Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 8 [QS. 70:8]

یَوۡمَ تَکُوۡنُ السَّمَآءُ کَالۡمُہۡلِ ۙ
Yauma takuunussamaa-u kal muhl(i);
(Ingatlah) pada hari ketika langit men-jadi bagaikan cairan tembaga,
―QS. Al Ma’aarij [70]: 8

On the Day the sky will be like murky oil,
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 8]

يَوْمَ pada hari

(The) Day –
تَكُونُ adalah

will be
ٱلسَّمَآءُ langit

the sky
كَٱلْمُهْلِ seperti leburan perak

like molten copper,

Tafsir

Alquran

Surah Al Ma’aarij
70:8

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 8. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menerangkan saat-saat kedatangan azab serta keadaan manusia waktu itu.
Azab datang kepada orang kafir pada waktu langit hancur luluh, seperti perak yang mencair karena dipanaskan, dan pada saat gunung-gunung hancur bertaburan, seakan-akan bulu-bulu burung yang sedang beterbangan karena hembusan angin.

Kebingungan dan penderitaan dihadapi manusia pada waktu itu.
Masing-masing tidak dapat menolong orang lain, tidak seorang pun teman akrab yang menanyakan temannya, sedangkan mereka melihat dan mengetahui penderitaan temannya itu.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada saat langit seperti perak yang meleleh dan gunung-gunung seperti bulu yang beterbangan, tidak ada seorang teman dekat pun yang menanyakan temannya,
"Bagaimana kabarmu?"
Semuanya sibuk dengan dirinya sendiri.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Hari ketika langit menjadi cair seperti lelehan minyak, gunung-gunung menjadi seperti bulu yang disamak, yang beterbangan yang tertiup angin.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Pada hari ketika langit) lafal ayat ini bertaalluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yaitu azab itu terjadi pada hari ketika langit


(menjadi seperti luluhan perak) seperti leburan perak.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman bahwa azab itu pasti akan menimpa orang-orang kafir.

Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak (QS. Al-Ma’aarij [70]: 8)

Ibnu Abbas, Mujahid, Ata, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, dan As-Saddi serta lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa langit menjadi seperti minyak yang mendidih.

Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan).
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 9)

Yakni seperti bulu yang beterbangan karena tertiup angin kencang.
Demikianlah menurut Mujahid, Qatadah, dan As-Saddi.
Ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menyebutkan:

dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
(QS. Al-Qari‘ah [101]: 5)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, sedangkan mereka saling melihat.
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 10-11)

Maksudnya, tiada seorang pun yang menanyai kerabatnya tentang keadaannya, padahal dia melihatnya dalam keadaan yang paling buruk karena dia sendiri disibukkan dengan keadaan dirinya yang tak kalah buruknya.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, pada mulanya sebagian dari mereka mengenal sebagian yang lainnya, lalu mereka berkenalan di antara sesama mereka, sesudah itu masing-masing menyelamatkan dirinya sendiri.
Yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya:

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 37)

Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun.
Sesungguhnya janji Allah adalah benar.
(QS. Luqman [31]: 33)

Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu, tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikit pun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya.
(QS. Faathir [35]: 18)

Semakna pula dengan firman-Nya:

Apabila sangkakala ditiup, maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 101)

Dan sama dengan firman-Nya:

pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya, Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 34-37)

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
Amalamal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 8 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 70:8
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah70
Nama SurahAl Ma’aarij
Arabالمعارج
ArtiTempat naik
Nama lainSa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu79
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat44
Jumlah kata217
Jumlah huruf972
Surah sebelumnyaSurah Al-Haqqah
Surah selanjutnyaSurah Nuh
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

70:8, 70 8, 70-8, Surah Al Ma'aarij 8, Tafsir surat AlMaaarij 8, Quran AlMarij 8, Al Maarij 8, AlMaarij 8, Surah Al Maarij ayat 8

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 82 [QS. 23:82]

81-83. Orang-orang kafir enggan memikirkan fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah, bahkan mereka mengikuti jejak para pendurhaka terdahulu. Mereka mengingkari hari Kebangkitan dan mengucapkan per … 23:82, 23 82, 23-82, Surah Al Mu’minuun 82, Tafsir surat AlMuminuun 82, Quran Al Mukminun 82, Al-Mu’minun 82, Surah Al Muminun ayat 82

QS. Al Hajj (Haji) – surah 22 ayat 29 [QS. 22:29]

29. Setelah wukuf dilakukan, bermalam di Muzdalifah dan melontar jumrah usai dilaksanakan, maka kemudian, para tamu Allah hendaklah menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dengan tahalul awal, … 22:29, 22 29, 22-29, Surah Al Hajj 29, Tafsir surat AlHajj 29, Quran Al-Haj 29, Alhaj 29, Al Haj 29, Al-Hajj 29, Surah Al Hajj ayat 29

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

+

Array

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #20

Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … al Faruq Abi Khufaha

Pendidikan Agama Islam #4

Fungsi pakaian adalah … untuk munjukkan model terbaru menghindari tubuh agar tidak kotor tingkatkan gensi agar tidak kedinginan sebagai penutup

Pendidikan Agama Islam #17

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah … arabiyah makkiyah israiliyyat madaniyah kauniyah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93

Instagram