Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ma'aarij (Tempat naik) - surah 70 ayat 19 [QS. 70:19]

اِنَّ الۡاِنۡسَانَ خُلِقَ ہَلُوۡعًا
Inna-insaana khuliqa haluu’an;
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.

―QS. Al Ma’aarij [70]: 19

Daftar isi

Indeed, mankind was created anxious:
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 19]

إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلْإِنسَٰنَ manusia

the man
خُلِقَ diciptakan

was created
هَلُوعًا keluh-kesah/loba-kikir

anxious –

Tafsir Quran

Surah Al Ma’aarij
70:19

Tafsir QS. Al-Ma’arij (70) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat suka berkeluh kesah dan kikir.
Namun, sifat ini dapat diubah jika menuruti petunjuk Tuhan yang dinyatakan-Nya dalam ayat 22 sampai 24 surah ini.

Manusia yang tidak mempedulikan petunjuk Tuhan dan seruan rasul adalah orang yang sesat.
Firman Allah:

وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ

Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya.
(Yusuf [12]: 103)

Manusia bisa sesat dari jalan Allah karena sifatnya yang tergesa-gesa, gelisah, dan kikir.
Hal ini bukanlah ketentuan dari Allah terhadapnya, tetapi mereka menjadi mukmin atau menjadi kafir karena usaha dan pilihan mereka sendiri.


هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَّمِنْكُمْ مُّؤْمِنٌ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
(At-Tagabun [64]: 2)

Kepada manusia dibentangkan jalan lurus menuju keridaan Allah dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat seperti yang disampaikan Rasulullah, sebagaimana yang termuat dalam Alquran dan hadis.
Di samping itu, terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai Allah dan menuju ke tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat.

Manusia boleh memilih salah satu dari kedua jalan itu;
jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat.
Kemudian mereka diberi balasan sesuai dengan pilihan mereka.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya manusia itu bersifat hala’:
sangat gelisah dan marah bila ditimpa kesusahan dan sangat kikir bila mendapat kebaikan dan kemudahan.
Kecuali, pertama, orang-orang yang senantiasa mengerjakan salat dan tetap melakukannya tanpa meninggalkan satu waktu pun.


Mereka mendapat perlindungan dan bimbingan dari Allah ke arah kebaikan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya, manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.
Jika ia ditimpa oleh sesuatu yang tidak disukai atau kesulitan, ia banyak berkeluh kesah dan berputus asa.


Jika mendapat kebaikan dan kemudahan, ia amat kikir dan banyak menahan kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, mereka yang tetap menjaga menunaikannya tepat waktu, tidak terhalangi kesibukan apa pun, orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu yang diwajibkan atas mereka berupa zakat yang ditunaikan kepada mereka yang memerlukan bantuan dan tidak mempersulit orang-orang yang memintanya, orang-orang yang mempercayai hari perhitungan dan hari pembalasan sehingga mereka melakukan persiapan dengan beramal saleh.
Begitu pula orang-orang yang takut terhadap azab Allah.


Sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang dijamin aman dari siksa Tuhan mereka.
Demikian pula orang-orang yang memelihara kemaluannya terhadap yang telah diharamkan Allah atas mereka kecuali terhadap istri-istri atau hamba sahaya yang mereka miliki.


Sesungguhnya, mereka dalam hal ini tidaklah disiksa.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah) lafal haluu`an merupakan hal atau kata keterangan keadaan dari lafal yang tidak disebutkan, dan sekaligus sebagai penafsirnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal manusia dan watak-watak buruk yang telah menjadi pembawaannya.

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 19)

Yang hal ini ditafsirkan oleh firman selanjutnya:

Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 20)

Yakni apabila tertimpa kesusahan, ia kaget dan berkeluh kesah serta hatinya seakan-akan copot karena ketakutan yang sangat, dan putus asa dari mendapat kebaikan sesudah musibah yang menimpanya.

dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 21)

Yaitu apabila ia mendapat nikmat dari Allah subhanahu wa ta’ala, berbaliklah ia menjadi orang yang kikir terhadap orang lain, dan tidak mau menunaikan hak Allah yang ada padanya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ali ibnu Rabah, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis berikut dari Abdul Aziz ibnu Marwan ibnul Hakam yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sifat terburuk yang ada pada diri seorang lelaki ialah kikir yang keterlaluan dan sifat pengecut yang parah.

Imam Abu Daud meriwayatkannya dari Abdullah ibnul Jarah, dari Abu Abdur Rahman Al-Muqri dengan sanad yang sama, dan ia tidak mempunyai hadis dari Abdul Aziz selain dari hadis ini.

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

kecuali orang-orang yang mengerjakan salat.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 22)

Yakni manusia itu ditinjau dari segi pembawaannya menyandang sifat-sifat yang tercela, terkecuali orang yang dipelihara oleh Allah dan diberi-Nya taufik dan petunjuk kepada kebaikan dan memudahkan baginya jalan untuk meraihnya.
Mereka adalah orang-orang yang mengerjakan salat.

yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 23)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah orang-orang yang memelihara salat dengan menunaikannya di waktunya masing-masing dan mengerjakan yang wajib-wajibnya.
Demikianlah menurut Ibnu Mas’ud, Masruq, dan Ibrahim An-Nakha’i.
Menurut pendapat yang lain, yang dimaksud dengan tetap dalam ayat ini ialah orang yang mengerjakan salatnya dengan tenang dan khusyuk, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.
(QS. Al-Mu’minun [23]: 1-2)

Demikianlah menurut Uqbah ibnu Amir.
Dan termasuk ke dalam pengertian ini kalimat al-ma-ud da-im, artinya air yang tenang dan diam, tidak beriak dan tidak bergelombang serta tidak pula mengalir.
Makna ini menunjukkan wajib tuma-ninah dalam salat, karena orang yang tidak tuma-ninah dalam rukuk dan sujudnya bukan dinamakan orang yang tenang dalam salatnya, bukan pula sebagai orang yang menetapinya, bahkan dia mengerjakannya dengan cepat bagaikan burung gagak yang mematuk, maka ia tidak beroleh keberuntungan dalam salatnya.

Menurut pendapat yang lain, apabila mereka mengerjakan suatu amal kebaikan, maka mereka menetapinya dan mengukuhkannya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis sahih diriwayatkan melalui Siti Aisyah r.a., dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Amal yang paling disukai oleh Allah ialah yang paling tetap, sekalipun sedikit.

Menurut lafaz yang lain disebutkan:

yang paling tetap diamalkan oleh pelakunya

Selanjutnya Aisyah r.a. mengatakan, Rasulullah ﷺ adalah seorang yang apabila mengamalkan suatu amalan selalu menetapinya.
Menurut lafaz yang lain disebutkan selalu mengukuhkannya.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang mereka itu tetap mengerjakan salatnya.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 23), Telah diceritakan kepada kami bahwa Nabi Danial ‘alaihis salam menyebutkan sifat umat Muhammad ﷺ Maka ia mengatakan bahwa mereka selalu mengerjakan salat yang seandainya kaum Nuh mengerjakannya, niscaya mereka tidak ditenggelamkan;
dan seandainya kaum ‘Ad mengerjakannya, niscaya mereka tidak tertimpa angin yang membinasakan mereka;
atau kaum Samud, niscaya mereka tidak akan tertimpa pekikan yang mengguntur.
Maka kerjakanlah salat, karena sesungguhnya salat itu merupakan akhlak orang-orang mukmin yang baik.

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
▪ Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
▪ Amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 70:19
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah 70
Nama Surah Al Ma’aarij
Arab المعارج
Arti Tempat naik
Nama lain Sa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 79
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 44
Jumlah kata 217
Jumlah huruf 972
Surah sebelumnya Surah Al-Haqqah
Surah selanjutnya Surah Nuh
Sending
User Review
4.3 (11 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

70:19, 70 19, 70-19, Surah Al Ma'aarij 19, Tafsir surat AlMaaarij 19, Quran AlMarij 19, Al Maarij 19, AlMaarij 19, Surah Al Maarij ayat 19

Video Surah

70:19


More Videos

Kandungan Surah Al Ma'aarij

۞ QS. 70:1 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 70:2 • Kepastian hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:3 • Zul Ma’arij (Pemilik tempat-tempat naik)

۞ QS. 70:6 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 70:7 • Kiamat telah dekat

۞ QS. 70:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:12 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:13 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:14 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:15 • Sifat neraka

۞ QS. 70:16 • Sifat neraka

۞ QS. 70:17 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:18 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:24 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:25 Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:26 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 70:27 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:28 Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:35 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 70:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:38 • Nama-nama surga • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 70:40 Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa) •

۞ QS. 70:41 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 70:42 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 70:44 • Allah menepati janji • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir,
disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
QS. Al-Anfal [8]: 65

Dirikanlah salat & suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)
QS. Luqman [31]: 17

Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu.
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
QS. Al-Hajj [22]: 37

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Kamus Istilah Islam

hasan shahih

Apa itu hasan shahih? Apa yang dimaksud dengan hadits hasan shahih? Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjawab: “Hadits yang diberikan dua penilaian sekaligus ini -yaitu hasan dan shahih- tidaklah l...

Ta Ha

Apa itu Ta Ha? Surah Ta Ha adalah surah ke-20 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini. Sebagaima...

Ad-Darimi

Siapa itu Ad-Darimi? Ad-Darimi ialah salah satu Imam Ahli Hadis Sunni, Nama lengkapnya Abdullah bin Abdurrahman bin al Fadhl bin Bahram bin Abdush Shamad. Ad Darimi adalah nisbah kepada Darim bin Mali...