Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 37 [QS. 70:37]

عَنِ الۡیَمِیۡنِ وَ عَنِ الشِّمَالِ عِزِیۡنَ
‘Anil yamiini wa’anisy-syimaali ‘iziin(a);
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?
―QS. Al Ma’aarij [70]: 37

Daftar isi

(To sit) on (your) right and (your) left in separate groups?
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 37]

عَنِ dari

On
ٱلْيَمِينِ kanan

the right
وَعَنِ dan dari

and on
ٱلشِّمَالِ kiri

the left,
عِزِينَ berkelompok-kelompok

(in) separate groups?

Tafsir Quran

Surah Al Ma’aarij
70:37

Tafsir QS. Al-Ma’arij (70) : 37. Oleh Kementrian Agama RI

Menurut sebahagian ahli tafsir, ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ salat dan membaca Al-Qur‘an di dekat Ka‘bah.
Lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di dekatnya sambil mengejek dan mengatakan bahwa mereka lebih pantas masuk surga daripada kaum Muslimin, karena mereka lebih mulia.

Orang-orang musyrik Mekah yang datang kepada Nabi bergegas duduk di kanan dan di kiri beliau untuk mendengar dan memperhatikan ayat-ayat yang beliau baca, seakan-akan mereka mengimaninya.
Bila mendengar Nabi ﷺ membaca Alquran, mereka memelototkan mata seperti orang ketakutan.

Mereka duduk di kanan-kiri Rasulullah berkelompok-kelompok dan seakan-akan memperhatikan ayat-ayat yang dibacakan itu.
Mereka juga mengangguk-anggukkan kepala, tetapi maksud mereka sesungguhnya untuk menghina Nabi Muhammad.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 37. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mengapakah orang-orang kafir bergegas datang kepadamu dan mengelilingi kamu dari arah kanan dan kirimu dengan berkelompok-kelompok?
Apakah setiap orang dari mereka ingin–setelah mendengar janji Allah dan rasul-Nya untuk orang-orang Mukmin yang berupa surga–dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, apakah yang menghalangi orang-orang kafir itu bersegera datang kepadamu?
Padahal mereka telah memanjangkan leher dan menghadapkan pandangan kepadamu, berkumpul di sebelah kanan dan kiri secara bergerombol dan berkelompok, berbicara dan terheran-heran satu sama lain.
Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan?
Namun, sekali-kali tidak, kenyataannya tidaklah seperti yang diinginkan.


Selamanya mereka tidak akan pernah masuk surga.
Sesungguhnya, Kami telah menciptakan mereka dari air yang hina, sebagaimana mereka mengetahuinya, seperti halnya yang lain.


Kemudian mereka tidak beriman.
Dari manakah mereka akan mendapatkan kemuliaan untuk memasuki surga yang penuh dengan kenikmatan?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dari kanan dan dari kiri) dari sebelah kananmu dan sebelah kirimu


(dengan berkelompok-kelompok) secara bergerombol dan membentuk lingkaran di sekitarmu.
Mereka berbuat demikian seraya mengatakan dengan nada mengejek,
"Sungguh jika mereka, yakni orang-orang yang beriman, masuk ke dalam surga, niscaya kami benar-benar akan masuk ke dalamnya sebelum mereka."
Maka Allah berfirman:

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengingkari sikap orang-orang kafir yang semasa dengan Nabi ﷺ, padahal mereka menyaksikan Nabi ﷺ dan juga petunjuk yang diamanatkan oleh Allah kepadanya untuk menyampaikannya, dan mukjizat-mukjizat yang jelas lagi cemerlang yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk menguatkan kerasulannya.
Kemudian dengan adanya semua itu mereka masih juga lari darinya dan bubar meninggalkannya, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri dengan berkelompok-kelompok, semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 49-51)

Ayat-ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam surat ini, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 36)

Yakni mengapa orang-orang kafir itu bersegera meninggalkanmu, hai Muhammad.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, bahwa muhti’in artinya pergi.

Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 37)

Bentuk tunggalnya ialah ‘izah, yakni berkelompok-kelompok.
Ini merupakan kata keterangan keadaan dari lafaz muhti’in, yakni saat mereka bubar darinya berkelompok-kelompok karena tidak setuju dan menentangnya.
Imam Ahmad telah mengatakan sehubungan dengan para penghamba nafsu, bahwa mereka selalu menyimpang dari Alquran, dan menentangnya serta sepakat untuk menentangnya.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 36)
Yakni mereka mengarahkan pandangannya ke arahmu.
Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok, (QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Bahwa ‘iz’in artinya berkelompok-kelompok, ada yang dari arah kanan dan ada yang dari arah kiri, berpaling darinya seraya memperolok-olok dia.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Amir alias Qurrah, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dari kanan dan dari kiri membubarkan dirinya (QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Yaitu bubar meninggalkan dia, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri seraya mengatakan,
"Apa yang dikatakan lelaki ini?"
dengan nada mencemoohkan.

Qatadah mengatakan bahwa muhti’in artinya sengaja datang.
Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Yakni membuat kelompok-kelompok di sekeliling Nabi ﷺ, tetapi bukan kerena menyukai Kitabullah dan bukan pula Nabi-Nya.

As-Sauri, Syu’bah, Absar ibnul Qasim, Aisy ibnu Yunus, Muhammad ibnu Fudail, Waki’, Yahya Al-Qattan, dan Abu Mu’awiyah, semuanya telah meriwayatkan dari Al-A’masy, dari Al-Musayyab ibnu Rati’, dari Tamim ibnu Tarfah, dari Jabir ibnu Samurah, bahwa Rasulullah ﷺ keluar menemui para sahabat, sedangkan para sahabat saat itu sedang duduk berkelompok-kelompok.
Maka beliau bertanya,
"Mengapa kalian kulihat berkelompok-kelompok?"

Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Al-A’masy dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu’ammal, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ Keluar menemui para sahabatnya, sedangkan mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok membentuk lingkaran-lingkaran, maka beliau ﷺ bertanya,
"Mengapa kulihat kalian berkelompok-kelompok?"

Sanad hadis ini jayyid (baik), tetapi kami tidak menemukan pada suatu kitab-pun dari kitab Sittah yang meriwayatkannya dari jalur ini.

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
▪ Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
▪ Amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 37 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 37 - Gambar 2
Statistik QS. 70:37
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah 70
Nama Surah Al Ma’aarij
Arab المعارج
Arti Tempat naik
Nama lain Sa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 79
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 44
Jumlah kata 217
Jumlah huruf 972
Surah sebelumnya Surah Al-Haqqah
Surah selanjutnya Surah Nuh
Sending
User Review
4.5 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

70:37, 70 37, 70-37, Surah Al Ma'aarij 37, Tafsir surat AlMaaarij 37, Quran AlMarij 37, Al Maarij 37, AlMaarij 37, Surah Al Maarij ayat 37

Video Surah

70:37


Load More

Kandungan Surah Al Ma’aarij

۞ QS. 70:1 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 70:2 • Kepastian hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:3 • Zul Ma’arij (Pemilik tempat-tempat naik)

۞ QS. 70:6 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 70:7 • Kiamat telah dekat

۞ QS. 70:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:12 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:13 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:14 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:15 • Sifat neraka

۞ QS. 70:16 • Sifat neraka

۞ QS. 70:17 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:18 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:24 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:25 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:26 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 70:27 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:28 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:35 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 70:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:38 • Nama-nama surga • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 70:40 Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa) •

۞ QS. 70:41 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 70:42 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 70:44 • Allah menepati janji • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Dia jadikan bumi sebagai hamparan bagimu & langit sebagai atap,
Dia turunkan hujan dari langit, lalu hasilkan dengan hujan itu segala buah sebagai rezeki untukmu, karena itu jangan kamu adakan sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
QS. Al-Baqarah [2]: 22

Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu mengkhianati Allah & Rasul (Muhammad) & (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu,
sedang kamu mengetahui.
QS. Al-Anfal [8]: 27

Telah Kami tulis dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh,
bahwa bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.
Sungguh (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini,
benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah)
QS. Al-Anbiya [21]: 105-106

Di antara tanda kekuasaan-Nya ialah
Dia ciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri,
supaya kau merasa tenteram padanya,
dijadikan-Nya rasa kasih & sayang.
Sungguh pada yang demikian itu benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.
QS. Ar-Rum [30]: 21

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

+

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus Istilah Islam

Al-Insyirah

Apa itu Al-Insyirah? Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 8 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Ad-Duha. Nomor Surah Nama Surah Alam Nasyrah الإنشراح‎ … • Alam Nasyrah, Al-Insyirah, Asy-Syarh, Al Insyirah

Dinar emas

Apa itu Dinar emas? Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan Dirham perak Islam berdasarkan ketentuan Open Mithqal Standard memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce, atau setara dengan 3,11 gram. Dengan demikian, dinar emas memiliki berat 4,45 gram … • • Dinar

Al-Anbiya

Apa itu Al-Anbiya? Surah Al-Anbiya’ adalah surah ke-21 dalam Alquran. Surah yang terdiri atas 112 ayat ini termasuk golongan surah Makkiyah. Nama al-anbiya digunakan karena surat ini mengutarakan kisah beberapa orang nabi. Permulaan surah Al-Anbiya menegaskan bahwa manusia lalai dalam menghadapi hari berhisab, kemudia … • Al-Anbiyaa, Al-Anbiya, Al Anbiya, Al Anbiyaa’