Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Lail (Malam) – surah 92 ayat 14 [QS. 92:14]

فَاَنۡذَرۡتُکُمۡ نَارًا تَلَظّٰی
Fa-andzartukum naaran talazh-zha;
Maka Aku memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala,
―QS. Al Lail [92]: 14

Daftar isi

So I have warned you of a Fire which is blazing.
― Chapter 92. Surah Al Lail [verse 14]

فَأَنذَرْتُكُمْ maka peringatkanlah

So I warn you
نَارًا api neraka

(of) a Fire
تَلَظَّىٰ menyala-nyala

blazing,

Tafsir Quran

Surah Al Lail
92:14

Tafsir QS. Al-Lail (92) : 14. Oleh Kementrian Agama RI

Di samping Allah telah menunjuki manusia jalan yang benar, Ia juga memperingatkan manusia tentang adanya neraka yang senantiasa menyala-nyala.
Penghuni neraka itu adalah mereka yang paling durhaka, yaitu orang-orang yang senantiasa memandang dusta wahyu-wahyu yang disampaikan kepadanya, dan karena itu tidak mau mengimaninya dan menjalankannya.

Tafsir QS. Al Lail (92) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Maka Aku memperingatkan kalian dengan api neraka yang menyala-nyala.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Karena itu Aku memperingatkan kalian, wahai manusia, dan mengancam kalian dengan api yang menyala-nyala, yaitu neraka Jahanam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka Kami memperingatkan kalian) maksudnya Kami pertakuti kalian hai penduduk Mekah


(dengan neraka yang menyala-nyala) asal kata Talazhzhaa adalah Tatalazhzhaa, kemudian salah satu di antara kedua huruf Ta dibuang, sehingga jadilah Talazhzhaa.
Akan tetapi ada juga suatu qiraat yang membaca sesuai dengan huruf asalnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.
(QS. Al-Lail [92]: 13)

Yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur pada keduanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.
(QS. Al-Lail [92]: 14)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang apinya bergejolak.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Samak ibnu Harb, bahwa ia pernah mendengar An-Nu’man ibnu Basyir mengatakan dalam khotbahnya, bahwa aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda dalam khotbahnya:
Aku memperingatkan kalian dengan neraka! Yakni dengan suara yang lantang;
sehingga andaikata seseorang berada di pasar, tentulah dia mendengar suara itu dari tempat dudukku sekarang ini.
An-Nu’man melanjutkan, bahwa sehingga selendang yang beliau kenakan di pundaknya terjatuh ke kakinya.

Imam Ahmad mengatakan telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepadaku Syu’bah alias Abu Ishaq;
ia pernah mendengar An-Nu’man ibnu Basyir berkata dalam khotbahnya, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Sesungguhnya ahli neraka yang paling ringan siksaannya di hari kiamat ialah seorang lelaki yang diletakkan dua buah bara api neraka di kedua telapak kakinya, yang karenanya otaknya mendidih.

Imam Bukhari telah meriwayatkan hadis ini.


Imam Muslim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Al-A’masy, dari Abu Ishaq, dari An-Nu’man ibnu Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Sesungguhnya ahli neraka yang paling ringan siksanya ialah seseorang yang mengenakan dua terompah dan dua talinya dari api, yang karenanya ia mendidih sebagaimana panci berisi air mendidih.
Seakan-akan bila dilihat tiada seorangpun yang lebih berat siksanya daripada dia, padahal sesungguhnya dia adalah ahli neraka yang paling ringan siksanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka.
(QS. Al-Lail [92]: 15)

Yaitu tiada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi oleh api neraka dari segala penjurunya kecuali hanya orang yang paling celaka.
Kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya:

yang mendustakan.
(QS. Al-Lail [92]: 16)


Maksudnya, hatinya mendustakan hal tersebut.

dan berpaling.
(QS. Al-Lail [92]: 16)

Yakni semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasan Ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Sa’id Al-Maqbari, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwaRasulullah ﷺ telah bersabda:
Tiada yang masuk neraka selain orang yang celaka.
Ketika ditanyakan kepada beliau ﷺ"Siapakah orang yang celaka itu?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Orang yang tidak mau mengamalkan ketaatan kepada Allah dan tidak mau meninggalkan perbuatan durhaka kepada-Nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus dan Syuraih, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Falih, dari Hilal ibnu Ali, dari Ata ibnu Yasar, dari Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Semua umatku akan masuk surga di hari kiamat nanti, terkecuali orang yang membangkang.
Ketika mereka bertanya,
"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah ﷺ?"
Maka beliau ﷺ menjawab:
Barang siapa yang taat kepadaku, niscaya masuk surga;
dan barang siapa durhaka kepadaku, berarti dia membangkang.

Imam Bukhari meriwayatkan hadis ini dari Muhammad ibnu Sinan, dari Falih dengan sanad yang sama.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu.
(QS. Al-Lail [92]: 17)

Yakni kelak akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan oleh firman berikutnya siapa yang dimaksud dengan orang yang bertakwa itu:

(yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya.
(QS. Al-Lail [92]: 18)

Yaitu membelanjakan hartanya untuk jalan ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan dirinya, hartanya dan segala apa yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya berupa agama dan dunia.

padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 19)

Maksudnya, pembelanjaan yang dikeluarkannya itu bukanlah untuk membalas jasa kebaikan yang pernah diberikan oleh orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya semata-mata.

tetapi semata-mata karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 20)

Yakni hanyalah semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di negeri akhirat di dalam taman-taman surga.
Lalu disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.
(QS. Al-Lail [92]: 21)

Artinya, orang yang menyandang sifat-sifat ini niscaya akan mendapat kepuasan.
Banyak kalangan ulama tafsir menyebutkan bahwa ayat-ayat ini diturunkan berkenaan dengan Abu Bakar As-siddiq r.a. sehingga sebagian dari mereka ada yang meriwayatkannya sebagai suatu kesepakatan di kalangan ulama tafsir.

Dan memang tidak diragukan lagi dia termasuk ke dalamnya.
sebagaimana termasuk pula ke dalam pengertiannya seluruh umat ini bila ditinjau dari pengertian umumnya, mengingat lafaznya memakai lafaz yang mengandung pengertian umum, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, (yaitu orang) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan dirinya, padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanyayang harus dibalasnya.
(QS. Al-Lail [92]: 17-19)

Akan tetapi, Abu Bakar r.a. merupakan orang yang diprioritaskan dari kalangan umat ini, dan dia adalah pendahulu mereka dalam menyandang sifat-sifat ini dan sifat-sifat terpuji lainnya.
Dia adalah seorang yang berpredikat siddiq, bertakwa, mulia, lagi dermawan, banyak membelanjakan hartanya di jalan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menolong Rasul-Nya.

Berapa banyak uang dinar dan dirham yang telah dibelanjakan Abu Bakar demi mengharapkan rida Tuhannya Yang Mahamulia, padahal tiada seorang pun yang berjasa baginya hingga perlu untuk ia balas jasanya itu dengan imbalan pemberian.
Bahkan kemurahan dan kebaikannya juga menyentuh para pemimpin, dan orang-orang yang terhormat dari kalangan berbagai kabilah.

Karena itulah Urwah ibnu Mas’ud pemimpin Bani Saqif ketika terjadi Perjanjian Hudaibiyah mengatakan kepada Abu Bakar,
"Ingatlah, demi Allah, seandainya saja aku tidak teringat akan jasamu padaku yang masih belum terbalaskan, tentulah aku akan meladenimu,"
tersebutlah bahwa Abu Bakar r.a. bersikap kasar terhadapnya dalam menyambutnya.
Untuk itu apabila keadaan Abu Bakar sangat disegani di kalangan para penghulu orang Arab dan para pemimpinnya, maka terlebih lagi orang-orang yang selain mereka, lebih segan kepadanya karena kebaikan dan kedermawanannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Mahatinggi.
(QS. Al-Lail [92]: 19-20)

Di dalam hadis sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang membelanjakan sepasang barang dijalan Allah, maka para malaikat penjaga surga memanggilnya,
"Hai hamba Allah, inilah yang baik."
Maka Abu bakar bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah merupakan suatu keharusan bagi seseorang (yang masuk surga) dipanggil dari pintunya, dan apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu surga (untuk memasukinya)?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Ya ada, dan aku berharap semoga engkau termasuk seseorang dari mereka (yang dipanggil masuk surga dari semua pintunya).

Unsur Pokok Surah Al Lail (اليل)

Surat Al Lail terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al A’laa.

Surat ini dinamai "Al Lail" (malam), diambil dari perkataan "Al Lail" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Usaha manusia itu berlainan, karena itu balasannya berlainan pula.
▪ Orang yang suka berderma, bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang baik, dimudahkan Allah baginya melakukan kebaikan yang membawa kepada kebahagiaan di akhirat, tetapi orang yang dimudahkan Allah baginya melakukan kejahatan-kejahatan yang membawa kepada kesengsaraan di akhirat, harta benda tidak akan memberi manfaat kepadanya.
▪ Orang yang bakhil merasa dirinya cukup dan mendustakan adanya pahala yang baik.

Audio Murottal

QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 21 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Lail (92) : 1-21 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 21

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lail ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Lail ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 92:14
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lail.

Surah Al-Lail (bahasa Arab:الّيل, al-Layl, “Malam”) adalah surah ke-92 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah, diturunkan sesudah Surah Al-A’la.
Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah 92
Nama Surah Al Lail
Arab اليل
Arti Malam
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 9
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 21
Jumlah kata 71
Jumlah huruf 316
Surah sebelumnya Surah Asy-Syams
Surah selanjutnya Surah Ad-Duha
Sending
User Review
4.9 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

92:14, 92 14, 92-14, Surah Al Lail 14, Tafsir surat AlLail 14, Quran Al-Lail 14, Surah Al Lail ayat 14

Video Surah

92:14


Load More

Kandungan Surah Al Lail

۞ QS. 92:4 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 92:5 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 92:6 • Pahala iman • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama surga • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya •

۞ QS. 92:7 • Pahala iman • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 92:9 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 92:10 • Allah menggerakkan hati manusia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 92:11 • Orang kafir menebus dirinya pada hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 92:12 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 92:13 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah

۞ QS. 92:14 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Sifat neraka • Maksiat dan dosa

۞ QS. 92:15 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 92:16 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 92:17 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 92:18 • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 92:19 • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 92:20 Ar Rabb (Tuhan) • Ikhlas dalam berbuat

Ayat Pilihan

Aku bersumpah dengan apa-apa yang kalian lihat & tidak kalian lihat berupa alam gaib,
sesungguhnya Alquran itu benar-benar (wahyu) dari Allah yang disampaikan melalui seorang rasul yang mempunyai kedudukan tinggi.
QS. Al-Haqqah [69]: 38-39

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Anfal [8]: 10

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.
Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-An’am [6]: 119

Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan,
niscaya Allah mengetahuinya.
Berbekallah,
dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa & bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal
QS. Al-Baqarah [2]: 197

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab ...

Correct! Wrong!

Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.'
--QS. Ar Ra'd [13] : 11

Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini ... Allah Subhanahu Wa Ta`ala.

Correct! Wrong!

+

Array

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah ...

Correct! Wrong!

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #21
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #21 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #21 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Al-Hujurat

Apa itu Al-Hujurat? Surah Al-Hujurat adalah surah ke-49 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah madaniyah, terdiri atas 18 ayat. Dinamakan Al-Hujurat yang berarti Kamar-Kamar diambil dari perkataan ...

Bagdad

Di mana itu Bagdad? Bagdad adalah ibu kota Irak dan provinsi Bagdad. Bagdad adalah kota terbesar kedua di Asia Barat Daya setelah Teheran, dengan populasinya pada 2003 diperkirakan mencapai 5.772.000...

basat

Apa itu basat? ba.sat harapan dalam hati nurani untuk memperoleh rahmat dan keridaan Allah … •