QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 7 [QS. 18:7]

اِنَّا جَعَلۡنَا مَا عَلَی الۡاَرۡضِ زِیۡنَۃً لَّہَا لِنَبۡلُوَہُمۡ اَیُّہُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا
Innaa ja’alnaa maa ‘alal ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ai-yuhum ahsanu ‘amalaa;

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
―QS. 18:7
Topik ▪ Mengingat kematian ▪ Mempersiapkan diri menghadapi kematian ▪ Segala sesuatu milik Allah
18:7, 18 7, 18-7, Al Kahfi 7, AlKahfi 7, Al-Kahf 7

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini Dia ciptakan sebagai perhiasan bagi bumi itu baik binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari pelbagai jenis di lautan dan di daratan baik barang-barang tambang, yang beraneka ragam dan sebagainya, untuk menguji manusia Apakah mereka dapat memahami dengan akal budi mereka maksud perhiasan-perhiasan bumi itu dan menarik kesimpulan akan adanya penciptanya, untuk kemudian menaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya.
Bilamana mereka mempergunakan segala benda-benda alam, hewan dan tumbuh-tumbuhan itu masuk pengabdian kepada Tuhan dan kemanusiaan, maka Allah akan memberi mereka pahala yang sebesar-besarnya.
Tetapi bilamana mereka mempergunakan untuk mendurhakai Tuhan dan merusak peradaban dan kemanusiaan maka Allah subhanahu wa ta’ala akan menimpakan kepada mereka azab yang besar pula.
Sejarah umat manusia membuktikan bahwa mereka selalu berlomba-lomba untuk memperoleh benda-benda perhiasan bumi itu, karena ia merupakan benda-benda ekonomi yang menjadi sumber penghidupan umat manusia.
Dan karena benda-benda itu pula mereka saling berbunuh-bunuhan satu sama lain yang akhirnya menuju kehancuran.
Kecuali bila mereka menyadari bahwa benda-benda hiasan bumi itu anugerah Tuhan, mereka mempergunakannya untuk perikemanusiaan dan pengabdian kepada Tuhan Rabbul Alamin.

Demikianlah barang siapa yang dapat memahami dan mengambil pelajaran serta hikmah dari benda-benda hiasan bumi itu dia akan berbahagia di dunia dan di akhirat.
Semua benda alam ini memang diperuntukkan bagi manusia, tinggallah lagi Apakah yang akan mereka kerjakan dengan benda-benda hiasan di permukaan bumi itu?

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

“Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah …”
(Q.S.
Al Hajj: 65)

Sabda Nabi Muhammad ﷺ:

Sesungguhnya dunia ini manis lagi indah kehijauan.
Dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menunjuk kamu sebagai penguasa di atasnya, lalu Dia melihat apa yang kamu kerjakan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami telah menciptakan mereka dengan menyediakan potensi untuk berbuat baik atau jahat.
Kami telah menjadikan apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan dan manfaat bagi penghuninya.
Semua itu dimaksudkan agar Kami dapat menjadikannya sebagai bahan ujian, supaya tampak orang yang paling baik perbuatannya.
Barangsiapa tergoda oleh kehidupan duniawi dan mengesampingkan kehidupan akhirat, niscaya akan tersesat.
Dan barangsiapa beriman kepada kehidupan akhirat, maka dia akan mendapatkan petunjuk.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi) berupa hewan, tumbuh-tumbuhan, pepohonan, sungai-sungai dan lain sebagainya (sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka) supaya Kami menguji manusia, seraya memperhatikan dalam hal ini (siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya) di dunia ini, yang dimaksud adalah siapakah yang lebih berzuhud/menjauhi keduniaan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami menjadikan ciptaan-ciptaan yang ada di permukaan bumi sebagai perhiasan baginya, dan manfaat bagi penghuninya, untuk menguji mereka siapakah di anatara mereka yang lebih baik perbuatannya dengan menaati Kami, dan siapakah di antara mereka yang lebih buruk perbuatannya dengan melakukan kemaksiatan, lalu Kami akan membalas masing-masing dengan apa yang berhak baginya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan untuknya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

Qatadah telah meriwayatkan dari Abu Nadrah, dari Abu Sa’id, dari Ra­sulullah ﷺ yang telah bersabda:

Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian sebagai khalifah padanya, maka Dia akan melihat, apakah yang akan diperbuat oleh kalian.
Karena itu, takutlah kalian terhadap dunia dan takutlah kalian terha­dap wanita, karena sesungguhnya fitnah yang mula-mula melan­da kaum Bani Israil adalah tentang wanita.


Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 1-9 - Atje Rodiah (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 1-9 - Atje Rodiah (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.8
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/18-7







Pembahasan ▪ alkahfi ayat 7 konsep

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta