Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 49


وَ وُضِعَ الۡکِتٰبُ فَتَرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ مُشۡفِقِیۡنَ مِمَّا فِیۡہِ وَ یَقُوۡلُوۡنَ یٰوَیۡلَتَنَا مَالِ ہٰذَا الۡکِتٰبِ لَا یُغَادِرُ صَغِیۡرَۃً وَّ لَا کَبِیۡرَۃً اِلَّاۤ اَحۡصٰہَا ۚ وَ وَجَدُوۡا مَا عَمِلُوۡا حَاضِرًا ؕ وَ لَا یَظۡلِمُ رَبُّکَ اَحَدًا
Wawudhi’al kitaabu fataral mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi wayaquuluuna yaa wailatanaa maali hadzaal kitaabi laa yughaadiru shaghiiratan walaa kabiiratan ilaa ahshaahaa wawajaduu maa ‘amiluu haadhiran walaa yazhlimu rabbuka ahadan;

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata:
“Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.
―QS. 18:49
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Asal terciptanya manusia
18:49, 18 49, 18-49, Al Kahfi 49, AlKahfi 49, Al-Kahf 49
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menambahkan lagi keterangan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di hari kiamat.

5.
Pada hari itu buku catatan amal perbuatan seseorang semasa hidupnya di dunia diberikan kepadanya.
Isi catatan itu ada yang baik dan ada yang buruk.
Buku catatan itu ada yang diberikan dari sebelah kanan ada pula yang diberikan dari sebelah kiri.
Orang-orang mukmin dan beramal saleh menerima buku catatan itu dari sebelah kanan, lalu dilihatnya isinya ternyata kebaikannya lebih besar dan kejahatannya, sedang kejahatannya segera diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala Maka dia dimasukkan ke dalam surga sebagai keterangan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini).
Sesungguhnya aku yakin bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai, dalam surga yang tinggi.

(Q.S.
Al Haqqah: 19-22)

Adapun kepada orang-orang kafir dan orang-orang yang bersalah diberikan kitab catatan itu dari sebelah kiri mereka, lalu mereka melihat isinya, ternyata penuh dengan catatan tentang kejahatan-kejahatan mereka, biarpun yang berupa perbuatan atau perkataan.
Bukti-bukti demikian itu menimbulkan rasa ketakutan di hari mereka terhadap hukuman Tuhan dan kecaman-kecaman manusia.
Dengan penuh penyesalan mereka berkata: "Aduhai, celaka kami, mengapa buku catatan ini sedikitpun tidak meninggalkan kesalahan yang kecil apalagi yang besar, tetapi semuanya dicatatnya.
Keadaan mereka diterangkan Allah lebih jauh dengan firman-Nya:

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: "Wahai alangkah baiknya sekiranya tidak diberikan kepadaku (kitabku ini).
Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku.
Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu.
Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku.
Telah hilang kekuasaanku dariku".
(Allah berfirman): "Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala".

(Q.S.
Al Haqqah: 25-41)

Mereka telah menemui segala tindakan-tindakan mereka yang melanggar aturan-aturan agama dan kemanusiaan tertulis di hadapan mereka.
Mereka lupa bahwa selama hidup di dunia ada malaikat-malaikat yang selalu mencatat dengan teliti segala perbuatan dan perkataan mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S.
Al Infitar: 10-12)

Semua perbuatan manusia yang disengaja tertulis dalam jiwa manusia.
Pada hari kiamat tiap manusia akan melihat perbuatan-perbuatannya itu.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

"Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebaikan dihadapkan (dikemukakannya) begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya...."
(Q.S.
Ali Imran: 30)

Tidak seorangpun pada hari kiamat itu yang teraniaya.
Setiap amal perbuatan akan ditimbang betapapun kecilnya.
Allah subhanahu wa ta'ala menjamin tegaknya keadilan pada hari itu.

Firman Nya:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun.
Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya.
Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.

(Q.S.
Al Anbiya: 47)

Allah subhanahu wa ta'ala tidak akan merugikan hamba-hambanya, tetapi sebaliknya akan memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah, kecuali dosa kafir.
Dia memberikan hukuman kepada mereka berdasar hikmah dan keadilan-Nya.
Diberi-Nya pahala mereka yang taat, dijatuhi-Nya hukuman mereka yang mengerjakan maksiat.

Al Kahfi (18) ayat 49 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 49 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka akan menerima, melalui tangan masing-masing, buku yang berisi catatan amal perbuatan.
Orang-orang yang beriman akan bergembira melihat isi catatan-catatan itu, sedangkan orang-orang yang ingkar akan merasa takut oleh perbuatan-perbuatan buruk mereka.
Mereka berkata, "Inilah hari kehancuranku.
Aku merasa heran, kitab ini tidak melalaikan sedikit pun perbuatanku, baik yang kecil ataupun yang besar.
Semua telah tercatat." Mereka mendapatkan balasan dari apa yang mereka perbuat.
Dan Allah sedikit pun tidak berbuat zalim kepada hamba-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan diletakkanlah kitab) yaitu kitab catatan amal perbuatan setiap orang, bagi orang-orang Mukmin diterima di sebelah kanannya, dan bagi orang-orang kafir di sebelah kirinya (lalu kamu akan melihat orang-orang yang berdosa) orang-orang kafir (ketakutan) merasa takut (terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata) sewaktu mereka melihat kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam kitab catatan amal masing-masing.
(Aduhai) ungkapan rasa kecewa (celakalah kami) binasalah kami, lafal Wailata adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi'il dari lafal asalnya (kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar) dari dosa-dosa kami (melainkan ia mencatat semuanya)" semuanya telah tercatat dan terbukti di dalamnya, mereka merasa takjub akan hal tersebut (dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada) tertulis di dalam catatan kitab-kitab mereka.
(Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun) Dia tidak akan menghukum seseorang tanpa dosa, dan Dia tidak akan mengurangi pahala orang Mukmin.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Buku catatan amal masing-masing orang diberikan pada tangan kanannya atau tangan kirinya, lalu kamu melihat orang-orang yang bermaksiat dalam keadaan ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan, dan mereka berkata ketika mereka melihatnya :
Duhai celaka kami!! Mengapa buku catatan ini tidak membiarkan yang kecil dan yang besar dari perbuatan kami, melainkan mencatat semuanya?! Mereka mendapati semua yang telah mereka kerjakan semasa di dunia ada dan tertulis.
Dan Rabbmu tidak menzhalimi seorang pun walau seberat zarrah.
Dia tidak mengurangi pahala orang yang taat, dan tidak menambah siksa orang yang bermaksiat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan diletakkanlah kitab.

Maksudnya, buku catatan amal perbuatan yang di dalamnya tercatat se­mua amal baik yang besar maupun yang kecil, tiada amal sekecil apa pun yang terlewatkan, terlebih lagi amal yang besar.

...lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya.

Yakni takut terhadap amal-amal perbuatan mereka yang buruk lagi jahat yang tertulis di dalamnya.

...dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami."

Artinya, betapa kecewa dan celakanya kami atas apa yang kami sia-siakan dalam usia kami (di dunia).

...kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.

Yaitu tiada suatu dosa kecil maupun dosa besar yang tertinggal, dan tiada suatu amal perbuatan sekecil apa pun yang tidak tercatat.

...melainkan ia mencatat semuanya.

Yakni menulisnya dengan cermat dan memeliharanya.

Imam Tabrani te­lah meriwayatkan dengan sanad seperti yang telah disebutkan di atas sehubungan dengan ayat ini melalui Sa'd ibnu Junadah yang mencerita­kan:

"Setelah Rasulullah ﷺ selesai dari Perang Hunain, kami turun istirahat di sebuah tempat yang kosong, tiada sesuatu pun yang berarti padanya.
Maka Nabi ﷺ bersabda, 'Kumpulkanlah oleh kalian, barang siapa yang menjumpai batang kayu, hendaklah ia mengumpulkannya di tempat ini, dan barang siapa yang menjumpai kayu bakar, hendaklah ia mengumpulkannya di tempat ini, atau (bila menemukan) sesuatu lainnya, hendaklah ia mendatangkannya ke tempat ini.' Tidak lama kemudian dan dalam waktu yang singkat semua kayu itu telah terkumpulkan menjadi setumpuk kayu yang cukup banyak.
Kemu­dian Rasulullah ﷺ bersabda: Tidakkah kalian lihat tumpukan kayu ini?
Demikian pula dosa-dosa terkumpulkan dalam diri seseorang di antara kalian, seba­gaimana kalian mengumpulkan kayu-kayuan ini.
Karena itu, hendaklah seseorang bertakwa kepada Allah, janganlah ia membuat suatu dosa, yang kecil maupun yang besar, karena sesungguhnya dosa-dosa itu dikumpulkan dalam catatan amal­nya '.”

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertu­lis).

Yaitu baik berupa kebaikan maupun keburukan.

Sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebaikan yang dilakukannya) dihadapkan (kehadapannya).
(Ali Imran:30), hingga akhir ayat.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah diker­jakan dan apa yang dilalaikannya.
(Al Qiyaamah:13)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(Ath-Thariq: 9)

Yakni ditampakkan semua yang tersembunyi di dalam damir (hati).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Sabit, dari Anas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Setiap orang yang berkhianat mempunyai panjinya tersendiri di hari kiamat kelak, yang dengan panjinya itu ia dikenal.

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab Sahihain.

Menurut lafaz yang lain disebutkan seperti berikut:

Dipancangkan sebuah panji bagi setiap orang yang berkhianat pada hari kiamat di pantatnya, sesuai dengan jenis peng­khianatannya, maka disebutkan bahwa ini adalah panji peng­khianatan si Fulan bin Anu.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.

Artinya, Dia kelak akan memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya terhadap semua amal perbuatan mereka.
Dia tidak akan menganiaya seorang pun dari makhluk-Nya, bahkan Dia pemaaf, mengampuni, dan merahmatinya.
Dia hanya mengazab orang yang dikehendaki-Nya dengan kekuasaan-Nya, kebijaksanaan, dan keadilan-Nya.
Dan Dia memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka.
Kemu­dian orang-orang yang durhaka diselamatkan sesudah itu, tetapi orang-orang kafir kekal di dalam neraka.
Dia adalah Hakim yang tidak kelewat batas, tidak pula berbuat aniaya.

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman dalam ayat lainnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya.
(An Nisaa:40), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Kami akan memasang neraca yang tepat pada hari kiamat, ma­ka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
(Al Anbiyaa:47)

Sampai dengan firman-Nya:

Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
(Al Anbiyaa:47)

Masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Hamman ibnu Yahya, dari Al-Qasim ibnu Abdul Wahid Al-Makki, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Uqail, ia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah mengatakan, "Telah sampai sebuah hadis kepada saya dari seorang lelaki yang mendengarnya langsung dari Nabi ﷺ Maka saya membeli seekor unta kendaraan, dan saya mempersiapkannya dengan memberinya pelana, lalu berangkat dengan mengendarinya selama satu bulan menuju ke tempat lelaki tersebut.
Ketika sampai padanya di negeri Syam, ternyata dia adalah Abdullah ibnu Unais.
Maka saya berkata kepa­da penjaga pintu, 'Beri tahukanlah kepadanya bahwa ada Jabir di pintu.' Abdullah ibnu Unais bertanya, 'Engkau putra Abdullah?' Saya menja­wab, 'Ya.' Maka Ibnu Unais keluar seraya menginjak kainnya (saking gembira dan terburu-burunya), lalu ia memeluk saya dan saya pun meme­luknya.
Saya berkata, 'Ada sebuah hadis yang saya dengar bahwa eng-kau mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ sehubungan dengan masa­lah qisas, maka saya khawatir bila engkau meninggal dunia atau saya meninggal dunia sebelum saya mendengar hadis tersebut darimu.' Ibnu Unais berkata, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Allah subhanahu wa ta'ala menggiring manusia —atau hamba-hamba-Nya— kelak di hari kiamat (sedangkan mereka dalam keadaan) telanjang lagi tidak bersunat hanya dengan membawa kedua hal.
Saya bertanya, 'Apakah yang dimaksud dengan kedua hal?
Rasulullah ﷺ bersabda: Mereka tidak memakai pakaian apa pun.
Kemudian mereka diseru oleh suara yang terdengar oleh orang yang jauh seba­gaimana apa yang didengar oleh orang yang dekat, 'Akulah Raja, Akulah Pemberi Balasan, tidaklah layak bagi seseorang dari kalangan penghuni neraka masuk neraka, sedangkan dia mempunyai hak atas seseorang dari kalangan ahli surga, sebe­lum Aku lunaskan hak itu darinya buat penghuni neraka itu.
Dan tidaklah layak bagi seseorang dari kalangan penghuni surga masuk surga, sedangkan dia mempunyai hak atas sese­orang dari kalangan penghuni neraka, sebelum Aku lunaskan hak itu darinya buat si penghuni surga itu, sehingga dalam masalah tamparan.' Kami (para sahabat) bertanya, 'Mana mungkin, sedangkan kita mengha­dap kepada Allah hanya dalam keadaan telanjang lagi tidak bersunat ha­nya dengan membawa kedua hal?' Nabi ﷺ bersabda: 'Membawa amal-amal kebaikan dan amal-amal keburukan'.”

Telah diriwayatkan pula dari Syu'bah, dari Al-Awwam ibnu Muzahim, dari Abu Usman, dari Usman ibnu Affan r.a., bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan dapat membalas hewan-hewan yang bertanduk kelak di hari kiamat.

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Abdullah putra Imam Ahmad.
Hadis ini banyak mempunyai syawahid yang mendukungnya diriwayatkan melalui berbagai jalur yang akan kami ketengahkan dalam pembahasan tafsir firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
(Al Anbiyaa:47)

Dan dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta'ala yang telah lalu, yaitu:

melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.
Tiadalah Kami alpa­kan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
(Al An'am:38)

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 49 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 49



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (12 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku