Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) – surah 74 ayat 11 [QS. 74:11]

ذَرۡنِیۡ وَ مَنۡ خَلَقۡتُ وَحِیۡدًا
Dzarnii waman khalaqtu wahiidan;
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,
―QS. Al Muddatstsir [74]: 11

Leave Me with the one I created alone
― Chapter 74. Surah Al Muddatstsir [verse 11]

ذَرْنِى biarkan Aku

Leave Me
وَمَنْ dan orang

and whom
خَلَقْتُ Aku ciptakan

I created
وَحِيدًا satu/sendiri

alone,

Tafsir

Alquran

Surah Al Muddatstsir
74:11

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 11. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa Dialah yang akan berbuat sesuatu terhadap orang yang telah diciptakan-Nya sendiri.
Dia telah menciptakan dan mengeluarkannya dari perut ibunya, tanpa harta bahkan tanpa anak.

Lalu Dia menganugerahkan rezeki kepadanya, dan kepandaian memimpin kaumnya.
Akan tetapi, dia membangkang kepada-Nya.


Ayat ini menyebutkan kata-kata
"wahid"
(satu-satunya), sebagai sindiran kepada al-Walid yang bergelar wahid, sebab dialah yang paling menonjol di kalangan kaumnya karena kekayaan, pangkat, dan harta yang dimilikinya.
Al-Walid memiliki kebun ladang serta areal peternakan yang luas antara Mekah dan tha’if.

Ia mempunyai unta, kuda, kambing, dan budak belian.
Mempunyai tujuh orang anak yang perkasa (tiga di antaranya masuk Islam, yaitu Khalid, Hisyam, dan ‘Imarah).

Menurut Mujahid, putranya 10 orang.
Lebih dari itu, Allah telah menganugerahkan usia panjang dengan kekayaan yang cukup kepada al-Walid itu (wafat dalam usia 90 tahun), dihormati dan disegani kaumnya.

Tafsir QS. Al Muddatstsir (74) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Biarlah Aku yang akan menindak orang yang telah Aku ciptakan.
Sesungguhnya Aku telah memberikan kecukupan baginya dengan harta yang berlimpah dan tak putus-putusnya, serta anak keturunan yang selalu menyertainya.


Aku berikan ia kedudukan dan kekuasaan yang tinggi.
Tetapi ia tak merasa puas dan memohon kepada-Ku untuk menambah lagi hartanya, keturunannya dan kedudukannya tanpa rasa syukur sedikit pun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, serahkan kepada-Ku orang yang Aku telah ciptakan sendiri di rahim ibunya tidak memiliki harta dan tidak pula anak.
Lalu, Aku jadikan ia memiliki harta yang berlimpah dan anak-anak yang berdatangan di Mekah.


Sedikit pun mereka tidak pernah pergi.
Aku mudahkan baginya jalan mencari rezeki dengan semudah-mudahnya.


Kemudian setelah semua pemberian ini, ia ingin sekali agar Aku menambahkan harta dan keturunannya, sedangkan ia kafir kepada-Ku.
Sungguh, tidak seperti yang diharapkan oleh orang yang berdosa itu, Aku sekali-kali tidak akan menambahkan semua itu, karena ia telah menentang dan mendustakan bukti-bukti Allah, Aku akan membebaninya kesulitan berupa siksaan, ancaman yang tiada pernah berhenti.


Yang dimaksud disini adalah Al-Walid bin Al-Mughirah yang menentang kebenaran dari Allah dan rasul-Nya dengan melakukan peperangan, inilah balasan setiap orang yang durhaka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Biarkanlah Aku) artinya, serahkanlah kepada-Ku


(untuk menindak orang yang Aku ciptakan) lafal Waman di’athafkan kepada Maf’ul atau kepada Maf’ul Ma’ah


(dalam keadaan sendirian) menjadi Haal atau kata keterangan keadaan bagi lafal Man, atau bagi Dhamirnya yang tidak disebutkan.
Maksudnya, orang yang diciptakan-Nya hanya dia sendiri, tanpa keluarga, tanpa harta benda, dia adalah Walid bin Mughirah Al-Makhzumi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mengancam orang jahat itu yang telah diberi banyak nikmat duniawi oleh Allah, lalu ia membalasnya dengan kekafiran terhadap nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya, dan menggantinya dengan kekafiran serta keingkaran terhadap ayat-ayat Allah, dan mendustakannya serta menganggapnya sebagai perkataan manusia.
Hal ini diungkapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dengan menghitung-hitung nikmat yang telah Dia berikan kepadanya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
(QS. Al-Muddatstsir 11)

Yakni dia keluar dari perut ibunya dalam keadaan sendirian, tidak berharta dan tidak beranak, kemudian Allah memberinya rezeki,

harta benda yang banyak.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 12)

Yaitu harta yang berlimpah lagi banyak.
Suatu pendapat menyebutnya seribu dinar, pendapat yang lainnya mengatakan seratus ribu dinar, dan menurut pendapat yang lainnya berupa lahan pertanian yang sangat luas, sedangkan pendapat yang lainnya lagi mengatakan selain itu.
Dan Allah menjadikan baginya,

dan anak-anak yang selalu bersama dia.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 13)

Mujahid mengatakan makna yang dimaksud ialah tidak pernah absen darinya dan selalu ada bersamanya, tidak pernah bepergian untuk berniaga, melainkan semuanya itu telah ditangani oleh budak-budaknya dan orang-orang upahannya (pegawainya), sedangkan mereka hanya tinggal saja bersama ayah mereka, dan ayah mereka merasa senang selalu bersama mereka serta merasa terhibur.
Mereka (anak-anak) itu menurut apa yang disebutkan oleh As-Saddi, Abu Malik dan Asim ibnu Umar ibnu Qatadah ada tiga belas orang.
Ibnu Abbas dan Mujahid mengatakan sepuluh orang anak.
Hal ini merupakan nikmat yang tiada taranya, yaitu keberadaan anak-anak di dekat orang tua mereka.

dan Kulapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 14)

Yakni Aku berikan kepadanya berbagai macam harta benda dan peralatan serta hal-hal lainnya.

kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Qur’an).
(QS. Al-Muddatsir [74]: 15-16)

Yaitu ingkar karena dia mengingkari nikmat-nikmat-Nya sesudah mengetahui.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Muddatstsir (74) Ayat 11

Diriwayatkan oleh al-Hakim dan disahihkannya, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Sanad hadits ini sahih menurut syarat al-Bukhari.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim bahwa al-Walid bin al-Mughirah datang kepada Nabi ﷺ Kemudian beliau membaca al-Qur’an kepadanya sehingga ia pun tertarik.
Kejadian ini sampai kepada Abu Jahl,sehingga ia sengaja datang kepada al-Walid sambil berkataa:

“Hai Paman ! Sesungguhnya kaummu akan mengumpulkan harta untuk diberikan kepadamu dengan maksud agar engkau mengganggu Huhammad.” Al-Walid berkata: “Bukankah kaum Quraisy telah mengetahui bahwa aku yang paling kaya di antara mereka ?”

Selanjutnya Abu Jahl berkata: “Kalau demikian ucapkanlah sebuah perkataan yang menunjukkan bahwa engkau ingkar dan benci kepadanya (Muhammad).” Al-Walid berkata: “Apa yang harus aku katakan ?
Demi Allah tidak ada seorangpun di antara kalian yang lebih tinggi syairnya, sajaknya, ataupun kasidahnya daripada gubahanku, bahkan syair-syair jin pun tidak ada yang mengungguli aku.
Demi Allah, sepanjang yang aku ketahui, tidak ada yang menyerupai ucapan Muhammad sedikitpun.
Demi Allah, ucapannya manis, bagus, indah,gemilang dan cemerlang.
Ucapannya tinggi, tak ada yang lebih tinggi daripadanya.”

Abu Jahl berkata: “Kaummu tidak akan senang sebelum engkau menunjukkan kebencianmu kepada Muhammad.” Al-Walid berkata: “Baiklah aku akan berfikir dahulu.” Setelah berfikir diapun berkata: “Benar, ucapan Muhammad itu hanyalah sihir yang berkesan, yang memberi bekas kepada yang lainnya.” Maka turunlah ayat ini (Al-Muddatstsir: 11) sebagai ancaman kepada orang-orang yang mendustakan beliau.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Muddatstsir (المدثر)

Surat Al Muddaststsir terdiri atas 56 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Muzzammil.

Dinamai "Al Muddatstsir" (orang yang berkemul) diambil dari perkataan "Al Muddatstsir" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Perintah untuk mulai berdakwah mengagungkan Allah.
▪ Membersihkan pakaian.
▪ Menjauhi maksiat.
▪ Memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.
▪ Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad ﷺ dan mendustakan Alquran.
▪ Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang telah ia usahakan.

Audio

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 56 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Muddatstsir (74) : 1-56 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 56

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Muddatstsir ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Muddatstsir ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 74:11
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Muddatstsir.

Surah Al-Muddassir (bahasa Arab:المدشّر) adalah surah ke-74 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil.
Dinamai Al Muddatstsir (Orang yang berkemul) diambil dari perkataan Al Muddatstsir yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah74
Nama SurahAl Muddatstsir
Arabالمدثر
ArtiOrang yang berkemul
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu4
JuzJuz 29
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat56
Jumlah kata256
Jumlah huruf1036
Surah sebelumnyaSurah Al-Muzzammil
Surah selanjutnyaSurah Al-Qiyamah
Sending
User Review
4.3 (11 votes)
Tags:

74:11, 74 11, 74-11, Surah Al Muddatstsir 11, Tafsir surat AlMuddatstsir 11, Quran Al-Mudatsir 11, Al-Muddatstsir 11, Al Mudasir 11, Al-Muddassir 11, Surah Al Mudasir ayat 11

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Waaqi’ah (Hari Kiamat) – surah 56 ayat 22 [QS. 56:22]

22-24. Orang-orang yang beriman itu mendapat karunia dan nikmat saat di surga, dan di sekeliling mereka ada bidadari-bidadari yang cantik jelita dan bermata jeli. Mereka laksana mutiara yang tersimpan … 56:22, 56 22, 56-22, Surah Al Waaqi’ah 22, Tafsir surat AlWaaqiah 22, Quran Al Waqiah 22, AlWaqiah 22, Al-Waqi’ah 22, Surah Al Waqiah ayat 22

QS. Al Mu’min (Orang yang Beriman) – surah 40 ayat 37 [QS. 40:37]

37. Yaitu pintu-pintu langit yang tinggi, agar aku dapat melihat Tuhan yang dipercayai dan diajarkan oleh Musa, tetapi aku tetap memandang-nya sebagai seorang pendusta tentang apa yang diajarkannya.” … 40:37, 40 37, 40-37, Surah Al Mu’min 37, Tafsir surat AlMumin 37, Quran Al Mukmin 37, AlMukmin 37, Al-Mu’min 37, Surah Al Mumin ayat 37

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

+

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 150 100 114 155 154 Benar! Kurang tepat! Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah

Pendidikan Agama Islam #19

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu … al-Ikhlas al-Fatihah al-Qadr an-Nash al-Alaq Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? Nabi Adam ‘Alaihissalam Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam Nabi Yakub ‘Alaihissalam Nabi Yusuf ‘Alaihissalam Nabi

Instagram