Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 21 [QS. 92:21]

وَ لَسَوۡفَ یَرۡضٰی
Walasaufa yardha;
Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).
―QS. Al Lail [92]: 21

And he is going to be satisfied.
― Chapter 92. Surah Al Lail [verse 21]

وَلَسَوْفَ dan kelak

And soon, surely
يَرْضَىٰ ridha

he will be pleased.

Tafsir

Alquran

Surah Al Lail
92:21

Tafsir QS. Al Lail (92) : 21. Oleh Kementrian Agama RI


Orang takwa yang membantu orang lain untuk mencari rida Allah itu akhirnya akan memperolehnya.
Orang itu terjauh dari neraka, dan pasti masuk surga.

Tafsir QS. Al Lail (92) : 21. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan dia pasti akan mendapatkan apa yang diinginkannya dari Tuhannya dengan sempurna, sehingga keridaan itu benar-benar terwujud.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kelak yang akan dijauhkan dari neraka adalah orang-orang yang sangat bertakwa, yaitu orang yang memberikan hartanya karena mencari tambahan kebajikan.
Apa yang diberikannya itu bukan sebagai balasan terhadap orang yang telah berbuat baik kepadanya.


Tetapi ia melakukannya semata-mata karena wajah Tuhannya Yang Mahaluhur dan karena mencari ridha-Nya.
Kelak Allah akan memberikan kepadanya di surga apa yang membuatnya senang.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kelak Dia benar-benar mendapat kepuasan) dari pahala pemberiannya itu di surga nanti.
Makna ayat ini mencakup pula setiap orang yang mengerjakan amal perbuatan seperti yang telah dilakukan oleh Abu Bakar r.a. Kelak dia akan dijauhkan dari neraka dan mendapatkan pahala yang berlimpah.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu.
(QS. Al-Lail [92]: 17)

Yakni kelak akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya siapa yang dimaksud dengan orang yang bertakwa itu:

(yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
(QS. Al-Lail [92]: 18)

Yaitu membelanjakan hartanya untuk jalan ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan dirinya, hartanya dan segala apa yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya berupa agama dan dunia.

padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 19)

Maksudnya, pembelanjaan yang dikeluarkannya itu bukanlah untuk membalas jasa kebaikan yang pernah diberikan oleh orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya semata-mata.

tetapi semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 20)

Yakni hanyalah semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di negeri akhirat di dalam taman-taman surga.
Lalu disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
(QS. Al-Lail [92]: 21)

Artinya, orang yang menyandang sifat-sifat ini niscaya akan mendapat kepuasan.
Banyak kalangan ulama tafsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar As-siddiq r.a. sehingga sebagian dari mereka ada yang meriwayatkannya sebagai suatu kesepakatan di kalangan ulama tafsir.

Dan memang tidak diragukan lagi dia termasuk ke dalamnya.
sebagaimana termasuk pula ke dalam pengertiannya seluruh umat ini bila ditinjau dari pengertian umumnya, mengingat lafaznya memakai lafaz yang mengandung pengertian umum, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (yaitu orang) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanyayang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 17-19)

Akan tetapi, Abu Bakar r.a. merupakan orang yang diprioritaskan dari kalangan umat ini, dan dia adalah pendahulu mereka dalam menyandang sifat-sifat ini dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Dia adalah seorang yang berpredikat siddiq, bertakwa, mulia, lagi dermawan, banyak membelanjakan hartanya di jalan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menolong Rasul-Nya.

Berapa banyak uang dinar dan dirham yang telah dibelanjakan Abu Bakar demi mengharapkan rida Tuhannya Yang Mahamulia, padahal tiada seorang pun yang berjasa baginya hingga perlu untuk ia balas jasanya itu dengan imbalan pemberian.
Bahkan kemurahan dan kebaikannya juga menyentuh para pemimpin, dan orang-orang yang terhormat dari kalangan berbagai kabilah.

Karena itulah Urwah ibnu Mas’ud pemimpin Saqif ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah mengatakan kepada Abu Bakar,
"Ingatlah, demi Allah, seandainya saja aku tidak teringat akan jasamu padaku yang masih belum terbalaskan, tentulah aku akan meladenimu,"
tersebutlah bahwa Abu Bakar r.a. bersikap kasar terhadapnya dalam menyambutnya.
Untuk itu apabila keadaan Abu Bakar sangat disegani di kalangan para penghulu orang Arab dan para pemimpinnya, maka terlebih lagi orang-orang yang selain mereka, lebih segan kepadanya karena kebaikan dan kedermawanannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 19-20)

Di dalam hadis sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang membelanjakan sepasang barang dijalan Allah, maka para malaikat penjaga surga memanggilnya,
"Hai hamba Allah, inilah yang baik."
Maka Abu bakar bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah merupakan suatu keharusan bagi seseorang (yang masuk surga) dipanggil dari pintunya, dan apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu surga (untuk memasukinya)?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ya ada, dan aku berharap semoga engkau termasuk seseorang dari mereka (yang dipanggil masuk surga dari semua pintunya).

Unsur Pokok Surah Al Lail (اليل)

Surat Al Lail terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al A’laa.

Surat ini dinamai "Al Lail" (malam), diambil dari perkataan "Al Lail" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula.
▪ Orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik, dimudahkan Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan memberi manfaat kepadanya.
▪ Orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.

Audio

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 21 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 21

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lail ayat 21 - Gambar 1 Surah Al Lail ayat 21 - Gambar 2
Statistik QS. 92:21
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lail.

Surah Al-Lail (bahasa Arab:الّيل, al-Layl, “Malam”) adalah surah ke-92 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah Surah Al-A’la.
Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah92
Nama SurahAl Lail
Arabاليل
ArtiMalam
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu9
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat21
Jumlah kata71
Jumlah huruf316
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syams
Surah selanjutnyaSurah Ad-Duha
Sending
User Review
4.8 (10 votes)
Tags:

92:21, 92 21, 92-21, Surah Al Lail 21, Tafsir surat AlLail 21, Quran Al-Lail 21, Surah Al Lail ayat 21

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 4 [QS. 4:4]

Dan apabila telah mantap dalam menetapkan pilihan dan siap untuk menikah dengan wanita pujaan kamu, maka berikanlah maskawin yakni mahar kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh … 4:4, 4 4, 4-4, Surah An Nisaa’ 4, Tafsir surat AnNisaa 4, Quran AnNisa 4, An-Nisa’ 4, Surah An Nisa ayat 4

QS. Al Furqaan (Pembeda) – surah 25 ayat 40 [QS. 25:40]

40. Dan sungguh, mereka, yaitu kaum musyrik Mekah pada saat me-reka berniaga ke tanah Syam telah melalui negeri kaum nabi Lut, yakni Sodom yang dulu karena perbuatan mereka yang diluar batas, yaitu me … 25:40, 25 40, 25-40, Surah Al Furqaan 40, Tafsir surat AlFurqaan 40, Quran Al Furqan 40, AlFurqan 40, Al-Furqan 40, Surah Al Furqan ayat 40

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Benar! Kurang tepat!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

+

Array

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Arti al-Kaafirun adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #26

Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah … Yasin Al-Baqarah An-Nisa’ Ali Imran Al-Maidah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Baqarah adalah surah

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT memelihara Allah SWT membenci

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah … Ad Duha Al Asr Al lahab Ali Imron An Nasr Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah

Instagram