Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) - surah 18 ayat 49 [QS. 18:49]

وَ وُضِعَ الۡکِتٰبُ فَتَرَی الۡمُجۡرِمِیۡنَ مُشۡفِقِیۡنَ مِمَّا فِیۡہِ وَ یَقُوۡلُوۡنَ یٰوَیۡلَتَنَا مَالِ ہٰذَا الۡکِتٰبِ لَا یُغَادِرُ صَغِیۡرَۃً وَّ لَا کَبِیۡرَۃً اِلَّاۤ اَحۡصٰہَا ۚ وَ وَجَدُوۡا مَا عَمِلُوۡا حَاضِرًا ؕ وَ لَا یَظۡلِمُ رَبُّکَ اَحَدًا
Wawudhi’al kitaabu fataral mujrimiina musyfiqiina mimmaa fiihi wayaquuluuna yaa wailatanaa maali hadzaal kitaabi laa yughaadiru shaghiiratan walaa kabiiratan ilaa ahshaahaa wawajaduu maa ‘amiluu haadhiran walaa yazhlimu rabbuka ahadan;
Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata,
“Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,”
dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.
―QS. Al Kahfi [18]: 49

Daftar isi

And the record (of deeds) will be placed (open), and you will see the criminals fearful of that within it, and they will say,
"Oh, woe to us! What is this book that leaves nothing small or great except that it has enumerated it?"
And they will find what they did present (before them).
And your Lord does injustice to no one.
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 49]

وَوُضِعَ dan diletakkan

And (will) be placed
ٱلْكِتَٰبُ kitab

the Book
فَتَرَى lalu kamu melihat

and you will see
ٱلْمُجْرِمِينَ orang-orang yang berdosa

the criminals
مُشْفِقِينَ mereka ketakutan

fearful
مِمَّا dari apa yang

of what
فِيهِ didalamnya

(is) in it,
وَيَقُولُونَ dan mereka mengatakan

and they will say,
يَٰوَيْلَتَنَا aduh celakalah kami

"Oh, woe to us!
مَالِ apakah

What (is) for
هَٰذَا ini

this
ٱلْكِتَٰبِ kitab

[the] Book,
لَا tidak

not
يُغَادِرُ meninggalkan

leaves
صَغِيرَةً yang kecil

a small
وَلَا dan tidak

and not
كَبِيرَةً yang besar

a great
إِلَّآ kecuali

except
أَحْصَىٰهَا menghitungnya

has enumerated it?"
وَوَجَدُوا۟ dan mereka mendapatkan

And they will find
مَا apa yang

what
عَمِلُوا۟ mereka kerjakan

they did
حَاضِرًا hadir/ada

presented.
وَلَا dan tidak

And not
يَظْلِمُ menganiaya

deals unjustly
رَبُّكَ Tuhanmu

your Lord
أَحَدًا seseorang

(with) anyone.

Tafsir Quran

Surah Al Kahfi
18:49

Tafsir QS. Al-Kahfi (18) : 49. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah ﷻ menambahkan keterangan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di hari kiamat, yaitu buku catatan amal perbuatan seseorang semasa hidupnya di dunia diberikan kepadanya.
Isi catatan itu ada yang baik dan ada yang buruk, dan ada yang diberikan dari sebelah kanan, ada pula yang dari sebelah kiri.

Orang-orang mukmin dan beramal saleh menerimanya dari sebelah kanan, lalu ia melihat isinya.
Ternyata kebaikannya lebih besar dari kejahatannya, dan kejahatan itu segera diampuni oleh Allah ﷻ Maka dia dimasukkan ke dalam surga, sebagaimana firman Allah ﷻ:

Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,
"Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai, dalam surga yang tinggi.
(Al-Haqqah [69]: 19-22)

Kepada orang kafir dan orang yang bersalah, kitab catatan amal mereka di dunia diberikan dari sebelah kiri.
Lalu mereka melihat isinya, dan ternyata penuh dengan catatan dari berbagai kejahatan, baik berupa perbuatan ataupun perkataan.

Bukti-bukti demikian itu menimbulkan rasa ketakutan di hati mereka terhadap hukuman Allah dan kecaman-kecaman manusia.
Dengan penuh penyesalan mereka berkata,
"Aduhai, celaka kami, mengapa buku catatan ini sedikit pun tidak meninggalkan kesalahan kami yang kecil apalagi yang besar, semuanya dicatatnya."
Keadaan mereka diterangkan Allah lebih jauh dengan firman-Nya:

وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِشِمَالِهٖ فَيَقُوْلُ يٰلَيْتَنِيْ لَمْ اُوْتَ كِتٰبِيَهْ ﴿۲۵﴾ وَلَمْ اَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ ﴿۲۶﴾ يٰلَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ ﴿۲۷﴾ مَآ اَغْنٰى عَنِّيْ مَالِيَهْ ﴿۲۸﴾ هَلَكَ عَنِّيْ سُلْطٰنِيَهْ ﴿۲۹﴾ خُذُوْهُ فَغُلُّوْهُ ﴿۲۰﴾ ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُ ﴿۳۱﴾

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata,
"Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku, sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku, Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.

Kekuasaanku telah hilang dariku."
(Allah ﷻ berfirman),
"Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
(Al-Haqqah [69]: 25-31)

Mereka mendapatkan segala tindakan mereka yang melanggar aturan agama dan kemanusiaan tertulis di hadapan mereka.
Mereka lupa bahwa selama hidup di dunia ada malaikatmalaikat yang selalu mencatat dengan teliti segala perbuatan dan perkataan mereka.
Firman Allah ﷻ:

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَ ﴿۱۰﴾ كِرَامًا كَاتِبِيْنَ ﴿۱۱﴾ يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ ﴿۱۲﴾

Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikatmalaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Infitar [82]: 10-12)

Semua perbuatan manusia sengaja ditulis dalam buku catatan amal untuk diperlihatkan kepada mereka pada hari kiamat.
Firman Allah ﷻ:

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَرًا ۛوَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوْۤءٍ

(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan…. (Ali ‘Imran [3]: 30)

Tidak ada seorangpun pada hari kiamat itu yang teraniaya.
Setiap amal perbuatan akan ditimbang betapapun kecilnya.
Allah ﷻ menjamin tegaknya keadilan pada hari itu.
Firman-Nya:

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit ;
sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala).
Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
(Al-Anbiyaa [21]: 47)

Allah ﷻ tidak akan merugikan hamba-hambanya, sebaliknya akan memberikan pengampunan kepada mereka yang bersalah, kecuali dosa kekufuran.
Dia memberikan hukuman kepada mereka berdasar hikmah dan keadilan-Nya.
Allah memberikan pahala bagi mereka yang taat, dan menjatuhkan hukuman bagi yang berbuat maksiat.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 49. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Mereka akan menerima, melalui tangan masing-masing, buku yang berisi catatan amal perbuatan.
Orang-orang yang beriman akan bergembira melihat isi catatan-catatan itu, sedangkan orang-orang yang ingkar akan merasa takut oleh perbuatan-perbuatan buruk mereka.


Mereka berkata,
"Inilah hari kehancuranku.
Aku merasa heran, kitab ini tidak melalaikan sedikit pun perbuatanku, baik yang kecil ataupun yang besar.


Semua telah tercatat."
Mereka mendapatkan balasan dari apa yang mereka perbuat.


Dan Allah sedikit pun tidak berbuat zalim kepada hamba-Nya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Buku catatan amal masing-masing orang diberikan pada tangan kanannya atau tangan kirinya, lalu kamu melihat orang-orang yang bermaksiat dalam keadaan ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, disebabkan dosa-dosa yang mereka lakukan, dan mereka berkata ketika mereka melihatnya:
Duhai celaka kami! Mengapa buku catatan ini tidak membiarkan yang kecil dan yang besar dari perbuatan kami, melainkan mencatat semuanya?! Mereka mendapati semua yang telah mereka kerjakan semasa di dunia ada dan tertulis.
Dan Rabb-mu tidak menzalimi seorang pun walau seberat zarrah.


Dia tidak mengurangi pahala orang yang taat, dan tidak menambah siksa orang yang bermaksiat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan diletakkanlah kitab) yaitu kitab catatan amal perbuatan setiap orang, bagi orang-orang Mukmin diterima di sebelah kanannya, dan bagi orang-orang kafir di sebelah kirinya


(lalu kamu akan melihat orang-orang yang berdosa) orang-orang kafir


(ketakutan) merasa takut


(terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata) sewaktu mereka melihat kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam kitab catatan amal masing-masing.


(Aduhai) ungkapan rasa kecewa


(celakalah kami) binasalah kami, lafal Wailata adalah Mashdar yang tidak mempunyai Fi’il dari lafal asalnya


(kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar) dari dosa-dosa kami


(melainkan ia mencatat semuanya)"
semuanya telah tercatat dan terbukti di dalamnya, mereka merasa takjub akan hal tersebut


(dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada) tertulis di dalam catatan kitabkitab mereka.


(Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun) Dia tidak akan menghukum seseorang tanpa dosa, dan Dia tidak akan mengurangi pahala orang Mukmin.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan diletakkanlah kitab.

Maksudnya, buku catatan amal perbuatan yang di dalamnya tercatat semua amal baik yang besar maupun yang kecil, tiada amal sekecil apa pun yang terlewatkan, terlebih lagi amal yang besar.

…lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya.

Yakni takut terhadap amal-amal perbuatan mereka yang buruk lagi jahat yang tertulis di dalamnya.

…dan mereka berkata,
"Aduhai celaka kami."

Artinya, betapa kecewa dan celakanya kami atas apa yang kami sia-siakan dalam usia kami (di dunia).

kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.

Yaitu tiada suatu dosa kecil maupun dosa besar yang tertinggal, dan tiada suatu amal perbuatan sekecil apa pun yang tidak tercatat.

…melainkan ia mencatat semuanya.

Yakni menulisnya dengan cermat dan memeliharanya.


Imam Tabrani telah meriwayatkan dengan sanad seperti yang telah disebutkan di atas sehubungan dengan ayat ini melalui Sa’d ibnu Junadah yang menceritakan:



"Setelah Rasulullah ﷺ selesai dari Perang Hunain, kami turun istirahat di sebuah tempat yang kosong, tiada sesuatu pun yang berarti padanya.
Maka Nabi ﷺ bersabda, ‘Kumpulkanlah oleh kalian, barang siapa yang menjumpai batang kayu, hendaklah ia mengumpulkannya di tempat ini, dan barang siapa yang menjumpai kayu bakar, hendaklah ia mengumpulkannya di tempat ini, atau (bila menemukan) sesuatu lainnya, hendaklah ia mendatangkannya ke tempat ini.’ Tidak lama kemudian dan dalam waktu yang singkat semua kayu itu telah terkumpulkan menjadi setumpuk kayu yang cukup banyak.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:
Tidakkah kalian lihat tumpukan kayu ini?
Demikian pula dosa-dosa terkumpulkan dalam diri seseorang di antara kalian, sebagaimana kalian mengumpulkan kayu-kayuan ini.
Karena itu, hendaklah seseorang bertakwa kepada Allah, janganlah ia membuat suatu dosa, yang kecil maupun yang besar, karena sesungguhnya dosa-dosa itu dikumpulkan dalam catatan amalnya ‘."

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis).

Yaitu baik berupa kebaikan maupun keburukan.

Sama halnya dengan yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain, yaitu:

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebaikan yang dilakukannya) dihadapkan (kehadapannya).
(QS. Ali ‘Imran [3]: 30), hingga akhir ayat.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakan dan apa yang dilalaikannya.
(QS. Al-Qiyamah [75]: 13)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(QS. At-Tariq [86]: 9)

Yakni ditampakkan semua yang tersembunyi di dalam damir (hati).


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Walid, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sabit, dari Anas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Setiap orang yang berkhianat mempunyai panjinya tersendiri di hari kiamat kelak, yang dengan panjinya itu ia dikenal.

Hadis ini diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam kitab Sahihain.


Menurut lafaz yang lain disebutkan seperti berikut:

Dipancangkan sebuah panji bagi setiap orang yang berkhianat pada hari kiamat di pantatnya, sesuai dengan jenis pengkhianatannya, maka disebutkan bahwa ini adalah panji pengkhianatan si Fulan bin Anu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun.

Artinya, Dia kelak akan memutuskan perkara di antara hamba-hamba-Nya terhadap semua amal perbuatan mereka.
Dia tidak akan menganiaya seorang pun dari makhluk-Nya, bahkan Dia pemaaf, mengampuni, dan merahmatinya.
Dia hanya mengazab orang yang dikehendaki-Nya dengan kekuasaan-Nya, kebijaksanaan, dan keadilan-Nya.
Dan Dia memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang durhaka.
Kemudian orang-orang yang durhaka diselamatkan sesudah itu, tetapi orang-orang kafir kekal di dalam neraka.
Dia adalah Hakim yang tidak kelewat batas, tidak pula berbuat aniaya.

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman dalam ayat lainnya:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 40), hingga akhir ayat.

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kami akan memasang neraca yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Sampai dengan firman-Nya:

Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Masih banyak lagi ayat-ayat yang semakna.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid, telah menceritakan kepada kami Hamman ibnu Yahya, dari Al-Qasim ibnu Abdul Wahid Al-Makki, dari Abdullah ibnu Muhammad ibnu Uqail, ia pernah mendengar Jabir ibnu Abdullah mengatakan,
"Telah sampai sebuah hadis kepada saya dari seorang lelaki yang mendengarnya langsung dari Nabi ﷺ Maka saya membeli seekor unta kendaraan, dan saya mempersiapkannya dengan memberinya pelana, lalu berangkat dengan mengendarinya selama satu bulan menuju ke tempat lelaki tersebut.
Ketika sampai padanya di negeri Syam, ternyata dia adalah Abdullah ibnu Unais.
Maka saya berkata kepada penjaga pintu, ‘Beri tahukanlah kepadanya bahwa ada Jabir di pintu.’ Abdullah ibnu Unais bertanya, ‘Engkau putra Abdullah?’ Saya menjawab, ‘Ya.’ Maka Ibnu Unais keluar seraya menginjak kainnya (saking gembira dan terburu-burunya), lalu ia memeluk saya dan saya pun memeluknya.
Saya berkata, ‘Ada sebuah hadis yang saya dengar bahwa eng-kau mendengar langsung dari Rasulullah ﷺ sehubungan dengan masalah qisas, maka saya khawatir bila engkau meninggal dunia atau saya meninggal dunia sebelum saya mendengar hadis tersebut darimu.’ Ibnu Unais berkata, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Allah subhanahu wa ta’ala menggiring manusia —atau hamba-hamba-Nya— kelak di hari kiamat (sedangkan mereka dalam keadaan) telanjang lagi tidak bersunat hanya dengan membawa kedua hal.
Saya bertanya, ‘Apakah yang dimaksud dengan kedua hal?
Rasulullah ﷺ bersabda:
Mereka tidak memakai pakaian apa pun.
Kemudian mereka diseru oleh suara yang terdengar oleh orang yang jauh sebagaimana apa yang didengar oleh orang yang dekat, ‘Akulah Raja, Akulah Pemberi Balasan, tidaklah layak bagi seseorang dari kalangan penghuni neraka masuk neraka, sedangkan dia mempunyai hak atas seseorang dari kalangan ahli surga, sebelum Aku lunaskan hak itu darinya buat penghuni neraka itu.
Dan tidaklah layak bagi seseorang dari kalangan penghuni surga masuk surga, sedangkan dia mempunyai hak atas seseorang dari kalangan penghuni neraka, sebelum Aku lunaskan hak itu darinya buat si penghuni surga itu, sehingga dalam masalah tamparan.’ Kami (para sahabat) bertanya, ‘Mana mungkin, sedangkan kita menghadap kepada Allah hanya dalam keadaan telanjang lagi tidak bersunat hanya dengan membawa kedua hal?’ Nabi ﷺ bersabda:
‘Membawa amal-amal kebaikan dan amal-amal keburukan’."

Telah diriwayatkan pula dari Syu’bah, dari Al-Awwam ibnu Muzahim, dari Abu Usman, dari Usman ibnu Affan r.a., bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan dapat membalas hewan-hewan yang bertanduk kelak di hari kiamat.

Hadis ini diriwayatkan pula oleh Abdullah putra Imam Ahmad.
Hadis ini banyak mempunyai syawahid yang mendukungnya diriwayatkan melalui berbagai jalur yang akan kami ketengahkan dalam pembahasan tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
(QS. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Dan dalam tafsir firman Allah subhanahu wa ta’ala yang telah lalu, yaitu:

melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.
Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
(QS. Al-An’am [6]: 38)

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadishadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).
Adab sopan-santun antara murid dengan guru.
▪ Beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio Murottal

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 49 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 49 - Gambar 2
Statistik QS. 18:49
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.6 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

18:49, 18 49, 18-49, Surah Al Kahfi 49, Tafsir surat AlKahfi 49, Quran Al-Kahf 49, Surah Al Kahfi ayat 49

Video Surah

18:49


More Videos

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan

Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami & kepada manusia (seluruhnya),
tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).
QS. Yusuf [12]: 38

Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berjihad dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
QS. As-Saff [61]: 4

Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya.
Dan terhadap nikmat Tuhanmu,
maka hendaklah kamu siarkan.
QS. Ad-Duha [93]: 10-11

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

adab

Apa itu adab? kehalusan dan kebaikan budi pekerti; kesopanan; akhlak; ayahnya terkenal sebagai orang yang tinggi adab nya adab aturan perilaku dalam Islam. … •

junub

Apa itu junub? ju.nub keadaan kotor karena keluar mani atau bersetubuh yang mewajibkan seseorang mandi dengan membasahi tubuh dari ujung rambut sampai ke ujung kaki … •

Ar Razzaaq

Apa itu Ar Razzaaq? Allah itu Ar-Razzaq ◀ Allah itu Ar-Razzaq, yakni Yang Maha Pemberi Rezeki. Allah memberikan rezeki kepada makhluk-makhluk-Nya, kita tidak perlu takut untuk kekurangan atau kehil...