Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) - surah 18 ayat 71 [QS. 18:71]

فَانۡطَلَقَا ٝ حَتّٰۤی اِذَا رَکِبَا فِی السَّفِیۡنَۃِ خَرَقَہَا ؕ قَالَ اَخَرَقۡتَہَا لِتُغۡرِقَ اَہۡلَہَا ۚ لَقَدۡ جِئۡتَ شَیۡئًا اِمۡرًا
Faanthalaqaa hatta idzaa rakibaa fiissafiinati kharaqahaa qaala akharaqtahaa litughriqa ahlahaa laqad ji-ata syai-an imran;
Maka berjalanlah keduanya, hingga ketika keduanya menaiki perahu lalu dia melubanginya.
Dia (Musa) berkata,
“Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?”
Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.
―QS. Al Kahfi [18]: 71

Daftar isi

So they set out, until when they had embarked on the ship, al-Khidh r tore it open.
(Moses) said,
"Have you torn it open to drown its people?
You have certainly done a grave thing."
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 71]

فَٱنطَلَقَا maka keduanya pergi

So they both set out
حَتَّىٰٓ sehingga

until
إِذَا tatkala

when
رَكِبَا keduanya

they had embarked
فِى dalam

on
ٱلسَّفِينَةِ perahu

the ship
خَرَقَهَا melubanginya

he made a hole in it.
قَالَ (Musa) berkata

He said,
أَخَرَقْتَهَا mengapa kamu melubanginya

"Have you made a hole in it,
لِتُغْرِقَ untuk kamu menenggelamkan

to drown
أَهْلَهَا ahlinya/penumpangnya

its people?
لَقَدْ sesungguhnya

Certainly,
جِئْتَ kamu mendatangkan

you have done
شَيْـًٔا sesuatu

a thing
إِمْرًا mungkar

grave."

Tafsir Quran

Surah Al Kahfi
18:71

Tafsir QS. Al-Kahfi (18) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengisahkan bahwa keduanya (Nabi Musa dan Khidir) telah berjalan di tepi pantai untuk mencari sebuah kapal, dan kemudian mendapatkannya.
Keduanya lalu menaiki kapal itu dengan tidak membayar upahnya, karena para awak kapal sudah mengenal Khidir dan pembebasan upah itu sebagai penghormatan kepadanya.

Ketika kapal itu sedang melaju di laut dalam, tiba-tiba Khidir mengambil kampak lalu melubangi dan merusak sekeping papan di dinding kapal itu.
Melihat kejadian seperti itu, dengan serta merta Nabi Musa berkata kepada Khidir,
"Mengapa kamu lobangi perahu itu?
Hal itu dapat menenggelamkan seluruh penumpangnya yang tidak berdosa?
Sungguh kamu telah mendatangkan kerusakan yang besar dan tidak mensyukuri kebaikan hati para awak kapal yang telah membebaskan kita dari uang sewa kapal ini."
Kemudian Nabi Musa mengambil kainnya untuk menutup lubang itu.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 71. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka pun kemudian berjalan di tepi pantai lalu menemukan sebuah perahu dan menaikinya.
Tetapi hamba itu lalu membocorkan perahu itu di tengah perjalanan.


Musa tidak dapat menerima kelakuan itu, lalu bertanya,
"Apa kamu sengaja membocorkan perahu ini untuk menenggelamkan penumpang- penumpangnya?
Jika demikian, kamu benar-benar telah melakukan sesuatu yang tak layak!"

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Keduanya pun berjalan menyusuri pantai, lalu lewatlah sebuah perahu, dan keduanya meminta kepada para penumpangnya untuk ikut naik bersama mereka.
Ketika keduanya sudah naik, tiba-tiba Khidhir melepas satu papan dari perahu itu lalu melobanginya.


Maka Musa berkata kepadanya:
Apakah kamu melobangi perahu itu dengan maksud untuk menenggelamkan penumpangnya, padahal mereka telah membawa kita dengan tanpa ongkos?
Sungguh kamu telah melakukan perkara yang mungkar.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Maka berjalanlah keduanya) menuruti pinggir pantai


(hingga tatkala keduanya menaiki perahu) yang lewat pada keduanya


(lalu Khidhir melubanginya) dengan cara mencabut satu keping atau dua keping papan yang ada pada bagian lambungnya dengan memakai kapak, sewaktu perahu telah sampai di tengah laut yang ombaknya besar


(Musa berkata) kepada Khidir,


("Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?) menurut satu qiraat lafal Litughriqa dibaca Litaghraqa, dan lafal Ahlahaa dibaca Ahluhaa.


(Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar)"
yakni kekeliruan yang sangat besar.
Menurut suatu riwayat disebutkan, bahwa air laut tidak masuk ke dalam perahu yang telah dilubanginya itu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(71-73)

Allah menceitakan perihal Musa dan temannya (yaitu Khidir), bahwa keduanya sepakat untuk berjalan bersama, dan Khidir telah menetapkan persyaratannya kepada Musa, yaitu tidak boleh menanyakan sesuatu urusan pun yang dianggap janggal, hingga ia sendirilah yang akan menceritakan dan menerangkan semuanya kepada Musa.

Keduanya menaiki perahu itu, dalam keterangan yang lalu telah disebutkan sebagaimana keduanya menaiki perahu.
Disebutkan bahwa para pemilik perahu yang ada di pantai itu telah mengenal Khidir.
Maka mereka membawa keduanya tanpa sepeser ongkos pun karena menghormati Khidir.
Ketika perahu yang mereka tumpangi itu mengarungi bahtera, Khidir bangkit dan melubangi perahu itu, lalu ia mengeluarkan sebuah papan yang ada di perahu itu untuk menambalnya.
Melihat hal itu Musa tidak dapat menahan dirinya lagi untuk bertanya seraya memprotesnya:

Mengapa kamu melubangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?
(QS. Al-Kahfi [18]: 71)

Lam yang ada dalam lafaz litugriqa ini adalah lamul ‘aqibah yang menunjukkan makna akibat, bukan lam ta’lil yang menunjukkan makna penyebab atau kausalita.
Huruf lam ini sama dengan huruf lam yang ada di dalam perkataan seorang penyair:

Beranaklah yang akibatnya akan mati, dan bangunlah yang akibatnya akan runtuh.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
(QS. Al-Kahfi [18]: 71)

Mujahid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sesuatu yang diingkari.
Qatadah mengatakan, yang dimaksud ialah sesuatu yang aneh.
Maka pada saat itu juga Khidir berkata kepada Musa, mengingatkan akan syarat yang telah disetujuinya:

Bukankah aku telah berkata bahwa sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.
(QS. Al-Kahfi [18]: 72)

Dengan kata lain, perbuatan ini sengaja saya lakukan, dan termasuk di antara perkara yang telah ku persyaratkan kepadamu bahwa kamu tidak boleh memprotesnya terhadapku.
Karena sesungguhnya kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal ini, padahal perbuatan ini mengandung maslahat yang tidak kamu ketahui.

Musa berkata,
"Janganlah kamu menghukum aku karena kealpaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku."
(QS. Al-Kahfi [18]: 73)

Yakni janganlah kamu mempersulit diriku, jangan pula kamu bersikap keras terhadapku.
Karena itulah seperti apa yang telah disebutkan dalam sebuah hadis dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

kekeliruan pertama yang dilakukan oleh Musa disebabkan karena kealpaannya.

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadishadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).
Adab sopan-santun antara murid dengan guru.
▪ Beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio Murottal

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 71 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 71 - Gambar 2
Statistik QS. 18:71
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.4 (20 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

18:71, 18 71, 18-71, Surah Al Kahfi 71, Tafsir surat AlKahfi 71, Quran Al-Kahf 71, Surah Al Kahfi ayat 71

Video Surah

18:71


More Videos

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan

Karena itu,
ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,
dan bersyukurlah kepada-Ku,
dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.
QS. Al-Baqarah [2]: 152

Aku bersumpah & Kutegaskan sumpahKu demi kebenaran hari kiamat. Kutegaskan sumpahKu ini demi jiwa yang mencela pemiliknya akibat melakukan dosa & kesalahan, bahwa kalian akan dibangkitkan setelah tulang belulang kalian dikumpulkan
QS. Al-Qiyamah [75]: 3

Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat?

Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
QS. At-Taubah [9]: 38

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kamus Istilah Islam

Al-Muddassir

Apa itu Al-Muddassir? Surah Al-Muddassir adalah surah ke-74 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah terdiri atas 56 ayat, diturunkan setelah surat Al Muzzammil. Dinamai Al Muddatstsir diam...

Hadits Gharib

Apa itu Hadits Gharib? Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya. Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri seba...

Khadir

Siapa itu Khadir? Al-Khidr adalah nama yang diberikan kepada seorang nabi misterius dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82. Selain kisah tentang Nabi Khadir yang mengajarkan tentang ilmu hikmah dan kebijaksa...