Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) - surah 18 ayat 46 [QS. 18:46]

اَلۡمَالُ وَ الۡبَنُوۡنَ زِیۡنَۃُ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۚ وَ الۡبٰقِیٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَیۡرٌ عِنۡدَ رَبِّکَ ثَوَابًا وَّ خَیۡرٌ اَمَلًا
Al-maalu wal banuuna ziinatul hayaatiddunyaa wal baaqiyaatush-shaalihaatu khairun ‘inda rabbika tsawaaban wakhairun amalaa;
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
―QS. Al Kahfi [18]: 46

Daftar isi

Wealth and children are (but) adornment of the worldly life.
But the enduring good deeds are better to your Lord for reward and better for (one’s) hope.
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 46]

ٱلْمَالُ harta

The wealth
وَٱلْبَنُونَ dan anak-anak

and children
زِينَةُ perhiasan

(are) adornment
ٱلْحَيَوٰةِ kehidupan

(of) the life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world.
وَٱلْبَٰقِيَٰتُ dan yang tetap/kekal

But the enduring
ٱلصَّٰلِحَٰتُ kebajikan(amal saleh)

good deeds
خَيْرٌ lebih baik

(are) better
عِندَ di sisi

near
رَبِّكَ Tuhanmu

your Lord
ثَوَابًا pahala

(for) reward
وَخَيْرٌ dan lebih baik

and better
أَمَلًا harapan

(for) hope.

Tafsir Quran

Surah Al Kahfi
18:46

Tafsir QS. Al-Kahfi (18) : 46. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini adalah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat mem-perhatikan keduanya.
Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya.

Seperti halnya ‘Uyainah, pemuka Quraisy yang kaya itu, atau Qurthus, yang mempunyai kedudukan mulia di tengah-tengah kaumnya, karena memiliki kekayaan dan anak buah yang banyak.
Karena harta dan anak pula, orang menjadi takabur dan merendahkan orang lain.

Allah menegaskan bahwa keduanya hanyalah perhiasan hidup duniawi, bukan perhiasan dan bekal untuk ukhrawi.
Padahal manusia sudah menyadari bahwa keduanya akan segera binasa dan tidak patut dijadikan bahan kesombongan.

Dalam urutan ayat ini, harta didahulukan dari anak, padahal anak lebih dekat ke hati manusia, karena harta sebagai perhiasan lebih sempurna daripada anak.
Harta dapat menolong orang tua dan anak setiap waktu dan dengan harta itu pula kelangsungan hidup keturunan dapat terjamin.

Kebutuhan manusia terhadap harta lebih besar daripada kebutuhannya terhadap anak, tetapi tidak sebaliknya.



Kemudian Allah ﷻ menjelaskan bahwa yang patut dibanggakan hanyalah amal kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia sepanjang zaman sampai akhirat, seperti amal ibadah salat, puasa, zakat, jihad di jalan Allah, serta amal ibadah sosial seperti membangun sekolah, rumah anak yatim, rumah orang-orang jompo, dan lain sebagainya.

Amal kebajikan ini lebih baik pahalanya di sisi Allah daripada harta dan anak-anak yang jauh dari petunjuk Alllah ﷻ, dan tentu menjadi pembela dan pemberi syafaat bagi orang yang memilikinya di hari akhirat ketika harta dan anak tidak lagi bermanfaat.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 46. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Harta benda dan anak merupakan keindahan dan kesenangan hidup kalian di dunia.
Akan tetapi semuanya tidak ada yang abadi, tidak ada yang langgeng, dan pada akhirnya akan musnah.


Kebaikan- kebaikan yang kekal adalah yang terbaik untuk kalian di sisi Allah.
Allah akan melipatgandakan pahalanya dan itulah sebaik-baik tempat menggantungkan harapan bagi manusia.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Harta dan anak-anak adalah keindahan dan kekuatan di dunia yang fana ini, sedangkan amal-amal shalih (terutama tasbih, tahmid, takbir dan tahlil) adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu daripada harta dan anak-anak.
Amal-amal shalih ini adalah sebaik-baik pahala yang diharapkan manusia di sisi Rabb-nya, lalu dengan hal itu ia akan mendapatkan di akhirat apa yang dulu ia harapkan di dunia.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia) keduanya dapat dijadikan sebagai perhiasan di dalam kehidupan dunia


(tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh) yaitu mengucapkan kalimat:
Subhaanallaah Wal Hamdulillaah Wa Laa Ilaaha Illallaah Wallaahu Akbar, menurut sebagian ulama ditambahkan Walaa Haulaa Walaa Quwwata Illaa Billaahi


(adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan) hal yang diharap-harapkan dan menjadi dambaan manusia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia.

Sama halnya dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 14), hingga akhir ayat.

Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.
(QS. At-Taghaabun [64]: 15)

Dengan kata lain, kembali kepada Allah dan menyibukkan diri dengan beribadah kepada-Nya adalah lebih baik bagi kalian daripada menyibukkan diri dengan hal-hal tersebut, menghimpun dunia (harta), serta merasa khawatir yang berlebihan terhadap hal-hal tersebut.
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

Tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Ibnu Abbas, Sa’id ibnu Jubair, serta lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihatu ialah salat lima waktu.

Ata ibnu Abu Rabah dan Sa’id ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihat ialah ucapan:

Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Hal yang sama dikatakan pula oleh Amirul Mu’minin Usman ibnu Affan ketika ditanya mengenai makna al-baqiyah ini, maka ia menjawab bahwa hal itu adalah ucapan:

Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah, dan Allah Mahabesar, dan tidak ada upaya (untuk menghindari kedurhakaan) dan tidak ada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali hanya dengan (pertolongan) Allah, Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Hal ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad.
Disebutkan bahwa:

Telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Haiwah, telah menceritakan kepada kami Abu Uqail, bahwa ia pernah mendengar Al-Haris (bekas budak Usman r.a.) mengatakan,
"Pada suatu hari Usman duduk di suatu majelis, dan kami pun duduk bersamanya.
Maka datanglah juru azan kepadanya (memberitahukan masuknya waktu salat), lalu ia meminta air dalam sebuah wadah —menurutku jumlah air tersebut kurang lebih satu mud banyaknya—, kemudian dipakainya untuk wudu.

Sesudah itu ia berkata, ‘Saya pernah melihat Rasulullah ﷺ melakukan wudu seperti wuduku ini (yang kuperagakan kepada kalian),’ lalu beliau ﷺ bersabda:
‘Barang siapa melakukan wudu seperti wuduku ini, kemudian ia berdiri dan salat Lohor, maka diampuni baginya semua dosa yang ada, antara salat Lohor dan salat Subuhnya.
Kemudian bila ia salat Asar, maka diampuni baginya semua dosa yang ada antara salat Asar dan salat Lohornya.
Kemudian bila ia salat Magrib, maka diampuni baginya semua dosa yang ada antara salat Magrib dan salat Asarnya.
Kemudian bila ia salat Isya, maka diampuni baginya semua dosa yang ada antara salat Magrib dan salat Isyanya.
Kemudian barangkali ia tidur di malam harinya, lalu bangun di pagi hari dan melakukan wudu dan salat Subuh, maka diampuni baginya semua dosa yang ada antara salat Isya dan salat Subuhnya.
Semuanya itu adalah kebaikan-kebaikan yang dapat menghapuskan keburukan-keburukan (dosa-dosa).
Orang-orang bertanya, ‘Ini adalah kebaikan-kebaikan.

Maka apakah yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihat, hai Usman?’ Usman menjawab bahwa yang dimaksud dengannya ialah kalimah:
‘Tidak ada Tuhan selain Allah, Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Allah Mahabesar, tidak ada upaya (untuk menjauhkan diri dari kedurhakaan) dan tidak ada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah) kecuali hanya dengan (pertolongan) Allah, Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Malik telah meriwayatkan dari Imarah ibnu Abdullah ibnu Shayyad, dari Sa’id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa al-baqiyatus salihat adalah kalimah:
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

Muhammad ibnu Ajlan telah meriwayatkan dari Imarah,
"Sa’id ibnul Musayyab pernah bertanya kepadaku tentang makna al-baqiyatus salihat, maka aku menjawab, ‘Salat dan saum.’ Sa’id ibnul Musayyab berkata, ‘Jawabanmu tidak tepat.’ Aku berkata, ‘Zakat dan haji.’ Sa’id ibnul Musayyab berkata, ‘Jawabanmu masih kurang tepat juga, tetapi sesungguhnya yang dimaksud dengannya adalah lima buah kalimat,’ yaitu:

Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, dan tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah’."

Ibnu Juraij mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abdullah ibnu Usman ibnu Khaisam, dari Nafi’ ibnu Sarjis, ia pernah menceritakan kepadanya bahwa ia bertanya kepada Ibnu Umar tentang apa yang dimaksud dengan istilah al-baqiyatus salihat.
Maka Ibnu Umar r.a. menjawab:
Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah, dan tidak ada daya serta tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.

Mujahid mengatakan, yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihat ialah ucapan:

Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.

Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Al-Hasan dan Qatadah sehubungan dengan firman-Nya:

…tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh.

Bahwa yang dimaksud dengannya ialah ucapan:
Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, segala puji bagi Allah, dan Mahasuci Allah.

Ibnu Jarir mengatakan,
"Saya menjumpai di dalam kitab saya sebuah hadis dari Al-Hasan ibnus Sabbah Al-Bazzar, dari Abu Nasr At-Tammar, dari Abdul Aziz ibnu Muslim, dari Muhammad ibnu Ajlan, dari Sa’id Al-Maqbari, dari ayahnya, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar, semuanya itu adalah amalan-amalan yang kekal lagi saleh’."

Telah menceritakan pula kepadaku Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepada kami Amr ibnul Haris, bahwa Darij (yaitu Abus Samah) pernah menceritakan kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa’id, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
"Perbanyaklah oleh kalian amalan-amalan yang kekal lagi saleh."
Ketika ditanyakan,
"Apakah yang dimaksud dengannya, wahai Rasulullah?"

Beliau menjawab,
"Al-millah (agama)."
Ditanyakan lagi,
"Apakah yang dimaksud dengannya, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Takbir (Allah Mahabesar), tahlil (tidak ada Tuhan selain Allah), tasbih (Mahasuci Allah), dan segala puji bagi Allah serta tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."

Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Sakhr, bahwa Abdullah ibnu Abdur Rahman (pelayan Salim ibnu Abdullah) telah menceritakan kepadanya bahwa Salim pernah mengutusnya kepada Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi untuk suatu keperluan.
Salim berpesan,
"Sampaikanlah kepadanya, hendaknya dia menemuiku di pinggir kuburan ini, karena aku mempunyai suatu keperluan dengannya."
Maka keduanya bertemu dan salah seorang mengucapkan salam kepada yang lainnya, kemudian Salim berkata kepadanya,
"Bagaimanakah menurutmu makna al-baqiyatus salihat?’ Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi menjawab,
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah, dan tidak ada daya serta tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."

Salim berkata kepada Ibnu Ka’b,
"Sejak kapan engkau jadikan kalimah ‘La Haula Wala Ouwwata lila Billah’ ke dalam al-baqiyatus sdlihat?’ Ibnu Ka’ b menjawab,
"Saya selalu menggabungkannya ke dalamnya."
Salim terus menanyainya sebanyak dua atau tiga kali, tetapi Ibnu Ka’b tetap teguh dengan pendiriannya.
Akhirnya Ibnu Ka’b berkata,
"Kamu memprotes?"
Salim menjawab,
"Ya, saya memprotes, karena sesungguhnya saya pernah mendengar Abu Ayyub Al-Ansari menceritakan hadis berikut, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Aku dinaikkan ke langit, dan di langit aku melihat Ibrahimalaihis salam Maka Ibrahim bertanya, ‘Hai Jibril, siapakah orang yang bersamamu ini?’ Jibril menjawab, ‘Muhammad.’ Maka Ibrahim menyambut kedatanganku dengan sambutan yang gembira lagi hangat.
Kemudian Ibrahim berkata, ‘Perintahkanlah kepada umatmu agar mereka memperbanyak tanaman surga, karena sesungguhnya surga itu tanahnya wangi dan buminya luas sekali.’ Aku bertanya, ‘Apakah tanaman surga itu?’ Ibrahim menjawab:
Tidak ada daya (untuk menghindarkan diri dari kedurhakaan) dan tidak ada kekuatan (untuk mengerjakan ibadah) kecuali dengan (pertolongan)Allah’."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yazid dari Al-Awwam, telah menceritakan kepadaku seorang lelaki dari kalangan Ansar dari kalangan keluarga An-Nu’man ibnu Basyir yang menceritakan,
"Rasulullah ﷺ keluar dari rumah menemui kami saat kami berada di masjid sesudah salat Isya, maka beliau menengadahkan pandangannya ke arah langit, lalu menundukkannya, sehingga kami menduga bahwa telah terjadi sesuatu di langit.
Kemudian beliau bersabda:
‘Ingatlah, sesungguhnya kelak sesudahku akan ada para amir (pemimpin) yang gemar berdusta dan zalim, maka barang siapa yang percaya kepada kedustaan mereka dan memihak mereka dalam kezalimannya, dia bukan termasuk golonganku dan aku bukan termasuk golongannya.
Dan barang siapa yang tidak mempercayai kedustaan mereka serta tidak membantu kezaliman mereka, dia adalah termasuk golonganku, dan aku termasuk golongannya.
Ingatlah, sesungguhnya ucapan ‘Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar’ adalah amalan-amalan yang kekal lagi saleh (baik)’."

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Aban, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu»Abu Kasir, dari Zaid, dari Abu Salam, dari seorang maula (bekas budak) Rasulullah ﷺ, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Lima hal yang amat menguntungkan lagi membuat neraca amal perbuatan bertambah sangat berat (dengan amal kebaikan), yaitu ucapan
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah, dan segala puji bagi Allah" serta anak saleh yang meninggal dunia, lalu orang tuanya merelakannya demi karena Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda pula:
Lima hal yang amat menguntungkan, yaitu barang siapa yang menghadap kepada Allah dalam keadaan meyakininya, pasti masuk surga, beriman kepada Allah dan hari kemudian, beriman kepada adanya surga dan neraka, serta hari berbangkit sesudah mati dan hari perhitungan (amal perbuatan).

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Al-Auza’i, dari Hassan ibnu Atiyyah yang mengatakan,
"Syaddad ibnu Aus r.a. berada dalam suatu perjalanan, lalu ia turun istirahat di suatu tempat, dan berkata kepada pelayannya, ‘Hidangkanlah makanan perbekalan kita, untuk kita sia-siakan.’ Maka saya memprotesnya, dan ia berkata, ‘Tidak sekali-kali aku mengucapkan suatu kalimat sejak saat masuk Islam melainkan saya kendalikan dan saya pikirkan terlebih dahulu selain dari kata-kataku ini.
Maka janganlah kalian menganggapnya, tetapi saya minta kalian menghafal baik-baik apa yang akan saya katakan kepada kalian ini.

Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
‘Apabila manusia menimbun emas dan perak, maka timbunlah (pahala) membaca kalimah-kalimah berikut oleh kalian, yaitu:
"Ya Allah, sesungguhnya saya memohon keteguhan dalam urusan ini (agama Islam) dan tekad yang kuat untuk menempuh jalan petunjuk, dan saya memohon kepada-Mu mensyukuri nikmat-Mu, dan saya memohon kepada-Mu kebaikan dalam menyembah-Mu, dan saya memohon kepada-Mu hati yang sejahtera, dan memohon kepada-Mu lisan yang benar, dan saya memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau ketahui, serta saya berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang Engkau ketahui, dan saya memohon ampunan kepada-Mu terhadap semua dosa(ku) yang Engkau ketahui, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui semua yang gaib’."

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Najiyah, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Sa’d Al-Aufi, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Umar ibnul Husain, dari Yunus ibnu Nafi’ Al-Jadali, dari Sa’d ibnu Junadah r.a. yang mengatakan,
"Saya termasuk orang pertama dari kalangan penduduk Taif yang datang kepada Nabi ﷺ Saya berangkat menempuh jalan dataran tinggi Taif, yaitu dari As-Surrah, di pagi hari.
Sampai di Mina pada waktu asar, lalu saya mendaki jalan perbukitan dan kemudian turun, lalu datang menemui Nabi ﷺ dan saya masuk Islam.
Nabi ﷺ mengajari saya Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Katakanlah,
"Dialah Allah Yang Maha Esa."
(QS. Al-Ikhlas [112]: 1)

Maksudnya surat Al-Ikhlas, juga surat Az-Zalzalah.
Nabi ﷺ mengajari saya kalimah-kalimah berikut:
Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Mahabesar.
Kemudian beliau bersabda, ‘Itulah amalan-amalan yang kekal lagi saleh’."

Dengan sanad yang sama dalam hadis lain disebutkan seperti berikut:

Barang siapa yang bangun di waktu malam hari, lalu berwudu dan berkumur (membersihkan) mulutnya, kemudian mengucapkan
"Mahasuci Allah"
sebanyak seratus kali, dan
"Segala puji bagi Allah"
sebanyak seratus kali,
"Allah Maha Besar"
sebanyak seratus kali."Tidak ada Tuhan selain Allah"
sebanyak seratus kali, maka diampunilah dosa-dosanya kecuali yang berkaitan dengan masalah darah (dosa membunuh), karena sesungguhnya dosa membunuh itu tidak terhapuskan.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh.

Bahwa yang dimaksud dengannya ialah zikrullah (zikir kepada Allah), yaitu ucapan
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, istigfar, dan salawat untuk Rasulullah, serta saum (puasa), haji, sedekah, memerdekakan budak, jihad, silaturahmi, dan semua amal kebaikan.
Semua itu adalah amalan-amalan yang kekal lagi saleh, yaitu amalan-amalan yang mengekalkan pelakunya di dalam surga selama masih ada bumi dan langit (yakni untuk selama-lamanya).

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihat ialah kalam yang baik.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan, yang dimaksud dengan al-baqiyatus salihat ialah seluruh amal-amal saleh.
Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kahfi (18) Ayat 46

BAAQIYAAT
بَٰقِيَٰت

Lafaz baqiyaat adalah jamak, mufradnya adalah baqiyah. Menurut Ar Razi baqiah bermakna baqa’ (kekal) sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al Haqqah ayat 8,

fahal taraa lahum mim baaqiyah

Apabila ia disandarkan kepada lafaz al hayah atau al hayatul baqiyah bermakna kehidupan hari akhirat yang kekal.

Dalam Mu’jam Al Arabi, ia juga memiliki makna amalan yang tertinggal atau yang meninggalkan kesan.

Lafaz baqiyat disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Kahfi (18), ayat 46,
Maryam (19), ayat 76.

Kata baqiyaat dalam kedua surah dikaitkan dengan lafaz ash shaalihaat (yang baik).
Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai makna al baaqiyaatush shaalihaat antaranya:

Sufyan Ats Tsawri dari Ibnu ‘Abbas, Ibrahim An Nakh’i, Masruq, Ibnu Abi Mulaikah berpendapat al baaqiyaatush shaalihaat adalah ash shalawaatul khams (shalat lima waktu).
Ibnu ‘Umar, Ibnu Jurayj, ‘Ata’ bin Abi Rabah, Sa’id bin Al Musayyib, Salim, Mujahid, Qatadah dan jumhur ahli tafsir berpendapat, al baaqiyaatush shaalihaat adalah:"

"Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wasubhaanallaahi walhamdulillaahi walaa haula walaa quwwata"

Ibnu Zaid dan riwayat dari Ibnu Abbas mengatakan al baaqiyaatush shaalihaat adalah al kalamuth thayyib (perkataan yang baik).
Sebahagian ulama berpendapat, ia adalah keseluruhan amalan-amalan yang baik dari perkataan dan perbuatan.
lni adalah pendapat Ibnu Zaid, riwayat ‘Ata’ Al Khurasani dari Ibnu Abbas dan dikuatkan oleh Ibnu Jarir At Tabari serta Ibnu ‘Itiyyah.

Ibnu Jarir mengatakan, pendapat yang paling utama adalah pendapat yang mengatakan al baaqiyaatush shaalihaat adalah keseluruhan amalan-amalan yang baik sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Talhah dari Ibnu Abbas‘ karena semua amalan-amalan baik yang kekal bagi pelakunya di hari akhirat akan diberi ganjaran kepadanya.
Allah juga tidak mengkhususkan melalui ayat al baaqiyaatush shaalihaat sebahagian tanpa sebahagian yang lain di dalam kitabnya dan tidak juga melalui berita dari Rasulullah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:100-101

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadishadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).
Adab sopan-santun antara murid dengan guru.
▪ Beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio Murottal

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 46 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 46 - Gambar 2
Statistik QS. 18:46
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.3 (9 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

18:46, 18 46, 18-46, Surah Al Kahfi 46, Tafsir surat AlKahfi 46, Quran Al-Kahf 46, Surah Al Kahfi ayat 46

Video Surah

18:46


More Videos

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan

Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah & tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat.
Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 53

Jika Allah menghendaki untuk membinasakan kalian,
niscaya Dia–karena kemahasempurnaan kekuasaan-Nya–akan melakukannya.
Lalu Dia menciptakan makhluk baru yang sesuai dengan kebijakan-Nya.
QS. Fatir [35]: 16

Hendaklah seseorang memperhatikan apa yang ada di masa lalu,
untuk dia bisa menentukan apa yang akan terjadi di masa depan.
QS. Al-Hasyr [59]: 18

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah ...

Correct! Wrong!

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu0635u064eu0627u0653u0626u0650u0631u064f u0644u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0631u064eu062du06e1u0645u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0642u064eu0648u06e1u0645u064d u06ccu0651u064fu0648u06e1u0642u0650u0646u064fu0648u06e1u0646u064e

(Alquran) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
--QS. 45:20

+

Array

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u0630u0670u0644u0650u06a9u064e u0627u0644u06e1u06a9u0650u062au0670u0628u064f u0644u064eu0627 u0631u064eu06ccu06e1u0628u064e u06dau06d6u06db u0641u0650u06ccu06e1u06c1u0650 u06dau06db u06c1u064fu062fu064bu06cc u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang muttaqin (bertakwa),
--QS. 2:2

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #6
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #6 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #6 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus Istilah Islam

nahi

Apa itu nahi? na.hi yang dilarang; larangan … •

Al Samii'

Apa itu Al Samii’? Allah itu As-Sami’ ◀ Allah itu As-Sami’, yaitu artinya Allah itu Maha Mendengar. Allah Maha Mendengar segala sesuatu, meskipun itu hanyalah sebuah niat dan hany...

nikah fasid

Apa itu nikah fasid? pernikahan yang tidak dapat dilangsungkan atau disahkan karena perbedaan agama, calon istri dalam idah, muhrim, dan sebagainya yang melanggar aturan perkawinan dalam Islam …...