Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 3 [QS. 74:3]

وَ رَبَّکَ فَکَبِّرۡ ۪
Warabbaka fakabbir;
dan agungkanlah Tuhanmu,
―QS. Al Muddatstsir [74]: 3

Daftar isi

And your Lord glorify
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 3]

وَرَبَّكَ dan Tuhanmu

And your Lord
فَكَبِّرْ maka besarkan/agungkan

magnify,

Tafsir Quran

Surah Al Muddatstsir
74:3

Tafsir QS. Al-Muddatsir (74) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini memerintahkan agar Nabi Muhammad mengagungkan Allah dengan bertakbir dan menyerahkan segala urusan kepada kehendak-Nya.
Beliau dilarang mencari pertolongan selain kepada-Nya.

Mengagungkan Allah dengan segenap jiwa dan raga tentu menumbuhkan kepribadian yang tangguh dan tidak mudah goyah.
Sebab, manusia yang beriman memandang bahwa tidak ada yang ditakuti selain Allah.

Sikap ini perlu dihayati oleh seorang dai (juru dakwah) yang tugasnya sehari-hari mengajak manusia ke jalan Allah.

Ayat ini juga mengandung arti bahwa Nabi Muhammad diperintahkan supaya bertakbir yaitu membesarkan nama Tuhan-Nya, melebihi dari segala sesuatu yang ada.

Sebab setelah manusia mengenal pencipta alam dan dirinya sendiri serta yakin bahwa pencipta itu memang ada, maka hendaklah dia membersihkan zat-Nya dari segala tandingan-Nya.
Bila tidak demikian, orang musyrik pun mengagungkan nama tuhan mereka, akan tetapi keagungan yang berserikat dengan zat-zat lain.

Membesarkan Allah berarti mengagungkan-Nya dalam ucapan dan perbuatan, menyerahkan segala urusan hanya kepada-Nya, beribadah dan membersihkan zat-Nya dari segala yang dipersekutukan dengan-Nya, dan menggantungkan harapan kepada-Nya saja.
Kalau unsur-unsur yang demikian dipenuhi dalam membesarkan Allah, barulah sempurna penghayatan iman bagi seorang mukmin.

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 3. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai orang yang melipat diri dengan selimut, bangunlah dari tidurmu.
Peringatkanlah umat manusia tentang azab Allah yang akan ditimpakan bagi mereka yang tidak beriman.


Agungkanlah Tuhanmu dan sucikanlah pakaianmu dari kotoran dengan menggunakan air.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai orang yang berselimut dengan pakaiannya, bangunlah dari pembaringanmu.
Berilah peringatan kepada manusia akan azab Allah.


Khususkanlah Tuhanmu semata dengan mengagungkan, mengesakan, dan menyembah-Nya.
Sucikanlah pakaianmu dari berbagai macam najis karena sempurnanya kebersihan lahir adalah sempurnanya kebersihan batin.


Teruslah meninggalkan sesembahan dan berhala.
Tinggalkanlah semua perbuatan syirik.


Janganlah mendekatinya dan janganlah engkau memberikan sesuatu karena berharap mendapatkan sesuatu yang lebih banyak.
Berharaplah karena ridha Tuhanmu lalu bersabarlah atas perintah dan larangan-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Rabbmu agungkanlah) agungkanlah Dia dari persekutuan yang diada-adakan oleh orang-orang musyrik.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

bangunlah, lalu berilah peringatan! (QS. Al-Muddatsir [74]: 2)

Yakni berjagalah dengan tekad yang bulat, lalu berilah peringatan kepada manusia.
Dengan demikian, berarti dia dilantik sebagai rasul, sebagaimana dalam wahyu sebelumnya dia dilantik menjadi nabi.

dan Tuhanmu agungkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 3)


Maksudnya, besarkanlah nama Tuhanmu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)

Al-Ajlah Al-Kindi mengatakan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ia pernah kedatangan seorang lelaki, lalu menanyakan kepadanya tentang makna ayat ini, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)

Ibnu Abbas menjawab,
"Janganlah kamu mengenakannya untuk maksiat dan jangan pula untuk perbuatan khianat."
Kemudian Ibnu Abbas mengatakan,
"Tidakkah engkau pernah mendengar ucapan Gailan ibnu Salamah As-Saqafi dalam salah satu bait syairnya:

‘Dengan memuji kepadaAllah, sesungguhnya kukenakan pakaianku bukan untuk kedurhakaan, dan bukan pula untuk menutupi perbuatan khianat‘."

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Bahwa menurut kalam orang-orang Arab, artinya membersihkan pakaian.
Tetapi menurut riwayat yang lain dengan sanad yang sama, sucikanlah dirimu dari dosa-dosa.


Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim, Asy-Sya’bi, dan Ata.
As-Sauri telah meriwayatkan dari seorang lelaki, dari Ata, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Dari dosa.


Hal yang sama dikatakan oleh Ibrahim An-Nakha’i.
Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni dirimu bukan pakaianmu.


Dan menurut riwayat yang lain dari Mujahid disebutkan bahwa firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Artinya, perbaikilah amalmu.


Hal yang sama dikatakan oleh Abu Razin;
dan menurut riwayat yang lain, makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni kamu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang penyair, maka berpalinglah kamu dari apa yang mereka katakan.


Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yaitu bersihkanlah dari perbuatan-perbuatan durhaka;
dahulu orang-orang Arab mengatakan terhadap seorang lelaki yang melanggar janjinya dan tidak memenuhinya, bahwa dia adalah seorang yang kotor pakaiannya.
Dan apabila dia menunaikan janjinya, maka dikatakan bahwa sesungguhnya dia benar-benar orang yang bersih pakaiannya.


Apabila seseorang itu tidak mengotori kehormatannya dengan sifat yang tercela, maka semua pakaian yang dikenakannya indah.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Maksudnya, janganlah pakaian yang kamu kenakan dihasilkan dari mata pencaharian yang tidak baik.
Dikatakan pula,
"Janganlah kamu kenakan pakaianmu untuk maksiat."


Muhammad ibnu Sirin telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Yakni cucilah dengan air.


Ibnu Zaid mengatakan bahwa dahulu orang-orang musyrik tidak pernah membersihkan dirinya.
Maka Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk bersuci dan membersihkan pakaiannya.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.
Tetapi makna ayat mencakup semua pendapat yang telah disebutkan, di samping juga kebersihan (kesucian) hati.
Karena sesungguhnya orang-orang Arab menyebut hati dengan sebutan pakaian, seperti apa yang dikatakan oleh Umru-ul Qais berikut ini:


Hai kekasihku Fatimah, sebentar, dengarkanlah kata-kataku yang memohon ini;
bahwa jika engkau telah bertekad untuk meninggalkanku, maka lakukanlah dengan baik-baik.
Dan jika memang ada sikapku yang kurang berkenan di hatimu, tanyakanlah kepada hatiku dengan mata hatimu, maka engkau akan memahaminya.

Sa’id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan pakaianmu bersihkanlah.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 4)
Artinya.
bersihkanlah hati dan niatmu.


Dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi dan Al-Hasan Al-Basri telah mengatakan bahwa perindahlah akhlakmu.

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Muddatstsir (56 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 3 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 3 - Gambar 2
Statistik QS. 74:3
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 74
Nama Surah Al Muddatstsir
Arab المدثر
Arti Orang yang berkemul
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 4
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 56
Jumlah kata 256
Jumlah huruf 1036
Surah sebelumnya Surah Al-Muzzammil
Surah selanjutnya Surah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.3 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

74:3, 74 3, 74-3, Surah Al Muddatstsir 3, Tafsir surat AlMuddatstsir 3, Quran Al-Mudatsir 3, Al-Muddatstsir 3, Al Mudasir 3, Al-Muddassir 3, Surah Al Mudasir ayat 3

Video Surah

74:3


More Videos

Kandungan Surah Al Muddatstsir

۞ QS. 74:1 • Pertemuan Jibril dan Nabi pada saat awal turun wahyu

۞ QS. 74:3 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 74:7 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 74:8 • Peniupan sangkakala

۞ QS. 74:9 • Kedahsyatan hari kiamat

۞ QS. 74:10 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 74:11 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:15 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:16 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:17 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:18 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:19 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:20 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 74:21 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 74:22 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 74:23 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:24 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:26 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 74:27 • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 74:28 • Sifat neraka

۞ QS. 74:29 • Sifat neraka

۞ QS. 74:30 • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka

۞ QS. 74:31 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat • Penjaga neraka

۞ QS. 74:35 • Sifat neraka

۞ QS. 74:37 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 74:38 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 74:39 • Sifat ahli surga

۞ QS. 74:40 • Pahala iman • Percakapan para ahli surga

۞ QS. 74:41 • Azab orang kafir

۞ QS. 74:42 • Percakapan para ahli surga • Nama-nama neraka

۞ QS. 74:43 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:44 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:45 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:46 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 74:47 • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup

۞ QS. 74:48 • Azab orang kafir

۞ QS. 74:49 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:50 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:52 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 74:53 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 74:54 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 74:55 • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 74:56 • Ampunan Allah yang luas • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia • Ampunan Allah dan rahmatNya •

Ayat Pilihan

Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik.
Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik & itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa,
QS. An-Nahl [16]: 30

Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya kesenangan (sementara) & Sesungguhnya akhirat Itulah negeri yang kekal.
QS. Al-Mu’min [40]: 39

Bila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari & diperolok-olokkan (oleh orang kafir), maka jangan kamu duduk beserta mereka sampai mereka memasuki pembicaraan yang lain.
Karena (kalau kamu berbuat demikian), tentu kamu serupa dengan mereka
QS. An-Nisa’ [4]: 140

Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka,
(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu,
padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
QS. An-Nisa’ [4]: 19

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Kamus Istilah Islam

Gua Hira’

Di mana itu Gua Hira’? Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Na...

taklim

Apa itu taklim? tak.lim pengajaran agama ; pengajian; mari, kita mulai taklim ini dengan membaca bismillah … •

Taqiyyah

Apa itu Taqiyyah? Taqiyyah adalah sebuah istilah Islam yang merujuk kepada praktik dan kepercayaan penyangkalan atau pembantahan keagamaan dalam menghadapi penganiayaan. Istilah lainnya untuk istilah...