Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 40 [QS. 70:40]

فَلَاۤ اُقۡسِمُ بِرَبِّ الۡمَشٰرِقِ وَ الۡمَغٰرِبِ اِنَّا لَقٰدِرُوۡنَ
Falaa uqsimu birabbil masyaariqi wal maghaaribi innaa laqaadiruun(a);
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu,
―QS. Al Ma’aarij [70]: 40

Daftar isi

So I swear by the Lord of (all) risings and settings that indeed We are able
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 40]

فَلَآ maka

But nay!
أُقْسِمُ Aku bersumpah

I swear
بِرَبِّ dengan Tuhan/pemelihara

by (the) Lord
ٱلْمَشَٰرِقِ timur

(of) the risings
وَٱلْمَغَٰرِبِ dan barat

and the settings,
إِنَّا sesungguhnya Kami

that We
لَقَٰدِرُونَ sungguh Maha Kuasa

(are) surely Able

Tafsir Quran

Surah Al Ma’aarij
70:40

Tafsir QS. Al-Ma’arij (70) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Allah bersumpah dengan diri-Nya sebagai Tuhan penguasa dan pemilik alam semesta beserta seluruh isinya, untuk menegaskan bahwa Dia kuasa menghancurkan mereka seketika dan menggantinya dengan umat lain yang lebih baik dari mereka.
Tidak seorang pun yang dapat menolak kehendak-Nya atau menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan itu.

Dalam ayat lain, Allah ﷻ berfirman:

اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّ اِنْ يَّشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيْدٍ .
وَّمَا ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ بِعَزِيْزٍ

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah telah mencipta­kan langit dan bumi dengan hak (benar)?
Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu), dan yang demikian itu tidak sukar bagi Allah.
(Ibrahim [14]: 19-20)

Pada akhir ayat ini, ditegaskan bahwa Allah tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun yang telah ditetapkan azab baginya.
Mereka tidak akan dapat menghindarinya sebagaimana diterangkan-Nya dalam firman-Nya yang lain:

اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّسْبِقُوْنَا سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami?
Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu!
(Al-‘Ankabut [29]: 4)

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 40. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi Tuhan Pemilik tempat terbit dan terbenamnya hari, bintang dan petunjuk.
Sesungguhnya Kami mampu menghancurkan mereka dan mendatangkan pengganti mereka yang lebih taat kepada Allah.


Dan Kami tidaklah lemah untuk melakukan penggantian itu(1).
(1) Al-masyariq (tempat terbit) dan al-magharib (tempat terbenam) di sini dapat dimaksudkan sebagai tempat-tempat kerajaan Allah dengan luasnya yang tak terhingga seperti diisyaratkan pada ayat 137 surat al-A’raf untuk menunjukkan belahan-belahan bumi yang disebutkan pada ayat itu.


Al-masyariq dan al-magharib dapat pula diartikan sebagai tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan, seluruh bintang dan planet, di samping juga untuk menunjukkan semua kerajaan Allah.
Gejala terbit dan terbenamnya benda-benda langit disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya dari barat ke timur.


Oleh karena itu, benda-benda langit tersebut tampak bergerak di kubah langit berlawanan dengan perputaran tadi yaitu terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat.
Atau paling sedikit berputar dari timur ke barat di sekitar bintang kutub utara–di belahan bola bumi bagian utara, misalnya.


Apabila jarak kutub bintang itu lebih kecil dari lebarnya tempat peneropong, maka bintang tersebut tidak terbit dan tidak terbenam, tetapi membentuk putaran kecil di sekitar kutub utara.
Oleh sebab itu ayat ini juga mengisaratkan saat-saat di malam hari (lihat ayat 16 surat al-Nahl).


Jadi, fenomena terbit dan terbenam menunjukkan adanya perputaran bola bumi.
Dan itu adalah nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada semua makhluk hidup di planet ini.


Kalau bumi tidak berputar pada porosnya maka setengah bagiannya akan terkena sinar matahari selama setengah tahun dan setengan bagian lainnya tidak terkena sinar matahari sama sekali.
Dengan demikian, tidak akan ada kehidupan seperti sekarang ini.
Kalau kita coba membatasi fenomena terbit dan terbenam hanya pada matahari saja, tanpa bintang dan planet lainnya, maka ini menunjukkan banyaknya tempat terbit dan terbenam di bumi yang tidak ada habisnya dari hari ke hari pada setiap tempat di muka bumi ini.
Bahkan pada setiap saat yang berlalu di bola bumi ini.
Pada setiap saat matahari terbenam pada suatu titik dan terbit pada titik lain yang berlawanan.
Ini semua berkat ketelitian aturan Allah dan mukjizat kekuasaan-Nya (Lihat juga catatan kaki ayat 5 surat al-Shaffat dan ayat 17 surat al-Rahman).

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi Diri-Nya, Dialah Tuhan tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang.
Bahwa sesungguhnya Kami kuasa untuk mengganti mereka dengan kaum lain yang lebih utama dan lebih taat kepada Allah.


Tidak ada seorang pun yang mendahului, luput, dan membuat Kami lemah jika Kami ingin mengembalikannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka) huruf laa di sini adalah huruf zaidah


(Aku bersumpah dengan nama Rabb yang memiliki arah timur dan arah barat) yang memiliki matahari, bulan dan bintang-bintang lainnya


(sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Maha Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan, dan bintang.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 40)

Yakni Tuhan Yang telah menciptakan langit dan bumi, menciptakan arah timur dan arah barat, serta menundukkan bintang-bintang yang terbit dari arah timur dan tenggelam di arah barat.

Kesimpulan pembicaraan menunjukkan bahwa duduk perkaranya tidaklah seperti yang kamu duga, bahwa tidak ada hari kiamat, tidak ada hari hisab, tidak ada hari berbangkit, dan tidak ada hari kemudian, bahkan semuanya itu pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan lagi.
Karena itulah maka dipakai huruf la dalam permulaan qasam (sumpah), untuk menunjukkan bahwa objek sumpah yang terkandung dalam makna kalimat dinafikan.
Yaitu menyanggah dugaan mereka yang tidak benar, yang menyatakan bahwa hari kiamat itu tidak ada.
Padahal mereka telah menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri akan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Yang jauh lebih besar dari pada hari kiamat:
Yaitu penciptaan langit, bumi, dan ditundukkan-Nya semua makhluk yang ada pada keduanya, baik yang hidup maupun yang tidak bernyawa dan berbagai jenis makhluk lainnya.
Karena itulah disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
(QS. Al-Mu’min [40]: 57)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati?
Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 33)

Dan dalam ayat lainnya lagi disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu?
Benar.
Dia berkuasa.
Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya,
"Jadilah!"
Maka terjadilah ia (QS. Yasin [36]: 81-82)

Dalam surat ini disebutkan pula oleh firman-Nya:

Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan, dan bintang;
sesungguhnya Kami benar-benar Mahakuasa, untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik daripada mereka.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 40-41)

Yaitu kelak di hari kiamat Kami akan mengembalikan mereka hidup kembali dengan tubuh yang lebih baik daripada sekarang, karena sesungguhnya kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala mampu berbuat demikian,

dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 41)

Artinya, tiada seorang pun yang dapat mengalahkan-Nya.
Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat Lain melalui firman-Nya:

Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 3-4)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
(QS. Al-Waqi’ah [56]: 60-61)

Ibnu Jarir sehubungan dengan makna firman-Nya:
Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih balk daripada mereka.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 41)
Yakni umat yang taat kepada Kami dan tidak mendurhakai Kami, ia menjadikan ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan jika kamu berpaling, niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).
(QS. Muhammad [47]: 38)

Akan-tetapi, makna yang pertama lebih jelas karena konteks pembicaraan berkaitan erat dengannya;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
▪ Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
▪ Amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 40 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 70:40
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah 70
Nama Surah Al Ma’aarij
Arab المعارج
Arti Tempat naik
Nama lain Sa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 79
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 44
Jumlah kata 217
Jumlah huruf 972
Surah sebelumnya Surah Al-Haqqah
Surah selanjutnya Surah Nuh
Sending
User Review
4.8 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

70:40, 70 40, 70-40, Surah Al Ma'aarij 40, Tafsir surat AlMaaarij 40, Quran AlMarij 40, Al Maarij 40, AlMaarij 40, Surah Al Maarij ayat 40

Video Surah

70:40


Load More

Kandungan Surah Al Ma’aarij

۞ QS. 70:1 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 70:2 • Kepastian hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:3 • Zul Ma’arij (Pemilik tempat-tempat naik)

۞ QS. 70:6 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 70:7 • Kiamat telah dekat

۞ QS. 70:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:12 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:13 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:14 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:15 • Sifat neraka

۞ QS. 70:16 • Sifat neraka

۞ QS. 70:17 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:18 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:24 • Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:25 • Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:26 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 70:27 • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:28 • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:35 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 70:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:38 • Nama-nama surga • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 70:40 • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa) •

۞ QS. 70:41 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 70:42 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 70:44 • Allah menepati janji • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Bila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, lalu bila Kami beri nikmat dari Kami ia berkata:
“Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanya karena kepintaranku”.
Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tak mengetahui
QS. Az-Zumar [39]: 49

Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku,
niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
QS. Al-Mu’min [40]: 60

Serulah (manusia) pada jalan Tuhanmu dengan hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sungguh Tuhanmu lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
QS. An-Nahl [16]: 125

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

trias politika

Apa itu trias politika? tri.as po.li.ti.ka pengelompokan kekuasaan negara atas kekuasaan legislatif , kekuasaan eksekutif , dan kekuasaan yudikatif … •

isya

Apa itu isya? waktu menjelang malam sesudah lenyapnya sinar merah di ufuk barat; waktu salat wajib setelah lenyapnya sinar merah di ufuk barat sampai menjelang terbit fajar; salat wajib sebanyak...

Ulul Azmi

Apa itu Ulul Azmi? Ulul Azmi adalah sebuah gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Terdapat lima nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi, yakni Nuh, Ibrahim, Musa,...