Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 9 [QS. 18:9]

اَمۡ حَسِبۡتَ اَنَّ اَصۡحٰبَ الۡکَہۡفِ وَ الرَّقِیۡمِ ۙ کَانُوۡا مِنۡ اٰیٰتِنَا عَجَبًا
Am hasibta anna ashhaabal kahfi warraqiimi kaanuu min aayaatinaa ‘ajaban;
Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?
―QS. Al Kahfi [18]: 9

Daftar isi

Or have you thought that the companions of the cave and the inscription were, among Our signs, a wonder?
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 9]

أَمْ ataukah

Or
حَسِبْتَ kamu mengira

have you thought
أَنَّ bahwasanya

that
أَصْحَٰبَ penghuni

(the) companions
ٱلْكَهْفِ gua

(of) the cave
وَٱلرَّقِيمِ dan batu bertulis

and the inscription
كَانُوا۟ adalah mereka

were,
مِنْ dari

among
ءَايَٰتِنَا ayat-ayat Kami

Our Signs,
عَجَبًا mengagumkan

a wonder?

Tafsir Quran

Surah Al Kahfi
18:9

Tafsir QS. Al-Kahfi (18) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan bahwa apakah Nabi Muhammad mengira bahwa kisah Ashhabul Kahf beserta raqim (batu tertulis) sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab lama adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling menakjubkan.

Memang jika dilihat, peristiwa Ashhabul Kahf berlawanan dengan hukum alam.

Akan tetapi, jika dibandingkan dengan berbagai kejadian pada tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, dan segala mineral yang merupakan perhiasan di atas bumi ini, maka kejadian ini memang menakjubkan.
Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah.

Namun demikian, peristiwa Ashhabul Kahf itu bukan satu-satunya tanda kekuasaan Allah, tetapi hanya sebagian kecil dari bukti keagungan-Nya.
Sekiranya para ulama agama lain merasa kagum dan terpesona oleh peristiwa tersebut, maka Rasulullah dan umatnya seharusnya lebih terpesona lagi oleh berbagai fenomena alam semesta dengan segala keajaibannya.

Kejadian langit dan bumi, pergantian siang dan malam, peredaran matahari, bulan, planet, dan bintang-bintang atau bagaimana Allah menghidupkan kembali segala sesuatu yang telah mati, semua itu merupakan bukti-bukti yang menunjukkan kekuasaan Allah.
Dia berbuat menurut kehendak-Nya, tidak seorang pun yang menolak ketetapan-Nya.

Oleh karena itu, Alquran selalu mengajak manusia untuk menyelidiki rahasia alam semesta ini.

Menurut riwayat Israiliyat, orang-orang Nasrani telah banyak melakukan kesalahan.

Raja-raja mereka berlaku aniaya sampai menyembah berhala, bahkan memaksa rakyatnya untuk juga menyembahnya.
Seorang raja mereka yang bernama Decyanus mengeluarkan perintah keras kepada rakyatnya untuk menyembah berhala-berhala itu dan menyiksa siapa yang menentang-nya.

Beberapa orang pemuda dari kalangan bangsawan dipaksanya turut menyembah berhala-berhala itu, bahkan diancam akan dibunuh jika berani menolak perintah itu.
Namun mereka menolaknya dan tetap bertahan dalam agama mereka.
Lalu Decyanus melucuti pakaian dan perhiasan mereka.
Karena masih sayang kepada remaja-remaja itu, raja membiarkan mereka hidup dengan harapan agar mau mengikuti perintahnya nanti.
Raja itu juga pergi ke negeri-negeri lain untuk memaksa penduduknya menyembah berhala dan siapa yang menolak perintahnya dibunuh.

Pemuda-pemuda itu kemudian pergi ke sebuah gua, yang terletak di sebuah gunung yang disebut Tikhayus, dekat kota mereka, Afasus.
Di gua itu mereka beribadah menyembah Allah.
Sekiranya diserang oleh raja Decyanus dan dibunuh, maka mereka mati dalam ketaatan.
Jumlah mereka tujuh orang.
Di tengah perjalanan ke gua, mereka bertemu seorang peng-gembala dengan seekor anjingnya yang kemudian ikut bersama mereka.
Di gua itulah mereka tekun menyembah Allah.
Di antara mereka ada seorang yang bernama Tamlikha.
Dia bertugas membeli makanan dan minuman untuk teman-temannya dan menyampaikan kabar bahwa Decyanus masih mencari mereka.
Setelah kembali dari perjalanannya, raja itu segera mencari ahli-ahli ibadah kepada Allah untuk dibunuh, kecuali bila mereka mau menyembah berhala.
Berita ini terdengar oleh Tamlikha ketika dia sedang berbelanja lalu disampaikan kepada teman-temannya.
Mereka menangis.
Allah ﷻ kemudian menutup pendengaran mereka sehingga mereka tertidur.

Sementara itu, Decyanus teringat kembali kepada para pemuda di atas, lalu memaksa orang-orang tua mereka untuk mendatangkannya.
Para orang tua itu akhirnya menunjukkan gua tempat mereka beribadah.
Decyanus segera pergi ke sana dan menutup mulut gua itu agar mereka mati di dalamnya.
Dalam staf pengiring raja, ada dua orang laki-laki yang tetap menyembunyikan imannya, namanya Petrus dan Runas.
Kisah para pemuda yang beriman dalam gua itu diabadikan dengan tulisan di atas dua keping batu yang lalu disimpan dalam peti dari tembaga.
Peti itu ditanamkan ke dalam bangunan supaya di kemudian hari menjadi teladan dan peringatan bagi umat manusia.

Waktu berjalan terus, zaman silih berganti, raja Decyanus sudah dilupakan orang.
Seorang raja saleh yang juga bernama Petrus memerintah negeri itu selama 68 tahun.
Pada masa pemerintahannya, terjadi pertikaian pendapat di kalangan rakyat tentang hari kiamat sehingga mereka terbagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan yang percaya dan yang mengingkari-nya.
Raja sangat bersedih hati karena persoalan ini.
Dia berdoa kepada Tuhan agar Dia memperlihatkan kepada rakyatnya tanda-tanda yang meyakinkan mereka bahwa kiamat itu pasti terjadi.

Sementara itu, seorang pengembala kambing bernama Ulyas bermaksud membangun kandang untuk kambingnya di gua tempat para pemuda tadi.
Lalu dipecahkannya tutup yang menutup pintu gua itu.
Seketika itu juga, pemuda-pemuda yang beriman itu terbangun serentak dari tidurnya.
Mereka duduk dengan wajah berseri-seri lalu mereka salat.
Berkatalah mereka satu sama lain,
"Berapa lama kalian tidur?"
Dijawab oleh yang lain,
"Sehari atau setengah hari."
Yang lain mengatakan,
"Tuhan lebih mengetahui berapa lama kalian tidur.
Cobalah salah seorang dari kalian pergi ke kota dengan membawa uang perak ini dan membeli makanan yang baik dan menghidang-kannya kepada kita."



Maka Tamlikha berangkat, sebagaimana biasanya sejak dahulu, untuk berbelanja secara sembunyi-sembunyi karena takut terhadap raja Decyanus.
Sewaktu dia berjalan, terdengar olehnya orang-orang menyeru Isa Al-Masih di segala penjuru kota.
Dia berkata dalam hati,
"Alangkah anehnya, mengapa orang mukmin itu tidak dibunuh oleh Decyanus?"
Dia masih merasa heran,
"Barangkali aku bermimpi atau kota ini bukan kotaku dahulu,"
katanya dalam hati.
Lalu dia bertanya kepada seorang laki-laki tentang nama kota itu.
Lelaki menjawab,
"Ini kota Afasus."



Pada akhir perjalanan, dia datang kepada seorang laki-laki dan memberikan uang logam untuk membeli makanan.
Laki-laki itu kaget setelah melihat uang logam tersebut karena belum pernah melihatnya.
Dia membolak-balik uang logam itu kemudian diperlihatkannya kepada kawan-kawannya.
Mereka merasa heran dan berkata,
"Apakah uang ini dari harta yang kamu temukan tersimpan dalam tanah?
Uang logam ini dari zaman raja Decyanus, satu zaman yang sudah lewat berabad-abad lamanya."
Kemudian Tamlikha dibawa ke hadapan dua orang hakim di kota itu.
Mulanya Tamlikha mengira dia akan dibawa kepada raja Decyanus sehingga ia menangis.
Tetapi setelah mengetahui raja telah berganti, lenyaplah kesedihannya.
Kedua hakim kota itu, Areus dan Tanteus, bertanya kepada Tamlikha,
"Di manakah harta terpendam yang kamu temukan itu, wahai anak muda?"
Sesudah terjadi pembicaraan antara mereka, maka Tamlikha menceritakan kisah para pemuda itu dengan raja Decyanus, dan dia mengajak kedua hakim itu pergi menengok ke gua untuk membuktikan kebenaran kisahnya.
Lalu keduanya pergi bersama-sama Tamlikha, hingga sampai ke pintu gua itu, dan mereka mendengarkan semua kisah tentang penghuni gua itu dari Tamlikha.
Kedua hakim tersebut merasa heran setelah mengetahui bahwa mereka tidur dalam gua itu selama 309 tahun.
Mereka dibangunkan dari tidur untuk menjadi tanda kekuasaan Tuhan kepada manusia.
Kemudian Areus masuk dan melihat sebuah peti dari tembaga, tertutup dengan segel.
Di dalamnya terdapat dua batu bertulis yang menceritakan kisah pemuda itu, sejak mereka melarikan diri dari kerajaan Decyanus demi memelihara akidah dan agama mereka, sampai kemudian Decyanus menutup pintu gua itu dengan batu.
Setelah Areus dan kawan-kawannya membaca kisah ini, mereka bersyukur dan langsung sujud kepada Allah dan mereka segera mengirim utusan kepada raja Petrus agar cepat-cepat datang untuk menyaksikan tanda kekuasaan Allah yang ada pada pemuda-pemuda yang dibangkitkan sesudah tertidur 300 tahun.
Raja kemudian berangkat beserta rombongan pengawal dan penduduk negerinya menuju negeri Afasus.
Hari ini merupakan hari penetapan keputusan tentang hari kebangkitan, hari yang yang tak terlupakan.

Ketika raja melihat pemuda-pemuda itu, dia langsung sujud kepada Allah, memeluk pemuda-pemuda itu, lalu menangis.
Pemuda-pemuda itu terus memuji Tuhan.
Mereka berkata kepada raja,
"Wahai Raja, selamat tinggal, semoga Allah melindungi kamu dari kejahatan manusia dan jin."
Lalu mereka kembali ke pembaringan dan ketika itu Allah ﷻ mencabut rohnya.
Untuk memberikan penghormatan kepada arwah para hamba Allah suci ini, raja memerintahkan agar masing-masing mereka dibuatkan peti jenazah dari emas.
Tetapi pada malam harinya raja bermimpi melihat mereka, dan berpesan kepadanya:,
"Biarkanlah kami sebagaimana adanya dalam gua ini, kami tidur di atas tanah sampai hari kiamat datang."
Oleh karenanya, raja memerintahkan agar jenazah-jenazah itu dihamparkan di dalam sebuah peti kayu dan melarang setiap orang untuk masuk ke dalam gua itu.
Raja memerintahkan pula agar di pintu gua dibangun tempat ibadah, dan hari wafatnya dijadikan hari besar.



Orang-orang Nasrani menjadikan kisah ini sebagai bukti kekuasaan Allah untuk menunjukkan adanya hari kiamat.
Tetapi Alquran menjelaskan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah untuk mengadakan hari kebangkitan dan mengembalikan roh kepada jasadnya sesudah mati bukanlah terbatas pada kisah itu saja.
Ayat-ayat yang menunjukkan kekuasaan-Nya untuk menun-jukkan adanya hari kiamat, tidak terhitung jumlahnya.
Oleh karena itu, perhatikanlah alam semesta ini dengan segala isinya.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 9. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang hanyut dalam godaan dunia dan kesenangan hidup benar-benar mengingkari adanya hari kebangkitan.
Padahal, berbagai peristiwa yang telah terjadi menunjukkan adanya kehidupan sesudah tidur yang amat panjang.


Kisah tentang penghuni gua di sebuah gunung dan lempengan yang bertuliskan nama-nama mereka setelah mereka mati, bukan satu-satunya kisah yang menakjubkan, meskipun merupakan kisah yang luar biasa.
Kisah itu tidak lebih menakjubkan dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang lain.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kamu mengira, wahai Rasul, bahwa kisah Ashab al-Kahfi (orang-orang yang mendiami gua) dan batu yang bertuliskan nama-nama mereka itu termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengagumkan dan mengherankan;
karena penciptaan langit dan bumi berikut segala isinya adalah lebih mengherankan daripada itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Atau kamu mengira) kamu menduga


(bahwa Ashhabul Kahfi) orang-orang yang mendiami gua di suatu bukit


(dan Raqim) yaitu lempengan batu yang tertulis padanya nama-nama mereka dan nasab-nasabnya, Nabi ﷺ pernah ditanya mengenai kisah mereka


(adalah mereka) dalam kisah mereka


(termasuk) sebagian


(tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan?) lafal ‘Ajaban menjadi khabar Kana, sedangkan lafal yang sebelumnya berkedudukan menjadi hal, artinya:
Mereka adalah hal yang menakjubkan yang berbeda dengan tanda-tanda kekuasaan Kami lainnya, atau mereka adalah tanda-tanda kekuasaan Kami yang paling menakjubkan, padahal kenyataannya tidak demikian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan berita dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menceritakan tentang orang-orang yang menghuni gua secara singkat, kemudian diterangkan dengan panjang lebar sesudahnya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Atau kamu mengira.

hai Muhammad.

bahwa orang-orang yang menghuni gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan.
(QS. Al-Kahfi [18]: 9)

Yakni tiadalah perkara mereka mengherankan bagi kekuasaan dan kemampuan Kami, karena sesungguhnya menciptakan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam hari, menundukkan matahari serta rembulan, bintang-bintang, dan !ain-!ainnya dari tanda-tanda yang besar yang menunjukkan akan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala sangatlah mudah.
Dan bahwa Allah Mahakuasa atas semua yang dikehendaki-Nya, tiada sesuatu pun yang melemahkan-Nya.
Semuanya itu jauh lebih mengherankan daripada perihal orang-orang yang menghuni gua.

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?

Yaitu sesungguhnya pada sebagian tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Kami terdapat banyak hal yang lebih mengherankan dari itu.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang menghuni gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
Artinya, apa yang Aku berikan kepadamu berupa ilmu, sunnah, dan Alquran ini jauh lebih mengherankan daripada kisah ashabul kahfi (orang-orang yang menghuni gua) dan yang mempunyai raqim.

Muhammad ibnu Ishaq telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa makna yang dimaksud seakan-akan mengatakan,
"Hujah-hujah-Ku yang jelas terhadap hamba-hamba-Ku jauh lebih mengherankan daripada kisah para penghuni gua dan pemilik raqim itu."

Al-Kahfi artinya gua yang terdapat di sebuah bukit yang dijadikan tempat bersembunyi oleh para pemuda yang disebutkan kisahnya dalam surat ini.

Yang dimaksud dengan ar-raqim, menurut Al-Aufi, dari Ibnu Abbas adalah sebuah lembah yang terletak di dekat kota Ailah (Yordania sekarang).
Hal yang sama telah dikatakan oleh Atiyyah, Al-Aufi, dan Qatadah.

Ad-Dahhak mengatakan, kahfi adalah sebuah gua yang ada di lembah itu, sedangkan ar-raqim adalah nama lembah tersebut.

Mujahid mengatakan bahwa ar-raqim adalah nama sebuah kitab yang diletakkan di depan bangunan tempat mereka.
Sebagian orang mengatakan bahwa raqim adalah nama sebuah lembah yang padanya terdapat gua tempat mereka.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ar-raqim, bahwa Ka’b menduga ar-raqim adalah nama sebuah kampung (kota).

Ibnu Juraij telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ar-raqim adalah sebuah bukit yang di dalamnya terdapat gua tersebut.

Ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa nama bukit itu adalah Banglius.

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Wahb ibnu Sulaiman, dari Syu’aib Al-Jiba-i, bahwa nama bukit tempat gua itu adalah Banglius, nama guanya adalah Haizam, dan nama anjing mereka adalah Hamran.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Israil, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan,
"Semua nama di dalam Alquran saya mengetahuinya kecuali Hannan, Awwah, dan Raqim.

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Dinar, ia pernah mendengar Ikrimah berkata,
"Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apakah ar-raqim itu, nama sebuah prasasti ataukah bangunan?"

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ar-raqim adalah sebuah prasasti.


Sa’id ibnu Jubair mengatakan, raqim adalah sebuah prasasti yang tertulis pada sebuah batu, mereka menulis kisah ashabul kahfi padanya, kemudian meletakkannya di pintu gua itu.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah mengatakan bahwa ar-raqim artinya kitab, kemudian ia membacakan firman-Nya untuk menguatkan alasannya, yaitu:

(Ialah) kitab yang bertulis.
(QS. Al-Mutaffifin [83]: 9)

Memang inilah yang tersimpulkan dari makna lahiriah ayat, dan pendapat inilah yang dipilih oleh Ibnu Jarir.


Ibnu Jarir mengatakan bahwa raqim ber-wazan fa’il yang maknanya marqum (tertulis).
Sebagaimana dikatakan qatil terhadap si terbunuh, dan orang yang terluka disebut jarih.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kahfi (18) Ayat 9

RAQIIM
لرَّقِيم

Ar raqiim dalam bentuk fii’il yang bermakna maf’ul atau marquum. Berasal dari kata raqama-yarqumu yang bermakna menulis.

Raqama ash shahifah berarti memberi titik dan memberi tanda-tanda penomoran.

Raqama as si’lah bermakna memberi tanda pada barang dagangan.

Dalam Mu’jam Al Arabi, ar raqiim mengandung tiga maksud yaitu:
(1) Marqum yaitu yang tertulis.
(2) Kitaab atau sahifah karena seorang penulis meletakkan baris dan garis.
(3) Kaum atau negeri Ashaabul Kahf yaitu bukit tempat mereka berlindung, anjing mereka, wadi, batu keras, papan yang diukir dan dicatat keturunan mereka, kisah-kisah mereka, nama-nama mereka, agama mereka dan sebab mereka melarikan diri,"

Lafaz ar raqiim disebut sekali saja yaitu dalam surah Al Kahfi (18), ayat 9. Sedangkan lafaz marquum disebut dua kali yaitu dalam surah Al Muthaffifiin (83), ayat 9 dan 20. Allah berfirman:

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْكَهْفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُوا۟ مِنْ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا

Al Khazin berkata,
ar raqiim ialah papan yang ditulis di dalamnya nama-nama Ashabul Kahfi, kisah mereka, kemudian diletakkan di atas pintu gua.

Al Baidawi menambah, ar raqiim adalah nama anjing mereka, negeri mereka, nama buku yang ditulis didalamnya keadaan mereka dan nama bukit yang terdapat gua di dalamnya.

Sa’id bin Jubair berkata,
ar raqiim ialah papan tanda daripada batu yang tertulis di dalamnya kisah-kisah Ashabul Kahfi, kemudian diletakkan di atas pintu gua.

Kesimpulannya, ar raqiim memiliki dua pengertian.

Pertama, ia bermakna nama bagi papan tanda yang tertulis kisah-kisah Ashabul Kahfi.

Kedua, ar raqiim bermakna al marquum.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:249

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadis-hadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
▪ Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
▪ Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).
▪ Adab sopan-santun antara murid dengan guru.
▪ Beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio Murottal

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 9 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 9 - Gambar 2
Statistik QS. 18:9
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.6 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

18:9, 18 9, 18-9, Surah Al Kahfi 9, Tafsir surat AlKahfi 9, Quran Al-Kahf 9, Surah Al Kahfi ayat 9

Video Surah

18:9


Load More

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 • Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 • Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 • Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 • Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 • Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 • Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 • Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 • Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 • Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 • Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 • Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 • Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir •

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh •

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir •

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan

Cari pada apa yang telah dianugerahkan Allah padamu (kebahagiaan) akhirat, dan jangan lupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi & berbuat baiklah (pada orang lain) sebagaimana Allah berbuat baik padamu, & jangan berbuat kerusakan di bumi.
QS. Al-Qasas [28]: 77

Ketahuilah bahwa kehidupan dunia (bagi orang tak beriman) hanyalah permainan & sesuatu yang melalaikan. Dan di akhirat (nanti) ada azab keras & ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Kehidupan dunia tak lain hanya kesenangan yang menipu
QS. Al-Hadid [57]: 20

Gembiralah atas rahmat & karunia Allah dengan diturunkannya Alquran & dijelaskannya syariat Islam. Ini lebih baik dari seluruh kesenangan dunia yang dapat dikumpulkan manusia. Krn merupakan santapan rohani & penyembuh segala penyakit hati
QS. Yunus [10]: 58

Allahlah yang Mahatahu hal-hal yang gaib.
Dia tidak memperlihatkan hal-hal yang gaib itu kepada siapa pun kecuali kepada rasul yang diizinkan-Nya untuk mengetahui beberapa hal gaib.
QS. Al-Jinn [72]: 26

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

+

Array

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

tanah dati

Apa itu tanah dati? tanah milik kelompok kekerabatan di daerah yang penduduknya beragama Islam ; tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh klen atau subklen … •

jamak takhir

Apa itu jamak takhir? penggabungan pelaksanaan dua salat dalam satu waktu dengan cara mengundurkan salat yang sudah masuk waktu ke dalam waktu salat yang berikutnya … •

Qatadah bin an-Nu’man

Siapa itu Qatadah bin an-Nu’man? Qatadah bin an-Nu’man adalah Sahabat Nabi Muhammad. Qatadah yang bernama asli Abdul Khatib merupakan penduduk Madinah, sehingga disebut golongan Anshar. D...