Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 25 [QS. 70:25]

لِّلسَّآئِلِ وَ الۡمَحۡرُوۡمِ
Li-ssaa-ili wal mahruum(i);
bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta,
―QS. Al Ma’aarij [70]: 25

For the petitioner and the deprived –
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 25]

لِّلسَّآئِلِ untuk orang yang meminta

For the one who asks
وَٱلْمَحْرُومِ dan orang yang kekurangan

and the deprived,

Tafsir

Alquran

Surah Al Ma’aarij
70:25

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 25. Oleh Kementrian Agama RI


Di samping mengerjakan salat untuk mengingat dan menghambakan diri kepada Allah, manusia diperintahkan agar selalu meneliti harta yang telah dianugerahkan Allah kepadanya;
apakah dalam harta itu telah atau belum ada hak orang miskin yang meminta-minta, dan orang miskin yang tidak mempunyai sesuatu apa pun.
Jika ada hak mereka, ia segera mengeluarkannya karena dia percaya bahwa selama ada hak orang lain dalam hartanya itu, berarti hartanya belum suci.

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. (at-Taubah [9]: 103)


Dari perkataan Haqq ma‘lum (bagian tertentu) dipahami bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah sedekah wajib, yaitu zakat.

Hal ini diperkuat dengan penyebutannya dalam ayat ini diiringi dengan penyebutan salat.
Di dalam Al-Qur‘an terdapat dua puluh tujuh tempat yang menyebutkan secara beriringan perintah mengerjakan salat dengan perintah mengerjakan zakat.

Hal ini menunjukkan bahwa keduanya mempunyai hubungan yang erat.
Dengan salat, seorang dapat menyucikan dirinya dari segala perbuatan syirik dan terlarang, serta menyerahkan dan menghambakan diri hanya kepada Allah.

Sedangkan dengan zakat, seseorang dapat menyucikan hartanya dari milik orang lain serta menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa harta yang dikaruniakan Allah itu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk jalan yang diridai-Nya.
Harta itu hanya sebagai alat untuk mencari keridaan-Nya, bukan sebagai tujuan hidup.

Dengan perkataan lain bahwa zakat adalah hasil dan perwujudan dari berhasilnya salat yang dikerjakan seseorang.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 25. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kedua, orang-orang yang dalam hartanya terdapat bagian tertentu untuk orang yang meminta, dan orang yang menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta meskipun sebenarnya membutuhkan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Jika ia ditimpa oleh sesuatu yang tidak disukai atau kesulitan, ia banyak berkeluh kesah dan berputus asa.


Jika mendapat kebaikan dan kemudahan, ia amat kikir dan banyak menahan kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, mereka yang tetap menjaga menunaikannya tepat waktu, tidak terhalangi kesibukan apa pun, orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu yang diwajibkan atas mereka berupa zakat yang ditunaikan kepada mereka yang memerlukan bantuan dan tidak mempersulit orang-orang yang memintanya, orang-orang yang mempercayai hari perhitungan dan hari pembalasan sehingga mereka melakukan persiapan dengan beramal saleh.
Begitu pula orang-orang yang takut terhadap azab Allah.


Sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang dijamin aman dari siksa Tuhan mereka.
Demikian pula orang-orang yang memelihara kemaluannya terhadap yang telah diharamkan Allah atas mereka kecuali terhadap istri-istri atau hamba sahaya yang mereka miliki.


Sesungguhnya, mereka dalam hal ini tidaklah disiksa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa) yang tidak mau meminta-minta, demi memelihara kehormatannya sekalipun ia tidak punya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu, bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 24-25)

Yakni orang-orang yang di dalam harta mereka terdapat bagian tertentu bagi orang-orang yang memerlukan pertolongan.
Masalah ini telah diterangkan di dalam tafsir surat Az-Zariyat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan.
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 26)

Yaitu meyakini adanya hari kiamat, hari penghisaban, dan pembalasan;
maka mereka mengerjakan amalnya sebagaimana orang yang mengharapkan pahala dan takut akan siksaan.
Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:

dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya.
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 27)

Maksudnya, takut dan ngeri terhadap azab Allah subhanahu wa ta’ala:

Karena sesungguhnya azab Tuhan mereka tidak dapat orang merasa aman (dari kedatangannya).
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 28)

Yakni tiada seorang pun yang merasa aman dari azab-Nya dari kalangan orang yang mengetahui akan perintah Allah subhanahu wa ta’ala kecuali hanya bila mendapat jaminan keamanan dari Allah subhanahu wa ta’ala

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
Amalamal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 25 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 25 - Gambar 2
Statistik QS. 70:25
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah70
Nama SurahAl Ma’aarij
Arabالمعارج
ArtiTempat naik
Nama lainSa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu79
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat44
Jumlah kata217
Jumlah huruf972
Surah sebelumnyaSurah Al-Haqqah
Surah selanjutnyaSurah Nuh
Sending
User Review
4.9 (27 votes)
Tags:

70:25, 70 25, 70-25, Surah Al Ma'aarij 25, Tafsir surat AlMaaarij 25, Quran AlMarij 25, Al Maarij 25, AlMaarij 25, Surah Al Maarij ayat 25

▪ Q S 70 : 19-25
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 142 [QS. 4:142]

Sesungguhnya dengan sikap dan perbuatan yang mereka lakukan seperti yang digambarkan pada ayat-ayat di atas, orang-orang munafik itu berusaha hendak menipu Allah, tetapi usaha-usaha mereka menjadi sia … 4:142, 4 142, 4-142, Surah An Nisaa’ 142, Tafsir surat AnNisaa 142, Quran AnNisa 142, An-Nisa’ 142, Surah An Nisa ayat 142

QS. Al Mu’minuun (Orang-orang mukmin) – surah 23 ayat 116 [QS. 23:116]

115-116. Mengingatkan para pendurhaka terkait kelengahan mereka, Allah berfirman, “Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main, yakni tanpa tujuan yang jelas; dan apakah kamu juga m … 23:116, 23 116, 23-116, Surah Al Mu’minuun 116, Tafsir surat AlMuminuun 116, Quran Al Mukminun 116, Al-Mu’minun 116, Surah Al Muminun ayat 116

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Abu-abu Hijau Pupus Hitam dongker Kuning muda Putih Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Maha Pemberi Balasan Maha Kuasa Maha Penguasa Hari Kiamat Maha

Pendidikan Agama Islam #11

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah

Instagram