Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 54


وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ لِلنَّاسِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ ؕ وَ کَانَ الۡاِنۡسَانُ اَکۡثَرَ شَیۡءٍ جَدَلًا
Walaqad sharrafnaa fii hadzaal quraani li-nnaasi min kulli matsalin wakaana-insaanu aktsara syai-in jadalaa;

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan.
Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.
―QS. 18:54
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an menerangkan segala sesuatu ▪ Azab orang kafir
18:54, 18 54, 18-54, Al Kahfi 54, AlKahfi 54, Al-Kahf 54
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 54. Oleh Kementrian Agama RI

Sudah berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Alquran, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu atau pun berbentuk cerita.
Hal ini dimaksudkan sebagai cermin perbandingan bagi manusia, sebab manusia itu mempunyai akal pikiran.
Dari binatang-binatang kecil seperti nyamuk, semut, lalat dan lebah, sampai benda-benda alam yang besar seperti gunung-gunung dan samudra dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia.
Namun demikian, manusia itu adalah makhluk yang paling suka membantah.
Artinya, ketika Allah menyadarkan akal pikiran dan budi luhurnya dengan berbagai macam perumpamaan itu, merekapun mencari-cari dalih untuk mengingkari dan tidak mau mematuhinya.
Hal itu karena hawa nafsu, kesombongan dan tipu daya setan dan iblis.

Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ datang kepada Ali dan Fatimah pada suatu malam lalu bertanya:

"Apakah kamu berdua salat?
Maka saya (Ali) menjawab: "Hai Rasulullah, diri kami ini sesungguhnya ada di tangan Allah, kalau dia mau membangkitkan kami, tentu Dia sanggup membangkitkan kami.
Maka beliau berpaling ketika saya mengucapkan itu, dan beliau tidak menjawab perkataan saya sedikitpun.
Kemudian saya mendengar beliau memukul pahanya sendiri sambil berpaling dan mengucapkan: tetapi manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah."

(H.R.
Bukhari dari Ali Bin Abu Talib)

Yang dimaksud dalam ayat 54 ini sudah barang tentu orang-orang ingkar, yang kenyataannya memang banyak.
Setelah cukup banyak macam perumpamaan dan kias perbandingan, tetapi ternyata manusia banyak yang ingkar, maka Allah memberikan ketegasan pada ayat-ayat berikut ini.

Al Kahfi (18) ayat 54 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 54 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh Allah telah menyebutkan berbagai macam perumpamaan di dalam Al Quran sebagai nasihat bagi orang-orang yang mengingkari-Nya dan meminta mukjizat selain Al Quran.
Tetapi tabiat manusia adalah senang membantah.
Jika ia tetap keras menentang, maka ia akan membantah dengan kebatilan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan) (bagi manusia dalam Alquran ini bermacam-macam perumpamaan) lafal Min Kulli Matsalin berkedudukan menjadi sifat daripada lafal yang tidak disebutkan, artinya:
suatu perumpamaan dari setiap jenis perumpamaan, supaya mereka mengambil pelajaran daripadanya.
(Dan manusia adalah makhluk) yakni orang kafir (yang paling banyak membantah) paling banyak permusuhannya dalam kebatilan, lafal Jadalan adalah Tamyiz yang dipindahkan dari Isim Kaana.
Maknanya:
Permusuhan yang paling banyak dilakukan oleh manusia adalah dalam hal kebatilan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya telah Kami jelaskan dan Kami ragamkan dalam al-Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan bagi manusia, agar mereka mengambil pelajaran darinya dan mengimaninya.
Manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah dan mendebat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan, "Sesungguhnya Kami telah menjelaskan dan menerangkan di dalam Al-Qur'an ini berbagai perkara secara rinci, agar mereka tidak sesat dari perkara yang hak dan agar mereka tidak menyim­pang dari jalan petunjuk.
Akan tetapi, sekalipun dengan adanya keterangan dan penjelasan ini yang membedakan antara perkara yang hak dan perkara yang batil, manusia itu banyak membantah, suka menentang, dan bersikap oposisi terhadap perkara yang hak dengan mengikuti perkara yang batil, kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah memperli­hatkan kepadanya jalan menuju keselamatan."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'aib, dari Az-Zuhri, telah menceritakan kepadaku Ali ibnul Husain, Husain ibnu Ali pernah mence­ritakan kepadanya bahwa Ali ibnu Abu Talib pernah menceritakan kepa­danya.
Disebutkan bahwa pada suatu malam Rasulullah ﷺ memba­ngunkan dia (Ali) beserta istrinya Fatimah.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah kalian berdua salat (sunat)?"
Saya (Ali) berkata, "Wahai Ra­sulullah, sesungguhnya jiwa kami berada di dalam genggaman kekuasaan Allah.
Maka apabila Dia menghendaki kami bangun, tentulah kami ba­ngun." (Ali berkata), "Rasulullah ﷺ berlalu ketika aku mengucapkan ja­waban itu, tanpa menjawab perkataanku barang sepatah kata pun.
Ke­mudian aku mendengar beliau memukul pahanya seraya membacakan firman-Nya:

'Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak memban­tah'

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab sahihnya masing-masing.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Kahfi (18) ayat 54
Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu'aib dari Azzuhri. (dalam jalur lain disebutkan) telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Salam Telah mengabarkan kepada kami Attab bin Basyir dari Ishaq dari Azzuhri telah mengabarkan kepadaku Ali bin Husain bahwa Husain bin Ali ra. mengabarkan kepadanya, bahwa Ali bin Abu Thalib berkata,
Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam membangunkannya di malam hari, dan juga beliau bangunkan Fatimah binti Rasulullah ﷺ, beliau berkata kepada mereka: Tidak sebaiknyakah kalian mendirikan shalat? Kata Ali, kujawab Wahai Rasulullah, jiwa kita ada di tangan Ar Rahman, kalaulah Dia berkenan membangunkan kita niscaya Dia membangunkan. Lantas Rasulullah ﷺ pergi ketika Ali menjawab sedemikian ini, dan sama sekali tidak kembali lagi, kemudian Ali mendengar Nabi membaca sebuah ayat ketika kembali sambil menepuk pahanya, ayat yang beliau baca: Sungguh manusia itu makhluk yang suka membantah (QS. Al Kahfi, 54). Abu Abdullah berkata,
apa saja yang datang kepadamu malam hari, diistilahkan dengan Ath Thariq. Istilah Ath Thariq juga diperuntukan untuk bintang, sedang atsaqib maknanya yang bercahaya atau menyala, seperti perkataan atsqib naaroka (nyalakan apimu).

Shahih Bukhari, Kitab Berpegang Teguh Terhadap dan Sunnah - Nomor Hadits: 6801

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 54 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 54



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.7
Rating Pembaca: 4.3 (27 votes)
Sending







✔ al kahfi ayat 18:54

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku