Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Ma’aarij (Tempat naik) – surah 70 ayat 1 [QS. 70:1]

سَاَلَ سَآئِلٌۢ بِعَذَابٍ وَّاقِعٍ ۙ
Saala saa-ilun bi’adzaabin waaqi’in;
Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,
―QS. Al Ma’aarij [70]: 1

Daftar isi

A supplicant asked for a punishment bound to happen
― Chapter 70. Surah Al Ma’aarij [verse 1]

سَأَلَ bertanya

Asked
سَآئِلٌۢ seorang penanya

a questioner
بِعَذَابٍ dengan/tentang azab

about a punishment
وَاقِعٍ jatuh/terjadi

bound to happen

Tafsir Quran

Surah Al Ma’aarij
70:1

Tafsir QS. Al-Ma’arij (70) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan bahwa orang musyrik Mekah seperti an-Nadhr bin Al-Harits meminta kepada Nabi Muhammad agar segera menimpakan azab yang telah dijanjikan itu kepada mereka, seandainya ancaman itu benar-benar berasal dari Allah, dan jika Muhammad itu benar-benar seorang rasul yang diutus Allah.
Permintaan itu dijawab oleh ayat ini dengan mengatakan bahwa azab yang dijanjikan itu pasti menimpa orang-orang kafir, baik diminta atau tidak.

Sebab, telah menjadi sunatullah bahwa azab itu pasti ditimpakan kepada setiap orang kafir.

Tafsir QS. Al Ma’aarij (70) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Seseorang telah meminta–dengan nada mengejek–agar disegerakan azab yang pasti akan diberikan Allah kepada orang-orang kafir.
Tidak ada yang dapat menghalangi azab tersebut dari mereka, karena azab itu datang dari Allah, Pemilik seluruh langit yang merupakan sumber terlaksananya kekuatan dan keputusan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Salah seorang dari kaum musyrikin itu telah meminta untuk dirinya dan kaumnya agar diturunkan azab kepada mereka.
Padahal, siksaan itu akan menimpa mereka pada hari Kiamat.


Tidak ada seorang pun dapat menolak azab Allah yang Mahatinggi dan Mahagagah.
Para malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadar perbandingannya 50 ribu tahun dari tahun dunia.


Bagi seorang mukmin hal itu seperti shalat fardhu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Seseorang telah meminta) yakni berdoa meminta


(kedatangan azab yang akan menimpa.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Seorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1)

Di dalam ayat ini terkandung lafaz yang tidak disebutkan karena terbukti dengan adanya huruf ba yang menunjuk ke arahnya.
Jadi, seakan-akan lafaz itu keberadaannya diperkirakan.
Bentuk lengkapnya ialah seseorang meminta agar disegerakan datangnya azab yang bakal terjadi, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya.
(QS. Al-Hajj [22]: 47)

Yakni azab-Nya pasti terjadi.


Imam Nasai mengatakan, telah menceritakan kepada kami Bisyr ibnu Khalid, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ‘Al-A’masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1)
Bahwa orang tersebut adalah An-Nadr ibnul Haris ibnu Kaldah.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1)
Bahwa demikianlah permintaan orang-orang kafir akan azab Allah, padahal azab Allah itu bakal terjadi menimpa mereka.


Ibnu Abu Najih telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
Seseorang peminta telah meminta.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1)
Seseorang berdoa, meminta agar azab yang bakal terjadi di akhirat itu diturunkan.


Mujahid mengatakan bahwa hal ini seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Ya Allah, jika betul (Al Qur’an) ini dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
(QS. Al-Anfal [8]: 32)

Ibnu Zaid dan lain-Lainnya mengatakan di dalam firman-Nya:
Seseorang peminta telah meminta kedatangan azab yang bakal terjadi.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1)
Yaitu sebuah lembah yang terdapat di dalam neraka Jahanam, kelak di hari kiamat mengalir azab darinya.
Tetapi pendapat ini lemah dan jauh dari makna yang dimaksud, dan pendapat yang sahih adalah yang pertama tadi karena sesuai dengan konteksnya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَاقِعٍ لِلْكَافِرينَ}

yang bakal terjadi untuk orang-orang kafir.
(QS. Al-Ma’arij [70]: 1-2)

Yakni disiapkan dan disediakan untuk orang-orang kafir.


Ibnu Abbas mengatakan bahwa azab yang waqi’ ialah azab yang pasti datang.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Ma’aarij (70) Ayat 1

Diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Firman Allah, sa’ala saa-ilum bi’adzaabiw waaqi’ (Seseorang Telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa) (al-Ma’aarij: 1) turun berkenaan dengan An-Nadlr bin Al-Harits yang berkata dengan sinis: “Ya Allah, sekiranya (ucapan Muhammad untuk mengutamakan ‘Ali lebih daripada kami) itu benar-benar dari-Mu, turunkanlah kepada kami hujan batu dari langit.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-Suddi bahwa ayat ini (al-Ma’aarij: 1) turun di Mekah, berkenaan dengan an-Nadlr bin al-Harits yang berkata dengan sinis: “Ya Allah jika betul (al-Qur’an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit.” (perkataan Nadlr ini termaktub pula dalam surat al-Anfaal ayat 32).
Hujan batu sebagai azab dari Allah itu pun diturunkan pada Perang Badar.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari al-Hasan bahwa ketika turun ayat ini(al-Ma’aarij ayat 1) turun, orang-orang bertanya: “Kepada siapa azab tersebut diturunkan ?” Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya (al-Ma’aarij ayat 2) yang menegaskan bahwa azab tersebut diturunkan kepada kaum kafir.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Ma’aarij (المعارج)

Surat ini terdiri atas 44 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Haaqqah.

Perkataan "Al Ma’aarij" yang menjadi nama bagi surat ini adalah kata jamak dari ”Mi’raj",
diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat 3, yang artinya menurut bahasa "tempat naik".
Sedang para ahli tafsir memberi arti berrnacam-macam, di antaranya ialah "langit", nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala kepada ahli surga.

Keimanan:

▪ Perintah bersabar kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam menghadapi ejekan-ejekan dan keingkaran orang-orang kafir.
▪ Kejadian-kejadian pada hari kiamat.
▪ Azab Allah tak dapat dihindarkan dengan tebusan apapun.
▪ Sifat-sifat manusia yang mendorongnya ke api neraka.
▪ Amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi.
▪ Peringatan Allah akan mengganti kaum yang durhaka dengan kaum yang lebih baik.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ma’aarij (44 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 44 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Ma'aarij (70) : 1-44 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 44

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ma'aarij ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Ma'aarij ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 70:1
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ma’aarij.

Surah Al-Ma’arij (Arab: المعارج , “Tempat-Tempat Naik”) adalah surah ke-70 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 44 ayat.
Dinamakan Al Ma’aarij yang berarti tempat naik diambil dari perkataan Al Ma’aarij yang terdapat pada ayat ke 3 surat ini.
Para ahli tafsir memberikan beberapa penafsiran mengenai hal ini di antaranya langit, nikmat karunia dan derajat atau tingkatan yang diberikan Allah ﷻ kepada ahli surga.

Nomor Surah 70
Nama Surah Al Ma’aarij
Arab المعارج
Arti Tempat naik
Nama lain Sa’ala dan Waqi’, Sa’ala sailun
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 79
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 44
Jumlah kata 217
Jumlah huruf 972
Surah sebelumnya Surah Al-Haqqah
Surah selanjutnya Surah Nuh
Sending
User Review
4.9 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

70:1, 70 1, 70-1, Surah Al Ma'aarij 1, Tafsir surat AlMaaarij 1, Quran AlMarij 1, Al Maarij 1, AlMaarij 1, Surah Al Maarij ayat 1

Video Surah

70:1


Load More

Kandungan Surah Al Ma’aarij

۞ QS. 70:1 • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 70:2 • Kepastian hari kiamat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:3 • Zul Ma’arij (Pemilik tempat-tempat naik)

۞ QS. 70:6 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 70:7 • Kiamat telah dekat

۞ QS. 70:8 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:9 • Kedahsyatan hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:10 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:12 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:13 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:14 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 70:15 • Sifat neraka

۞ QS. 70:16 • Sifat neraka

۞ QS. 70:17 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:18 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 70:24 • Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:25 • Zakat rukun Islam

۞ QS. 70:26 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan

۞ QS. 70:27 • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:28 • Ar Rabb (Tuhan) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat

۞ QS. 70:35 • Pahala iman • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman

۞ QS. 70:36 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 70:38 • Nama-nama surga • Kebodohan orang kafir

۞ QS. 70:40 • Tauhid Rububiyyah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qaadir (Maha Kuasa) •

۞ QS. 70:41 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 70:42 • Allah menepati janji • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Maksiat dan dosa

۞ QS. 70:43 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 70:44 • Allah menepati janji • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

Ayat Pilihan

Jangan suka mencela dirimu sendiri & jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan.
Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah (mereka) beriman, dan siapa yang tak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
QS. Al-Hujurat [49]: 11


dan hendaklah kamu berlaku adil,
sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
QS. Al-Hujurat [49]: 9

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya,
atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).
Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.
QS. An-Nisa’ [4]: 86

Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
QS. Al-Qasas [28]: 24

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Correct! Wrong!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Correct! Wrong!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Correct! Wrong!

+

Array

Lawan kata dari jujur adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Kamus Istilah Islam

junub

Apa itu junub? ju.nub keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang mewajibkan seseorang mandi dengan membasahi tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki … •

As Shamad

Apa itu As Shamad? Allah itu Ash-Shomad ◀ Artinya adalah Allah itu Dzat Maha Dibutuhkan. Ya, Dia sangat dibutuhkan oleh semua ciptaan-Nya. Allah adalah tempat mengadu dan meminta pertolongan dan perlindungan. Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Dibutuhkan. Sedikitpun Dia tidak butuh kepada hamba-hambaNya, akan tetapi hamba-hambaNya-lah yang butuh kepadaNya. All … • As-Shamad

hudud

Apa itu hudud? hu.dud hukum yang telah ditentukan bentuk dan kadarnya oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala., seperti hukum potong tangan bagi pencuri … •