Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kautsar (Nikmat yang berlimpah) - surah 108 ayat 1 [QS. 108:1]

اِنَّاۤ اَعۡطَیۡنٰکَ الۡکَوۡثَرَ ؕ
Innaa a’thainaakal kautsar(a);
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
―QS. Al Kautsar [108]: 1

Daftar isi

Indeed, We have granted you, (O Muhammad), al-Kawthar.
― Chapter 108. Surah Al Kautsar [verse 1]

إِنَّآ sesungguhnya

Indeed, We,
أَعْطَيْنَٰكَ Aku telah memberikan

We have given you
ٱلْكَوْثَرَ nikmat yang banyak

Al-Kauthar,

Tafsir Quran

Surah Al Kautsar
108:1

Tafsir QS. Al-Kausar (108) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia telah memberi Nabi Muhammad nikmat dan anugerah yang tidak dapat dihitung banyaknya dan tidak dapat dinilai tinggi mutunya, walaupun (orang musyrik) memandang hina dan tidak menghargai pemberian itu disebabkan kekurangan akal dan pengertian mereka.
Pemberian itu berupa kenabian, agama yang benar, petunjuk-petunjuk dan jalan yang lurus yang membawa kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Orang-orang musyrik di Mekah dan orang-orang munafik di Madinah mencemoohkan dan mencaci-maki Nabi ﷺ sebagai berikut:

1. Pengikut-pengikut Muhammad ﷺ terdiri dari orang-orang biasa yang tidak mempunyai kedudukan.

Kalau agama yang dibawanya itu benar, tentu yang menjadi pengikut-pengikutnya orang-orang mulia yang berkedudukan di antara mereka.
Ucapan ini bukanlah suatu keanehan, karena kaum Nuh juga dahulu kala telah menyatakan yang demikian kepada Nabi Nuh as sebagaimana firman Allah:

فَقَالَ الْمَلَاُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ قَوْمِهٖ مَا نَرٰىكَ اِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرٰىكَ اتَّبَعَكَ اِلَّا الَّذِيْنَ هُمْ اَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرٰى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍۢ بَلْ نَظُنُّكُمْ كٰذِبِيْنَ

Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya,
"Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya.

Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta." (Hud [11]: 27)

Sunnatullah yang berlaku di antara hamba-hamba Allah bahwa mereka yang cepat menerima panggilan para rasul adalah orang-orang biasa atau orang lemah karena mereka tidak takut kehilangan pangkat atau kedudukan, karena tidak mempunyai keduanya.

Dari itu pertentangan terus-menerus terjadi antara yang merasa terpandang dengan para rasul, tetapi Allah senantiasa membantu para rasul-Nya dan menunjang dakwah mereka.

Begitulah sikap penduduk Mekah terhadap dakwah Nabi Muhammad.

Pembesar-pembesar dan orang-orang yang berkedudukan tidak mau mengikuti Nabi karena benci kepada beliau dan terhadap orang-orang biasa yang menjadi pengikut beliau.

2. Orang-orang Mekah bila melihat anak-anak Nabi Muhammad meninggal dunia, mereka berkata,
"Sebutan Muhammad akan lenyap dan ia akan mati punah."
Mereka mengira bahwa kematian itu suatu kekurangan lalu mereka mengejek Nabi dan berusaha menjauhkan manusia dari beliau.

3. Orang-orang Mekah bila melihat suatu musibah atau kesulitan yang menimpa pengikut-pengikut Nabi, bergembira dan bersenang hati.
Mereka menunggu kehancuran para pengikut Nabi, sehingga kedudukan mereka semula yang telah diguncangkan oleh agama baru itu kembali mereka peroleh.

Pada surah ini, Allah menyampaikan kepada rasul-Nya, bahwa tuduhan-tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang musyrik itu adalah suatu prasangka yang tidak ada artinya sama sekali.
Namun semua itu adalah untuk membersihkan jiwa-jiwa yang masih dapat dipengaruhi oleh isu-isu tersebut dan untuk mematahkan tipu daya orang-orang musyrik, agar mereka mengetahui bahwa perjuangan Nabi ﷺ pasti akan menang dan pengikut-pengikut beliau pasti akan bertambah banyak.



Al-Kausar diartikan sebagai sungai di surga yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad, dan ada pula yang berpendapat bahwa Al-Kausar bermakna kebaikan yang banyak.

Tafsir QS. Al Kautsar (108) : 1. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya Kami telah melimpahkan kepadamu kebaikan yang banyak dan abadi, di dunia dan akhirat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya Kami telah memberi wahai Nabi, kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat.
Di antaranya sungai Al-Kautsar di surga yang kedua tepinya terdapat tenda-tenda yang terbuat dari mutiara yang berlubang, dan tanahnya terbuat dari misk.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu) hai Muhammad


(Al-Kautsar) merupakan sebuah sungai di surga dan telaga milik Nabi ﷺ kelak akan menjadi tempat minum bagi umatnya.
Al-Kautsar juga berarti kebaikan yang banyak, yaitu berupa kenabian, Alquran, syafaat dan lain sebagainya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulful, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ menundukkan kepalanya sejenak, lalu beliau mengangkat kepalanya seraya tersenyum.
Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau ﷺ,
"Mengapa engkau tersenyum?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab,
"Sesungguhnya barusan telah diturunkan kepadaku suatu surat."
Lalu beliau membaca firman-Nya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.
(QS. Al-Kausar [108]: 1), hingga akhir surat.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,
"Tahukan kalian, apakah Al-Kautsar itu?"
Mereka menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah bersabda:

Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku kelak akan mendatanginya di hari kiamat;
jumlah wadah-wadah (bejana-bejana)nya sama dengan bilangan bintang-bintang.
Diusir darinya seseorang hamba, maka aku berkata,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari umatku."
Maka dikatakan,
"Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu."

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad Sulasi ini dan juga konteks yang sama dari Muhammad ibnu Fudail, dari Al-Mukhtar ibnu Fulfill, dari Anas ibnu Malik.

Telah disebutkan sehubungan dengan gambaran tentang telaga ini di hari kiamat, bahwa tercurahkan kepadanya air dari langit melalui dua talang, dan bahwa bejana-bejananya bilangannya sama dengan bintang-bintang di langit.
Imam Muslim, Imam Abu Daud, dan Imam Nasai telah meriwayatkannya melalui jalur Ali ibnu Mis-har dan Muhammad ibnu Fudail;
keduanya dari Al-Mukhtar ibnu Fulfill, dari Anas.

Menurut lafaz Imam Muslim, disebutkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ berada di hadapan kami di masjid, tiba-tiba beliau menundukkan kepalanya sejenak, kemudian mengangkat kepalanya seraya tersenyum.
Maka kami bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah yang menyebabkan engkau tertawa?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku barusan suatu surat.
Maka beliau ﷺ membaca firman-Nya:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah.
Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus.
(QS. Al-Kausar [108]: 1-3)
Kemudian beliau ﷺ bersabda:
"Tahukah kamu, apakah Al-Kautsar itu?"
Kami menjawab,
"Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda,


"Sesungguhnya Al-Kautsar adalah sebuah sungai (telaga) yang telah dijanjikan oleh Tuhanku untukku, padanya terdapat kebaikan yang banyak.
Al-Kautsar merupakan telaga yang akan didatangi oleh umatku kelak di hari kiamat, jumlah bejananya sama dengan bilangan bintang-bintang di langit, maka diusirlah darinya seorang hamba dari mereka, lalu aku berkata,
"Ya Tuhanku, sesungguhnya dia dari kalangan umatku."
Maka Dia berfirman,
"Sesungguhnya kamu tidak mengetahui apa yang telah dibuat-buatnya sesudahmu.

sebagian besar ulama ahli qiraat mengatakan berdasarkan dalil ayat ini, bahwa surat ini adalah surat Madaniyah.
Dan kebanyakan ulama fiqih mengatakan bahwa Basmalahnya merupakan bagian dari surat dan diturunkan bersama-sama dengan surat ini.


Adapun mengenai firman-Nya:

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.
(QS. Al-Kausar [108]: 1)

Dalam hadis yang lalu telah disebutkan bahwa Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga.


Imam Ahmad telah meriwayatkan melalui jalur lain dari Anas;
untuk itu ia mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas, bahwa ia membaca firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.
(QS. Al-Kausar [108]: 1)
Lalu ia mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku diberi Al-Kautsar, dan ternyata ia adalah sebuah sungai yang mengalir, tetapi tidak dibedahkan sebagai mana sungai.
Dan ternyata kedua tepinya adalah kubah-kubah dari mutiara;
lalu aku menyentuhkan tanganku ke tanahnya, dan ternyata ia seharum minyak kesturi yang sangat harum baunya, dan ternyata batu-batu kerikilnya dari mutiara.

Imam Ahmad mengatakan.
telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Adiy, dari Humaid, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku masuk ke dalam surga, dan tiba-tiba aku melihat sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara, lalu aku sentuhkan tanganku ke tanah yang dialiri airnya, tiba-tiba ia adalah minyak kesturi yang sangat harum baunya.
Aku bertanya,
"Hai Jibril, apakah ini?"
Jibril menjawab,
"Ini adalah Al-Kautsar yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadamu."

Imam Bukhari di dalam kitab sahihnya dan Imam Muslim telah meriwayatkan melalui hadis Syaiban ibnu Abdur Rahman, dari Qatadah, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa setelah Nabi ﷺ dibawa naik ke langit, beliau menceritakan:

Aku datang ke sebuah sungai yang kedua tepinya dipenuhi oleh kemah-kemah dari mutiara yang dilubangi, lalu aku bertanya,
"Apakah ini, hai Jibril?"
Jibril berkata,
"Ini adalah Sungai Al-Kautsar."

Demikianlah menurut lafaz Imam Bukhari rahimahullah.
Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi’, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Sulaiman ibnu Bilal, dari Syarik ibnu Abu Namir;
ia pernah mendengar Anas menceritakan hadis berikut kepadanya (dan teman-temannya), bahwa ketika Rasulullah ﷺ melakukan Isra, Jibril membawanya naik ke langit terdekat, tiba-tiba Nabi ﷺ melihat sebuah sungai yang padanya terdapat sebuah gedung dari mutiara dan zabarjad.
Lalu Nabi ﷺ mencium bau tanahnya, dan ternyata baunya harum seperti minyak kesturi, lalu beliau ﷺ bertanya,
"Hai Jibril, sungai apakah ini?"
Jibril menjawab,
"Ini adalah Sungai Al-Kautsar yang disediakan oleh Tuhanmu untukmu."

Hadis mengenai Isra ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-Isra melalui jalur Syarik, dari Anas, dari Nabi ﷺ‘yang hadisnya diketengahkan di dalam kitab Sahihain.

Sa’id telah meriwayatkan dari Qatadah, dari Anas, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ketika aku sedang berjalan di dalam sungai, tiba-tiba terbentang di hadapanku sebuah sungai yang kedua tepinya penuh dengan kemah-kemah mutiara yang berlubang.
Maka berkatalah malaikat yang menemaninya,
"Tahukah kamu apakah sungai ini?
Inilah Al-Kautsar yang akan diberikan Allah kepadamu."
Lalu Nabi ﷺ memasukkan tangannya ke tanah dan mengeluarkan dari tanahnya minyak kesturi (yang harum baunya).

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Sulaiman ibnu Tarkhan dan Ma’mar serta Hammam dan lain-lainnya dari Qatadah dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Abu Syuraih, telah menceritakan kepada kami Abu Ayyub Al-Abbas, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa’d, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abdul Wahhab (keponakan Ibnu Syihab), dari ayahnya, dari Anas yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah ditanya mengenai makna Al-Kautsar, maka beliau ﷺ menjawab:
Al-Kautsar adalah sebuah sungai yang diberikan Allah kepadaku di dalam surga, tanahnya adalah minyak kesturi (airnya) lebih putih daripada air susu dan rasanya lebih manis daripada madu;
sungai itu didatangi oleh burung-burung yang lehernya seperti leher unta.
Abu Bakar berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya burung itu benar-benar lezat dagingnya."
Rasulullah ﷺ menjawab:
Aku akan memakan dagingnya dan merasakan kelezatan (kenikmatan)nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah Al-Khuza’i, telah menceritakan kepada kami Al-Lais, dari Yazid ibnul Had, dari Abdul Wahhab, dari Abdullah ibnu Muslim ibnu Syihab, dari Anas, bahwa seorang lelaki pernah bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah Al-Kautsar itu?"
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang diberikan oleh Tuhanku untukku.
Airnya lebih putih daripada air susu dan rasanya lebih manis daripada madu, padanya terdapat burimg-burung yang lehernya seperli leher unta."
Umar bertanya,
"Wahai Rasulullah, sudah tentu dagingnya amat lezat."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Aku akan memakannya dan merasakan kelezatannya, hai Umar."

Ibnu Jarir meriwayatkannya melalui hadis Az-Zuhri dari saudaranya (yaitu Abdullah), dari Anas, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang Al-Kautsar, maka disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalid ibnu Yazid Al-Kahili, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Abu Ishaq, dari Abu Ubaidah, dari Aisyah r.a. Bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah tentang makna firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar.
(QS. Al-Kausar [108]: 1)
Maka Siti Aisyah r.a. menjawab,
"’Al-Kautsar adalah sebuah sungai yang diberikan kepada Nabi kalian, kedua tepinya berupa mutiara yang berlubang, jumlah bejana-bejananya sama dengan bilangan bintang-bintang di langit."
Kemudian Imam Bukhari mengatakan bahwa Zakaria, Abul Ahwas dan Mutarrif telah meriwayatkannya dari Abu Ishaq;
Imam Ahmad dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui jalur Mutarrif dengan sanad yang sama.

Ibnu Jarir mengatakan.
telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Wakr, dari Sufyan dan Israil, dari Abu Ishaq, dari Abu Ubaidah, dari Aisyah yang mengatakan bahwa.
Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga yang kedua tepinya mutiara yang berlubang.
Israil mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang padanya terdapat bejana-bejana yang bilangannya sama dengan bintang-bintang di langit.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qummi, dari Hafs ibnu Humaid, dari Syamir ibnu Atiyyah, dari Syaqiq atau Masruq yang mengatakan bahwaaku bertanya kepada Siti Aisyah, ”Wahai Ummul Mu’minin, ceritakanlah kepadaku tentang Al-Kautsar?
Aisyah menjawab,
"Sebuah sungai di lembah surga."
Aku bertanya,
"Apakah yang dimaksud dengan lembah surga?"
Aisyah menjawab,
"Terletak dibagian tengahnya, kedua tepinya penuh dengan gedung-gedung dari mutiara dan yaqut, dan tanahnya seharum minyak kesturi, sedangkan batu kerikilnya dari mutiara dan yaqut.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Abu Ja’far Ar-Razi, dari Ibnu Abu Najih, dari Aisyah r.a. yang mengatakan,
"Barang siapa yang ingin mendengarkan gemerciknya air Telaga Kautsar, hendaklah ia menutupkan kedua jari telunjuknya ke kedua lubang telinganya.
Riwayat ini terdapat mata rantai yang putus antara Ibnu Abu Najih dan Siti Aisyah r.a. Dan menurut sebagian riwayat dari seorang lelaki, dari Aisyah, disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah suarayang semisal dengan itu, bukan berarti suaranya persis, seperti itu;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
As-Suhaili mengatakan bahwa Imam Daruqutni telah meriwayatkannya secara marfu’ melalui jalur Malik ibnu Magul, dari Asy-Sya’bi, dari Masruq, dari Aisyah, dari Nabi ﷺ

Kemudian Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya’qub ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Hasyim.
telah menceritakan kepada kami Abu Bisyr, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan sehubungan dengan Al-Kautsar, bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak yang diberikan oleh Allah kepada Nabi ﷺ

Abu Bisyr mengatakan bahwa ia pernah berkata kepada Sa’id ibnu Jubair, bahwa sesungguhnya orang-orang mengira Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga.
Maka Sa’id menjawab.
bahwa sungai di dalam surga termasuk kebaikan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi ﷺ

Abu Bisyr telah meriwayatkannya pula melalui hadis Hasyim, dari Abu Bisyr dan Ata ibnus Sa’ib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas r.a. yang mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Ata ibnus Sa’ib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Al-Kautsar artinya kebaikan yang banyak.
Dan tafsir ini bersifat lebih umum mencakup sungai dan nikmat lainnya.
Mengingat lafaz Al-Kautsar berasal dari Al-Ka’srah yang artinya kebaikan yang banyak, dan di antaranya ialah sungai tersebut di dalam surga.
Pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa’id ibnu Jubair, Mujahid, Muharib ibnu Disar, dan Al-Hasan ibnu Abul Hasan Al-Basri, sehingga Mujahid mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat.

Ikrimah mengatakan bahwa.
Al-Kautsar adalah kenabian, Alquran, dan pahala di akhirat.
Tetapi telah terbuktikan kesahihan sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa dia menakwilkannya pula dengan makna sebuah sungai di dalam surga.


Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ubaid, dari Ata, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang kedua tepinya dari emas dan perak, mengalir di atas yaqut dan mutiara, airnya lebih putih daripada salju, dan rasanya lebih manis daripada madu.
Al-Aufi telah meriwayatkan hal yang semisal dari Ibnu Abbas.


Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Sa’ib dari Muharib ibnu Disar, dari Ibnu Umar, dia mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang kedua tepinya dari emas dan perak, mengalir di atas mutiara dan yaqut, airnya lebih putih daripada susu, dan rasanya lebih manis daripada madu.
Hal yang semisal telah diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi dari ibnu Humaid, dari Jarir, dari Ata ibnu Sa’ib dengan sanad dan lafaz yang semisal secara mauqufhanya sampai pada Ibnu Abbas.

Tetapi telah diriwayatkan pula hal yang semisal secara marfu’, Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Hafs, telah menceritakan kepada kami Warqa yang mengatakan bahwa Ata telah meriwayatkan dari Muharib ibnu Disar, dari Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang kedua tepinya dari emas, airnya mengalir di atas mutiara, dan warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu.

Hal yang semisal telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi, Ibnu Majah, Ibnu Abu Hatim, dan Ibnu Jarir melalui jalur Muhammad ibnu Fudail, dari Ata ibnus Sa’ib secara inarfu’, Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ya’qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aliyyah, telah menceritakan kepada kami Ata ibnus Sa’ib yang mengatakan bahwa Muharib ibnu Disar telah menceritakan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair tentang Al-Kautsar.
Muharib ibnu Disar mengatakan bahwa Sa’id ibnu Jubair telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak.
Lalu Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa benar, sesungguhnya Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak.
Akan.tetapi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Umar, bahwa seketika diturunkan firman-Nya:
Sesungguhnya Kami telah rnemberikan kepadamu Al-Kautsar (kebaikan yang banyak).
(QS. Al-Kausar [108]: 1)

Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Al-Kautsar adalah sebuah sungai di dalam surga yang kedua tepinya emas, (airnya) mengalir di atas mutiara dan yaqut.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnul Burqi, telah menceritakan kepada kami Ibnu Maiyam, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepadaku Haram ibnu USman, dari Abdur Rahman Al-A’raj, dari Usamah ibnu Zaid, bahwa Rasulullah ﷺ di suatu hari berkunjung ke rumah Hamzah ibnu Abdul Muttalib, dan ternyata beliau tidak menjumpainya, lalu beliau menanyakannya kepada istrinya yang berasal dari Bani Najjar.
Istri Hamzah menjawab,
"Hai Nabi Allah, dia baru saja keluar menuju ke rumahmu, kalau begitu barangkali dia sesat jalan di sebagian lorong-lorong Bani Najjar.
Tidakkah engkau masuk lebih dahulu, wahai Rasulullah?"
Maka Rasulullah ﷺ masuk, dan istri Hamzah menyuguhkan kepadanya makanan hais (makanan yang terbuat dari buah kurma, minyak samin, dan tepung sawiq), maka Nabi ﷺ memakan sebagian darinya.
Dan istri Hamzah bertanya,
"Wahai Rasulullah, kuucapkan selamat kepada engkau, sebenarnya aku ingin datang kepadamu untuk mengucapkan selamat, karena Abu Imarah pernah menceritakan kepadaku bahwa engkau telah diberi sebuah sungai di dalam surga yang dikenal dengan nama Al-Kautsar."
Nabi ﷺ menjawab:

Benar, dan luasnya yakni tanahnya adalah yaqut, marjan, zabarjad, dan mutiara.

Haram ibnu Usman adalah orang yang berpredikat daif, tetapi konteks hadis ini hasan, dan asal hadis ini berpredikat sahih, bahkan dapat dibilang mutawatir yang diriwayatkan melalui berbagai jalur hingga memberikan pengertian kepastian di kalangan para imam ahli hadis, demikian pula hadishadis yang menceritakan tentang telaga (Kautsar).
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Anas, Abul Aliyah dan Mujahid serta bukan hanya seorang dari kalangan ulama Salaf.
bahwa Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga.
Ata mengatakan bahwa Al-Kautsar yaitu nama sebuah telaga di dalam surga.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Kautsar (108) Ayat 1

Diriwayatkan oleh al-Bazzar dll, dengan sanad yang sahih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Ka’b bin al-Asyraf (tokoh yahudi) datang ke Mekah, kaum Quraisy berkata kepadanya; “Tuan adalah pemimpin orang Madinah.
Bagaimana pendapat tuan tentang si pura-pura sabar yang diasingkan oleh kaumnya, yang menganggap dirinya lebih mulia dari kami, padahal kami adalah penyambut orang-orang yang melaksanakan haji, pemberi minumnya, serta penjaga Ka’bah ?”

Ka’b berkata: “Kalian lebih mulia daripada dia.” Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar ayat 3) yang membantah ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah di dalam KItab al-Mushannaf dari Ibnul Mundzir, yang bersumber dari ‘Ikrimah bahwa ketika Nabi Muhammad ﷺ diberi wahyu, kaum Quraisy berkata: “Terputuslah hubungan Muhammad dengan kita.” Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar ayat 3) sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari as-suddi.
Juga diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam Kitab ad-dalaa-il, yang bersumber dari Muhammad bin ‘Ali, dan disebutkan bahwa yang meninggal itu ialah Qasim.
Bahwa kaum Quraisy menganggap kematian anak laki-laki itu berarti putus keturunan.
Ketika putra Rasulullah ﷺ meninggal, al-‘Ashi bin Wa-il mengatakan bahwa keturunan Muhammad ﷺ telah terputus.
Maka surat al-Kautsar ayat 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang bersumber dari Mujahid bahwa ayat 3 ini turun berkenaan dengan al-‘Ashi bin Wa-il yang berkata,
“Aku membenci Muhammad.” Maka ayat ini turun sebagai penegasan bahwa orang yang membenci Rasulullah akan terputus segala kebaikannya.

Diriwayatkan oleh Aththabarani dengan sanad yang dhaif, yang bersumber dari Ayyub bahwa ketika Ibrahim, putra Rasulullah ﷺ wafat, orang-orang musyrik berkata satu sama lain: “Orang murtad itu (Muhammad) telah terputus keturunannya tadi malam.” Allah menurunkan surat al-Kautsar ayat 1-3 ini yang membantah ucapan mereka.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa ayat ini (ayat 2) turun pada peristiwa Hudaibiyah, ketika Jibril datang kepada rasulullah memerintahkan kurban dan shalat.
Rasulullah segera berdiri seraya menyampaikan khotbah Idul Fitri-mungkin juga khotbah idul Adha (rawi ragu, apakah peristiwa di dalam hadits itu terjadi pada bulan Ramadhan atau pada bulan Zulkaidah) kemudian sholat dua rakaat.
Sesudah itu beliau menuju ke tempat kurban, lalu memotong hewan kurban.

Menurut as-Suyuthi, riwayat ini sangat gharib.
Matan hadits ini meragukan, karena menyebutkan sholat id didahului khotbah.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syamr bin ‘Athiyyah bahwa ‘Uqbah bin Abi Mu’aith berkata: “Tidak ada seorang pun anak laki-laki Nabi Muhammad ﷺ yang hidup hingga keturunannya terputus.” Ayat ke 3 ini turun sebagai bantahan terhadap ucapan itu.

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Juraij bahwa ketika Ibrahim putra Rasulullah ﷺ wafat, kaum Quraisy berkata,
“Serkarang Muhammad menjadi abtar (terputus keturunannya).” Hal ini menyebabkan Nabi Muhammad ﷺ bersedih hati.
Maka turunlah ayat ini (al-Kautsar 1-3) sebagai penghibur baginya.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kautsar (108) Ayat 1

ABTAR
أَبْتَر

Lafaz abtar adalah bentuk mudzakkar yang berasal dari kata kerja batira yang secara harfiah bermakna terputus atau terpotong.
Bentuk muannats ialah batra, sedangkan bentuk jamaknya adalah butr.

Abtar mengandung beberapa makna, menurut kepada kata lain tempat sandarannya.
Abtar bermakna terpotong ekornya, apabila disandarkan kepada ular, ia adalah ular yang pendek ekornya lagi jahat.
Apabila disandarkan kepada pedang, maknanya pedang yang tajam.

Apabila disandarkan kepada orang, maknanya ialah orang yang tidak mempunyai keturunan, atau ia tidak memiliki kebaikan, atau ia dalam kerugian, atau setiap perkara yang terputus dari kebaikan.
Apabila disandarkan kepada perbuatan, maknanya adalah berhenti sebelum menyelesaikannya.
Apabila disandarkan pula kepada ilmu Sajak, maknanya ialah sajak yang sebahagian baitnya terhapus dan terpotong.

Kata abtar hanya sekali disebut didalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Kautsar, ayat 3. Maksud al abtar dalam ayat adalah Al Ash bin Waa’il sebagaimana yang disepakati oleh jumhur ulama karena ayat ini diturunkan kepadanya.

Menurut Ibn’ Abbas, ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al ‘As bin Waa’il, dia melihat nabi keluar dari masjid ketika dia mau masuk.
Lalu mereka berjumpa di pintu Bani Sahm dan duanya bercakap-cakap.
Pada masa itu, pembesar-pembesar Quraisy sedang duduk duduk didalam masjid.
Ketika dia tiba di dalam masjid, mereka bertanya kepadanya, "Siapa yang bercakap denganmu? Al ‘Ash bin Waa’il menjawab, "Beliau adalah abtar (yang tidak mempunyai anak)," maksudnya ialah Nabi Muhammad, dimana sebelum Abdullah, anak lelaki Rasulullah meninggal dunia, maka turunlah ayat itu.

Walau bagaimana pun, Allah memutuskan bagi orang yang mencela dan mengejek Rasulullah dari segala kebaikan.
Ia berada dalam kerugian di dunia dan akhirat, tidak mempunyai penolong dari sanak saudara, tidak menggunakan hidupnya untuk kebaikan dan hatinya tidak menerima kebaikan.
Demikian adalah sebagai balasan bagi mereka yang mengejek dan mencela apa yang datang dari Rasulullah.

Maka, abtar bermakna siapa yang tidak mempunyai keturunan, dan itu tidak berlaku kepada Rasulullah karena setiap yang lahir dari mukmin adalah anak dan keturunannya.
Abthar juga dapat memberi makna orang yang terputus dari segala kebaikan karena setiap yang menghina Nabi Muhammad terputus dari segala kebaikan baik di dunia mahu pun di akhirat, sebagaimana balasan ejekan yang dilakukan Al• ‘As bin Waa’il As• Sahami kepada Nabi Muhammad.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:16

Unsur Pokok Surah Al Kautsar (الكوثر)

Surat Al Kautsar terdiri atas 3 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al Aadiyaat.

Dinamai "Al Kautsar" (yaitu sebuah sungai di syurga yang dianugerahkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ) diambil dari perkataan "Al Kautsar” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Surat ini sebagai penghibur hati Nabi Muhammad ﷺ.

Keimanan:

▪ Allah telah menganugerahkan sungai "Al-Kautsar" di syurga.
karena itu bershalat dan berkorbanlah.
Nabi Muhammad ﷺ akan mempunyai pengikut yang banyak sampai hari kiamat dan akan mempunyai nama yang baik di dunia dan di akhirat, tidak sebagai yang dituduhkan pembenci-pembencinya.

Ayat-ayat dalam Surah Al Kautsar (3 ayat)

1 2 3

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Kautsar (108) : 1-3 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 3 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kautsar (108) : 1-3 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 3

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kautsar ayat 1 - Gambar 1 Surah Al Kautsar ayat 1 - Gambar 2
Statistik QS. 108:1
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kautsar.

Surah Al-Kausar (Arab: الكوثر‎) adalah surah ke-108 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.
Kata Al-Kausar sendiri berarti nikmat yang banyak dan diambil dari ayat pertama dari surah ini artinya karunia Allah subhanahu wa ta’ala berupa telaga Al Kautsar bagi orang-orang penghuni surga.
Pokok isi surah ini adalah perintah melaksanakan salat dan berkorban karena Allah memberikan banyak kenikmatan untuk untuk mereka yang beriman sedangkan para orang kafir pembenci Nabi ﷺ yang mengatakan keturunan Nabi terputus karena semua putranya wafat maka sesungguhnya merekalah yang terputus.
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Al Azhar).

Nomor Surah 108
Nama Surah Al Kautsar
Arab الكوثر
Arti Nikmat yang berlimpah
Nama lain Inna A’thaina
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 15
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 3
Jumlah kata 10
Jumlah huruf 43
Surah sebelumnya Surah Al-Ma’un
Surah selanjutnya Surah Al-Kafirun
Sending
User Review
4.6 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

108:1, 108 1, 108-1, Surah Al Kautsar 1, Tafsir surat AlKautsar 1, Quran Kausar 1, AlKausar 1, Al-Kausar 1, Surah Al Kausar ayat 1

Video Surah

108:1


More Videos

Ayat Pilihan

Hai orang-orang beriman,
bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).
Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu & memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
QS. At-Tahrim [66]: 8

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu,
dan bertakwalah kepada Allah & ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
QS. Al-Baqarah [2]: 223

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah & rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.
“Kami mendengar,
dan kami patuh”.
Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. An-Nur [24]: 51

Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya,
dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
QS. Ali ‘Imran [3]: 102

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

+

Array

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Kamus Istilah Islam

Jin

Siapa itu Jin? Jin secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak terlihat”. Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit da...

naqal

Apa itu naqal? na.qal kutipan berdasarkan Alquran dan hadis … •

Al-Kafirun

Apa itu Al-Kafirun? Surah Al-Kafirun adalah surah ke-109 dalam Alquran. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama s...