Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 15 [QS. 92:15]

لَا یَصۡلٰىہَاۤ اِلَّا الۡاَشۡقَی
Laa yashlaahaa ilaal asyqa;
yang hanya dimasuki oleh orang yang paling celaka,
―QS. Al Lail [92]: 15

None will (enter to) burn therein except the most wretched one.
― Chapter 92. Surah Al Lail [verse 15]

لَا tidak

Not
يَصْلَىٰهَآ masuk kedalamnya

will burn (in) it
إِلَّا kecuali

except
ٱلْأَشْقَى paling celaka

the most wretched,

Tafsir

Alquran

Surah Al Lail
92:15

Tafsir QS. Al Lail (92) : 15. Oleh Kementrian Agama RI


Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala.
Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya.

Tafsir QS. Al Lail (92) : 15. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidak ada yang kekal di dalamnya kecuali orang kafir yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari ayat-ayat Tuhannya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tidak ada yang memasukinya kecuali orang yang paling celaka, yang telah mendustakan nabi Allah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan berpaling dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta ketaatan kepada keduanya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tidak ada yang masuk ke dalamnya) atau memasukinya


(kecuali orang yang celaka) sekalipun lafal Al-Asyqaa ini menunjukkan arti yang paling celaka, akan tetapi makna yang dimaksud ialah orang yang celaka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka.
(QS. Al-Lail [92]: 15)

Yaitu tiada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi oleh api neraka dari segala penjurunya kecuali hanya orang yang paling celaka.
Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya:

yang mendustakan.
(QS. Al-Lail [92]: 16)


Maksudnya, hatinya mendustakan hal tersebut.

dan berpaling.
(QS. Al-Lail [92]: 16)

Yakni semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan Ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwaRasulullah ﷺ telah bersabda:
Tiada yang masuk neraka selain orang yang celaka.
Ketika ditanyakan kepada beliau ﷺ"Siapakah orang yang celaka itu?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Orang yang tidak mau mengamalkan ketaatan kepada Allah dan tidak mau meninggalkan perbuatan durhaka kepada-Nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus dan Syuraih, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Ata ibnu Yasar, dari Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Semua umatku akan masuk surga di hari kiamat nanti, terkecuali orang yang membangkang.
Ketika mereka bertanya,
"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah ﷺ?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Barang siapa yang taat kepadaku, niscaya masuk surga;
dan barang siapa durhaka kepadaku, berarti dia membangkang.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Sinan, dari Falih dengan sanad yang sama.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu.
(QS. Al-Lail [92]: 17)

Yakni kelak akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya siapa yang dimaksud dengan orang yang bertakwa itu:

(yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
(QS. Al-Lail [92]: 18)

Yaitu membelanjakan hartanya untuk jalan ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan dirinya, hartanya dan segala apa yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya berupa agama dan dunia.

padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 19)

Maksudnya, pembelanjaan yang dikeluarkannya itu bukanlah untuk membalas jasa kebaikan yang pernah diberikan oleh orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya semata-mata.

tetapi semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 20)

Yakni hanyalah semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di negeri akhirat di dalam taman-taman surga.
Lalu disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
(QS. Al-Lail [92]: 21)

Artinya, orang yang menyandang sifat-sifat ini niscaya akan mendapat kepuasan.
Banyak kalangan ulama tafsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar As-siddiq r.a. sehingga sebagian dari mereka ada yang meriwayatkannya sebagai suatu kesepakatan di kalangan ulama tafsir.

Dan memang tidak diragukan lagi dia termasuk ke dalamnya.
sebagaimana termasuk pula ke dalam pengertiannya seluruh umat ini bila ditinjau dari pengertian umumnya, mengingat lafaznya memakai lafaz yang mengandung pengertian umum, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (yaitu orang) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanyayang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 17-19)

Akan tetapi, Abu Bakar r.a. merupakan orang yang diprioritaskan dari kalangan umat ini, dan dia adalah pendahulu mereka dalam menyandang sifat-sifat ini dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Dia adalah seorang yang berpredikat siddiq, bertakwa, mulia, lagi dermawan, banyak membelanjakan hartanya di jalan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menolong Rasul-Nya.

Berapa banyak uang dinar dan dirham yang telah dibelanjakan Abu Bakar demi mengharapkan rida Tuhannya Yang Mahamulia, padahal tiada seorang pun yang berjasa baginya hingga perlu untuk ia balas jasanya itu dengan imbalan pemberian.
Bahkan kemurahan dan kebaikannya juga menyentuh para pemimpin, dan orang-orang yang terhormat dari kalangan berbagai kabilah.

Karena itulah Urwah ibnu Mas’ud pemimpin Saqif ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah mengatakan kepada Abu Bakar,
"Ingatlah, demi Allah, seandainya saja aku tidak teringat akan jasamu padaku yang masih belum terbalaskan, tentulah aku akan meladenimu,"
tersebutlah bahwa Abu Bakar r.a. bersikap kasar terhadapnya dalam menyambutnya.
Untuk itu apabila keadaan Abu Bakar sangat disegani di kalangan para penghulu orang Arab dan para pemimpinnya, maka terlebih lagi orang-orang yang selain mereka, lebih segan kepadanya karena kebaikan dan kedermawanannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 19-20)

Di dalam hadis sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang membelanjakan sepasang barang dijalan Allah, maka para malaikat penjaga surga memanggilnya,
"Hai hamba Allah, inilah yang baik."
Maka Abu bakar bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah merupakan suatu keharusan bagi seseorang (yang masuk surga) dipanggil dari pintunya, dan apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu surga (untuk memasukinya)?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ya ada, dan aku berharap semoga engkau termasuk seseorang dari mereka (yang dipanggil masuk surga dari semua pintunya).

Unsur Pokok Surah Al Lail (اليل)

Surat Al Lail terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al A’laa.

Surat ini dinamai "Al Lail" (malam), diambil dari perkataan "Al Lail" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula.
▪ Orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik, dimudahkan Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan memberi manfaat kepadanya.
▪ Orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.

Audio

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 21 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 21

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lail ayat 15 - Gambar 1 Surah Al Lail ayat 15 - Gambar 2
Statistik QS. 92:15
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lail.

Surah Al-Lail (bahasa Arab:الّيل, al-Layl, “Malam”) adalah surah ke-92 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah Surah Al-A’la.
Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah92
Nama SurahAl Lail
Arabاليل
ArtiMalam
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu9
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat21
Jumlah kata71
Jumlah huruf316
Surah sebelumnyaSurah Asy-Syams
Surah selanjutnyaSurah Ad-Duha
Sending
User Review
4.2 (28 votes)
Tags:

92:15, 92 15, 92-15, Surah Al Lail 15, Tafsir surat AlLail 15, Quran Al-Lail 15, Surah Al Lail ayat 15

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Hijr (Gunung Al Hijr) – surah 15 ayat 26 [QS. 15:26]

Setelah menggambarkan nikmat-nikmat Allah di alam sekitar manusia, melalui ayat-ayat berikut Allah menjelaskan penciptaan manusia. Allah menyatakan, “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia, yakni … 15:26, 15 26, 15-26, Surah Al Hijr 26, Tafsir surat AlHijr 26, Quran Al-Hijr 26, Surah Al Hijr ayat 26

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hadis Mu’allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah … Annisa Al-Lail Al Balad Al-Fajr Asy-Syams Benar! Kurang tepat! Kata berikut yang

Pendidikan Agama Islam #8

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … wajib sunnah mubah makruh haram Benar! Kurang tepat! Orang yang menceritakan hadits

Pendidikan Agama Islam #12

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Saudah Zainab Hafsah Sofia Aisyah Benar! Kurang tepat!

Instagram