahnya.
Apakah seratus orang dari kalian tidak mampu mengalahkan satu dari mereka ?” Maka turunlah ayat ini (Al-Muddatstsir: 31), yang menegaskan bahwa penjaga neraka itu bukanlah manusia, tetapi malaikat, sedang jumlah nya hanya sebagai ujian atas keimanan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa setelah turun ayat, ‘alaihaa tis’ata ‘asyar (di atasnya ada Sembilan belas [malaikat penjaga[)(Al-Muddatstsir: 30), seorang Quraisy yang bernama Abu Asad berkata: “Wahai kaum Quraisy.
Janganlah kalian takut kepada yang Sembilan belas itu.
Aku sendiri akan melawan sepuluh dari pundakku yang kanan dan Sembilan dengan pundakku yang kiri.” Maka turunlah ayat selanjutnya (Al-Muddatstsir: 31) yang menegaskan bahwa penjaga neraka itu adalah malaikat.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Muddatstsir (المدثر)
Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai “Al Muddatstsir” (orang yang berkemul) diambil dari perkataan “Al Muddatstsir” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

Perintah untuk mulai berda’wah mengagungkan Allah,
membersihkan pakaian,
menjauhi ma’siat,
memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah
Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Al Qur’an
tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Muddatstsir (74) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Muddatstsir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 56 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 74:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
4.8
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al mudatsir 74

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta