Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Lahab (Gejolak Api/ Sabut) – surah 111 ayat 5 [QS. 111:5]

فِیۡ جِیۡدِہَا حَبۡلٌ مِّنۡ مَّسَدٍ
Fii jiidihaa hablum(n) mim(n) masad(in);
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
―QS. Al Lahab [111]: 5

Around her neck is a rope of (twisted) fiber.
― Chapter 111. Surah Al Lahab [verse 5]

فِى pada

In
جِيدِهَا lehernya

her neck
حَبْلٌ tali

(will be) a rope
مِّن dari

of
مَّسَدٍۭ sabut

palm-fiber.

Tafsir

Alquran

Surah Al Lahab
111:5

Tafsir QS. Al Lahab (111) : 5. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menyatakan keburukan perbuatan istri Abu Lahab, kerendahan budi dan kejelekan amal perbuatannya.
Pada lehernya selalu ada seutas tali yang kuat, digunakannya untuk memikul duri-duri yang akan diletakkannya pada jalan yang dilalui Nabi.

Pernyataan ini merupakan penghinaan bagi dirinya dan suaminya.


Usaha istri Abu Lahab begitu keras untuk menyalakan permusuhan antara manusia, sehingga Allah mengisahkan dia sebagai seorang perempuan yang membawa kayu bakar yang digantungkan pada lehernya ke mana saja ia pergi.

Ini adalah seburuk-buruknya perumpamaan bagi seorang perempuan.


Telah diriwayatkan dari Sa’id bin Musayyab bahwa Ummu Jamil (panggilan istri Abu Lahab) mempunyai sebuah kalung yang sangat mahal, dan ia berkata,
"Sesungguhnya aku akan mempergunakan harga kalung ini untuk memusuhi Muhammad.
"
Lalu Allah mengganti kalung tersebut dengan kalung dari api neraka.

Tafsir QS. Al Lahab (111) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di lehernya ada tali dari sabut untuk menjeratnya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Di leher wanita itu terdapat tali yang terpintal kuat terbuat dari sabut yang sangat kasar.
Dengan tali itu ia akan diangkat ke neraka Jahannam, kemudian dilemparkan ke bagian neraka yang paling bawah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Yang di lehernya) atau pada lehernya


(ada tali dari sabut) yakni pintalan dari sabut, Jumlah ayat ini berkedudukan menjadi Haal atau kata keterangan dari lafal Hammaalatal Hathab yang merupakan sifat dari istri Abu Lahab.
Atau kalimat ayat ini dapat dianggap sebagai Khabar dari Mubtada yang tidak disebutkan.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 4-5)

Yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya agar api yang membakarnya bertambah besar;
istrinya memang diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya.

Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 5)

Menurut Mujahid dan Urwah, makna yang dimaksud ialah berupa api neraka.
Diriwayatkan pula dari Mujahid, Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Sauri, dan As-Saddi sehubungan dengan makna firman-Nya:
pembawa kayu bakar.
(QS. Al-Lahab [111]: 4)
Bahwa istri Abu Lahab gemar berjalan menghamburkan fitnah (hasutan).
Pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Atiyyah Al-Jadah, Ad-Dahhak, dan Ibnu Zaid, bahwa istri Abu Lahab meletakkan ranting-ranting berduri di jalan-jalan yang dilalui oleh Rasulullah ﷺ Ibnu Jarir mengatakan bahwa istri Abu Lahab mengejek Nabi ﷺ sebagai orang yang fakir, dan dia pernah mencari kayu bakar, oleh karena itulah maka ia dijuluki dengan sebutan ‘Hammalatal Hatab’ sebagai cemoohan terhadapnya.
Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, tetapi dia tidak menisbatkannya kepada siapa pun.
Pendapat yang benar adalah yang pertama;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Sa’id ibnul Musayyab mengatakan bahwa dahulu istri Abu Lahab mempunyai sebuah kalung yang mewah, lalu ia mengatakan,
"Sesungguhnya aku akan membelanjakan kalung ini (menjualnya) untuk biaya memusuhi Muhammad ﷺ"
Maka Allah menghukumnya dengan tali dari api neraka yang dikalungkan di lehernya (kelak di hari kemudian).

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Sulaim maula Asy-Sya’bi, dari Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa al-masadd artinya sabut.
Urwah ibnuz Zubair mengatakan bahwa al-masadd artinya rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Telah diriwayatkan pula dari As-Sauri bahwa makna yang dimaksud ialah sebuah kalung api yang panjangnya tujuh puluh hasta.

Al-Jauhari mengatakan bahwa al-masadd adalah sabut, dan al-masadd juga berarti tali yang terbuat dari sabut atau kulit pohon, dan adakalanya terbuat dari kulit unta atau bulunya.
Dalam bahasa Arab disebutkan masadtul habla atau amsuduhu masdan, artinya ialah engkau pintal tali itu dengan pintalan yang baik.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 5)
Yakni pasung leher yang terbuat dari besi, tidakkah engkau perhatikan bahwa orang-orang Arab menyebut anak unta yang pertama masad?

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku dan Abu Zar‘ah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnuz Zubair Al-Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu KaSir, dari Abu Badras, dari Asma binti Abu Bakar yang mengatakan bahwa ketika diturunkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Binasalah kedua tangan Abu Lahab.
(QS. Al-Lahab [111]: 1)
Maka datanglah wanita yang bermata juling (yaitu Ummu Jamil binti Harb) seraya menyumpah-nyumpah, sedangkan tangannya memegang batu seraya mengucapkan kata-kata bersyair,
"Dia telah mencela agama nenek moyang kami, agamanya kutolak dan perintahnya kutentang."

Saat itu Rasulullah ﷺ sedang duduk di masjid ditemani sahabat Abu Bakar.
Ketika sahabat Abu Bakar melihat Ummu Jamil, ia berkata kepada Rasulullah,
"Wahai Rasulullah, Ummu Jamil datang, dan aku mengkhawatirkan keselamatanmu bila dia melihatmu."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Dia tidak akan dapat melihatku.

Dan Nabi ﷺ membaca suatu ayat Alquran sebagai perlindungan buat dirinya, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan apabila kamu membaca Alquran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup.
(QS. Al Israa [17]: 45)

Maka Ummu Jamil datang dan berdiri di hadapan Abu Bakar tanpa melihat Rasulullah ﷺ, lalu berkata,
"Hai Abu Bakar, sesungguhnya aku mendapat berita bahwa temanmu mengejekku."
Abu Bakar menjawab,
"Tidak, demi Tuhan Penguasa Ka’bah ini, dia tidak mengejekmu."
Maka Ummu Jamil pergi seraya mengatakan,
"Orang-orang Quraisy telah mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah anak perempuan pemimpin mereka."

Sufyan mengatakan bahwa Al-Walid di dalam hadisnya—atau selain Al-Walid— menyebutkan bahwa Ummu Jamil terjatuh karena kainnya tersangkut, saat itu ia sedang melakukan tawaf di Ka’bah, maka Ummu Jamil mengatakan,
"Celakalah si pencela itu."
Maka Ummu Hakim binti Abdul Muttalib mengatakan,
"Sesungguhnya aku benar-benar wanita yang menjaga kehormatannya, maka aku tidak berbicara;
dan aku adalah seorang wanita pingitan, maka aku tidak mengetahui banyak hal;
dan kita berdua dari kalangan anak-anak sepaman (sepupu), dan orang-orang Quraisy lebih mengetahuinya."

Sebagian ahli ilmu mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Yang di lehernya ada tali dari sabut (QS. Al-Lahab [111]: 5)
Yakni di lehernya ada tali dari api neraka Jahanam yang mengangkatnya sampai ke pinggir neraka Jahanam, lalu ia dilemparkan ke dasarnya.
Kemudian dilakukan hal yang semisal terhadapnya selama-lamanya.

Abu Khattab ibnu Dihyah di dalam kitabnya yang berjudul At-Tanwir mengatakan bahwa telah diriwayatkan hal yang semisal dan al-masad diartikan dengan tali timba.

Para ulama mengatakan bahwa surat ini merupakan mukjizat dan bukti terang yang menunjukkan kenabian.
Karena sesungguhnya sejak diturunkan firman-Nya:
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar, Yang di lehernya ada tali dari sabut.
(QS. Al-Lahab [111]: 3-5)

Yang memberitakan bahwa keduanya adalah orang yang celaka dan tidak akan mau beriman.
Kemudian kenyataanya memang demikian selama hidupnya, keduanya tidak beriman dan tidak pula salah seorangnya, baik lahir maupun batinnya, dan baik menyembunyikannya ataupun melahirkannya.
Keduanya sama sekali tidak mau beriman Dan hal ini merupakan bukti paling kuat yang menunjukkan kebenaran kenabian Nabi Muhammad ﷺ

Kata Pilihan Dalam Surah Al Lahab (111) Ayat 5

JIID
جِيد

Arti lafaz jiid ialah leher.
Lafaz jiid disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Lahab (111), ayat 5. Ayat ini menerangkan di neraka nanti, leher isteri Abu Lahab akan diikat dengan tali.
Ini adalah siksaan yang pedih kepadanya karena dia membantu suaminya, Abu Lahab dalam menentang dan menyakiti Rasulullah.

Imam Ibnu Katsir menerangkan tali yang melilit leher isteri Abu Lahab dikumpulkan kembali untuk membakar suaminya juga.
Ketika di dunia, dia adalah pembantu yang setia pada Abu Lahab untuk menyakiti Rasulullah, di akhirat dia juga menjadi penolong setia suaminya untuk merasakan azab dan siksa.
Bentuk azab yang seperti ini amat pedih dan menyakitkan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 155

Unsur Pokok Surah Al Lahab (اللهب‎‎)

Surat ini terdiri atas 5 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Fath.

Nama "Al Lahab" diambil dari kata "Lahab" yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api.

Surat ini juga dinamakan surat "Al Masad".

Keimanan:

▪ Cerita Abu Lahab dan isterinya yang menentang Rasul ﷺ, keduanya akan celaka dan masuk neraka.
Harta Abu Lahab, tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha-usahanya.

Audio

QS. Al-Lahab (111) : 1-5 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 5 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Lahab (111) : 1-5 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 5

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Lahab ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Lahab ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 111:5
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Lahab.

Surah Al-Lahab atau Al-Massad adalah surat ke-111 dalam Alquran.
Surat ini terdiri atas 5 ayat dan termasuk surat makiyyah.
Nama surat ini diambil dari kata Al Lahab yang terdapat pada ayat ketiga surat ini yang artinya gejolak api.
Pokok isi surat ini berisi tentang nasib salah seorang paman Rasulullah ﷺ yakni Abu Lahab beserta istrinya yang diancam dengan siksa neraka.

Nomor Surah111
Nama SurahAl Lahab
Arabاللهب‎‎
ArtiGejolak Api/ Sabut
Nama lainTabbat • Abi Lahab
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu6
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat5
Jumlah kata22
Jumlah huruf81
Surah sebelumnyaSurah An-Nasr
Surah selanjutnyaSurah Al-Ikhlas
Sending
User Review
4.6 (12 votes)
Tags:

111:5, 111 5, 111-5, Surah Al Lahab 5, Tafsir surat AlLahab 5, Quran Al-Lahab 5, Surah Al Lahab ayat 5

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Maa’idah (Jamuan (hidangan makanan)) – surah 5 ayat 55 [QS. 5:55]

Allah sangat mencela orang yang menjadikan kaum Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia atau penolongnya, karena sesungguhnya penolongmu yang dapat diandalkan itu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-o … 5:55, 5 55, 5-55, Surah Al Maa’idah 55, Tafsir surat AlMaaidah 55, Quran Al Maidah 55, AlMaidah 55, Al-Ma’idah 55, Surah Al Maidah ayat 55

QS. Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah) – surah 55 ayat 5 [QS. 55:5]

5-6. Di antara tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa matahari dan bulan beredar pada porosnya menurut perhitungan yang sangat teliti dan tepat tanpa cacat; dan tetumbuhan tak berbatang dan pepohonan berbat … 55:5, 55 5, 55-5, Surah Ar Rahmaan 5, Tafsir surat ArRahmaan 5, Quran Ar-Rahman 5, ArRahman 5, Ar Rahman 5, Surah Ar Rahman ayat 5

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

+

Array

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat. 6 7 9 8 5 Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Insyirah adalah surah ke-94 dalam

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Putih Hijau Pupus Hitam dongker Abu-abu Kuning muda Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT memelihara Allah SWT membenci

Instagram