Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Lahab (Gejolak Api/ Sabut) - surah 111 ayat 5 [QS. 111:5]

فِیۡ جِیۡدِہَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ
Fii jiidihaa hablum(n) mim(n) masad(in);
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
―QS. Al Lahab [111]: 5

Daftar isi

Around her neck is a rope of (twisted) fiber.
― Chapter 111. Surah Al Lahab [verse 5]

فِى pada

In
جِيدِهَا lehernya

her neck
حَبْلٌ tali

(will be) a rope
مِّن dari

of
مَّسَدٍۭ sabut

palm-fiber.

Tafsir Quran

Surah Al Lahab
111:5

Tafsir QS. Al-Lahab (111) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menyatakan keburukan perbuatan istri Abu Lahab, kerendahan budi dan kejelekan amal perbuatannya.
Pada lehernya selalu ada seutas tali yang kuat, digunakannya untuk memikul duri-duri yang akan diletakkannya pada jalan yang dilalui Nabi.

Pernyataan ini merupakan penghinaan bagi dirinya dan suaminya.

Usaha istri Abu Lahab begitu keras untuk menyalakan permusuhan antara manusia, sehingga Allah mengisahkan dia sebagai seorang perempuan yang membawa kayu bakar yang digantungkan pada lehernya ke mana saja ia pergi.

Ini adalah seburuk-buruknya perumpamaan bagi seorang perempuan.

Telah diriwayatkan dari Sa’id bin Musayyab bahwa Ummu Jamil (panggilan istri Abu Lahab) mempunyai sebuah kalung yang sangat mahal, dan ia berkata,
"Sesungguhnya aku akan mempergunakan harga kalung ini untuk memusuhi Muhammad."
Lalu Allah mengganti kalung tersebut dengan kalung dari api neraka.

Tafsir QS. Al Lahab (111) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di lehernya ada tali dari sabut untuk menjeratnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di leher wanita itu terdapat tali yang terpintal kuat terbuat dari sabut yang sangat kasar.
Dengan tali itu ia akan diangkat ke neraka Jahannam, kemudian dilemparkan ke bagian neraka yang paling bawah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang di lehernya) atau pada lehernya


(ada tali dari sabut) yakni pintalan dari sabut, Jumlah ayat ini berkedudukan menjadi Haal atau kata keterangan dari lafal Hammaalatal Hathab yang merupakan sifat dari istri Abu Lahab.
Atau kalimat ayat ini dapat dianggap sebagai Khabar dari Mubtada yang tidak disebutkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 4-5)

Yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya agar api yang membakarnya bertambah besar;
istrinya memang diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya.

Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 5)

Menurut Mujahid dan Urwah, makna yang dimaksud ialah berupa api neraka.
Diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Sauri, dan As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya:
pembawa kayu bakar.
(QS. Al-Lahab [111]: 4)
Bahwa istri Abu Lahab gemar berjalan menghamburkan fitnah (hasutan).
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Atiyyah Al-Jadah, Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid, bahwa istri Abu Lahab meletakkan ranting-ranting berduri di jalan-jalan yang dilalui oleh Rasulullah ﷺ Ibnu Jarir mengatakan bahwa istri Abu Lahab mengejek Nabi ﷺ sebagai orang yang fakir, dan dia pernah mencari kayu bakar, oleh karena itulah maka ia dijuluki dengan sebutan ‘Hammalatal Hatab’ sebagai cemoohan terhadapnya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, tetapi dia tidak menisbatkannya kepada siapa pun.
Pendapat yang benar adalah yang pertama;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Sa’id ibnul Musayyab mengatakan bahwa dahulu istri Abu Lahab mempunyai sebuah kalung yang mewah, lalu ia mengatakan,
"Sesungguhnya aku akan membelanjakan kalung ini (menjualnya) untuk biaya memusuhi Muhammad ﷺ"
Maka Allah menghukumnya dengan tali dari api neraka yang dikalungkan di lehernya (kelak di hari kemudian).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Sulaim maula Asy-Sya’bi, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa al-masadd artinya sabut.
Urwah ibnuz Zubair mengatakan bahwa al-masadd artinya rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Telah diriwayatkan pula dari As-Sauri bahwa makna yang dimaksud ialah sebuah kalung api yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Al-Jauhari mengatakan bahwa al-masadd adalah sabut, dan al-masadd juga berarti tali yang terbuat dari sabut atau kulit pohon, dan adakalanya terbuat dari kulit unta atau bulunya.
Dalam bahasa Arab disebutkan masadtul habla atau amsuduhu masdan, artinya ialah engkau pintal tali itu dengan pintalan yang baik.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 5)
Yakni pasung leher yang terbuat dari besi, tidakkah engkau perhatikan bahwa orang-orang Arab menyebut anak unta yang pertama masad?


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku dan Abu Zar’ah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnuz Zubair Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu KaSir, dari Abu Badras, dari Asma binti Abu Bakar yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Binasalah kedua tangan Abu Lahab.
(QS. Al-Lahab [111]: 1)
Maka datanglah wanita yang bermata juling (yaitu Ummu Jamil binti Harb) seraya menyumpah-nyumpah, sedangkan tangannya memegang batu seraya mengucapkan kata-kata bersyair,
"Dia telah mencela agama nenek moyang kami, agamanya kutolak dan perintahnya kutentang."

Saat itu Rasulullah ﷺ sedang duduk di masjid ditemani sahabat Abu Bakar.
Ketika sahabat Abu Bakar melihat Ummu Jamil, ia berkata kepada Rasulullah,
"Wahai Rasulullah, Ummu Jamil datang, dan aku mengkhawatirkan keselamatanmu bila dia melihatmu."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Dia tidak akan dapat melihatku.

Dan Nabi ﷺ membaca suatu ayat Alquran sebagai perlindungan buat dirinya, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila kamu membaca Alquran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.
(QS. Al Israa [17]: 45)

Maka Ummu Jamil datang dan berdiri di hadapan Abu Bakar tanpa melihat Rasulullah ﷺ, lalu berkata,
"Hai Abu Bakar, sesungguhnya aku mendapat berita bahwa temanmu mengejekku."
Abu Bakar menjawab,
"Tidak, demi Tuhan Penguasa Ka’bah ini, dia tidak mengejekmu."
Maka Ummu Jamil pergi seraya mengatakan,
"Orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah anak perempuan pemimpin mereka."

Sufyan mengatakan bahwa Al-Walid di dalam hadisnya—atau selain Al-Walid— menyebutkan bahwa Ummu Jamil terjatuh karena kainnya tersangkut, saat itu ia sedang melakukan tawaf di Ka’bah, maka Ummu Jamil mengatakan,
"Celakalah si pencela itu."
Maka Ummu Hakim binti Abdul Muttalib mengatakan,
"Sesungguhnya aku benar-benar wanita yang menjaga kehormatannya, maka aku tidak berbicara;
dan aku adalah seorang wanita pingitan, maka aku tidak mengetahui banyak hal;
dan kita berdua dari kalangan anak-anak sepaman (sepupu), dan orang-orang Quraisy lebih mengetahuinya."

Sebagian ahli ilmu mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Yang di lehernya ada tali dari sabut (QS. Al-Lahab [111]: 5)
Yakni di lehernya ada tali dari api neraka Jahanam yang mengangkatnya sampai ke pinggir neraka Jahanam, lalu ia dilemparkan ke dasarnya.
Kemudian dilakukan hal yang semisal terhadapnya selama-lamanya.

Abu Khattab ibnu Dihyah di dalam kitabnya yang berjudul At-Tanwir mengatakan bahwa telah diriwayatkan hal yang semisal dan al-masad diartikan dengan tali timba.

Para ulama mengatakan bahwa surat ini merupakan mukjizat dan bukti terang yang menunjukkan kenabian.
Karena sesungguhnya sejak diturunkan firman-Nya:
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar, Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 3-5)

Yang memberitakan bahwa keduanya adalah orang yang celaka dan tidak akan mau beriman.
Kemudian kenyataanya memang demikian selama hidupnya, keduanya tidak beriman dan tidak pula salah seorangnya, baik lahir maupun batinnya, dan baik menyembunyikannya ataupun melahirkannya.
Keduanya sama sekali tidak mau beriman Dan hal ini merupakan bukti paling kuat yang menunjukkan kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ

Kata Pilihan Dalam Surah Al Lahab (111) Ayat 5

JIID
جِيد

Arti lafaz jiid ialah leher.
Lafaz jiid disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Lahab (111), ayat 5. Ayat ini menerangkan di neraka nanti, leher isteri Abu Lahab akan diikat dengan tali.
Ini adalah siksaan yang pedih kepadanya karena dia membantu suaminya, Abu Lahab dalam menentang dan menyakiti Rasulullah.

Imam Ibnu Katsir menerangkan tali yang melilit leher isteri Abu Lahab dikumpulkan kembali untuk membakar suaminya juga.
Ketika di dunia, dia adalah pembantu yang setia pada Abu Lahab untuk menyakiti Rasulullah, di akhirat dia juga menjadi penolong setia suaminya untuk merasakan azab dan siksa.
Bentuk azab yang seperti ini amat pedih dan menyakitkan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:155

Unsur Pokok Surah Al Lahab (اللهب‎‎)

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Fath.

Nama "Al Lahab" diambil dari kata "Lahab" yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api.

Surat ini juga dinamakan surat "Al Masad".

Keimanan:

▪ Cerita Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasul ﷺ, keduanya akan celaka dan masuk neraka.
Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.

Audio Murottal

QS. Al-Lahab (111) : 1-5 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 5 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Lahab (111) : 1-5 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 5

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lahab ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Lahab ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 111:5
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lahab.

Surah Al-Lahab atau Al-Massad adalah surat ke-111 dalam Alquran.
Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah.
Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api.
Pokok isi surat ini berisi tentang nasib salah seorang paman Rasulullah ﷺ yakni Abu Lahab beserta istrinya yang diancam dengan siksa neraka.

Nomor Surah 111
Nama Surah Al Lahab
Arab اللهب‎‎
Arti Gejolak Api/ Sabut
Nama lain Tabbat • Abi Lahab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 6
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 5
Jumlah kata 22
Jumlah huruf 81
Surah sebelumnya Surah An-Nasr
Surah selanjutnya Surah Al-Ikhlas
Sending
User Review
4.6 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

111:5, 111 5, 111-5, Surah Al Lahab 5, Tafsir surat AlLahab 5, Quran Al-Lahab 5, Surah Al Lahab ayat 5

Video Surah

111:5


More Videos

Ayat Pilihan

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman & bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit & bumi,
tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu,
maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.
QS. Al-A’raf [7]: 96

Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu,
mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. Al-Isra’ [17]: 79

Apa orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) Islam lalu mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)?
Maka kecelakaan bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka dalam kesesatan yang nyata
QS. Az-Zumar [39]: 22

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Kamus Istilah Islam

Bulan Safar

Apa itu Bulan Safar? Bulan kedua disebut Safar atau Shofar. Dalam bulan ini terdiri dari 29 hari. Arti kata Safar secara sederhana disebut kosong. Nama ini menunjukan peringatan untuk pemuda – pemud...

Yaumul Qiyamah

Apa itu Yaumul Qiyamah? Yawm al-Qiyāmah adalah “Hari Kebangkitan” seluruh umat manusia dari Adam hingga manusia terakhir. Ajaran ini diyakini oleh umat Islam, Kristen dan Yahudi. Al-Qiy...

ijtihad

Apa itu ijtihad? Ijtihad adalah sebuah usaha yang sungguh-sungguh, yang sebenarnya bisa dilaksanakan oleh siapa saja yang sudah berusaha mencari ilmu untuk memutuskan suatu perkara yang tidak dibahas...