Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 36 [QS. 70:36]

فَمَالِ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا قِبَلَکَ مُہۡطِعِیۡنَ
Famaalil-ladziina kafaruu qibalaka muhthi’iin(a);
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),
―QS. Al Ma’aarij [70]: 36

Daftar isi

So what is (the matter) with those who disbelieve, hastening (from) before you, (O Muhammad),
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 36]

فَمَالِ maka mengapa

So what is with
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar

disbelieve,
قِبَلَكَ datang ke arahmu

before you
مُهْطِعِينَ bersegera

(they) hasten,

Tafsir Quran

Surah Al Ma’aarij
70:36

Tafsir QS. Al-Ma’arij (70) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Menurut sebahagian ahli tafsir, ayat ini berhubungan dengan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ salat dan membaca Al-Qur‘an di dekat Ka‘bah.
Lalu orang-orang musyrik berkumpul berkelompok-kelompok di dekatnya sambil mengejek dan mengatakan bahwa mereka lebih pantas masuk surga daripada kaum Muslimin, karena mereka lebih mulia.

Orang-orang musyrik Mekah yang datang kepada Nabi bergegas duduk di kanan dan di kiri beliau untuk mendengar dan memperhatikan ayat-ayat yang beliau baca, seakan-akan mereka mengimaninya.
Bila mendengar Nabi ﷺ membaca Alquran, mereka memelototkan mata seperti orang ketakutan.

Mereka duduk di kanan-kiri Rasulullah berkelompok-kelompok dan seakan-akan memperhatikan ayat-ayat yang dibacakan itu.
Mereka juga mengangguk-anggukkan kepala, tetapi maksud mereka sesungguhnya untuk menghina Nabi Muhammad.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 36. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mengapakah orang-orang kafir bergegas datang kepadamu dan mengelilingi kamu dari arah kanan dan kirimu dengan berkelompok-kelompok?
Apakah setiap orang dari mereka ingin–setelah mendengar janji Allah dan rasul-Nya untuk orang-orang Mukmin yang berupa surga–dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Rasul, apakah yang menghalangi orang-orang kafir itu bersegera datang kepadamu?
Padahal mereka telah memanjangkan leher dan menghadapkan pandangan kepadamu, berkumpul di sebelah kanan dan kiri secara bergerombol dan berkelompok, berbicara dan terheran-heran satu sama lain.
Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin dimasukkan Allah ke dalam surga yang penuh kenikmatan?
Namun, sekali-kali tidak, kenyataannya tidaklah seperti yang diinginkan.


Selamanya mereka tidak akan pernah masuk surga.
Sesungguhnya, Kami telah menciptakan mereka dari air yang hina, sebagaimana mereka mengetahuinya, seperti halnya yang lain.


Kemudian mereka tidak beriman.
Dari manakah mereka akan mendapatkan kemuliaan untuk memasuki surga yang penuh dengan kenikmatan?

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Mengapakah orang-orang kami itu ke arahmu) menuju kepadamu


(dengan bersegera) lafal muhthi`iina berkedudukan sebagai hal atau kata keterangan keadaan, yakni mereka selalu menatapkan pandangannya ke arahmu secara terus-menerus.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengingkari sikap orang-orang kafir yang semasa dengan Nabi ﷺ, padahal mereka menyaksikan Nabi ﷺ dan juga petunjuk yang diamanatkan oleh Allah kepadanya untuk menyampaikannya, dan mukjizat-mukjizat yang jelas lagi cemerlang yang diberikan oleh Allah kepadanya untuk menguatkan kerasulannya.
Kemudian dengan adanya semua itu mereka masih juga lari darinya dan bubar meninggalkannya, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri dengan berkelompok-kelompok, semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.
(QS. Al-Muddatsir [74]: 49-51)

Ayat-ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam surat ini, karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 36)

Yakni mengapa orang-orang kafir itu bersegera meninggalkanmu, hai Muhammad.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri, bahwa muhti’in artinya pergi.

Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 37)

Bentuk tunggalnya ialah ‘izah, yakni berkelompok-kelompok.
Ini merupakan kata keterangan keadaan dari lafaz muhti’in, yakni saat mereka bubar darinya berkelompok-kelompok karena tidak setuju dan menentangnya.
Imam Ahmad telah mengatakan sehubungan dengan para penghamba nafsu, bahwa mereka selalu menyimpang dari Alquran, dan menentangnya serta sepakat untuk menentangnya.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Mengapa orang-orang kafir itu bersegera bubar dari arahmu.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 36)
Yakni mereka mengarahkan pandangannya ke arahmu.
Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok, (QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Bahwa ‘iz’in artinya berkelompok-kelompok, ada yang dari arah kanan dan ada yang dari arah kiri, berpaling darinya seraya memperolok-olok dia.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abu Amir alias Qurrah, dari Al-Hasan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dari kanan dan dari kiri membubarkan dirinya (QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Yaitu bubar meninggalkan dia, ada yang ke arah kanan dan ada yang ke arah kiri seraya mengatakan,
"Apa yang dikatakan lelaki ini?"
dengan nada mencemoohkan.

Qatadah mengatakan bahwa muhti’in artinya sengaja datang.
Dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 37)
Yakni membuat kelompok-kelompok di sekeliling Nabi ﷺ, tetapi bukan kerena menyukai Kitabullah dan bukan pula Nabi-Nya.

As-Sauri, Syu’bah, Absar ibnul Qasim, Aisy ibnu Yunus, Muhammad ibnu Fudail, Waki’, Yahya Al-Qattan, dan Abu Mu’awiyah, semuanya telah meriwayatkan dari Al-A’masy, dari Al-Musayyab ibnu Rati’, dari Tamim ibnu Tarfah, dari Jabir ibnu Samurah, bahwa Rasulullah ﷺ keluar menemui para sahabat, sedangkan para sahabat saat itu sedang duduk berkelompok-kelompok.
Maka beliau bertanya,
"Mengapa kalian kulihat berkelompok-kelompok?"

Imam Ahmad, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Nasai, dan Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui hadis Al-A’masy dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Mu’ammal, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abdul Malik ibnu Umair, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ Keluar menemui para sahabatnya, sedangkan mereka dalam keadaan berkelompok-kelompok membentuk lingkaran-lingkaran, maka beliau ﷺ bertanya,
"Mengapa kulihat kalian berkelompok-kelompok?"

Sanad hadis ini jayyid (baik), tetapi kami tidak menemukan pada suatu kitab-pun dari kitab Sittah yang meriwayatkannya dari jalur ini.

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
▪ Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
▪ Amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 36 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 36 - Gambar 2
Statistik QS. 70:36
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah 70
Nama Surah Al Ma’aarij
Arab المعارج
Arti Tempat naik
Nama lain Sa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 79
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 44
Jumlah kata 217
Jumlah huruf 972
Surah sebelumnya Surah Al-Haqqah
Surah selanjutnya Surah Nuh
Sending
User Review
4.4 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

70:36, 70 36, 70-36, Surah Al Ma'aarij 36, Tafsir surat AlMaaarij 36, Quran AlMarij 36, Al Maarij 36, AlMaarij 36, Surah Al Maarij ayat 36

Video Surah

70:36


Load More

Kandungan Surah Al Ma’aarij

۞ QS. 70:1 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 70:2 • Kepastian hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:3 • Zul Ma’arij (Pemilik tempat-tempat naik)

۞ QS. 70:6 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 70:7 • Kiamat telah dekat

۞ QS. 70:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:12 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:13 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:14 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:15 • Sifat neraka

۞ QS. 70:16 • Sifat neraka

۞ QS. 70:17 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:18 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:24 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:25 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:26 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 70:27 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:28 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:35 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 70:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:38 • Nama-nama surga • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 70:40 Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa) •

۞ QS. 70:41 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 70:42 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 70:44 • Allah menepati janji • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Wahai umat manusia,
sungguh kalian membutuhkan Allah dalam segala hal.
Hanya Allahlah yang Mahakaya & tidak membutuhkan keberadaan ciptaan-Nya.
Oleh karena itu,
Dia berhak mendapatkan puja & puji dalam segala situasi.
QS. Fatir [35]: 15

Sungguh orang-orang yang beriman & mengerjakan amal saleh,
mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.
Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga A’adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
QS. Al-Bayyinah [98]: 7-8

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain.
QS. An-Nisa’ [4]: 32

Zakariya berdoa kepada Tuhan seraya berkata

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةًۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ

“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”
QS. Ali ‘Imran [3]: 38

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Sibgah

Apa itu Sibgah? sib.gah celupan; iman kepada Allah tanpa disertai kemusyrikan. 📕 Contoh: Sibgah Allah … •

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Siapa itu Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah? Muhammad bin Abi Bakr , bin Ayyub bin Sa’d al-Zar’i, al-Dimashqi , bergelar Abu Abdullah Syamsuddin , atau lebih dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, dinamakan karena ayahnya berada / menjadi penjaga di sebuah sekolah lokal yang bernama Al-Jauziyyah. Dalam Bahasa Arab namanya tertu … • Ibnul Qayyim

Al Qahhaar

Apa itu Al Qahhaar? Allah itu Al-Qahhar◀ Allah itu Al-Qahhar, yang memiliki makna Maha Penakluk. Allah itu Maha Penakluk atau Maha Menaklukkan segalanya, termasuk alam semesta ini. &128161; Kita bisa meneladani sifat Al-Qahhar ini dengan cara belajar untuk menaklukkan hawa dan nafsu dalam kehidupan sehari-hari agar kita tidak dikendalikan oleh hawa nafsu tersebu … • Al-Qahhaar, Al-Qahhar, Al-Qahar, Al Qahhar